Struktur Fundamental Manusia Digital

Bagian ini akan membahas lebih detil struktur fundamental manusia digital. Struktur paling fundamental dari manusia sejati, hana, adalah maga: gerak sejati. Hana adalah satu kesatuan utuh tak terpisahkan. Manusia bukanlah bagian demi bagian yang kemudian disatukan. Hana adalah satu kesatuan yang utuh. Hanya saja, demi kemudahan kita akan menganalisis hana bagian demi bagian, elemen demi elemen.

Image result for human change

Pertama, kita akan melihat hana sebagai tersusun empat elemen fundamental yang mendorong untuk terus bergerak eksistensial, maga. Kemudian, masing-masing elemen ini kita uraikan lebih detil dan kita lengkapi dengan langkah-langkah praktis. Sehingga kita dapat melatihnya tiap hari untuk menjadi manusia seutuhnya, manusia di jaman digital, manusia digital.

Empat elemen fundamental ini menjamin kita untuk terus melangkah maju. Elemen ini bagaikan energi yang tidak pernah ada habis-habisnya bila dirawat dengan baik. Bahkan energi ini terus tumbuh berkembang menjadi lebih besar tiap hari. Meski terus berkembang, elemen fundamental ini, tidak menjamin arah berkembangnya menuju ke arah yang lebih baik. Yang terjamin adalah menjadi lebih besar karena berkembang, hanya itu.

Untuk menjamin perkembangan ke arah yang lebih baik maka kita perlu acuan arah gerak maga. Kita akan membahas arah ini di bagian berbeda. Bagian ini akan fokus kepada empat elemen fundamental dari hana: kehendak (will), kekuatan (power), sains, dan sign.

Kehendak (Will)

Elemen paling fundamental dari manusia adalah kehendak. Hakekat eksistensi manusia ditentukan oleh kehendaknya. Hana memiliki kebebasan (freedom) dan kehendak bebas (free will). Catatan sejarah menunjukkan bahwa orang-orang besar adalah orang-orang yang mampu memanfaatkan kehendaknya ini dengan baik.

Nyatanya, setiap manusia memiliki kehendak. Sama seperti orang-orang besar yang tercatat dalam sejarah itu.

Kehendak bebas bersifat apriori bagi manusia. Maksudnya, kehendak selalu ada pada manusia. Ketika kita lahir, hana yang masih bayi, langsung berteriak dengan tangisan keras. Menunjukkan kehendak untuk mendapat air susu dari ibu tercinta. Ketika remaja, kita, punya cita-cita sebagai representasi kehendak kita. Bahkan ketika masa tua, hana, berkehendak mengsisi sisa hidup dengan kegiatan-kegiatan penuh makna bahagia.

Sepanjang perjalanan, kehendak bebas, tidak selalu bisa terjaga. Situasi ekonomi sulit bisa mengecilkan kehendak seseorang. Tekanan lingkungan bisa memaksa orang untuk menyerah. Keyakinan yang salah bisa memperparah. Kita perlu memperoleh pemahaman yang jelas tentang kehendak lengkap dengan tips-tips praktis untuk mengembangkannya. Di bagian bawah, kita akan melengkapinya.

Kekuatan (Power)

Elemen fundamental kedua adalah kekuatan (power). Setiap manusia, hana, memiliki kekuatan yang unik. Saling melengkapi kekuatan satu orang dengan orang lainnya. Tak ada keraguan, seorang bayi tumbuh makin kuat menjadi remaja, lalu matang sebagai orang dewasa. Memang ketika masa tua, badan hana makin lemah. Tetapi kekuatan yang lain masih bisa terus bertumbuh: pikiran, rasa, bijaksana, dan sebagainya.

Ditambah lagi dengan jaman digital, hana makin kuat nyaris tanpa batas. Ketika bayi sudah bisa main game digital. Ketika remaja mampu membuat proyek kolaborasi dengan remaja-remaja manca negara. Ketika tua mampu terus berkarya.

Tetapi manusia digital ini tidak selalu ramah. Penipuan di media sosial terjadi berulang kali. Pelanggaran, kekerasan, kriminal juga terjadi melalui media digital. Manipulasi pihak kuat kepada pihak lemah makin mudah dengan teknologi digital. Sehingga kita perlu melindungi diri dan masyarakat dari berbagai ancaman dunia digital.

Pemahaman yang lengkap mengenai kekuatan dunia digital dilengkapi dengan beragam langkah-langkah praktis kita bahas di bagian bawah.

Sains (Pengetahuan)

Pengetahuan, yang terus berkembang menjadi sains yang canggih, jelas-jelas menjadi keunggulan manusia, hana. Sains adalah elemen fundamental ketiga dari hana. Catatan sejarah menunjukkan setidaknya sejak 3000 tahun yang lalu manusia sudah menghargai sains. Thales adalah pemikir besar abad ke 7 sebelum masehi dari Yunani Kuno. Saat itu Thales sudah menemukan cara menghitung tinggi menara, tinggi gunung, jarak kapal laut menggunakan rumus matematika. Thales menyarankan teman-temannya untuk belajar ke Mesir Kuno yang, ilmu dan teknologinya, lebih maju.

Di jaman digital ini, kita, hana makin merasakan peran penting dari ilmu pengetahuan – dan teknologi. Orang-orang yang menguasai data, informasi, dan sains, mereka menguasai dunia digital. Mampu mengambil keuntungan, eksplorasi, dan eksploitasi sesuai kebutuhan mereka. Lebih dari itu, pengetahuan, merupakan ukuran kesempurnaan hana. Maksudnya, di samping bernilai praktis, pengetahuan juga bernilai tinggi untuk kebahagiaan setiap hana.

Tampaknya alamiah juga bahwa pengetahuan hana tidak selalu berkembang. Sebagian orang dapat memperoleh pendidikan dengan sempurna. Sebagian yang lain tidak sempat mengenyam pendidikan. Bagaimana pun, hana selalu bisa mengembangkan pengetahuan dengan sempurna. Di bagian bawah kita akan membahas lebih rinci tentang pengetahuan dan langkah-langkah praktis untuk mengembangkannya.

Sign (Tanda)

Elemen fundamental keempat adalah sign (tanda). Manusia, sebagai hana, mampu membaca tanda-tanda dengan possibilitas tak terbatas. Setiap kejadian bisa kita baca sebagai tanda. Lalu kita bisa menginterpretasikan, menafsirkan, tanda tersebut dengan bebas. Membaca tanda-tanda semacam ini adalah kemampuan khas tingkat tinggi dari hana, manusia sejati.

Tiba-tiba terasa nyeri di pinggang. Investor membaca kejadian semacam itu sebagai tanda-tanda tidak baik. Lalu dia memutuskan untuk membatalkan rencana investasinya. Benar saja, beberapa bulan kemudian terbukti. Seandainya dia benar-benar investasi maka akan rugi jutaan dolar. Kemampuan membaca tanda semacam itu berperan besar bagi hana.

Dalam kehidupan sehari-hari berlalu-lintas, kita memahami banyak tanda khusus. Lampu merah merupakan tanda harus berhenti. Mereka yang melanggar lampu merah beresiko dengan kecelakaan lalu lintas. Atau minimal ditilang oleh petugas. Malam itu rembulan mulai beranjak tinggi. Anak-anak muda yang camping di tepian pantai mampu membaca bahwa itu tanda akan terjadi pasang yang makin tinggi. Berbagai macam perlengkapan di tepi pantai perlu segera diamankan.

Bahasa kita, yang kita pakai berkomunikasi tiap hari, adalah sistem tanda. Kata demi kata adalah tanda. Menyusun kalimat demi kalimat adalah tanda juga. Terbentuklah tanda di atas tanda. Hana yang mahir memanfaatkan bahasa menjadi sukses luar biasa. Sementara mereka yang gagal membaca tanda berakibat menanggung bencana.

Kita menyediakan bagian khusus, di bawah, membahas teori tanda, sign, dan dilengkapi beragam langkah praktis untuk mengembangkannya.

Struktur Lengkap Manusia

Kita sudah membahas secara lengkap, meski sekilas, struktur fundamental manusia sejati, hana. Bagian selanjutnya akan membahas elemen demi elemen dengan lebih rinci dari sisi teori. Kemudian kita lengkapi dengan beberapa langkah praktis sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan nyata masing-masing hana.

Diterbitkan oleh Paman APiQ

Lahir di Tulungagung. Hobi: baca filsafat, berlatih silat, nonton srimulat. Karena Srimulat jarang pentas, diganti dengan baca. Karena berlatih silat berbahaya, diganti badminton. Karena baca filsafat tidak ada masalah, ya lanjut saja. Menyelesaikan pendidikan tinggi di ITB (Institut Teknologi Bandung). Kini bersama keluarga tinggal di Bandung.

Ikuti Percakapan

1 Komentar

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: