Featured

Media Berbagi

Banyak berbagi ilmu jiwa makin bersinar.

— PamanAPiQ.com

Matematika asyik adalah cahaya peradaban. Nyalakan rasa penasaran pada generasi muda. Mari bangkit bersama!

Berbagi trik sukses jadi youtuber positif. Hanya berbekal hp kita bisa meraih sukses menjadi youtuber edukasi. Paman apiq setiap hari berbagi melakui live youtube.com/pamanapiq .

Berbagi bimbel gratis terbuka untuk semua siswa SD SMP SMA bahkan untuk yang berminat CPNS. Silakan donlot free apk myapiq di bit.ly/myapiq .

Mana mungkin 2 + 2 = 5?
Bukankah 4?
Dan masih banyak trik menarik lainnya.

Selalu berbagi melalui:

web pamanapiq.com, canel youtube.com/pamanapiq, dan apk free bit.ly/myapiq .

Ayo… berbagi untuk negeri…!

Matematika Memudahkan Angsuran

Jaman milenial. Angsuran dengan bunga 0%. Kok bisa ya? Namanya juga milenial.

Harga sebuah hp adalah 2 160 000 akan diangsur 12 kali maka berapa besar 1 kali angsuran?

Matematika memudahkan dalam menghitung angsuran. Pedagang sedang membuka hp. Memilih kalkulator. Tekan tombol ini itu. Bahkan dengan ragu.

Tapi kita sudah tahu.

12 x 18 = 216

Maka angsurannya adalah 180 000. (Selesai).

Bagaimana cara menghitung cepatnya? Silakan ikuti video paman apiq secara lengkap di bawah ini.

12 x 18 =

1 x 2 = 2
2 x 8 = 16

Maka 216.

Bagaimana menurut Anda?

Negara Kaya Rakyat Miskin

Apa bisa begitu? Bisa saja. Apa Indonesia termasuk negara miskin? Tidak. Kita termasuk negara berkembang. Bukan negara miskin.

Tapi rakyat Indonesia banyak yang miskin. Tidak juga. Tahun lalu angka kemiskinan Indonesia bergeser jadi hanya 1 digit. Di bawah 10%. Estimasi penduduk Indonesia 270 juta jiwa maka ada orang miskin sebanyak 27 juta orang penduduk Indonesia. Hampir 5 kali lipat dari total seluruh penduduk Singapura.

Singapura negara kecil wilayahnya. Penduduk hanya 5 juta lebih sedikit. Kekayaan tidak lebih banyak dari Indonesia. Tetapi termasuk negara kaya dan maju di dekat Indonesia.

Saya optimis Indonesia bakal jadi negara kaya dengan rakyat kaya.

  1. Sumber daya alam Indonesia berlimpah. Sebut saja Natuna yang membuat negara tetangga ingin memilikinya. Freeport perlu trilyunan untuk kembali ke pangkuan ibu pertiwi. Dan masih banyak lagi.
  2. Sumber daya manusia berlimpah dan cerdas. Sudah jadi cerita umum ketika anak Indonesia kuliah di luar negeri mereka berhasil menjadi lulusan terbaik. Olimpiade sains, matematika, IT dan lain-lain kita sering juara.
  3. Bonus generasi milenial dan demografi. Sekitar tahun 2020 sampai 2045 kita dapat bonus demografi di mana penduduk dengan usia produktif lebih banyak dua kali lipat dari yang tidak usia produktif. Plus sebagian besar generasi muda kita adalah generasi milenial.
  4. Teruji bidang digital. Kita memiliki raksasa bisnis digital sebagai unicorn semisal gojek, bukalapak, tokopedia, dan lain-lain. Sukses bisnis digital menambah optimisme untuk menjadi negara maju.
  5. Demokrasi yang teruji. Naik turun demokrasi telah kita lalui sampai reformasi.

Dengan optimisme di atas dan masih banyak lagi lainnya mestinya Indonesia bisa jadi negara kaya dan rakyat kaya. Bisakah jadi negara kaya rakyat miskin? Ada sesuatu yang salah bila terjadi.

Ayo saling membantu untuk dukung Indonesia jadi negara maju.

Bagaimana menurut Anda?

Youtuber Mudah Presentasi

“Siapa yang pernah nonton youtube?” Semua siswa tunjuk jari.

“Siapa yang punya canel youtube?” Hampir semua siswa tunjuk jari.

“Siapa yang subscribernya lebih dari 5?” Hanya sedikit siswa yang tunjuk jari. Sambil mereka tengok ke teman-temannya. Angka 5 subscriber ini penting. Karena keluarga dengan 2 anak tambah ibu dan bapak hanya 4 orang. Tidak cukup untuk 5 subscriber.

“Siapa subscribernya lebih dari 100?” Para siswa saling berpandangan saja.

“Saya, paman apiq, adalah seorang youtuber.”

“Wow…!” para siswa terpana.

“Subscriber saya ada 360 ribu.” Mendadak para siswa tepuk tangan.

Saat itu saya sebagai guest teacher bidang matematika. Maka saya ceritakan bahwa saya adalah youtuber spesialis mengajar matematika asyik.

Saya tunjukkan beberapa video di youtube saya. Para siswa antusias.

Saya lanjutkan dengan video perkalian makin asyik.

Sebagai youtuber jadi lebih mudah berpresentasi. Cukup tunjukkan video-video kita di youtube. Asyik!

  1. Menunjukkan video di youtube menjadi mudah karena tersedia jaringan internet hampir di setiap tempat belajar.
  2. Video yang saya tunjukkan adalah video saya. Sehingga menambah rasa spesial bagi para pendengar.
  3. Youtuber saat ini sedang naik daun. Apalagi dengan konten positif.

Bagaimana menurut Anda?

Tidak Dibayar Dolar Tetap Ngajar

Apakah Anda tetap mau ngajar bila tidak dibayar dolar?

Pertanyaan ini muncul lagi. Ketika saya lihat wawancara seorang atlet. “Aku melakukan ini karena cinta. Tak peduli apa pun, karena cinta.”

Awalnya saya tertarik dengan matematika. Lalu tertarik mengajar matematika. Ke teman-teman sekolah. Waktu itu, SD, SMP, SMA. Tentu tidak dibayar. Apalagi dibayar dolar.

Lalu saya mulai sadar. Matematika adalah jalan keluar. Meski seorang bocah terlahir miskin. Dia tetap bisa belajar matematika. Sekolah dengan baik. Dapat pendidikan baik. Nasibnya dan keluarganya jadi lebih baik.

Maka saya makin semangat belajar dan mengajar matematika.

Lebih jauh banyak penelitian menunjukkan bukti. Negara maju perlu pendidikan matematika bermutu. Untuk seluruh warga negara.

Semangat pribadi mengajar matematika meluas. Menjadi semangat untuk negeri.

Di era milenial, mengajar bisa cara online. Melalui canel youtube paman apiq.

Tahun 2008 saya mulai mengajar melalui youtube. Tentu tidak ada dolar. Sama sekali. Bahkan di seluruh dunia. Memang youtube tidak ada dolar. Waktu itu.

Jadi tanpa ada dolar saya sudah mengajar matematika. Maka meski saat ini youtube ada dolar saya tetap mengajar matematika.

Hanya saja tugas saya bertambah.

  1. Mengajar matematika. Untuk matematika dasar: TK SD SMP SMA Unversitas dan guru.
  2. Sambil mengajar atur strategi agar maksimal efek samping berupa dolar.
  3. Mengajar lebih luas karena youtube. Siswa berasal dari Jawa, Sumatera, Papua, Hongkong, Arab, Israel, dan Amerika.

Bagaimana menurut Anda?

Padat Karya Digital

Lapangan kerja. Siapapun presidennya maka harus menciptakan lapangan kerja. Menambah lapangan kerja. Membuka lapangan kerja.

Dulu kita kenal padat karya. Pekerjaan yang menyerap banyak tenaga kerja.

Jaman milenial kita perlu punya padat karya digital. Menyerap banyak tenaga kerja melalui teknologi digital.

Bukan omong kosong. Kita sudah memulainya. Hanya perlu penguatan. Dan arah yang tepat.

Kita punya gojek, bukalapak, tokopedia, dan lain-lain. Telah membuka lapangan kerja baru. (Tapi juga menggerus lapangan kerja lama).

Kita butuh lebih banyak lagi lapangan kerja digital baru. Agar lapangan kerja yang tercipta lebih banyak dari lapangan kerja yang sirna.

Saya sendiri mengusulkan program “edutuber nasional”. Menciptakan lapangan kerja digital bidang edukasi.

  1. Seorang calon pengajar memperoleh support digital berupa ribuan video materi belajar matematika apiq misalnya. Bisa juga materi bahasa Inggris.
  2. Calon pengajar berlatih dari bahan digital.
  3. Sesekali calon pengajar ini berlatih dengan pembimbing dengan cara tatap muka langsung.
  4. Calon pengajar siap mengajar.
  5. Calon pengajar mencari siswa yang membutuhkan jasanya.
  6. Pengajar memperoleh penghasilan dari biaya belajar siswa.
  7. Pengajar aktif dengan membuat konten digital baru di edutuber nasional.
  8. Pengajar memperoleh bimbingan online terus menerus dan berbagi pengalaman ke seluruh pengajar di jaringan edutuber.
  9. Pengajar memperoleh tambahan penghasilan dari konten digital edukasi yang dibuatnya.

Semua program edutuber ini mudah dilaksanakan. Hanya membutuhkan jaringan internet dan handphone android biasa.

Hitungan sederhana saya, program edutuber menyerap 500 ribu tenaga kerja. Itu baru bidang matematika. Bidang bahasa Inggris barangkali lebih besar lagi. Bidang sains juga bagus.

Bagaimana menurut Anda?

Bahagia Derita youtuber

“Kami tidak berpikir untuk bahagia. Bahagia itu cengeng. Bahagia itu untuk orang lemah. Kami adalah pejuang. Tidak pernah lelah berjuang. Tidak butuh bahagia.”

Saya sempat sulit memahami apa maksudnya.

Bahagia adalah tujuan setiap orang. Bahagia dunia akhirat. Anda berjuang dengan tujuan bahagia. Memberi bahagia keluarga, masyarakat, juga pribadi.

Bahagia beda dengan bersenang-senang. Beda dengan foya-foya. Beda dengan gemerlap. Bahagia adalah kondisi jiwa tenang, damai, maju, dan bertumbuh dalam kebenaran.

Sebagai youtuber maka Anda mudah bahagia. Tapi mudah menderita pula.

Seorang youtuber terkenal dikabarkan sempat mau bunuh diri. Ngeri! Beberapa orang tidak nyaman sebagai youtuber. Dia merasa dikejar-kejar waktu harus produksi video ini itu sesuai permintaan subscriber. Hidup menjadi tidak tenang.

Sungguh menderita jadi youtuber.

Tapi situasi bisa kita balik total.

Sungguh bahagia jadi youtuber.

Youtuber bisa membuat video yang berdampak positif bagi masyarakat luas. Video bisa ditonton satu negara bahkan seluruh dunia. Bikin videonya bisa kapan saja. Bisa pagi, siang, sore, atau malam hari. Boleh bikin banyak video. Boleh tidak bikin video sama sekali.

Agar jadi youtuber bahagia pertimbangkan beberapa hal ini.

  1. Buat video yang berdampak positif.
  2. Buat video dengan cara positif – tidak melanggar hak cipta.
  3. Buat video sesuaikan dengan waktu dan sumber daya.
  4. Terima komen penonton secara positif.
  5. Jika komen terasa mengganggu maka tutup komen: aman.
  6. Penghasilan dolar anggap sebagai bonus.
  7. Bila dolar jadi utama maka pertimbangkan lebih luas.

Saya akan membahas masing-masing poin di atas pada tulisan selanjutnya. Semoga jadi youtuber adalah jalan bahagia Anda.

Bagaimana menurut Anda?

Menipu dengan Matematika Statistik: Lebih Asyik

Apakah bisa menipu dengan matematika? Bisa.

Apakah bisa berbohong dengan statistik? Tentu.

“80% penduduk Indonesia senang membaca buku.”

Wow…hasil riset yang luar biasa. Penduduk Indonesia banyak sekali, lebih dari setengah, suka membaca buku. Maka Indonesia akan segera menjadi negara maju.

Apakah data 80% di atas adalah tipuan belaka? Bukan tipuan. Tapi statistik sederhana akan mudah menanyakan data riset lebih lengkapnya bagaimana?

“95% penduduk Indonesia tidak pernah membaca buku dalam 5 tahun terakhir.”

Meski senang membaca buku tapi mereka tidak pernah membaca buku. Tidak sehebat yang kita kira. (Data di atas hanya misal sebagai contoh saja.)

Investasi bodong dengan mudah kita uji dengan statistik sederhana. “Joni bergabung dengan investasi 3 juta rupiah penghasilan tiap bulannya 35 juta rupiah.” Wow… luar biasa!

Pertanyaan sederhana: berapa orang yang sukses seperti Joni?

Ada 3 orang yang sukses seperti Joni dari 3 juta anggota.

Tidak hebat lagi!

Matematika dasar:

2 + 2 = 5

Tidak mungkin. Bila ini terjadi pasti ada sesuatu yang berbeda dari definisi pada umumnya. Lihat di video saya ini lebih lengkapnya.

Berbohong dengan matematika memang bisa. Dengan statistik makin asyik. Tapi semua kebohongan itu mudah dibongkar dengan matematika statistik dasar.

Barangkali lebih mudah menipu dengan memainkan emosi orang. Menjanjikan uang besar. Jabatan tinggi. Kenikmatan duniawi.

Bagaimana menurut Anda?

Murid Lebih Hebat dari Guru

Waktu itu guru SMP saya mengatakan, “Murid itu lebih hebat dari guru.”

“Kok bisa?” sebagai murid SMP kami tidak percaya.

“Guru butuh murid untuk bisa mengajar. Tapi murid bisa belajar tanpa guru. Hebat murid kan?”

Benar juga. Murid lebih hebat.

Tapi kini kita punya mendikbud Mas Nadiem yang hebat. Yang bisa saja membuat guru jadi lebih hebat.

  1. Jaman milenial kita masuk jaman digital. Siswa bisa belajar dari mana saja melalui internet. Guru di jaman milenial juga bisa mengajar kapan saja di mana saja.
  2. Guru bisa jadi guru digital. Guru mengajar melalui internet. Guru bisa mengajar melalui youtube. Maka jadi guru youtuber: edutuber.
  3. Edutuber bisa mengajar tidak butuh murid lagi.
  4. Edutuber bisa mengajar satu murid tapi di saat yang sama bisa mengajar sepuluh ribu murid. Bahkan sebagian video edukasi saya sudah ditonton lebih dari 2 juta vies murid.
  5. Edutuber mengajar melalui video hari ini. Dan masih bisa dipelajari hari besok, minggu depan, bahkan bertahun-tahun ke depan. Video edukasi saya yang sudah saya unggah 10 tahun lalu tetap bisa dipelajari sampai sekarang. Murid tetap bisa berkomentar tanya jawab ke video dengan saya meski sudah berlalu 10 tahun.

Akankah mas Menteri menciptakan sebuah terobosan digital untuk pendidikan? Semoga benar ada terobosan!

Yang menarik dari edutuber adalah edukasi dampak sosial dan finansial. Guru bebagi ilmu. Saat yang sama ada penghasilan dolar.

Bagaimana menurut Anda?

Youtuber Rugi Besar

Mengapa?

Tapi banyak orang jadi youtuber. Bertambah terus jumlah youtuber. Di Indonesia atau belahan dunia.

Jadi yuotuber memang bisa rugi besar karena beberapa hal.

  1. Tidak ada jaminan gaji. Beda dengan kerja di perusahaan dapat gaji tiap bulan. Youtuber tidak dapat gaji.
  2. Tidak ada sekolah youtuber. Beda dengan programer yang ada sekolahnya misal teknik informatika, teknik komputer, atau lainnya.
  3. Dikritik banyak orang. Beda dengan pegawai paling hanya ditegur satu atasan. Youtuber bisa ditegur oleh ribuan netizen atau jutaan bahkan.
  4. Tidak ada hari libur. Orang bisa libur weekend atau lebaran. Youtuber tetap produksi meski tanggal merah.
  5. Tidak ada jaminan masa depan. Memang ada yang bisa menjamin masa depan.

Kabar baiknya: pilihan ada di diri kita. Semua kerugian di atas bisa kita ubah jadi keuntungan.

  1. Tidak ada jaminan gaji. Memang kerja di mana pun bisa bangkrut sewaktu-waktu. Sebagai youtuber yang konsisten justru penghasilan bisa naik terus.
  2. Tidak ada sekolah youtuber. Karena siapa pun bisa jadi youtuber tanpa sekolah khusus. Anda bisa sukses apa pun pendidikan Anda.
  3. Dikritik banyak orang. Anggap saja dialog dengan netizen. Ambil sisi baiknya. Tinggalkan yang buruk. Semua dalam kendali.
  4. Tidak ada hari libur. Justru youtuber bisa libur kapan saja. Bisa kerja kapan saja. Selamat bergembira.
  5. Tidak ada jaminan masa depan. Benar ini. Tapi sejauh ini trend youtuber makin baik.

Kita masih bisa melanjutkan diskusi lebih banyak lagi. Yang paling penting adalah jadi youtuber adalah pilihan untuk hidup bahagia. Untuk ikut memberi bahagia penduduk dunia. Bagaimana menurut Anda?

Matematika Tidak Guna Kecuali untuk Suka Ria

Saya terpesona dengan sebuah tulisan di koran tahun 90an. Waktu itu saya masih mahasiswa ITB. Koran Republika itu membahas perkalian yang sangat mudah. Kok bisa semudah itu?

Tapi otak kritis seorang mahasiswa langsung berpikir, “Pasti ada kelemahan dari berhitung cepat ini.” Benar saja. Kelemahannya nyata. Hanya berlaku untuk satuan 5 saja. Untuk lainnya tidak bisa. Rasa terpesona saya berubah jadi kurang percaya.

Saya bukan mahasiswa biasa. Saya juga seorang guru. Maka saya mencoba mengenalkan cara berhitung cepat itu ke siswa-siswa. Luar biasa! Siswa-siswa menyukainya. Bahkan mereka jadi suka dengan matematika.

Matematika memang tidak berguna kecuali Anda ingin bersuka cita.

Bukan hanya masalah pada matematika. Secara luas berguna.

  1. Ketika jadi dosen saya mengajarkan ke mahasiswa bisnis: desain thinking. Mengutamakan kepentingan pengguna. Berpikir dari sudut pandang pelanggan. Memberikan yang paling dibutuhkan customer dengan tepat.
    Yang dibutuhkan siswa adalah matematika berhitung cepat. Siswa suka. Lalu mereka melanjutkan belajar matematika dengan beragam cara. Matematika yang sulitpun akhirnya mereka kejar.
  2. Google mengalahkan raksasa Yahoo dengan mengutamakan pengguna. Sudah jadi cerita lama. Google berusaha menemukan apa yang dicari pengguna internet. Cepat, tepat, di depan mata pengguna. Sementara Yahoo memberikan info apa yang dicari pengguna dengan syarat pengguna harus melihat-lihat produk Yahoo dulu. Google pemenangnya.
    Matematika mudah adalah yang dicari siswa. Video youtube saya paling laris adalah tentang matematika mudah. Kemudian siswa mendalami matematika sesuai kemampuan masing-masing di canel paman apiq.
  3. Gojek menyalip transportasi bukan online. Pengguna perlu layanan ojek yang cepat. Jelas tarifnya. Maka gojek memberikan yang diperlukan pengguna ojek. Ditambah dengan harga murah – promosi. Kita tahu kisah sukses gojek.

Quantum Teaching mengingatkan, “Dari dunia mereka ke dunia kita.” Pikirkan dunia siswa. Apa yang mereka inginkan. Sampaikan materi pelajaran sesuai dunia mereka. Ijinkan siswa menikmati petualangan belajar.

Semoga membawa kemajuan untuk Indonesia.

Bagaimana menurut Anda?