Andalan

Media Berbagi

Klik gambar untuk lebih detil

Banyak berbagi ilmu jiwa makin bersinar.

— PamanAPiQ.com

Matematika asyik adalah cahaya peradaban. Nyalakan rasa penasaran pada generasi muda. Mari bangkit bersama!

Berbagi trik sukses jadi youtuber positif. Hanya berbekal hp kita bisa meraih sukses menjadi youtuber edukasi. Paman apiq setiap hari berbagi melakui live youtube.com/pamanapiq .

Berbagi bimbel gratis terbuka untuk semua siswa SD SMP SMA bahkan untuk yang berminat CPNS. Silakan donlot free apk myapiq di bit.ly/myapiq .

Mana mungkin 2 + 2 = 5?
Bukankah 4?
Dan masih banyak trik menarik lainnya.

Selalu berbagi melalui:

web pamanapiq.com, canel youtube.com/pamanapiq, dan apk free bit.ly/myapiq .

Ayo… berbagi untuk negeri…!

Teman Hidup Paling Bahagia

Hidup bahagia adalah idaman semua orang. Anda pasti sepakat bahwa hidup bahagia layak menjadi pilihan kita. Bahkan, semua orang sepakat hidup bahagia layak kita perjuangkan. Tetapi, pertanyaan bisa muncul, apa itu bahagia? Apa itu hidup bahagia?

Kita bisa menduga, jawaban tentang hidup bahagia adalah beragam dan berbeda-beda. Masalah lebih pelik bisa muncul. Orang mengira suatu sukses akan mengantarkan dia bahagia. Nyatanya, itu hanya tipuan belaka. Sukses yang dia raih justru menjadikan hidupnya penuh derita. Rumah tangga retak. Bahkan, dia terancam mendekam dalam penjara.

Tentu saja, ada sukses yang sekaligus mengantarkan kita menjadi bahagia. Seharusnya, sukses dan bahagia adalah satu kesatuan. Ketika sukses maka bahagia. Dan ketika bahagia maka sukses. Kadang kala, sukses dan bahagia, memang, tidak menyatu. Karena itu, dalam tulisan ini, kita akan membahas hidup bahagia lebih detil.

1. Bahagia Personal Mudah Saja
2. Filosofi EPIC
3. Bahagia Sosial Politik
4. Teman Paling Bahagia
5. Bahagia Ontologis

Uang tidak bisa membeli kebahagiaan. Kata orang, karena uangnya kurang banyak. Jika uangnya lebih banyak maka akan bisa membeli kebahagiaan. Tipuan dan kesalahan bercampur-aduk dalam penyataan di atas. Uang, memang tidak akan pernah mampu membeli kebahagiaan. Sebanyak apa pun uang tersebut. Tetapi, uang memang bisa digunakan untuk meraih kebahagiaan. Tanpa uang, manusia tetap bisa bahagia. Dan berlimpah uang, orang bisa makin menderita. Orang lain, berlimpah uang, bisa juga berlimpah bahagia.

Apa yang menjamin manusia menjadi bahagia? Menjadi seorang teman adalah yang menjamin Anda bahagia sejati. Beda dengan mempunyai seorang teman – tidak menjamin bahagia. Menjadi seorang teman beda dengan mempunyai seorang teman.

1. Bahagia Personal Mudah Saja

Cara bahagia mudah saja: pilihlah untuk bahagia.

Begitu Anda berkomitmen untuk bahagia maka pasti Anda akan bahagia. Apa pun situasi di luar, Anda, dalam diri Anda, akan tetap bisa menjadi bahagia. Bahagia seperti itu adalah jenis bahagia personal. Mudah bukan? Hanya perlu komitmen: bahagia.

Dalam ungkapan yang agamis, kita bisa menyatakan orang yang selalu bersyukur dan sabar dalam segala situasi maka dia akan menjadi orang yang bahagia. Dunia luar sana, bisa saja, terjadi pandemi. Jika dalam diri kita ada rasa syukur maka kita tetap bahagia meski pandemi. Ditambah dengan sikap sabar maka kita lebih kuat menghadapi beragam ujian. Banyak uang atau tidak ada uang, kita tetap bisa bahagia selama ada syukur dan sabar.

Semudah itukah untuk bahagia? Cukup dengan sikap syukur dan sabar? Mudah untuk diucapkan. Tidak selalu mudah untuk dijalani.

Untuk bisa bahagia lengkap dengan sikap syukur dan sabar, kita perlu membangun watak diri yang baik. Kita perlu mengembangkan karakter diri sempurna: bijak, apik, adil, dan berani.

Zeno (abad 4 SM) adalah pelopor filsafat stoa atau filsafat teras. Zeno melanjutkan filosofi Aristoteles yang mengakui bahwa bahagia adalah tujuan utama dari setiap manusia. Zeno melangkah lebih jauh, untuk meraih bahagia maka manusia perlu mengembangkan karakter yang baik. Kelak, empat karakter baik yang menjamin manusia menjadi bahagia dikenal sebagai ajaran dasar filsafat stoa – atau Stoicism.

Untuk membahas bahagia dari sudut pandang stoa ini, kita akan berkenalan dengan filosofi EPIC – ethic philosphy integrated in cosmos.

2. Filosofi EPIC

Sengaja, filosofi EPIC menampilkan kajian filosofis dengan fokus utama etik. Dengan demikian, manfaat filsafat kita rasakan langsung dalam kehidupan sehari-hari. Filosofi EPIC, mengajarkan kita, etika apa saja yang mengantarkan kita hidup bahagia secara hakiki. Meski demikian, filosofi EPIC tetaplah suatu sistem filsafat yang berbeda dengan kajian motivasi, misalnya. Filosofi EPIC melanjutkan kajian etika dengan kajian ontologi dan epistemologi.

2.1 Etika Karakter

Filosofi teras (stoa) adalah filsafat yang sejak awal-awal mengutamakan pentingnya etika. Stoa meyakini bahwa tujuan tertinggi manusia adalah “bahagia” hakiki atau “eudaimonia”. Untuk mencapai bahagia sejati itu, manusia perlu mengembangkan etika karakter: bijak, apik, adil, dan berani.

Dengan empat karakter utama itu maka manusia akan berhasil hidup bahagia sejati, apa pun situasi di luar yang terjadi. Apakah Anda sedang dalam kesulitan ekonomi? Anda akan tetap berhasil hidup bahagia dengan karakter utama. Apakah Anda sedang berlimpah harta? Anda akan tetap berhasil hidup bahagia dengan karakter utama.

Apakah Anda sedang menderita sakit? Apakah Anda sedang dalam kondisi sehat bugar? Apakah Anda baru dipecat? Apakah Anda sedang mendapat promosi? Apakah Anda sedang kalah politik? Apakah Anda sedang jadi penguasa? Apa pun itu, Anda bisa hidup bahagia dengan karakter utama.

Covey (1932 – 2012) menekankan pentingnya etika karakter ini. Covey mengkritisi situasi mutakhir ini, yang menukar etika karakter menjadi etika kepribadian – motivasi, kompetensi, kesuksesan. Etika karakter adalah perkembangan jiwa sejati. Berbeda dengan etika kepribadian. Dengan motivasi tinggi dan keterampilan tinggi, maka seseorang bisa berhasil meraih sukses berdasar etika kepribadian. Tetapi, sukses ini bisa hampa, tidak bahagia.

Seseorang bisa sukses luar biasa, di saat yang sama, keluarganya berantakan. Seseorang bisa sukses dalam karir politik, di saat yang sama, jiwanya gundah lantaran terbelit korupsi. Etika kepribadian perlu diganti kembali dengan etika karakter: bijak, apik, adil, dan berani.

Covey menuliskan dengan rinci, dan praktis, tentang etika karakter dalam buku suksesnya “The 7 Habits”. Etika karakter tidak hanya mengejar sukses semata. Etika karakter mengajak kita untuk mengembangkan jiwa dengan sempurna, optimal dalam segala bidang yang ada.

Karakter bijak, wisdom, adalah karakter diri kita yang mempertimbangkan beragam sudut pandang. Sehingga, dengan sudut pandang yang luas, dan mendalam, kita megambil sikap yang terbaik untuk semua pihak. Baik para pihak itu sedang mengawasi kita atau tidak. Orang bijak tidak akan mengambil tindakan yang mengantarkan dirinya sukses besar, sementara, ada pihak lain yang dirugikan. Tentu saja, orang bijak tidak akan korupsi. Singkatnya, orang bijak selalu mengambil sikap bijaksana.

Karakter apik, baik, adalah watak kita yang menyikapi sesuatu tepat sesuai ukurannya. Ketika kita punya uang banyak, membeli makanan kesukaan dalam jumlah banyak. Semua makanan lezat itu sah milik kita. Kita bebas makan sepuas-puasnya tanpa batas. Orang apik tidak akan makan terlalu banyak. Karakter apik akan makan sekedarnya saja cukup untuk menikmati makanan tersebut dan menjaga kesehatan diri. Sementara, bagian makanan lainnya bisa dibagikan kepada orang yang lebih membutuhkan. Orang apik, sejatinya, masih bernafsu untuk menambah porsi makanan lezatnya. Tetapi watak apiknya, mengajaknya, untuk makan sekedarnya dalam ukuran optimal.

Karakter adil adalah karakter paling penting dalam kehidupan sosial – dan pribadi. Adil adalah, salah satu definisinya, menyampaikan segala sesuatu sesuai dengan hak masing-masing. Adil tidak merugikan siapa pun. Etika karakter mengajak kita untuk bersikap adil kepada semua pihak. Meski pun kita punya kekuasaan maka kita perlu bersikap adil kepada mereka yang lemah, kepada mereka yang sedang tidak hadir, bahkan kepada generasi masa depan. Lagi-lagi, meski pun ada kesempatan untung besar, orang adil tidak akan melakukannya jika ada pihak tertentu yang dirugikan. Korupsi tentu saja ditinggalkan jauh-jauh oleh watak adil.

Karakter berani adalah watak yang siap menghadapi berbagai macam tantangan. Dalam realitas alam raya, kita menghadapi banyak tantangan. Orang yang berkarakter berani menghadapi beragam tantangan untuk kemudian makin menguatkan karakternya. Bukan menghindari tantangan tetapi menghadapi tantangan dengan karakter yang kuat. Karakter berani, tentu saja, selaras dengan pertimbangan yang bijak, sikap yang apik, dan keputusan yang adil. Maju membabi-buta tanpa pertimbangan bijak bukanlah watak berani, melainkan itu adalah tindakan ngawur. Orang berkarakter, bersikap berani, dengan perhitungan yang matang.

Lengkap sudah empat karakter utama di atas. Selanjutnya, ditambah dengan sikap penuh syukur dan sabar maka Anda pasti berhasil hidup bahagia sejati.

Bagaimana cara membentuk karakter utama serta sikap syukur dan sabar?

Cara membentuk karakter, kita perlu membahas dikotomi kendali sampai gradatomi.

2.2 Membentuk Karakter

Epictetus (50 – 135 M) adalah pemikir stoa yang dengan cerdas menunjukkan cara membentuk karakter utama yang baik. Kita hanya perlu fokus kepada segala sesuatu yang bisa kita kendalikan. Sambil, kita iringi dengan cara berpikir yang benar, maka empat karakter utama akan terbentuk bertahap: bijak, apik, adil, dan berani.

Epictetus tidak hanya bicara melalui kata-kata. Dia membuktikan dalam hidupnya segala prinsip karakter utama dengan nyata. Epictetus terlahir sebagai seorang budak. Tetapi, dia meninggal sebagai orang merdeka. Bahkan, ajaran-ajarannya tetap dibaca luas sampai sekarang. Tentu saja, hidup sebagai budak bukanlah cara mudah menjalani hidup.

Majikan, sebagaimana majikan umumnya, sering memukul kaki Epictetus dengan kayu. Lalu, Epictetus menasehati majikannya bahwa perilaku seperti itu, memukul kaki dengan kayu, adalah perbuatan yang tidak baik. Majikan itu bisa memahaminya. Di lain waktu, majikan itu lepas kendali lagi. Majikan itu memukul kaki Epictetus. Kembali Epictetus menasehati, “Bukankah aku sudah mengingatkanmu?”

Epictetus konsisten berfokus kepada apa yang bisa dia lakukan. Pertama, dia menahan rasa sakit akibat pukulan pada kakinya. Kedua, dia menasehati si majikan. Ketiga, dia melakukan itu semua dengan cara yang bijak. Benar saja, dengan cara itu Epictetus berhasil mengembangkan karakter utama: bijak, apik, adil, dan berani.

Suatu ketika, Epictetus berjalan melewati jalan tanjakan dengan kaki pincang dibantu tongkat. Orang-orang bertanya,

“Bagaimana kamu menghadapi kesulitan jalan tanjakan?”

Epictetus menjawab,

“Tanjakan bisa menghalangi langkah kakiku. Tetapi, tanjakan tidak bisa menghalangi jiwaku.”

Hanya semudah itu, cara membangun karakter utama adalah dengan fokus kepada segala sesuatu yang bisa kita kendalikan saja. Sementara, hal-hal yang berada di luar kendali kita, berjalan dengan prinsip-prinsip alam yang terbaik. Sains modern berhasil mengungkap beragam hukum alam yang mempesona, prinsip alam terbaik. Karena kita fokus kepada apa yang bisa kita kendalikan maka hidup bahagia menjadi milik kita.

Dikotomi dalam kendali versus luar kendali, kelak, berkembang menjadi trikotomi. Yaitu dengan menambahkan sesuatu yang merupakan campuran antara dalam kendali dan luar kendali. Dengan cara pandang ini, kita bisa mengembangkan gradatomi yaitu tingkat kendali yang bergradasi. Dikotomi adalah 100% vs 0%. Trikotomi menambahkan dengan 50% vs 50%. Sedangkan, gradatomi menambahkan lebih banyak variasi 90% vs 10% atau 20% vs 80%, dan lain-lain.

Dengan memahami beragam gradasi kendali maka kita bisa mengembangkan beragam sikap yang lebih tepat. Terhadap hal-hal yang sebagian besar ada dalam kendali maka kita bersikap tegas sesuai karakter utama. Terhadap sesuatu yang cukup imbang antara kendali dan luar kendali, barangkali, kita bisa mengandalkan delegasi, komunikasi, manajemen, dan lain-lain. Sementara, terhadap hal-hal yang sebagian besar di luar kendali, kita bisa bersikap respek.

Covey mengembangkan lebih jauh tema ini dengan istilah proaktif. Kemudian, dilengkapi dengan habits (kebiasaan-kebiasaan) lain yang dapat kita gunakan untuk mengembangkan karakter utama secara praktis.

2.2 Habit Jadi Karakter

Covey sepakat dengan Aristoteles dan Epictetus cara mengembangkan karakter adalah melalui habits. Taburlah pengetahuan maka tuailah tindakan. Taburlah tindakan maka tuailah kebiasaan. Taburlah kebiasaan maka tuailah karakter. Dan, karakter menentukan nasib Anda.


2.3 Filosofi TERASA
2.4 Kuadran Kebutuhan Hasrat


3. Bahagia Sosial Politik
4. Teman Paling Bahagia
5. Bahagia Ontologis

FILOSOFI EPIC TERASA

Hidup ini begitu indah. Hidup ini begitu membahagiakan. Hidup ini begitu mempesona. Sayang sekali, jika ada orang yang menjalani hidup dengan sengsara. Sejatinya hidup ini penuh makna. Hanya saja, beberapa fenomena dunia menipu manusia sehingga menjadi menderita.

Filosofi EPIC adalah filosofi yang mengantarkan Anda hidup penuh cinta. Filosofi TERASA adalah filosofi yang mengantarkan Anda hidup terasa di surga – sejatinya, memang, di surga.

EPIC

Kita bisa menyebutnya sebagai filosofi EPIC (Ethic Philosophy Integrated in Cosmos). Anda juga bisa menyebutnya sebagai filosofi TERASA. Atau, bahkan bisa kita gabungkan menjadi filosofi TERASA EPIC.

1. Hakikat Manusia adalah Bahagia
2. Cara Bahagia
2.1 Watak Baik Filosofi Teras
2.2 Bahagia Sejati Filosofi Epicurus
2.3 Bahagia Puncak Filosofi Aristoteles
2.4 Bahagia Ideal Filosofi Plato
2.5 Bahagia Semesta Filosofi Arabi
2.6 Skeptis yang Bahagia
2.7 Bahagia Dinamis
3. Filosofi Etika
3.1 Etika Pribadi
3.2 Etika Sosial Politik
3.3 Etika Ontologis
4. Ontologi
5. Epistemologi
6. Filosofi Cinta TERASA EPIC

Gerakan Cinta Matematika

Membangun masyarakat yang adil makmur sejahtera perlu landasan kokoh di bidang pendidikan. Kemajuan sains dan teknologi telah menjadi bukti, bahwa, matematika adalah “raja” segala ilmu pengetahuan. Sebagai raja, matematika, dominan ada pada seluruh pengetahuan era modern – era digital. Dengan kekuatan matematika, ilmu pengetahuan menjadi lebih bermanfaat. Bahkan, teori ilmu pengetahuan menjadi lebih praktis, diimplementasikan dalam bentuk teknologi, dengan matematika.

makna cinta ilmu matematika

Di saat yang sama, matematika sebagai raja, perlu membantu semua bidang ilmu pengetahuan untuk lebih maju. Matematika menyediakan metode, dan alat, untuk mengukur kemajuan suatu ilmu. Misalnya, dengan statistik, kita menjadi tahu bagaimana persepsi masyarakat terhadap suatu program pemerintah. Sehingga, matematika adalah penguasa dan sekaligus pelayan bagi seluruh ilmu pengetahuan.

Sayangnya, meski matematika sangat penting dalam segala bidang, banyak orang merasa kesulitan untuk mempelajari matematika. Guru-guru, juga, merasakan betapa sulitnya mengajarkan matematika kepada seluruh siswa. Kita perlu suatu program, suatu gerakan, yang mendorong seluruh masyarakat lebih mudah belajar matematika. Sehingga, masyarakat lebih cinta kepada matematika. Kita membutuhkan “Gerakan Cinta Matematika.”

1. Pelatihan Matematika Kreatif Untuk Guru
2. Training for Trainer Matematika Kreatif
3. Seminar Matematika Asyik untuk Umum
4. Pelatihan Matematika Kreatif untuk Siswa
5. Pelatihan Matematika Siswa Berbakat
6. Pelatihan Matematika Kreatif Digital
7. Pelatihan Wirausaha Matematika

Metode matematika kreatif APIQ terbukti berhasil menjadikan masyarakat luas lebih cinta kepada matematika. Program APIQ tersebar ke masyarakat luas melalui beragam cara: pelatihan untuk guru, kelas belajar bersama siswa, penerbitan buku, belajar matematika online, wirausaha kursus matematika, dan media sosial matematika termasuk canel youtube dan tiktok.

Matematika APIQ siap mendukung program “Gerakan Cinta Matematika.”

Training | Anak KREATIF + + + Berprestasi WA 0818 22 0898

1. Pelatihan Matematika Kreatif Untuk Guru

A. Pelatihan Matematika untuk Guru PAUD, TK, dan SD. Program pelatihan berlangsung dua hari membekali para guru mengajarkan matematika secara mudah, kreatif, dan menyenangkan. Berbagai macam game matematika apiq, trik matematika jurus 7 detik apiq, dan pengembangan konten kurikulum matematika kreatif.

Pelatihan bertingkat dari level dasar, menengah, sampai mahir. Terbuka peluang untuk mendalami suatu tema khusus sesuai kebutuhan siswa atau wilayah tertentu.

B. Pelatihan Matematika untuk Guru SMP dan SMA. Pelatihan berlangsung dua hari mendalami metode matematika kreatif untuk tingkat SMP dan SMA. Dilengkapi dengan trik matematika cepat APIQ dan pemanfaatan media digital. Pelatihan dapat dilaksanakan dari tingkat dasar, menengah, sampai mahir.

2. Training for Trainer Matematika Kreatif

Training yang bertujuan untuk menciptakan trainer matematika kreatif. Dengan munculnya trainer-trainer baru di berbagai daerah maka pengembangan matematika kreatif berlangsung lebih cepat dan lebih luas. Training for trainer dilaksanakan secara bertahap dalam jangka waktu yang memadai.

3. Seminar Matematika Asyik untuk Umum

Masyarakat umum – petani, pegawai, sampai pengusaha – juga memerlukan matematika kreatif untuk pengembangan diri mereka. Seminar matematika kreatif bermaksud memberikan materi matematika kreatif kepada masyarakat luas secara terbuka. Seminar ini bisa berlangsung dalam satu hari atau setengah hari.

Training Matematika Kreatif yang Makin Seru (Foto) | Anak KREATIF + + +  Berprestasi WA 0818 22 0898

4. Pelatihan Matematika Kreatif untuk Siswa

Pelatihan matematika kreatif langsung kepada siswa berhasil mengubah paradigma siswa menjadi lebih cinta kepada matematika. Siswa mengalami peristiwa mengagumkan dalam belajar matematika. Siswa menjadi kangen untuk belajar matematika dengan metode yang kreatif. Game matematika, tantangan matematika, dan trik 7 detik matematika menjadi idola bagi siswa. Baik siswa SD, SMP, atau pun SMA.

5. Pelatihan Matematika Siswa Berbakat

Siswa berbakat tersebar hampir merata ke seluruh wilayah negeri. Pembinaan dan pelatihan khusus bagi siswa berbakat, mutlak, diperlukan. Pertama, untuk memberi kesempatan kepada siswa berbakat agar mengembangkan bakat matematika secara maksimal. Kedua, secara sosial, kita berhasil mendorong lahirnya generasi unggul untuk masa depan. Pelatihan matematika siswa berbakat perlu dibedakan dengan pendidikan matematika untuk siswa secara umum. Saat ini, tersedia beragam ajang kompetisi matematika nasional mau pun internasional.

Trik 7 Detik PamanAPiQ.com – Matematik Asyik

6. Pelatihan Matematika Kreatif Digital

Pelatihan matematika menjadi lebih asyik lagi dengan memanfaatkan media digital. Baik media digital luring, offline, mau pun media digital online, daring. Lebih seru lagi, para guru dan siswa dapat memanfaatkan media sosial yang awalnya hanya untuk hiburan saja menjadi sarana untuk belajar matematika yang kreatif. Bahkan, media digital bisa jadi sumber penghasilan dengan konten matematika kreatif.

7. Pelatihan Wirausaha Matematika

Di seluruh dunia, wirausahawan (pengusaha) berperan penting untuk kemajuan masyarakat. Matematika kreatif membuka lebih banyak peluang wirausaha di bidang pendidikan matematika mau pun penerapan matematika di bidang bisnis. Dengan dukungan media digital yang makin canggih maka makin besar prospek wirausaha bersama matematika.

Semoga “Gerakan Cinta Matematika” berhasil ikut serta memajukan peradaban dunia.

Idesofi Hari Demi Hari

Filosofi adalah cinta pengetahuan. Filsafat adalah berpikir penuh hikmat. Idesofi adalah hari-hari melahirkan ide-ide filosofi. Ide-ide lebih banyak lagi.

open minded - Illustrations et vecteurs libres de droits - Stocklib

Saya sengaja menulis 30 artikel idesofi di sini. Agar, bila Anda berminat, bisa Anda baca satu artikel tiap hari maka genap satu bulan 30 artikel. Untuk kemudian, barangkali, kita bisa mengulangi membaca kembali untuk lebih banyak melahirkan ide-ide filosofi.

1. Cinta Pertama
2. Adil Permata Tiada Tara
3. Ontologi Moral
4. Cahaya Sains Membutakan
5. Manusia Digital

6. Sebuah Titik Politik
7. Uang Hampir Segalanya
8. Teman Paling Bahagia

29. Rahasia dari Rahasia
30. Berpikir Terbuka

Uang Mudah Berlimpah Berkah

Uang menjadi fokus bagi hampir setiap orang, di setiap tempat, dan di setiap waktu. Anehnya, uang memberi kebahagiaan kepada manusia, dengan sama banyaknya, dengan memberi penderitaan. Uang lebih tajam dari pedang bermata dua. Uang lebih lincah berpindah. Semula, uang berupa kepingan emas, lalu menjadi sekedar kertas, dan kini uang adalah sekedar bit-bit digital tak jelas.

Apa Itu Bitcoin: Pengertian, Harga, dan Cara Kerjanya Halaman all -  Kompas.com

Uang memang misteri. Makin banyak dimiliki bisa lupa diri. Bisa orang lain jadi iri. Bisa mengantarkan ke kursi menteri di suatu negeri. Di sisi lain, dengan uang kita bisa banyak berbagi. Kita bisa banyak menolong orang miskin di pelosok negeri. Kita, bisa, menjadi manusia penuh arti.

1. Kekayaan Terpusat
2. Ketimpangan Manusia
3. Bencana Meritokrasi
4. Alienasi Diri
5. Solusi: Adil Bersinar

Uang, meski tampak, seperti masalah pribadi, sejatinya adalah masalah seluruh negeri bahkan seluruh bumi. Uang, yang awalnya, sebagai alat tukar untuk memudahkan perdagangan berubah menjadi kekuatan yang mengendalikan pasar. Dengan uang, kita berharap masyarakat berkembang dengan benar. Yang terjadi, ketimpangan sosial justru menganga lebar.

Kita memerlukan solusi!

Bintang Matematika: Ijinkan Anak Anda Bersinar

Setiap anak terlahir sebagai bintang. Anak Anda adalah bintang matematika. Buku Bintangmatika membantu anak Anda menjadi bintang dalam dirinya. Ijinkan anak Anda bersinar.

Ebook Bintangmatika APiQ: Matematika SD Jadi Asyik | Anak KREATIF + + +  Berprestasi WA 0818 22 0898

Setiap anak berbakat dalam matematika. Setiap anak gemar belajar. Setiap anak gemar bermain. Setiap anak penasaran ingin pengetahuan baru, ingin pengalaman baru, dan ingin petualangan baru. Sayangnya, sistem pendidikan dan fasilitas tidak selalu bisa merawat bakat anak Anda. Anak-anak bisa saja menjadi malas belajar ketika sekolah. Bakat-bakat tersendat oleh jadwal yang padat. Rasa penasaran anak berubah menjadi rasa penat.

Buku kecil “Bintangmatika” ini berusaha mengenalkan matematika menjadi suatu pembelajaran asyik dengan metode apiq. Anda dapat memanfaatkan buku Bintangmatika sejak anak usia 3 tahun (PAUD) sampai SD (kelas 6).

Berikut ini petunjuk ringkas bagi orang tua dan guru agar dapat memanfaatkan buku Bintangmatika secara efektif.

1. Suasana Belajar
2. Fokus Pemahaman dan Aktif
3. Review dan Lanjutan

Berbagai macam dukungan metode apiq untuk pengembangan lebih lanjut Bintangmatika dapat kita akses di pamanapiq.com dan youtube.com/pamanapiq .

1. Suasana Belajar

Suasana belajar adalah faktor paling menentukan suksesnya putra-putri kita belajar matematika sejak usia dini. Karena itu, kita perlu menjamin suasana yang kondusif: ceria, bermain, dan apresiasi.

1.1 Ceria

Kita perlu membawakan bintangmatika dengan suasana ceria. Misalnya sambil bersenandung, tebak-tebakan, dan tertawa ceria. Hindari suasana tegang, hindari ancaman ke anak, hindari memarahi anak – terutama anak yang masih kecil. Apa pun respon anak kita, ajak mereka tertawa ceria bersama.

1.2 Bermain

Ciptakan suasana bermain dalam belajar bintangmatika. Barangkali bisa dengan tebak-tebakan untuk menang-menangan. Usahakan agar setiap anak mendapat kesempatan menang. Dorong anak-anak untuk aktif dengan tanya-jawab. Apa pun jawaban mereka beri nilai positif. Barangkali jawaban terbaik dapat nilai 3, jawaban menengah dapat nilai 2, dan jawaban terendah dapat nilai 1. Nilai-nilai ini dapat saja berupa kelereng, manik, atau benda lainnya agar lebih menarik.

1.3 Apresiasi

Selalu beri apresiasi kepada anak Anda. Selalu beri pujian kepada anak Anda atas kemauan mereka untuk belajar matematika. Hindari memarahi anak Anda. Barangkali seorang anak lupa apa yang sudah dipelajarinya kemarin. Ulangi saja pelajaran itu agar anak Anda ingat. Dan, beri apresiasi kepadanya karena sudah mau mengulanginya.

Apa pun yang terjadi beri apresiasi, beri pujian, kepada Anak Anda. Apalagi, jika anak Anda berhasil maju dalam belajar maka beri lebih banyak apresiasi. Bentuk apresiasi bisa beragam. Dari berupa kata-kata, tepuk tangan, sampai bisa berupa memberi hadiah untuk mereka. Dengan apresiasi, suasana belajar makin ceria.

2. Fokus Pemahaman dan Aktif

Cara paling mudah mengajarkan matematika kepada anak adalah dengan menyuruhnya menghafal angka-angka. Meski mudah, cara menghafal seperti itu salah. Bahkan, bisa menimbulkan banyak masalah. Tentu saja, menghafal matematika tetap diperlukan sampai kadar tertentu dengan diperkuat oleh pemahaman.

2.1 Bukan Hafalan Semata

Konsep dasar bintangmatika adalah membantu anak-anak untuk paham konsep dasar menghitung. Agar anak-anak paham maka kita perlu mengajaknya untuk menghitung banyaknya “bola” atau “bulatan” yang ada pada setiap angka. Bukan sekedar menghafal lambang bilangan atau angka.

Hal yang menakjubkan dari setiap anak adalah mereka pasti mampu menghafal angka 1 sampai 10. Sehingga, jika kita membiasakan untuk menghafalnya dengan menyanyi atau melihat angka maka anak-anak pasti hafal. Sekali lagi, sekedar menghafal adalah tidak cukup. Kita perlu mengajak anak untuk menghitung banyaknya bola dalam setiap angka.

2.2 Menghitung Bola

Aktivitas paling penting adalah ajak anak untuk menghitung bola pada setiap angka. Misal pada angka 3, ajak anak Anda untuk menemukan semua bola. Tentu saja akan mereka temukan 3 bola di sudut-sudut angka.

Lanjutkan dengan membimbing anak Anda untuk menulis angka 3. Bila anak berminat ingin melengkapi dengan 3 bola, pada angka 3 yang ditulisnya, maka ijinkanlah. Tetapi bila hanya berminat menulis angkanya saja maka hal itu sudah baik.

Dalam operasi penjumlahan, misal 3 + 2, ajak anak-anak untuk menghitung seluruh bola yang ada di pojok angka. Mereka akan menemukan 3 bola dan 2 bola sehingga seluruhnya adalah 5 bola sebagai hasil dari penjumlahan. Dengan demikian, anak-anak memahami penjumlahan dan sambil berlatih berulang anak-anak akan hafal juga.

2.3 Aktivitas Mewarnai

Menghitung banyaknya bola adalah proses paling penting untuk membangun pemahaman siswa terhadap konsep matematika. Karena itu, kita bisa mengembangkan beragam variasi cara menghitung bola. Misal, kita bisa mengajak anak-anak untuk mewarnai bola-bola pada angka. Kegiatan mewarnai bola, sekaligus, melatih motorik halus siswa.

Variasi yang lain bisa saja dengan memberi tanda ceklis, silang, coretan atau lainnya terhadap bola yang dihitung. Barangkali beberapa anak menghiasi bola sehingga menjadi gambar bunga. Hal-hal semacam itu bagus untuk motorik halus dan menambah pemahaman siswa terhadap konsep matematika.

2.4 Waspadai Puluhan Belasan

Pada tahap awal, kita perlu fokus mengajarkan anak pada angka 1 sampai 9. Dalam beberapa kesempatan, boleh sampai angka 10.

Tetapi, angka belasan perlu dihindari dan diwaspadai. Karena angka 11, 12, dan sampai 19 adalah angka yang bisa membingungkan setiap anak. Dalam buku Bintangmatika, angka belasan dibahas pada bagian agak akhir. Sehingga, urutan penguasaan angka adalah 1 sampai 10 kemudian melompat ke puluhan 10, 20, 30, dan seterusnya.

Kombinasi puluhan dan satuan akan kita mulai dari 21, 22, dan seterusnya. Jika karena satu dan lain hal, anak-anak berurusan dengan angka belasan maka bahas secara sederhana saja kemudian kembali fokus ke bintangmatika.

2.5 Memudahkan Bukan Mempersulit

Tujuan bintangmatika adalah memudahkan siswa belajar matematika. Sehingga, berbagai metode yang memudahkan siswa bisa digunakan. Sementara, beragam metode lain, yang menyulitkan siswa perlu dihindari.

Contoh memudahkan:

20 + 3 = …

Jawabannya adalah 23. Jawaban ini memudahkan siswa. Maka boleh digunakan. Buku bintangmatika memberi berbagai macam contoh yang memudahkan seperti di atas.

Contoh menyulitkan (dan perlu dihindari):

23 = … + …

Jawabannya bisa saja 20 + 3 atau bisa juga 2 puluhan + 3 satuan. Tetapi jawaban seperti ini adalah menyulitkan siswa. Sehingga, kita perlu menghindari jawaban (dan soal) seperti di atas. Soal-soal yang menyulitkan seperti ini hanya bisa dibahas ketika anak-anak sudah cukup umur dan mahir.

Bintangmatika fokus untuk memudahkan siswa memahami konsep matematika. Mari kita permudah anak-anak menguasai matematika.

3. Review dan Lanjutan

Saya menulis Bintangmatika dalam beberapa edisi mulai dari yang paling dasar sampai tingkat mahir. Anda bisa memanfaatkan buku Bintangmatika sesuai kebutuhan putra-putri Anda.

3.1 Bintangmatika Dasar

Teridiri dari 3 jilid yang bisa kita ajarkan untuk anak usia dini. Bagi siswa yang sudah besar namun perlu pemahaman dasar dalam berhitung juga bisa memanfaatkan Bintangmatika Dasar ini.

Jilid 1 diperuntukkan belajar matematika paling dasar. Bisa digunakan untuk anak PAUD, TK, dan SD kelas 1. Jilid 1 memulai dengan menghitung 1, 2, sampai 9. Operasi penjumlahan sederhana mulai dikenalkan.

Dilanjutkan berhitung dengan puluhan 10, 20, 30, dan 60. Kombinasi puluhan dan satuan dibahas mulai dari 20 + 1 = 21. Sedangkan belasan 11, 12, sampai 19 dihindari pada tahap awal ini.

Jilid 2 menyiapkan belajar matematika untuk siswa TK dan SD kelas 1 sebagai lanjutan jilid 1. Sementara, siswa PAUD tidak harus mempelajari jilid 2. Siswa PAUD cukup sampai jilid 1 kecuali siswa yang memiliki minat dan bakat khusus.

Jilid 2 melanjutkan jilid 1 dengan melengkapi kemampuan berhitung puluhan sampai 90. Dan lebih mahir kombinasi puluhan dan satuan sampai 90 + 9 = 99.

Kita juga mulai mengenalkan penjumlahan dua digit sederhana seperti 21 + 23 = 44. Tidak ada proses menyimpan – sengaja kita hindari pada tahap ini.

Pada bagian akhir, setelah siswa cukup paham dasar-dasar, kita mulai megenalkan konsep bilangan belasan secara singkat 11, 12, sampai 19. Saya mengusulkan membaca angka 11 sebagai sepuluh satu yang sama artinya dengan sebelas. Begitu juga seterusnya, sepuluh dua sama artinya dengan dua belas. Ijinkan anak-anak menggunakan kedua istilah, sebelas dan sepuluh satu, secara fleksibel.

Jilid 3 adalah jilid terakhir merupakan lanjutan dari jilid 2 diperuntukkan siswa TK B dan SD kelas 1. Untuk siswa PAUD dan TK A tidak harus belajar jilid 3 kecuali bagi siswa yang memiliki minat dan bakat khusus.

Siswa akan diajak makin mahir menghitung satuan dan puluhan. Sampai akhirnya bertemu dengan bilangan 100, yang merupakan awal dari ratusan.

Anak-anak akan dengan mudah mengenali,

100 + 20 + 3 = 123.

Selanjutnya anak-anak berpetualang dengan penjumlahan ratusan sampai, 500 + 400 = 900.

Di bagian akhir, anak akan berlatih perkalian sederhana. Perkalian sampai ratusan ini terasa mudah saja bagi anak-anak. Sehingga, diharapkan, anak-anak makin penasaran untuk terus belajar matematika.

3.2 Bintangmatika Utama

Bintangmatika Utama terdiri dari 4 jilid: P, Q, R, dan S. Jilid P adalah paling dasar bisa dipelajari oleh siswa SD kelas 1 atau bahkan siswa TK. Berturut-turut Q, R, dan S adalah jilid lanjutannya. Di mana jilid S adalah Bintangmatika yang setara dengan pelajaran siswa SD kelas 6.

Bintangmatika Utama ini membahas matematika secara luas meliputi berhitung dasar, aritmetika, ilmu ukur geometri termasuk lingkaran dan segitiga. Dan, juga membahas aljabar. Trik-trik berhitung cepat metode apiq dengan jurus 7 detik bertaburan dalam Bintangmatika Utama.

3.3 Bintang Matematika Mahir

Bintang matematika Mahir adalah buku matematika yang bersifat umum dan bersifat narasi. Di antaranya adalah APIQ UTAMA dan Kecil-Kecil Jago Matematika adalah buku matematika kreatif untuk tingkat SD.

Math Einstein dan Quick Count adalah buku matematika cepat untuk tingkat SMP. Sedangkan, TOP UPDATE SMA adalah buku matematika untuk tingkat SMA yang kaya akan trik 7 detik matematika cepat.

Sukses selalu untuk kita semua.

FILSAFAT PENDIDIKAN: NYATA BERGUNA

Kita sepakat. Semua orang sepakat bahwa pendidikan adalah kegiatan paling berguna sepanjang masa. Di bagian ini, saya berbagi tentang filsafat pendidikan.

1. Kurikulum Sedikit Menggigit

Kurikulum baru, kita harapkan, berhasil memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia. Kita membutuhkan kurikulum yang langsing: kurikulum yang sedikit tapi menggigit.

2. Filosofi Kecerdasan Majemuk

Gardner merumuskan konsep kecerdasan majemuk atau multiple intellegences. Kita perlu mendidik beragam kecerdasan generasi muda dengan cara-cara yang kreatif.

3. Filosofi Komunikasi Aktif

Habermas meyakini bahwa kemampuan manusia berkomunikasi secara aktif adalah tanda manusia paling beradab. Sehingga, kita perlu membekali anak didik dengan kemampuan komunikasi agar mereka mampu meraih cita-cita tertinggi melalui beragam lingkungan sosial.

4. Filosofi Kesadaran

Chalmers menghadapi misteri kesadaran manusia yang begitu mempesona. Setiap siswa memiliki tingkat kesadaran yang berbeda-beda. Kita perlu mengembangkan kesadaran anak didik untuk terus bergerak maju.

Dan masih banyak tema-tema filsafat pendidikan yang akan terus kita bahas. Semoga diskusi filsafat pendidikan ini memberi manfaat bagi kemajuan umat manusia.

Hari Guru Dunia Akhirat

Guru adalah lentera dunia dan akhirat.

Masihkah berlaku seperti itu?

Dengan adanya peraturan menteri tentang pencegahan dan penanganan kekerasan seksual, yang ditengarai, sering terjadi di lingkungan sekolah dan kampus, apakah guru tetap berhak sebagai pelita peradaban?

Saya menjawab optimis penuh keyakinan, “Benar. Guru adalah lentera dunia.”

Pemikiran Ki Hajar Dewantara Masih Tetap Relevan dan Jadi Acuan - Padang  Media

Guru adalah yang mendidik kita menjadi manusia. Guru adalah yang membimbing kita menjadi bisa. Guru adalah teladan semesta.

1. Guru Ekonomi
2. Guru Politik
3. Guru Manusia
3.1 Guru Teladan
3.2 Guru Efektif
3.3 Guru Kreatif
3.4 Guru Abadi
3.5 Guru Ensiklopedis
3.6 Guru Kaya
3.7 Guru Sabar

Bahwa terjadi penyimpangan perilaku di sana-sini memang manusiawi. Banyak hal yang masih perlu, dan bisa, untuk kita perbaiki.

1. Guru Ekonomi

Guru mengalami kesulitan yang sama sebagai manusia: menjadi manusia satu dimensi – manusia yang hanya memikirkan urusan ekonomi. Profesi guru, yang sejatinya mulia, bisa berubah menjadi profesi layaknya profesi ekonomi. Profesi yang mencari keuntungan ekonomi sebesar-besarnya dengan usaha sekecil-kecilnya.

Semua guru perlu kembali menjadi guru sejati. Guru yang menyalakan api perjuangan siswa-siswi. Membimbing generasi meraih prestasi.

2. Guru Politik

Guru terjerat dalam pusaran politik. Sejatinya, setiap orang juga terjerat dalam jaring-jaring politik. Hanya saja, posisi guru menjadi lebih penting lagi guna mencetak generasi politik yang lebih manusiawi.

Guru negeri ini, Ki Hajar Dewantara menjabat sebagai menteri pada jamanya. Beliau adalah guru politik terbaik yang pernah kita miliki. Saat ini, menteri pendidikan, justru, dipegang oleh generasi muda yang mahir di dunia industri digital. Apakah beliau juga seorang guru?

Guru memang politik.

3. Guru Manusia

Keunggulan guru adalah mereka guru merdeka. Setiap guru memiliki kemerdekaan dalam arti yang sebenarnya. Berbeda dengan profesi lain, seorang guru benar-benar bebas berkreasi.

Meski ada target kurikulum, ada syarat administrasi, ada kewajiban itu dan ini, ketika di depan kelas, seorang guru benar-benar merdeka. Dia bebas mendidik putra-putrinya untuk menjadi generasi terbaik.

Di sini, saya mengusulkan tujuh karakter guru manusia yang ideal.

3.1 Guru Teladan

Guru adalah teladan bagi siswanya – dan bagi alam raya. Tidak perlu bicara apa-apa, hanya dengan kehadirannya, guru menerangi lingkungan sekitarnya.

“Ing Ngarso sung tulodho.” “Menjadi teladan yang terdepan.”

Jika Anda kebingungan menyikapi kehidupan saat ini maka lihatlah perilaku guru. Mereka adalah teladan yang patut kita tiru. Seluruh warga, mari kita berguru kepada guru.

Bagaimana dengan kasus kekerasan seksual, misalnya? Mereka tidak berhak menyandang status sebagai guru. Bagaimana dengan adanya pungutan liar di berbagai sekolah? Mereka juga tidak berhak lagi mengaku sebagai guru. Bagaimana dengan guru yang tidak tepat waktu? Mereka perlu malu mengaku sebagai guru.

Guru sejati adalah teladan bangsa ini. Mereka pelita yang senantiasa menyinari hati.

3.2 Guru Efektif

Guru memudahkan kita mempelajari sesuatu. Kemudian, memberikan arahan menyambut tantangan baru. Secara efektif, guru adalah pandu.

Guru yang mempersulit masalah maka tidak layak disebut sebagai guru. Apalagi, bila sejatinya, masalah itu mudah. Justru, dibuat rumit oleh guru. Mereka harus malu. Membuat malu profesi guru.

Guru memudahkan segala urusan. Masalah yang rumit menjadi sederhana dengan bimbingan guru. Guru benar-benar membantu.

3.3 Guru Kreatif

Guru berkreasi menghasilkan ide-ide baru. Guru mengajak seluruh generasi untuk terus maju. Guru terus melaju.

3.4 Guru Abadi
3.5 Guru Ensiklopedis
3.6 Guru Kaya
3.7 Guru Sabar

AKAL HANYA BUDAK HASRAT

Apa yang akan terjadi jika akal hanya menghamba kepada hasrat? Gairah mengendalikan setiap sisi kehidupan manusia. Hasrat adalah penguasa hidup manusia. Sementara, akal hanyalah budak bagi hasrat. Atau, setidaknya, akal adalah sekedar pelayan bagi hasrat.

David Hume (1711 – 1776) mengatakan, “Akal adalah budak hasrat.” [“Reason is, and ought only to be, the slave of the passions.”(1000word)]

David Hume

Kita, manusia, menjalani hidup berdasar hasrat belaka. Jika Anda menolak hasrat maka Anda dikendalikan oleh hasrat yang lain – misalnya hasrat untuk menolak sesuatu itu. Heidegger (1889 – 1976) menggunakan istilah mood (keadaan perasaan). Eksistensi manusia, kita, selalu berada dalam mood. Jika kita menolak satu mood maka kita akan berada pada mood yang lain.

Selemah itukah akal manusia? Hanya budak bagi hasrat? Hanya pelayan bagi mood?

1. Struktur Hasrat
2. Akal Bebas
3. Pusat Hati
4. Diri Terbuka
5. Semesta Manusia Unik

Saat ini, filsafat terbagi menjadi tiga kelompok utama. Pertama, filsafat analitik yang mengandalkan kekuatan akal, membahas filsafat secara obyektif. Bagi filsafat analitik, akal lebih penting dari hasrat.

Kedua, filsafat kontinental yang mengandalkan analisis holistik. Filsafat kontinental memandang penting peran subyek manusia dalam semesta obyektif yang luas. Dengan sudut pandang ini, hasrat atau mood, mendapat posisi penting di samping akal.

Ketiga, filsafat moral yang banyak berkembang di dunia Timur. Filsafat moral menempatkan posisi suara hati menjadi yang paling utama. Dengan demikian, hasrat juga menjadi kajian utama. Tentu saja, bukan hasrat sebarang hasrat.

1. Struktur Hasrat

Kita perlu mencoba memahami struktur hasrat yang dimaksud oleh Hume, misalnya. Hume, tampak, membandingkan hasrat dan akal untuk menyusun prioritas. Dia tidak bermaksud menolak salah satunya. Keduanya, akal dan hasrat, sama-sama penting bagi manusia.

Hanya saja, hasrat adalah yang mengendalikan manusia. Hasrat adalah raja. Akal sekedar budak bagi sang raja – yaitu hasrat. Akal membantu menunjukkan mana hasrat yang paling kuat. Selanjutnya, hasrat yang bertahta.

Manusia menjadi tidak rasional dengan hasratnya?

Pandangan umum menyatakan begitu. Hasrat lebih utama dari akal, maka, itu adalah pandangan irasional. Hume memandang dengan cara berbeda antara rasional dan irasional.

Bayangkan di siang hari, Anda sedang lapar. Tersedia, sepiring makanan lezat untuk Anda. Apakah Anda akan memakannya?

Dengan mengikuti hasrat maka Anda bisa memakannya. Tetapi, tindakan seperti itu menjadi irasional (tidak rasional). Karena, Anda sedang menjalani program puasa untuk keperluan agama atau kesehatan.

Tindakan rasional adalah Anda menunda memakannya sampai waktu maghrib. Atau sampai waktu diperbolehkan makan oleh dokter – bila puasa untuk kesehatan.

Kedua tindakan di atas, langsung memakan atau menundanya, tetap bisa rasional. Penentu tindakan rasional bukanlah akal atau hasrat. Penentu tindakan menjadi rasional adalah kesesuaian dengan keyakinan Anda. Ketika Anda puasa, lalu menunda untuk makan maka itu adalah rasional. Karena, sesuai dengan keyakinan Anda bahwa makan yang tepat adalah nanti, di waktu maghrib, misalnya.

Ketika seseorang langsung memakannya, siang itu, maka itu juga bisa jadi tindakan rasional. Karena dia meyakini bahwa makanan itu enak, dirinya lapar, dan makanan itu miliknya sendiri.

Bertindak sesuai hasrat tidak menyebabkan suatu tindakan menjadi tidak rasional. Tindakan yang tidak sesuai dengan keyakinan, yang menyebabkan, menjadi tidak rasional. Sementara, segala tindakan yang sesuai keyakinan, meski penuh hasrat, tetap merupakan tindakan yang rasional.

Anda setuju dengan Hume? Banyak yang tidak setuju. Immanuel Kant merumuskan teorinya sendiri yang berbeda dengan Hume.

2. Akal Bebas

Immanuel Kant (1720 – 1804) memposisikan akal pada puncak struktur fakultas manusia. Sehingga, akal yang memutuskan suatu tindakan perlu dilakukan atau tidak. Memang, ada pengaruh hasrat terhadap akal. Tetapi, karakter utama dari akal adalah kebebasan itu sendiri. Akal bebas memutuskan apa saja.

Ketika ada hidangan makanan lezat di siang itu, indera (dan hasrat) memberi tahu bahwa itu adalah makanan yang lezat. Selanjutnya, akal bebas memutuskan untuk memakannya atau menundanya. Dengan demikian, keputusan penting dari manusia bersifat rasional. Lebih-lebih, dalam keputusan yang bersifat moral, akal memegang kendali paling utama.

3. Pusat Hati

Para pemikir Timur lebih banyak menggunakan istilah hati metaforis sebagai penentu sikap manusia. Baik Al Ghazali (1057 – 1111), Ibnu Arabi (1165 – 1240), mau pun Rumi (1207 – 1273) berfokus kepada kekuatan hati.

Hasrat, akal, dan indera adalah alat bagi hati untuk menemukan kebenaran. Sehingga, hati yang bersih menjadi amat penting bagi umat manusia. Suara hati membisikkan kebenaran dengan lembut.

Tetapi, karena bisikan suara hati begitu lembut, manusia kadang tak mendengarnya. Manusia justru sibuk mendengar apa yang disuarakan oleh indera, hasrat, atau pun akal. Padahal, hanya hati, yang bersih, yang mampu menerima kebenaran sejati. Dan, masih banyak rahasia, yang hanya bisa diungkap dengan hati yang bersih.

4. Diri Terbuka

Charles Taylor (1931 – ) menyebut beberapa pemikir menerapkan kerangka pikir imanen yang tertutup. Sehingga, mereka menghalangi diri sendiri untuk mendapatkan kebenaran yang lebih luas, yang lebih terbuka. Misalnya, kaum ateis dan meterialis membatasi realitas hanya sebatas materi imanen yang kasat mata. Dengan berpikir tertutup seperti itu, mereka sulit sekali mengembangkan alternatif berpikir yang lebih tajam.

Heidegger (1889 – 1976) menyatakan tugas manusia adalah tugas untuk berpikir terbuka. Ijinkan kebenaran, secara terbuka, menghampiri diri Anda. Ijinkan diri Anda, secara terbuka, mengenali kebenaran sejati.

Diri sejati manusia yang terbuka siap menerima kebenaran. Dari mana pun asalnya kebenaran adalah tetap kebenaran. Kebenaran bisa berasal dari suara hati, perenungan akal, percikan hasrat, atau bahkan mimpi di alam imajinasi. Kebenaran bisa hadir dalam ruang sunyi. Pun kebenaran bisa hadir di tengah hingar-bingar semesta raya. Tugas kita untuk menjadi diri yang terbuka.

5. Semesta Manusia Unik

Kita, manusia, tidak pernah selesai dengan diri sendiri. Kita juga tak akan pernah selesai dengan semesta raya. Selalu ada tugas untuk manusia. Tugas yang unik menanti peran Anda.

Apa yang Anda berikan? Apa yang Anda kejar? Apa yang Anda terima? Siapa diri Anda? Siapakah Dia?

Idesofi: Ide-ide Membumi Menembus Samawi

Manusia tidak pernah kehabisan ide. Manusia, justru, kebanjiran ide. Memang itu manusiawi. Apakah seperti itu baik?

Idea Stock Photo by ©zagandesign 25275673

Ide selalu baik, bahkan baik sekali. Yang menjadi masalah adalah bagaimana kita menyikapi ide-ide tersebut. Masalah menjadi rumit, ketika, menyikapi ide sebagai konsep. Ide berbeda dengan konsep. Ide selalu benar dan baik – kecuali kriminal. Sementara, konsep memang ada benar dan salah. Maka, kita perlu menyikapi ide selayaknya mereka sebagai idea.

1. Ide vs Konsep
2. Lambang Asosiasi
3. Selalu Terbuka
4. Demokrasi Ide
5. Tanggung Jawab Manusiawi
6. Idesofi

Ide apa saja yang Anda miliki? Ide apa lagi sebagai lanjutannya? Apa yang diperlukan untuk mewujudkan ide-ide tersebut?

1. Ide vs Konsep

Ide adalah kebebasan akal dari setiap anak manusia. Anda punya ide untuk mengembangkan ekonomi keluarga. Anda punya ide untuk membangun kehidupan masyarakat yang rukun. Anda punya ide untuk memperbaiki kualitas pendidikan. Bahkan, Anda punya ide untuk memperbaiki Indonesia.

Semua ide itu baik, semua ide benar, kecuali ide kriminal. Apa pun ide Anda – yang baik dan benar itu – kembangkan terus. Memang, setiap manusia, punya potensi untuk terus mengembangkan ide. Ide adalah kebebasan itu sendiri.

Konsep, di sisi lain, berbeda dengan ide. Konsep adalah hasil kerja dari daya pemahaman kita. Sehingga, konsep memang bisa bernilai benar atau kadang salah.

Konsep bisa dibandingkan dengan konsep lain yang sudah terbukti benar. Misal, konsep matematika dibandingkan dengan konsep-konsep matematika yang sudah mapan untuk menguji kebenarannya. Konsep, bisa juga, dibandingkan dengan realitas empiris untuk menguji kebenarannya. Misal konsep-konsep yang berkembang di sains alam.

Masalah muncul ketika kita membandingkan “ide orang lain” dengan “konsep saya.” Hampir bisa dipastikan hasilnya adalah “ide orang lain” itu akan salah. Padahal, setiap ide selalu benar. Ide adalah kebebasan yang memicu kebebasan. Sementara, konsep memang membatasi sehingga bisa menentukan benar atau salahnya.

2. Lambang Asosiasi

Memahami ide adalah dengan cara kreatif bebas. Kita menempatkan ide sebagai simbol atau lambang terhadap kreativitas baru. Cara berpikir kreatif ini sering kita sebut sebagai berpikir asosiasi.

Ketika melihat matahari terbit, kita bisa memandangnya sebagai tanda masa depan cerah. Kehidupan yang penuh semangat masa depan. Matahari terbit tidak pernah salah. Matahari terbit selalu benar sebagai simbol prospek kemajuan umat manusia.

3. Selalu Terbuka

Membaca simbol, membaca ide, melahirkan ide menuntut kita untuk berpikir terbuka. Terbuka terhadap ide-ide baru, terbuka terhadap ide diri sendiri, terbuka terhadap ide-ide orang lain, dan terbuka ide dari mana pun.

Kita perlu berpikir terbuka. Simbol itu sendiri terbuka. Ide, memang, bersifat terbuka. Ide-ide terbuka dari segala realitas yang ada di bumi sampai menembus langit – samawi.

4. Demokrasi Ide

Ide bersifat demokratis. Siapa pun bebas memunculkan ide. Lebih dari itu, setiap orang memang mampu melahirkan ide. Semua orang pantas mengajukan ide.

Sekali lagi, ide beda dengan konsep. Kita mengenal pakar atau spesialis yang berhubungan dengan konsep tertentu. Misal, hanya pakar fisika yang berhak mengkritik konsep fisika quantum. Karena, konsep fisika quantum hanya bisa dipahami dengan berdasarkan konsep-konsep fisika yang menjadi landasannya.

Sementara, untuk ide, semua orang bebas mengembangkan ide. Siapa pun Anda bebas memikirkan ide untuk mengembangkan alam semesta yang sejahtera. Siapa pun Anda bebas menelurkan ide untuk memaknai setiap detik perjalanan hidup Anda. Jika ada pakar ide maka setiap orang berhak menjadi pakar ide.

5. Tanggung Jawab Manusiawi

Lebih dari sekedar setiap manusia punya ide, kita, justru bertanggung-jawab untuk melahirkan ide-ide. Kita wajib memunculkan ide bagaimana membuat alam semesta menjadi lebih baik. Kita wajib punya ide menyiapkan masa depan sebagai cita-cita sejak saat ini. Kita wajib punya ide memperbaiki diri di setiap situasi.

Ide adalah tanggung jawab manusia.

Lagi-lagi, konsep beda dengan ide. Memang, sampai batas tertentu, kita harus merumuskan ide manjadi konsep sehingga bisa dijalankan di dunia nyata. Untuk menyusun konsep, kita perlu persiapan berbagai macam hal. Di antaranya, konsep-konsep pendahuluan, anggota tim yang diperlukan, sumber daya yang tersedia, dan lain-lain.

Sedangkan ide, kita bisa menghasilkannya kapan saja, di mana saja. Dan, mengembangkan ide adalah tanggung jawab kita sebagai manusia.

6. Idesofi

Saya merumuskan idesofi sebagai cara pandang memandang berbagai macam hal dari sisi ide yang kreatif. Dengan demikian, berkembang ide terus-menerus tanpa batas.

Ide dari orang lain menjadi pemicu ide baru bagi kita. Bahkan, konsep dari orang lain, bisa kita pandang sebagai sumber ide yang makin kreatif.

Idesofi adalah ide untuk menghasilkan lebih banyak ide.

Bagaimana menurut Anda?