Materialisasi Cinta dan Kecantikan

Cinta itu indah. Cinta itu suci. Cinta itu putih. Membahagiakan setiap orang. Membahagiakan kehidupan sekitar. Dan membahagiakan alam semesta. Cinta adalah segalanya. Di sisi lain, cinta bisa saja berlumur dusta. Bahagia menjadi derita. Cinta hanya di bibir saja. Cinta bukan lagi cinta. Karenanya, jadi sumber bencana. Di bagian ini, kita akan membahas penyelewengan cinta dan …

Hermeneutics Philosophy: Pecahnya Persatuan

Hermeneutika adalah disiplin filsafat paling canggih di abad 21 ini. Ketika beriring dengan filsafat analitik maka dunia filsafat nyaris meraih titik puncak kematangan. Harapan seperti itu bisa musnah karena yang terjadi bisa sebaliknya. Hermeneutik, yang seharusnya, bisa menyatukan beragam perbedaan justru, bisa ironis, memecah-belah segala yang sudah bersatu. Bagaimana pun, hermeneutika adalah madzhab filsafat yang …

Political Philosophy: Indonesia Cermin Dunia

Setiap kehidupan bersifat politis. Memperebutkan kekuasaan. Mempraktekkan kekuasaan. Membatasi kekuasaan. Dan mengendalikan kekuasaan. Setiap kehidupan adalah filosofis. Setiap sisi punya fondasi. Setiap saat ada hasrat. Setiap tempat perlu kiblat. Setiap manusia adalah alat dan tujuan itu sendiri. Setiap kerhidupan adalah cinta. Bahkan kematian adalah cinta. Hidup untuk cinta. Mati untuk cinta. Politik untuk cinta. Filsafat …

Presiden 3 Periode dan Amandemen UUD

Amandemen UUD 1945 menunjukkan dinamika dalam sistem pemerintahan Indonesia. Dinamika seperti itu, wajar, kita pandang sebagai kemajuan positif. Setelah reformasi, amandemen terbaik, menurut beberapa kalangan, adalah pembatasan masa jabatan presiden dan wakil menjadi hanya 10 tahun atau 2 periode. Tahun 2021, muncul ide kembali untuk amandemen UUD 45. Sejatinya, wajar saja. Menjadi lebih heboh lantaran …

Philosophy of Science: Paradox Filsafat Ilmu

Saat ini, ilmu pengetahuan makin maju, manusia makin makmur. Sementara, penderitaan ada di mana-mana. Teknologi makin menjangkau ke seluruh penjuru dunia. Manusia makin terjebak dalam sengsara. Ceramah agama bisa online kapan saja. Krisis moral tidak tampak mereda. Teknologi kedokteran makin canggih. Pandemi covid datang, tak ada yang sanggup menghadang. Paradox filsafat ilmu. Makin maju, makin …

Philosophy of Mathematics: Mengapa Belajar Matematika?

Pertanyaan sering muncul ke kita: mengapa belajar matematika? Yang lebih penting, justru, pertanyaan sebaliknya: mengapa tidak belajar matematika? Motivasi untuk belajar matematika sudah jelas: sukses pendidikan, sukses ekonomi, sukses kehidupan, dan lain-lain. Tetapi, memilih untuk tidak belajar matematika harus punya alasan yang jelas dan kuat. Salah memilih alasan, untuk tidak belajar matematika, bisa mengakibatkan kerugian …

Quantum Quotient: IQ, EQ, dan SQ Harmonis

Begitu cepat waktu berlalu. Sudah 20 tahun yang lalu, saya menulis buku Quantum Quotient. Terima kasih kepada seluruh masyarakat yang menyambut hangat buku Quantum Quotient saya itu. Sebagian besar tulisan buku Quantum Quotient, saya tulis di tahun 2000 dan 2001. Buku tersebut terbit pada tahun 2001. Menjadi best seller di berbagai toko buku, menjadi koleksi …

Lebih Kejam dari Politik: Bitpower

Barangkali kita sudah akrab dengan ungkapan politik itu kejam. Bitpower lebih kejam dari politik. Apa itu bitpower? Bitpower adalah kekuatan yang luar biasa dahsyat. Kita akan membandingkan dengan istilah bigpower dan biopower agar lebih jelas makna bitpower. Tentu saja bitpower punya dua sisi. Positif dan negatif. Sisi negatif bitpower lebih kejam dari politik itu sendiri. …

Nihilisme: Antara Aku, Kau, dan Dia

Nihilisme mewabah dunia. Nietzsche memprediksi bahwa abad 20 dan abad 21 akan penuh nihilisme. Sedangkan Heidegger menilai nihilisme sebagai puncak pemahaman kemanusiaan. Lyotard menolak total meta-narasi. Lyotard dianggap, oleh banyak orang, sebagai pelopor nihilisme era postmodern. Nihilisme sendiri beragam, tidak tunggal. Ada nihilisme pesimis ekstrim yang menyatakan bahwa semua yang ada di dunia ini tidak …

Weak Thought Vs Strong Value

Apa saja yang kita pikirkan bisa saja salah. Karena pikiran memang lemah. Tetapi, apa saja yang kita pikirkan pasti bernilai. Karena nilai memang kuat, bahkan sangat kuat. Pikiran kita tentang baju adat Badui, presiden Jokowi, perang Afganistan, Taliban, US, dan lain-lain bisa saja salah. Meski salah, tetap saja itu bernilai. Apalagi, jika pikiran itu benar, …