Komputer Kuantum Futuristik: Kajian Ontologi Fundamental

Komputer kuantum menebarkan harapan yang cerah bagi masa depan umat manusia. Komputer kuantum merupakan komputer yang memanfaatkan keunggulan teori fisika kuantum (quantum mechanic / QM). Sementara, QM sendiri sudah berhasil menunjukkan keunggulan istimewa dalam perkembangan sains teknologi mutakhir.

1. Prospek Komputer Kuantum
1.1 Lebih dari Kecepatan
1.2 Realitas Kuantum
1.3 Kolaborasi AI
1.4 ITB sampai IBM
1.5 Masa Depan Semesta

2. Ontologi Fundamental
2.1 Definisi
2.2 Aristoteles: 4 Sebab
2.3 Heidegger:
a) being-in-the-world;
b) being-with-others;
c) fourfold
2.4 Makna Perempatan Ganda
2.5 Lima Paradigma

3. Epistemologi Kuantum vs Gravitasi
3.1 Ketidakpastian Heisenberg
3.2 Kucing Schrodinger
3.3 Paradoks Feynman

4. Aksiologi Disrupsi Futuristik
4.1 Etika Ekonomi: puasa demi masyarakat
4.2 Etika Politik: memberdayakan pihak lemah
4.3 Etika Berpikir Terbuka: diferensiasi harmonis

5. Masa Depan Komputer Kuantum

Kita akan mengkaji komputer kuantum dari perspektif ontologi fundamental dengan mengajukan pertanyaan, “Apa makna-komputer-kuantum?” Kita bisa membuat beragam definisi, tetapi, pertanyaan tentang makna komputer kuantum menuntun kita untuk mengkaji ontologi fundamental.

1. Prospek Komputer Kuantum

Komputer kuantum membuka prospek masa depan cerah bagi umat manusia dan semesta. Kecepatan proses data sudah pasti; efisiensi energi; solusi beragam paradoks yang jadi misteri; dan masih banyak lagi.

1.1 Lebih dari Kecepatan

Pada tahun 1982, Feynman mengusulkan untuk merancang komputer kuantum; komputer yang memanfaatkan keunggulan teori kuantum (QM); bahkan, mampu membuat simulasi kuantum.

… Richard Feynman imagined when he first proposed these computers in 1982: simulating the behavior of stuff at the quantum level.”

Komputer kuantum, tentu saja, lebih cepat dari komputer digital biasa dalam proses data dan menjalankan beragam program. Kecepatan ini bisa berlipat 1000 kali; atau 1 000 000 kali; atau lebih cepat lagi. Komputer digital, yang umumnya kita pakai saat ini, memanfaatkan arus listrik atau tegangan listrik untuk bit digital; yang membutuhkan jutaan elektron. Sementara, komputer kuantum memanfaatkan qubit; pada prinsipnya, 1 qubit hanya membutuhkan 1 elektron belaka; tetapi, kita akan membutuhkan pendekatan statistik. Yang pasti, komputer kuantum akan berhasil meningkatkan efisiensi dan, konsekuensinya, super cepat. Diharapkan, mampu simulasi realitas kuantum. Bisakah?

1.2 Realitas Kuantum

Kajian kuantum (QM) menghasilkan sains empiris yang disepakati; tetapi, interpretasi terhadap quantum adalah beragam. Beberapa interpretasi quantum ini saling berbeda tajam, di antaranya: [1] Copenhagen; [2] Runtuh Spontan; [3] Pilot Wave; [4] Relational QM; [5] Bayesianism; [6] Manyworlds; dan lain-lain.

Andai komputer kuantum (KK) berhasil simulasi realitas fenomena quantum maka interpretasi mana yang akan dipakai? Atau, justru KK yang akan menjadi penentu mana interpretasi paling benar? Atau, setidaknya, KK akan berhasil menolak beberapa interpretasi yang tidak tepat?

1.3 Kolaborasi AI

Artificial intelligence (AI) sedang berkembang pesat saat ini. Wajar, kita berpikir bahwa kolaborasi KK dan AI akan menghasilkan terobosan baru yang luar biasa.

[1] Speedup; [2] Optimization; optimasi problem, penetapan parameter, dan alokasi sumber daya; [3] Quantum Machine Learning; untuk pengenalan pola, klasifikasi, dan probabilitas; [4] Enhanced; data analisis dalam ukuran besar; [5] Simulasi; [6] Security; beragam fenomena quantum menjamin keamanan lebih tinggi; [7] Quantum Neural Network; jaringan syaraf manusia bekerja berdasar fenomena quantum; qubit lebih representatif; [8] Inovasi.

1.4 ITB sampai IBM

Dalam tataran empiris, komputer kuantum berkembang makin meluas. ITB melakukan riset empiris KK. Sementara, IBM dan perusahaan besar dunia, didukung pemerintah, invest besar-besaran mengembangkan KK.

Beberapa startup bidang komputer kuantum berhasil inovasi besar-besaran. QuEra mengklaim, pada tahun 2026, akan meluncurkan komputer kuantum dengan qubit lebih dari 10 000 serta kemampuan koreksi kualitas tinggi yaitu 100 qubit.

1.5 Masa Depan Semesta

[1] KK akan mengubah masa depan dunia ataukah [2] masa depan akan mengubah komputer kuantum (KK)? Selalu terjadi interaksi antara KK dan masa depan. Saya yakin alternatif [2] berperan lebih besar.

Terdapat perbedaan tajam antara optimisme dari para pendukung dan kritik terhadap komputer kuantum. Bagi kritikus, komputer kuantum mirip seperti fiksi ilmiah, setidaknya, sampai saat ini. Sementara, bagi para pendukung, komputer kuantum adalah realitas riset sains dan rekayasa yang menjanjikan prospek besar untuk masa depan.

Mempertimbangkan kemajuan komputer kuantum sejauh ini dan kemampuan adaptasi masyarakat ilmiah, kita bisa optimis bahwa komputer kuantum akan menjadi realitas di masa depan. Meski pun, bisa saja, realitas komputer kuantum tersebut berbeda dengan yang kita harapkan di awal; komputer kuantum akan mengalami beragam revisi dan adaptasi seiring waktu; termasuk, posibilitas menjadi komputer hibrid bersama komputer digital klasik.

2. Ontologi Fundamental

Ontologi fundamental bertanya, “Apa makna-komputer-kuantum?”

Pertanyaan ontologi fundamental menuntut jawaban berupa makna dalam arti paling luas. Jawaban berupa definisi-komputer-kuantum tidak memadai untuk menjawab ontologi fundamental. Bagaimana pun, kita bisa memanfaatkan definisi untuk awal kajian tentang makna komputer kuantum.

2.1 Definisi

Definisi [1] Komputer kuantum (KK) adalah komputer yang memanfaatkan keunggulan teori kuantum atau quantum mechanic (QM). Genus: komputer; dan diferensia: kuantum.

Definisi [2] KK adalah teori kuantum (QM) yang diterapkan berupa komputer. Genus: kuantum; dan diferensia: komputer.

Kedua definisi KK, di atas, menuntut kita agar sudah paham makna komputer dan makna kuantum. Sementara, untuk memahami komputer, misalnya, kita perlu memahami makna mesin, makna menghitung, dan makna proses logis. Dan seterusnya, kita membutuh memahami makna yang lebih dasar tanpa akhir. Jadi, definisi esensial, seperti di atas, akan menghadapi resiko petitio-principii.

Kita perlu menerima KK sebagai realitas eksistensi apa adanya. Lalu, mengajukan pertanyaan apa makna-komputer-kuantum?

2.2 Aristoteles: 4 Sebab

Aristo (384 – 322 SM) merumuskan 4 sebab, atau 4 faktor / aspek, untuk memahami makna-realitas. Kita bisa memanfaatkannya untuk memahami makna-komputer-kuantum.

Pemikir masa kini cenderung memahami makna-komputer-kuantum sebagai urutan A, B, C, D. Bahkan, poin D kadang dilupakan; atau, minimal, disisihkan dari kajian untuk sementara atau selamanya.

Sebaliknya, kita akan lebih tepat memahami makna-komputer-kuantum sebagai urutan D, C, B, A atau urutan 1, 2, 3, 4. Jadi, apa makna-komputer-kuantum?

2.3 Heidegger dan Derrida

Heidegger (1889 – 1976) adalah pemikir pertama yang dengan serius mengajukan pertanyaan ontologi fundamental, “Apa makna-ada?”

Ada pohon; ada kursi; ada bumi; ada matahari; ada Tuhan. Tetapi, apa makna-ada?

Karena makna-ada bersifat universal, terbukti sendirinya, dan paling jelas, maka kita tidak bisa mendefinisikan makna-ada. Justru, setiap definisi perlu makna-ada itu sendiri. Situasi seperti ini tidak menjadikan kita bisa lebih paham tentang makna-ada. Kita perlu lebih mendalam mengkaji makna-ada. Konsekuensinya, secara analogis, kita perlu lebih mendalam mengkaji makna-komputer-kuantum.

Derrida (1930 – 2004) melanjutkan bahwa setiap makna adalah differance; sehingga selalu terjadi dekonstruksi makna; termasuk dekonstruksi makna-komputer-kuantum.

(a) Being-in-the-world

Makna-komputer-kuantum adalah being-in-the-world; KK adalah realitas yang ada dalam dunia; KK hanya bisa eksis selalu dalam dunia. Jadi, KK memiliki relasi eksistensial dengan dunia; tidak bisa dipisahkan.

Tetapi, sejauh ini, hanya realitas manusia otentik yang mampu bersikap peduli. Sehingga, KK hanya akan bermakna otentik ketika berhasil menjalin relasi otentik dengan manusia; KK berhasil memicu sikap peduli otentik dari manusia.

(b) Being-with-others

KK adalah relasi antara satu manusia dengan manusia lain; sehingga saling memahami.

Paradoks-paradoks dalam quantum mengundang umat manusia untuk lebih banyak dialog; melalui tatap muka, tulisan, mau pun media digital. KK memfasilitasi relasi antar umat manusia menuju masa depan.

KK adalah teman sejati bagi manusia; tidak bisa dipisahkan; co-originary. Teknologi adalah teks yang mengalami dekonstruksi; teknik adalah organ tubuh manusia; dan menyatu dengan manusia.

(c) Fourfold

KK adalah produk budaya dan alam, terutama kajian sains dan rekayasa quantum, untuk lebih berkembang.

KK membuka posibilitas baru untuk memahami, dan memanfaatkan,  fenomena quantum.

KK membuka kembali nilai-nilai spiritual, dan ketuhanan, dalam teknologi; masih banyak paradox dan misteri tanpa henti.

KK, pada akhirnya, akan musnah; dilupakan atau diganti oleh teknologi yang lebih baru. Akhir seperti apa yang akan menjadikan KK sempurna?

2.4 Makna Perempatan Ganda

Perempatan ganda menjadi per-8-an.

Perbedaan dan pembedaan mengalun harmonis dalam semesta tanpa henti.

Per-8-an, atau wolu, memberi makna-komputer-kuantum secara luas dan dinamis. Kita bisa mengembangkan makna-komputer-kuantum lebih dalam lagi dengan kerangka wolu ini.

2.5 Lima Paradigma

Terdapat 5 paradigma yang bisa membantu kita untuk memahami makna-komputer-kuantum.

Positivisme yang merupakan filsafat berdasar sains merupakan salah satu paradigma penting. Lebih dari itu kita bisa menambahkan 4 paradigma berbeda: kritikal; interpretatif; postmo; dan pragmatisme.

3. Epistemologi Kuantum vs Gravitasi

Kajian makna-komputer-kuantum dengan kerangka wolu sudah melibatkan aspek epistemologi dan aksiologi. Di sini, kita akan menekankan beberapa aspek epistemologi, terutama, yang berkaitan dengan wacana kebebasan.

Einstein dan Bohr sepakat dalam wacana [1] kepastian; tetapi mereka berbeda dalam wacana [2] kebebasan. Perkembangan kuantum lebih memihak kepada Bohr. Sementara, Einstein konsisten mengembangkan teori gravitasi lebih mendalam: relativitas khusus, relativitas umum, dan Einstein Equation.

Secara filosofis, kita boleh mengajukan pertanyaan, “Bagaimana posibilitas komputer-gravitasi?” Apakah benar kita bisa merancang komputer yang beragam? [1] Komputer-klasik yaitu komputer analog dan komputer digital yang eksis selama ini; [2] komputer-kuantum yang sedang menjadi pembahasan kita; [3] komputer-gravitasi yang mengeksplorasi teori gravitasi. Masing-masing jenis komputer mengembangkan epistemologi yang unik.

3.1 Ketidakpastian Heisenberg

Selalu ada ketidakpastian; Pengukuran posisi dan momentum partikel selalu mengandung ketidakpastian yang lebih besar dari o.

3.2 Kucing Schrodinger

Kucing Schrodinger adalah kucing quantum. Kucing yang berada dalam kotak dengan kondisi setengah hidup dan setengah mati. Bagi wacana kepastian, kucing Schrodinger pasti sudah mati atau pasti masih hidup. Bagi wacana kebebasan quantum, kucing itu tidak-pasti hidup atau mati. Superposisi hidup dan mati.

3.3 Paradoks Feynman

Orang yang mengaku paham quantum maka dia tidak paham.

Tetapi, bila seseorang mengaku tidak paham kuantum maka, barangkali, dia memang benar.

Secara singkat, epistemologi KK adalah probabilistik yang terbuka terhadap revisi dan ketidakpastian.

4. Aksiologi Disrupsi Futuristik

Hampir bisa dipastikan, komputer kuantum akan berdampak disrupsi; lebih dari sekedar inovasi atau kreasi.

“Running those simulations on a quantum computer could help scientists discover new drugs and fuels and batteries, or help unravel some of the universe’s thorniest mysteries. Their math could supercharge AI and crack the hardest problems—including the prime factoring one that protects all of our digital secrets.” 

Dampak disrupsi makin besar karena negara-negara besar di dunia ikut berperan besar.

“Those and other promises have fueled a gold rush of quantum companies, which raised $2.35 billion last year, according to McKinsey, just slightly above the previous year’s total. Alongside billions in government funding—led by the U.S. and China—Google, Amazon, and Microsoft are also investing in research.” 

4.1 Etika Ekonomi: puasa demi masyarakat

Puasa ekonomi: membatasi konsumsi pribadi; mengarahkan manfaat ekonomi dari komputer kuantum untuk menolong ekonomi lemah; meningkatkan konsumsi pihak ekonomi lemah.

4.2 Etika Politik: memberdayakan pihak lemah

Puasa politik: mengendalikan “daya disrupsi” komputer kuantum; agar memberdayakan pihak-pihak yang lemah dalam politik.

4.3 Etika Berpikir Terbuka

Selalu ada dilema dalam kajian KK. Jika Anda tidak menemukan dilema maka kajilah makna-komputer-kuantum lebih dalam lagi. Dari dilema, rangkailah nada-nada alam raya.

5. Masa Depan Komputer Kuantum

Apakah prospek-prospek komputer kuantum akan menjadi realitas, menjadi nyata, di masa depan? Ataukah hanya fiksi belaka?

Saya mengembangkan ukuran OCL yang terdiri dari 5 kriteria utama. Kriteria Over Confidence Level (OCL) = {obyektif, rasional, Progresif, Komparasi, Etika}.

1)Mekanika Kuantum; {5, 4, 4, 4, 4}; OCL = 1,26 = 126%. Kelebihan keyakinan 26%.

2)Komputer Kuantum – Hype; {4, 4, 3, 4, 3}; OCL = 1,42 = 142%. Kelebihan keyakinan 42%.

3)Komputer Kuantum – Adaptasi; {5, 4, 3, 4, 4}; OCL = 1,37 = 137%. Kelebihan keyakinan 37%.

Perspektif dari masa depan menyinari komputer kuantum masa kini; untuk menuju masa depan. Apa masa depan pilihan Anda?

Diterbitkan oleh Paman APiQ

Lahir di Tulungagung. Hobi: baca filsafat, berlatih silat, nonton srimulat. Karena Srimulat jarang pentas, diganti dengan baca. Karena berlatih silat berbahaya, diganti badminton. Karena baca filsafat tidak ada masalah, ya lanjut saja. Menyelesaikan pendidikan tinggi di ITB (Institut Teknologi Bandung). Kini bersama keluarga tinggal di Bandung.

Join the Conversation

  1. avatar Tidak diketahui

1 Comment

Tinggalkan komentar