Andalan

Media Berbagi

Klik gambar untuk lebih detil

Banyak berbagi ilmu jiwa makin bersinar.

— PamanAPiQ.com

Matematika asyik adalah cahaya peradaban. Nyalakan rasa penasaran pada generasi muda. Mari bangkit bersama!

Berbagi trik sukses jadi youtuber positif. Hanya berbekal hp kita bisa meraih sukses menjadi youtuber edukasi. Paman apiq setiap hari berbagi melakui live youtube.com/pamanapiq .

Berbagi bimbel gratis terbuka untuk semua siswa SD SMP SMA bahkan untuk yang berminat CPNS. Silakan donlot free apk myapiq di bit.ly/myapiq .

Mana mungkin 2 + 2 = 5?
Bukankah 4?
Dan masih banyak trik menarik lainnya.

Selalu berbagi melalui:

web pamanapiq.com, canel youtube.com/pamanapiq, dan apk free bit.ly/myapiq .

Ayo… berbagi untuk negeri…!

Ketimpangan Nasional: Atasi Kemiskinan

Mengatasi kemiskinan mempunyai dampak positif ganda. Menyejahterakan masyarakat, memperbaiki ketimpangan nasional, dan meningkatkan produktivitas nasional.

Maka menjadi strategi yang penting secara nasional untuk bersama-sama mengentaskan kemiskinan. Tahun 2018, secara gemilang kita berhasil menurunkan angka kemiskinan menjadi hanya 1 digit. Pertama sepanjang sejarah. Namun tahun 2020 tampaknya kemiskinan makin buruk akibat pandemi. Dan tentu saja ketimpangan nasional bisa makin parah pula.

Hal ini menunjukkan bahwa kita belum berhasil menurunkan kerentanan.

Berbagai macam strategi dapat kita kembangkan untuk mengentaskan kemiskinan.

1.Community base organisation yang berkualitas menyalurkan mikro finansial dengan efektif. Modal usaha menjadi hal paling diperlukan oleh orang miskin. Banyak orang miskin yang rajin bekerja, rajin usaha, tapi terkendala modal. Maka tersedianya modal apalagi mudah dan ringan sangat membantu.

Lembaga mikro finan lebih bagus lagi berbasis komunitas. Di mana sekaligus bisa mendampingi orang miskin agar mampu mengembalikan pinjaman dengan baik.

Jika rakyat miskin bisa dapat pinjaman tapi tidak bisa melunasinya maka sama saja memperdalam jurang kemiskinan. Akibatnya ketimpangan nasional makin parah.

Grameen bank, pimpinan Muhammad Yunus di Bangladesh, disebut-sebut sebagai contoh terbaik mengentaskan kemiskinan. Dan berhasil meraih penghargaan Nobel.

2. Meningkatkan kemampuan melalui pendidikan dan kesehatan. Indonesia untuk hal ini sudah mengalami banyak kemajuan dengan tersedianya BPJS dan beasiswa bidik misi (KIP) serta sekolah gratis sampai tingkat SMA.

Banyak hal yang masih bisa kita tingkatkan.

Dulu orang miskin yang sakit karena sudah tua maka harus dirawat di rumah sakit. Karena tidak ada biaya maka mereka terpaksa harus menjual rumah satu-satunya. Orang tua akhirnya meninggal dan rumah terjual. Anak dan cucu makin jatuh miskin. Kejadian ini sudah bisa diatasi dengan BPJS.

Hal yang masih bisa ditingkatkan: efisiensi pengelolaan BPJS, perlindungan yang lebih luas khususnya ke pekerja informal, meningkatkan sumber dana BPJS dari hibah super kaya dan lain-lain.

Dari sisi pendidikan, kini, di Indonesia sudah gratis sampai tingkat SMA. Bagus sekali. Bahkan tersedia beasiswa bidik misi (KIP) dan lain-lain.

Yang bisa ditingkatkan adalah menegaskan kembali bahwa sekolah gratis. Benar-benar tidak ada pungutan apa pun – hindari pungli. Serta promosikan beasiswa lebih luas. Sehingga anak-anak orang miskin yakin mereka bisa sekolah dan kuliah sampai tingkat tertinggi dengan beasiswa.

3.Dukungan pemasaran. Beberapa orang miskin mampu memproduksi barang jasa. Penting untuk dipastikan bahwa barang jasa ini diserap pasar dengan harga yang baik.

Tengkulak jahat, yang bekerja sama dengan berbagai pihak, perlu diberantas.

Pemanfaatan media digital – semacam marketplace – terbukti banyak membantu. Misal Alibaba berhasil mengangkat kesejahteraan orang miskin di Tiongkok. Indonesia punya banyak marketplace yang hebat.

Dari sudut pandang sebaliknya juga bisa. Kita menyodorkan market yang sedang dibutuhkan saat ini. Kemudian orang kecil memproduksi barang jasa yang dibutuhkan oleh market tersebut.

4.Pemerintahan yang bersih. Klise memang. Tapi mutlak diperlukan. Dukungan pemerintah yang bersih untuk mengentaskan kemiskinan.

Wajar saja. Pemerintah adalah lembaga negara yang mengumpulkan pajak, menguasai harta negara, dan lain-lain. Maka pemerintah yang bersih berperan besar dalam mengentaskan kemiskinan.

Ukuran garis kemiskinan pun diterbitkan oleh lembaga pemerintah semisal BPS. Tahun 2018an penduduk miskin (konsumsi di bawah 418 ribu rupiah per bulan per orang) sudah di bawah 10%. Setara dengan 24 jutaan orang.

Tetapi pandemi melanda di 2020. Terakhir, Menko PMK menyebut keluarga miskin di Indonesia ada sekitar 76 juta orang. Sekitar 20% dari populasi Indonesia.

Pemerintah bersih dari korupsi sangat didambakan.

5.Reformasi agraria dan kekayaan negara agar lebih memihak ke rakyat miskin. Termasuk sistem hibah dari warisan orang-orang super kaya perlu terus dikembangkan.

Mengentaskan kemiskinan adalah tugas kita semua. Tugas pemerintah, tugas nasional. Bahkan tugas global manusia di seluruh dunia. Kompleks tapi tetap bisa kita urai tahap demi tahap.

Bagaimana menurut Anda?

Solusi PJJ Bukan Sekolah

Saya mengapresiasi langkah kemendikbud (dan kementerian terkait) yang telah merespon keluhan orang tua dan siswa terkait PJJ dan BDR. Pembelajaran jarak jauh dirasa boros kuota, mahal, tidak efektif, dan lebih parah banyak lokasi tidak ada akses internet. Belajar dari rumah tampaknya harus kita posisikan sebagai respon sesaat terhadap pandemi – tidak boleh terus-menerus.

Akhirnya, untuk zona kuning diizinkan buka sekolah tatap muka.

Tetapi saya tidak yakin sekolah tatap muka menjadi solusi efektif bagi PJJ (pembejaran jarak jauh) dan BDR.

Menurut saya solusi yang lebih efektif adalah belajar dengan tatap muka. Bukan sekolah dengan tatap muka. Tentu perlu kajian lebih mendalam untuk bisa melaksanakan belajar tatap muka yang efektif dan aman.

Di sini saya hanya akan berbagi beragam resiko dengan membuka sekolah tatap muka secara luas – untuk zona kuning dan hijau.

1.Pengalaman Israel terpaksa menutup sekolah lagi

Pada tulisan sebelumnya saya sudah menceritakan Israel sudah beruntung berhasil mengendalikan pandemi pada bulan Mei. Lalu membuka sekolah mereka. Pandemi meledak kembali. Tak bisa dikendalikan sampai Agustus 2020 ini. Mereka menyesal.

2.Bulan Agustus 2020 Amerika membuka sekolah dan terjadi penularan

Baru dilaporkan beberapa hari terakhir ini, Georgia di Amerika Serikat, sudah membuka sekolah bulan Agustus. Tetapi ditemukan penularan covid kepada 9 orang terdiri 6 siswa dan 3 tenaga kependidikan. Maka sekolah ditutup kembali.

Barangkali orang bisa berdalih, mereka tidak menerapkan protokol covid dengan ketat. Tetapi apakah kita bisa menjamin bahwa kita lebih baik dari mereka?

3.Hampir 100 ribu anak positif hanya dalam 2 pekan

Masih dari negara yang sama, USA, terdapat hampir 100 ribu anak-anak tertular covid hanya dalam rentang 2 pekan di akhir Juli 2020. Penularan corona melalui anak-anak tidak seringan yang diduga. Bisa begitu cepat dan besar.

Memang kasus pada anak-anak cenderung lebih ringan, aman. Tetapi anak-anak bisa menulari orang tua di rumah atau kakek-neneknya dengan resiko yang sangat besar.

Jadi, merespon keluhan orang tua dan siswa di Indonesia tentang PJJ dan BDR adalah penting. Kita memerlukan solusi yang tepat dengan kajian yang tepat. Saya sendiri mengusulkan solusi belajar dengan tatap muka bukan sekolah dengan tatap muka.

Bagaimana menurut Anda?

Kasus Israel, Sekolah Tatap Muka

Asyik… boleh sekolah tatap muka. Bergembira!

Zona kuning (dan hijau) diperbolehkan melaksanakan pembelajaran tatap muka di sekolah. Indonesia bersuka ria!

Apakah pandemi covid di Indonesia sudah aman?
Apakah sekolah tatap muka tidak bahaya?
Apakah resiko lonjakan kasus baru sudah diantisipasi?

Masyarakat bisa saja menyimpulkan kondisi sudah membaik. Nyatanya sekolah sudah diijinkan belajar tatap muka. Semoga membawa kebaikan untuk semua.

Israel lebih pengalaman. Mereka sudah pernah membuka kelas sekolah tatap muka pada Mei 2020 yang lalu. Ketika kasus covid mulai mereda di Israel. Hanya ada tambahan kasus baru 10 atau belasan tiap harinya.

Beberapa hari setelah sekolah dibuka, terjadi lonjakan kasus baru. Siswa tertular corona covid. Guru-guru dan tenaga pendidik saling tertular corona covid. Sekolah ditutup lagi tidak lama kemudian.

Israel menyesal telah membuka sekolah tatap muka. Mereka berharap hanya Israrel saja yang mengalami itu. Negara lain jangan sampai mengalami hal yang sama.

Tetapi ledakan kasus baru benar-benar tidak bisa dikendalikan. Bulan Agustus ini penambahan kasus baru bisa 2000 orang satu hari. Padahal penduduk Israel hanya sekitar 10 jutaan orang.

Bulan Mei, Israel barangkali sudah masuk zona hijau atau menuju hijau.

Ada baiknya kita belajar dari Brunei, tetangga kita, yang sudah 3 bulan tidak ada kasus baru. Benar-benar hijau. Atau kita juga bisa belajar dari Timor Leste yang begitu dekat dengan Indonesia. Bagaimana membuka sekolah di zona yang sudah hijau itu.

Tapi kondisi Indonesia beda dengan Brunei atau Timor yang sudah zona hijau. Indonesia lebih dekat dengan Israel, saat ini, yang sama-sama merah.

Israel urutan 116, disusul Saudi di 117, dan Indonesia di 118. Zona merah menuju hitam gelap.

Jika Israel yang waktu itu, Mei 2020, sudah reda lalu buka sekolah berakibat terseret jadi zona merah gelap maka resiko apa yang akan dihadapi Indonesia?

Barangkali memang tidak ada resiko bagi Indonesia. Saat ini Indonesia sudah merah gelap maka hanya bisa jadi merah gelap lagi atau bahkan jadi hijau bila beruntung.

Semoga segala usaha baik kita membawa kebaikan bagi seluruh Indonesia.

Bagaimana menurut Anda?

Solusi Ketimpangan Ekonomi Indonesia

Solusinya mudah saja. Orang kaya diwajibkan menikahi orang miskin maka terbentuk keluarga baru yang kaya. Lama-lama orang miskin berkurang. Sebagian besar rakyat jadi kaya. Maka masalah ketimpangan ekonomi Indonesia selesai.

Benarkah bisa terjadi orang kaya menikahi orang miskin? Pak Menteri PMK pernah melontarkan ide semacam itu beberapa bulan lalu. Diperkuat lagi beberapa hari terakhir ini.

Sampai bulan Agustus 2020, usul nikah si kaya dan si miskin belum terlaksana. Maka saya mengkaji beberapa alternatif untuk memberikan solusi ketimpangan RI yang makin curam ini.

1. Ketimpangan Indonesia n = 10 (G = 0,83) untuk kekayaan dan n = 2,23 (G = 0,38) untuk pendapatan.

Kondisi Indonesia cukup memprihatikan. Khususnya untuk distribusi kekayaan. Yang berujung pada ketimpangan pendapatan juga. Maka solusi ketimpangan kekayaan dan ketimpangan pendapatan saling terkait.

2. Yang kaya makin kaya tidak bahaya

Perlu kita garis bawahi bahwa mengurangi ketimpangan tetap mengijinkan kelas kaya tambah kaya. Si kaya tambah kaya tidak meningkatkan ketimpangan tetapi yang miskin makin miskin jelas meningkatkan ketimpangan.

Mari kita analisa, misal, suatu negara nilai ketimpangan n = 3 (G = 0,5) sebagai kondisi awal. Kondisi ini mirip dengan kondisi negara Timor Leste. Gambar kurva Lorenz seperti di atas.

Jika si kaya tambah kaya maka akan terjadi perubahan nilai ketimpangan. (Kuartil terkaya tambah kaya).

Nilai ketimpangan membaik jadi n = 2,8 yang awalnya n = 3,0. Jadi pesan pentingnya adalah tetap diijinkan yang kaya makin kaya.

Jika kelas menengah jadi kaya maka nilai ketimpangan juga membaik. Jika si miskin makin kaya maka nilai ketimpangan juga membaik. Jika semua kelas makin kaya maka nilai ketimpangan juga membaik.

Grafik di atas menunjukkan nilai ketimpangan sangat membaik jadi n = 1,8 ketika semua kelas bertambah kaya – dari si miskin, menengah, dan si kaya.

3. Penyebab ketimpangan

Ada tiga kondisi yang menyebabkan meningkatkan nilai ketimpangan. Pertama, yang miskin makin miskin. Jelas ini tugas kita semua untuk mengentaskan kemiskinan melalui pendidikan, pemberdayaan, jaminan kesehatan, dan lain-lain.

Kedua, segelintir elite terkaya makin kaya sementara populasi lainnya tidak makin kaya. Mungkin saja hal ini terjadi tetapi tidak mudah kecuali ada kecurangan struktural. Umumnya sekelompok orang kaya, bukan hanya segelintir elite terkaya, menjadi makin kaya. Karena sekelompok maka hal ini tidak menyebabkan ketimpangan. Justru memperbaiki nilai ketimpangan.

Di sini solusinya tampak sederhana: jangan memberi keistimewaan hanya pada segelintir orang terkaya elite saja. Dalam dunia demokrasi hal ini biasanya sudah teratasi.

Ketiga, semua kelas menurun kekayaannya maka makin menyebabkan ketimpangan. Misal pada kondisi pandemi covid semua kelas berkurang aset kekayaanya maka nilai ketimpangan makin menganga bahaya.

Grafik di atas menunjukkan bahwa ketika semua kelas turun aset kekayaannya maka ketimpangan makin melebar jadi n = 3,3 misal akibat pandemi covid.

4. Solusi ketimpangan

Dengan mempertimbangkan beberapa simulasi di atas maka kita dapatkan beberapa solusi mengatasi ketimpangan.

Pertama, mengentaskan kemiskinan.

Kedua, pendidikan dasar menengah gratis plus beasiswa.

Ketiga, jaminan kesehatan.

Keempat, pemberdayaan rakyat.

Kelima, reformasi undang-undang agraria dan kekayaan negara.

Keenam, reformasi perpajakan dan hibah warisan super kaya.

Ketujuh, transparansi media digital.

Syarat: bersihkan korupsi.

Potret Pendidikan Tinggi Masa Pandemi

Disrupsi!

Mendadak pandemi. Covid-19 memaksa semua untuk berubah. Perguruan tinggi mendadak berubah. Siap atau tidak siap harus berubah.

Berikut adalah potret perguruan tinggi di masa pandemi covid-19.

Ditulis oleh para penulis yang kompeten. Berhasil memotret kondisi nyata pendidikan tinggi di Indonesia. Tentu kita bisa saja menambahkan potret-potret lain untuk melengkapi.

Tulisan terakhir dari Prof Azra begitu provokatif. Memantik pemikiran untuk berani berubah menuju yang lebih baik.

Bagaimana menurut Anda?

Resesi Ekonomi Vs Covid

Pilih mana?

Sama-sama menakutkan! Kita ingin menghindari resesi. Kita juga ingin menghindari pandemi covid. Justru yang terjadi bisa dua-duanya. Pandemi covid terjadi – dan masih terjadi. Ancaman resesi pun kian mendekati.

Gambar mungkin berisi: teks yang menyatakan 'PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA TRIWULAN II-2020 Berita Statistik 64/08/Th XXIII, Agustus20 Y-ON-Y 5,32 Q-TO-Q 4,19 C-TO-C 1,26 5,06 BRUTO(PDB) HARGAE Rp3.687,7 Triliun PERTUMBUHAN PRODUK DOMESTIK BRUTO (PDB) 2018-2020 persen) 5,27 5,17 5,07 5,02 4,97 TriwulanV 2,97 Y-ON-Y), (persen) -5,32 NURUT (persen) Pertambangan &Penggalian RumahTangga PERTUMBUHAN KONTRIBUSI PDRB MENURUT WILAYAH KALIMANTAN SULAWESI terhadap onomian &PAPUA dengan 9persen JAWA 58,55 NUSA TENGGARA Pertumbuhan STATISTIK'

Indonesia mencatatkan pertumbuhan ekonomi terburuk sepanjang era reformasi. Ekonomi tumbuh minus 5,32%. Lebih buruk dari perkiraan menteri keuangan mau pun menko ekonomi. Bila kuartal berikutnya negatif lagi maka Indonesia secara resmi masuk resesi, menurut Bu Sri.

Sementara itu perjalanan pandemi covid di Indonesia belum juga ada tanda-tanda mereda. Penambahan kasus baru harian terus terjadi dengan angka mendekati dua ribuan. Pasien dirawat total 37 ribuan. Jumlah total meninggal pun meningkat signifikan.

Dalam kurva perjalanan pandemi, Indonesia masih bergerak di posisi kanan atas – jauh dari selesai.

Andai pun kita berhasil meredakan pandemi, estimasi, kita butuh waktu 236 hari sampai tuntas. Waktu yang cukup lama. Berpotensi ternjadi lonjakan. Dan berpotensi ekonomi tumbuh minus lagi dengan resiko resesi.

Bandingkan dengan dua negara besar dalam kurva perjalanan pandemi.

US, Amerika, mirip dengan Indonesia masih bergerak di kanan atas. Tidak ada tanda pandemi menuju selesai di sana. Sementara Tiongkok sudah mulai bergerak kembali ke kiri bawah. Tiongkok boleh berharap tidak akan ada resesi di dalam negeri. Sementara Amerika tampaknya sulit menghindari resesi.

Harapan palsu: Vaksin

Banyak orang berharap vaksin adalah solusi. Tetapi ini bisa jadi harapan palsu. Mungkin saja vaksin ditemukan pada Januari 2021 dan pandemi tetap terjadi. Tidak cukup hanya sekedar vaksin saja. Kita butuh manajemen perilaku.

Untuk kasus di Indonesia bila harus menunggu sampai Januari 2021 bisa banyak hal terjadi.

Total hampir 2 juta orang Indonesia sudah terjangkit covid sampai Januari 2021 menurut salah satu simulasi.

Solusi sejati: manajemen perilaku

Solusinya jelas: manajemen perilaku. Memang tidak mudah. Mengendalikan perilaku adalah hakikat kemanusiaan. Setiap manusia punya pilihan terhadap perilakunya. Mereka bebas berperilaku apa saja lengkap dengan konsekuensi.

Perilakau yang tepat oleh umat manusia maka pandemi usai.

Covid berbeda dengan ular yang bisa mengejar. Bebeda dengan harimau yang bisa menerkam. Covid tidak bisa apa-apa. Hanya bisa mengikuti perilaku manusia.

Maka mari kendalikan perilaku, hadapi pandemi agar usai, dan selamatkan ekonomi dari resesi.

Bagaimana menurut Anda?

Sehat Pandemi

Olah raga teratur di masa pandemi untuk tetap jaga kesehatan. Semoga sehat untuk kita semua.

Olah raganya memang menyehatkan tetapi kumpul-kumpul bersama teman-teman bisa resiko penyebaran covid-19. Sempat diberitakan nakes hobi olah raga gowes jadi sehat. Tapi puluhan orang gowes tertular covid. Tetap hati-hati.

Di sana…!

Kami menemukan tempat olah raga yang menyehatkan dan aman.

Di sekitar kebun teh di kaki gunung Tangkuban Parahu. Tempatnya indah, sejuk, damai, luas bagai tanpa batas.

Kami memulai olah raga dengan jogging di jalan dekat kebun teh. Kadang masuk ke sela-sela kebun teh. Sungguh bahagia.

Plus dekat kebun teh tersedia lapangan sepak bola. Sepi pula. Maka aman-aman saja untuk main sepak bola. Hanya saja anggota tim kami lebih dari 50% adalah perempuan. Tampaknya tidak terlalu cocok sepak bola.

Untungnya kami sudah membawa raket lengkap dengan kock. Maka kami bergembira main badminton di suasana kebun teh nan sejuk itu.

Olah raga yang menyehatkan dan membuat ketagihan.

Habis olah raga menikmati jagung bakar, pisang keju, kopi susu, mi rebus dan lain-lain. Anehnya kami tidak minum teh di kebun teh! Kok bisa!?

Bagaimana menurut Anda?

Ketimpangan Kekayaan Parah

Ketimpangan di dunia makin parah. Di Indonesia juga. Meski rata-rata kesejahteraan meningkat tapi kesenjangan makin melebar. Itu berbahaya. Kita butuh solusi.

Di negara maju semacam Amerika berulang kali terjadi ketimpangan. Hal ini wajar terjadi karena adanya orang-orang super kaya baru. Misal kekayaan perusahaan Apple tentu menyebabkan ketimpangan. Begitu juga Amazon, Google, Facebook, dan lain-lain. Timpang karena ada nilai tambah baru yang melonjak dari usaha nyata.

Indonesia berbeda. Ketimpangan terjadi karena orang lama yang sudah kaya makin kaya. Memiliki modal besar, akses finansial, kedekatan dengan kekuasaan, upah buruh murah, keringanan pajak, berlimpah warisan, dan lain-lain.

Indeks (rasio) Gini G = 0,833 itu besar sekali. Setara dengan nilai ketimpangan n = 10,97 (atau bulatkan n = 10, lebih sopan dan optimis). Bahkan saya mengalami kesulitaan untuk melakukan simulasi dengan nilai ketimpangan yang terlalu besar itu.

OECD sudah menyatakan resiko dari ketimpangan bila tidak segera ditemukan solusi. PBB sudah bergerak dengan menetapkan SDG untuk mengatasi ketimpangan. Secara nasional, Indonesia perlu bergerak cepat dan efektif menemukan solusi ketimpangan.

Sedikit ilustrasi

Perlu dibedakan nilai ketimpangan kekayaan (wealth) dengan nilai ketimpangan pendapatan (income atau consumption). Nilai ketimpangan kekayaan Indonesia n = 10 (G = 0,833) sedangkan nilai ketimpangan pendapatan n = 2,23 (G = 0,38).

Jadi kekayaan jauh lebih timpang dari pendapatan.

Karena n = 10 maka bersesuaian dengan polinom pangkat 10.

Sehingga 25% rakyat termiskin memiliki kekayaan,

4^(1-10) = 4/(1 juta)

= 1/4 juta dari rata-rata kekayaan populasi

Ilustrasinya adalah bila rata-rata kekayaan orang Indonesia adalah 1 juta rupiah maka orang termiskin memiliki kekayaan 4 perak saja. (Bukan 4 ribu rupiah ya).

Ada data bahwa orang Indonesia dewasa rata-rata punya kekayaan 128 juta rupiah. Maka 25% orang termiskin di Indonesia memiliki kekayaan,

= 128 juta / (1/4 juta) = 500 rupiah

Sekali lagi kekayaan orang miskin adalah 500 rupiah bukan 500 ribu rupiah.

Sedangkan orang terkaya di Indonesia memiliki kekayaan berlimpah.

Jelas saja kita benar-benar membutuhkan solusi mengatasi ketimpangan kekayaan. Salah satunya dengan meningkatkan kapasitas dan kekayaan rakyat yang termiskin.

Bagaimana menurut Anda?

Vietnam Jadi Zona Merah, Indonesia?

Vietnam menjadi negara paling hebat di dunia. Tidak ada warga Vietnam yang meninggal karena covid-19. Padahal Vietnam berpenduduk 95 juta orang. Jauh lebih besar dari Malaysia, Singapura, dan Brunei bila digabungkan. Tapi keperkasaan Vietnam harus tumbang jelang memasuki Agustus 2020.

Tepatnya 31 Juli 2020 ada kasus pertama meninggal karena covid-19.

Bukan hanya itu. Vietnam dari zona hijau kini tergeser masuk zona merah.

Sementara Indonesia tetap konsisten di zona merah dari awal sampai akhir-akhir ini. Semoga Indonesia bisa membalik situasi menjadi hijau.

Lonjakan kasus di Vietnam ini jauh lebih besar dari gelombang pertama. Bila di Maret dan Mei lonjakan maksimal 15 kasus dalam 1 hari maka di Agustus ini melonjak lebih dari 40 kasus dalam 1 hari.

Maka timbul pertanyaan: jika negara seaman dan sedisiplin Vietnam kasus bisa melonjak lebih tinggi dari yang awal maka bagaimana dengan negara yang bebas demokratis seperti di Indonesia?

Kabar baiknya: tidak pernah ada lonjakan kasus baru di Indonesia. Kita hanya konsisten naik, seperti saya sebut di awal. Hanya pernah 1 kali melonjak ketika Secapa mengumumkan seribuan kasus baru di lingkungan terbatas saja.

Solusi terbaik untuk menghadapi pandemi: manajemen perilaku. Bisa dilakukan oleh setiap warga. Dipimpin untuk pemimpin daerah dan nasional. Berbekal alat yang ada.

Bagaimana menurut Anda?