Impian MAGA (Make America Great Again): menjadikan Amerika hebat lagi. Trump memang hebat lagi. Ia kena pemakzulan (impeachment) tahun 2020 oleh House karena terkait penyerangan gedung Capitol. Trump jatuh kalah oleh Biden. Tahun 2024, Trump berhasil hebat lagi dengan terpilih jadi presiden periode 2; mengalahkan Bu Wapres Kamala Haris.

Sekilas, MAGA tampak menarik. Bagaimana logika Trump untuk menjadikan Amerika hebat lagi? Logika dasar Trump adalah zero-sum game: ada yang menang maka harus ada yang kalah. Ia adalah pengagum tinju. Anda tidak perlu terlalu hebat dalam tinju. Cukup kalahkan lawan maka Anda akan jadi juara tinju yang hebat.
1. Zero-Sum Game
2. Machiavelli
3. Hobbes
4. Kapitalisme
5. Agresi Karp
6. AI Platform
7. Diskusi
Ia kesulitan untuk menjadikan Amerika hebat lagi. Logika dia: buat lawan hancur maka Amerika hebat lagi. Bulan puasa bertepatan 28 Februari 2026, Trump menyerang Teheran. Menghancurkan gedung sekolah putri Minab dengan menewaskan 165 siswa putri tak berdosa, guru, dan tenaga pendidik; menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, negara berdaulat penuh, Ayatullah Khamenei dan orang-orang penting lainnya. Perilaku Trump memang di luar nalar sehat. Ia biadab.
1. Zero-Sum Game
Cukup sulit memahami logika Trump karena ia bisa berubah sewaktu-waktu. Lawan politiknya mengatakan bahwa Trump bilang hari ini tarif tinggi tapi besok tarif rendah. Tidak ada aturan bagi dia; suka-suka dia saja. Atau aturan bisa diatur suka-suka oleh dia.

Untung saja seorang teman menulis buku “Trump’s Ten Commandments” yang membahas pola pikir Trump dari perspektif orang dalam. Logika utama Trump adalah zero-sum: “Kepala aku menang, ekor kamu kalah.”
Anda bernama Andi, misalnya, taruhan lawan Trump dengan lempar koin: kepala atau ekor. Aturannya 2 di atas itu. Jika muncul kepala maka Trump menang; tapi bila muncul ekor maka Andi yang kalah.
Jika bisnis sukses sesuai rencana maka Trump yang untung; tapi bila bisnis gagal maka Andi yang buntung.
Bagaimana bisa begitu? Bisa saja. Ia mengatur segala sesuatu agar seperti itu. Meski kadang aturan di luar nalar itu menghasilkan sesuatu di luar nalar. Misal Amerika kalah perang di Vietnam; kalah perang di Afganistan; dan akankah kalah di Iran?
2. Machiavelli
3. Hobbes
4. Kapitalisme
5. Agresi Karp
6. AI Platform
7. Diskusi
