Andalan

Media Berbagi

Klik gambar untuk lebih detil

Banyak berbagi ilmu jiwa makin bersinar.

— PamanAPiQ.com

Matematika asyik adalah cahaya peradaban. Nyalakan rasa penasaran pada generasi muda. Mari bangkit bersama!

Berbagi trik sukses jadi youtuber positif. Hanya berbekal hp kita bisa meraih sukses menjadi youtuber edukasi. Paman apiq setiap hari berbagi melakui live youtube.com/pamanapiq .

Berbagi bimbel gratis terbuka untuk semua siswa SD SMP SMA bahkan untuk yang berminat CPNS. Silakan donlot free apk myapiq di bit.ly/myapiq .

Mana mungkin 2 + 2 = 5?
Bukankah 4?
Dan masih banyak trik menarik lainnya.

Selalu berbagi melalui:

web pamanapiq.com, canel youtube.com/pamanapiq, dan apk free bit.ly/myapiq .

Ayo… berbagi untuk negeri…!

Simple Philosophy – Filsafat Sederhana

Filsafat sudah mati menjelang tahun 2000. Sampai kini masih tetap mati. Apakah bisa hidup kembali?

Mati lalu hidup kembali adalah hal wajar di dunia filsafat dan keilmuan pada umumnya. Ribuan tahun lalu filsafat sudah mati dihajar kaum skeptis. Lalu hidup lagi oleh Socrates – Plato – Aristoteles. Kemudian mati lagi dan hidup lagi di tangan Al Farabi – Ibnu Sina – Ibnu Rusyd.

Tentu saja mati lagi dan terjaga lagi di era Descartes – renaisans – modernis.

Dan sekarang mati lagi di tangan para postmodernis.

Drawing of a bearded man in Arabic garb
Averrous

Kita sedang menantikan kelahiran kembali filsafat setelah melewati tahun 2000. Pun setelah mengalami pandemi covid-19.

Sedikit catatan, apa yang saya ceritakan di atas adalah sedikit sudut pandang sejarah filsafat. Sudut pandang yang lain bisa saja berbeda.

Misalnya filsafat islam ketika dianggap banyak orang sudah terhenti dengan meninggalnya Averrous (Ibnu Rusyd) pada abad ke 12 M yang terjadi justru sebaliknya.

Filsafat islam tumbuh pesat dengan karakter khas islam dimulai pada pada abad ke 12 M.

Sebut saja filsafat illuminasi dengan tokoh utama Suhrawardi hidup pada tahun 1154 – 1191. Sejaman dengan Averrous tapi luput dari kajian sarjana barat barangkali karena karya filsafat Suhrawardi yang begitu berbeda dengan sebelum-sebelumnya. Tetapi di jaman kontemporer ini, pendekatan Suhrawardi, hikmah Al Isyraq kembali banyak digandrungi.

Ibnu Arabi adalah tokoh besar filsafat islam pada tahun 1165 – 1240. Pernah bertemu dengan Averrous dan hidup sampai sekitar 50 tahun kemudian setelah wafatnya Averrous. Lagi-lagi filsafat Ibnu Arabi begitu besar, komplek, sintesa dengan mistisisme bisa saja luput dari kajian sarjana pada umumnya. Di jaman ini berkembang lagi kajian tentang Ibnu Arabi.

Jalaluddin Rumi tokoh besar yang terkenal dengan sajak-sajak cinta. Hidup setelah masa Averrous (1207 – 1273) dan sejaman dengan Ibnu Arabi. Gaya filosofis Rumi justru mirip dengan posmodern dalam beberapa aspek. Serta mendahului Bergson membahas elan vital, cinta, berjarak 700 tahun sebelumnya.

Mulla Shadra puncak filsafat islam. Shadra berhasil men-sintesa-kan semua aliran filsafat pada jaman sebelumnya dan memperkaya dengan metode iluminasi irfan. Dari ajaran Plato – Aristoteles – Ibnu Sina – Suhrawardi – dan Ibnu Arabi. Shadra memperkuat eksistensialisme, berinovasi dengan tasykik (sistematis ambigu), dan gerak substansial. Semua problem filsafat paling sulit dipecahkan Shadra dengan apik yang hidup pada tahun 1571 – 1635 M. Hampir sejaman dengan Descartes dan Newton.

Saya bermaksud akan menulis serial filsafat sederhana, simple philospy, di sini.

Bagaimana menurut Anda?

Jogja Lebih Buruk dari Indonesia

Kita tetap semangat menghadapi berbagai situasi pandemi yang tidak pasti. Berbagai macam strategi terus kita kembangkan.

Sayangnya tidak selalu berhasil. Misal situasi Yogyakarta kini lebih buruk dari rata-rata situasi nasional.

Penambahan kasus baru DIY di kisaran 60 orang per hari pada akhir September 2020 ini. Sedangkan nasional sekitar 4000 orang. Bila kita bandingkan maka DIY mengambil porsi 1,5% yang terlalu besar. Maka itu lebih buruk.

Dari pengamatan Maret sampai Juli DIY hanya menyumpangkan sekitar 0,5% dari nasional. Kondisi yang bagus itu seharusnya dipertahankan. Diperbaiki. Dijadikan contoh penanganan covid untuk wilayah lain.

Tetapi dengan lonjakan seperti itu maka kita perlu strategi baru lagi untuk DIY.

Bagaimana menurut Anda?

Jebakan Penyederhanaan Kurikulum 2021

Usahan untuk menyederhanan kurikulum sudah makin kuat berkumandang beberapa tahun terakhir. Mas Mendikbud Nadiem pun menyambut hangat dengan program sosialisasi penyederhanaan kurikulum 21. Kita, sebagai warga negara yang baik, secara aktif ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa.

Kita perlu menghindari “kurikulum seluas samudera dengan kedalaman satu mili”.

Kurikulum 21 berpotensi terjebak ke samudera itu. Maka mari bersama-sama kita jaga demi kemajuan generasi masa depan.

1)Jebakan mata pelajran minimum

Istilah mata pelajaran minimum tampak keren. Tetapi ini jebakan serius.

Hebatnya Penyederhanaan Kurikulum 2021

Kabar gembira muncul dari kemendikbud, yang dipimpin Mas Menteri Nadiem, yaitu: kurikulum baru 2021 akan diluncurkan. Hebatnya kurikulum 2021 ini adalah lebih sederhana dari kurikulum 2013.

Kita perlu bersama-sama mendukung upaya untuk ikut serta mencerdaskan kehidupan berbangsa.

Pelajar Pancasila menjadi salah satu tema utama kurikulum 2021. Mempunyai karakter ideal belajar sepanjang hayat. Siap bersaing secara global di seluruh dunia. Pun mengamalkan Pancasila secara nyata.

Saat ini masih berlangsung program sosialisasi kurikulum 21 sehingga masyarakat bisa ikut memberikan sumbangsih ide dan perbaikan. Kemendikbud sendiri terbuka dengan berbagai macam masukan.

Keberatan

Salah satu respon yang sudah masuk adalah adanya keberatan dengan dihapusnya pelajaran sejarah tingkat SMA. Dari semula pelajaran wajib menjadi pelajaran pilihan untuk siswa kelas 11 dan 12 SMA saja. Sementara siswa kelas 10 SMA tidak belajar sejarah.

Resiko Gagal

Kurikulum 2021 ini pun beresiko gagal. Pertama, persiapan guru sebagai ujung tombak pendidikan perlu proses dan waktu yang memadai. Apalagi guru dituntut makin kreatif dan tanggung jawab.

Kedua, kurikulum 21 menggunakan istilah sebagai kurikulum minimum. Sementara batas maksimum tidak ada. Maka resiko siswa-siswa dijejali kurikulum berlebih bisa terjadi. Makin berat kurikulum dinggap lebih baik. Siswa SMP bisa saja diberikan beban pelajaran SMA. Resiko siswa stress tentu bahaya. Atau siswa muak dengan sekolah justru menolak belajar sepanjang hayat.

Ketiga, dan lain-lain.

Kabar baiknya tetap ada solusi untuk mengatasi beragam masalah di atas.

Bagaimana menurut Anda?

Bagi yang berminat file pdf sosialisasi penyederhanaan kurikulum dapat mencari di internet atau silakan donlot di bawah ini.

Teori Evolusi: Kritik vs Apresiasi

Teori evolusi menggemparkan dunia sejak awal muncul. Bagi pendukung, teori evolusi adalah kemajuan paling hebat dari sain. Tapi bagi yang menolak, teori evolusi adalah teori sesat tanpa dasar ilmiah. Dan jelas-jelas bertentangan dengan ajaran agama.

Saya ingin mencatat beberapa kritik dan apresiasi terhadap teori evolusi. Sedapat mungkin mengkaji dari sudut pandang sain. Di beberapa tempat tentu kita perlu mempertimbangkan pandangan metafisika dan agama.

Universal Darwinism - Wikipedia

1)Teori Evolusi berdampak revolusi

Orang mengakui bahwa Darwin adalah peneliti paling sukses merumuskan teori evolusi. Dampaknya revolusioner. Meski penelitian ilmiah Darwin fokus kepada evolusi biologis dampaknya meluas ke segala bidang: sosial, fisika, metafisika, agama dan lain-lain.

Lebih hebat lagi, teori evolusi dilawankan dengan ajaran agama. Salah satu dari mereka harus salah. Bila agama benar maka teori evolusi harus salah. Pun sebaliknya, bila teori evolusi benar maka agama salah.

Meski ada yang mencoba mengambil jalan tengah tampaknya jalan tengah di sini benar-benar jalan sempit.

Untuk sementara, pendekatan ilmiah terbukti makin diterima masyarakat luas. Maka bisa dibilang teori evolusi sedang lebih unggul.

2)Darwin bukan penemu pertama evolusi

Darwin memang paling hebat. Tapi dia bukan penemu pertama teori evolusi. Beberapa puluh tahun sebelum Darwin, teori evolusi sudah diusulkan oleh Lamarck. Sayang teori Lamarck terbukti salah maka harus ditolak. Digantikan oleh Darwin.

Pun 200 tahun sebelum Darwin, teori evolusi sudah dirumuskan Mulla Shadra dari Persia. Shadra tidak membatasi evolusi hanya pada bidang biologis tetapi berlaku untuk seluruh alam semesta dengan konsep gerak substansial. Shadra tampak terinspirasi oleh filsuf Arab kelahiran Spanyol, Ibnu Arabi, sekitar 400 tahun sebelumnya. Ibnu Arabi juga membahas evolusi untuk seluruh alam raya.

Dari sisi ilmuwan empiris, teori evolusi sudah diusulkan oleh Ibnu Khaldun dalam bukunya yang terkenal Mukadimah, 500 tahun sebelum Darwin. Ibnu Khaldun melengkapi beberbagai macam metode ilmiah untuk mengurangi kesalahan dalam mengambil kesimpulan.

Ahli biologi abad ke-9 dari Timur Tengah, Al Jahiz, sudah menulis buku tentang hewan yang di dalamnya juga membahas teori evolusi untuk dunia binatang. Seribu tahun sebelum Darwin.

Bagaimana pun, Darwin tetap berhak menyandang sebagai penemu teori evolusi. Berbeda dengan filsuf dan ilmuwan sebelum-sebelumnya, Darwin melengkapi dengan data penelitian mahkluk hidup dan beberapa fosil. Serta memberikan penjelasan proses evolusi melalui: mutasi acak dan seleksi alam.

Dua ide tersebut, mutasi dan seleksi alam, terus berkembang sampai jaman kontemporer sekarang ini.

3)Teori Darwin direvisi sejak awal sampai akhir

Suci Manusiawi: Peradaban Berkelanjutan

Manusia mempunyai cita-cita luhur membangun peradaban berkelanjutan ke seluruh alam raya. Pembangunan, yang diharapkan makin beradab, acapkali justru menghancurkan keadaban manusiawi. Bahkan mengancam keberlangsungan alam semesta. Manusia membutuhkan suatu konsep untuk membangun masa depan yang adil, merata, dan berkesinambungan dimulai di masa kini.

A.Suci

Pertama, manusia perlu meyakini bahwa masing-masing kita punya misi suci hadir di bumi ini. Misi suci ini sudah banyak dituliskan di berbagai kitab suci dan ajaran-ajaran orang besar sejak jaman dahulu.

Bagi yang ingin merujuk ke selain ajaran agama maka bisa merujuk ke nilai-nilai universal kemanusiaan. Sudah diakui oleh banyak pemikir sepanjang jaman. Dari jaman sebelum Socrates sampai jaman sekarang ini.

B.Manusiawi

Bagaiamana pun suci dan baik di dunia ini perlu kita analisis secara manusiawi. Klaim baik dari satu pihak perlu dipertimbangkan dari ragam sudut yang berbeda. Bahkan jika klaim suci itu atas nama agama maka tetap perlu analisis detil manusiawi.

Klaim suci hanya sah sebagai awal ide. Kesimpulan akhir berdasar anlisis detil manusiawi.

C.Tujuan dalam proses

Suci mengacu pada tujuan. Tersebar merata ke selurh proses yang juga harus suci.

Ramalan Covid Indonesia

Apakah berdosa percaya ramalan?

Percaya itu hanya kepada Tuhan!

Bagaimana pun manusia belajar dari pengalaman. Mengantisipasi masa depan. Merencanakan yang terbaik. Mencegah hal-hal terburuk agar tidak terjadi.

A.Puncak pandemi Juli 2021

Berbulan-bulan lalu saya memprediksi bahwa puncak pandemi akan terjadi di bulan Juli – Agustus 2021 di Indonesia. Hal ini dengan asumsi terbentuk HI – herd immunity.

Grafik di atas saya buat bulan Juli 2020 yang memprediksi puncak pandemi akan terjadi sekitar Juli – Agustus 2021, tahun depan. Bila Januari berhasil produksi massal vaksin yang efektif maka grafik bisa bergeser.

Beberapa hari ini beberapa media memberitakan bahwa para pakar memprediksi puncak pandemi juga Juli 2021. Kok bisa ya?

B.Mencapai 176 ribu kasus pada 1 September 2020

Saya menhitung akan ada 176 ribu kasus pada 1 September 2020. Saya menyebut situasi ini dengan skenario buruk. Tampak hari ini benar-benar akan mencapai 176 ribu kasus ya?

Sepekan lalu saya optimis. Kasus positif baru 150 ribuan. Asumsi 2 ribu nambah tiap hari maka tidak akan mencapai 170 ribu di 1 September 2020.

Tetapi beberapa hari terakhir ini, kasus per hari bisa 3 ribuan. Mendadak di 31 Agustus sudah mencapai 174 ribu kasus. Maka 1 September 2020, kemungkinan besar, menembus 176 ribu kasus atau lebih.

Lengkap dengan prediksi yang masih aktif dirawat atau isolasi sebanyak 41.843 orang di 1 September. Catatan resmi 31 Agustus terdapat 41.120 kasus aktif. Mirip juga ya?

C.Solusi vaksin vs harapan palsu

Dalam model yang saya buat, vaksin berperan penting sebagai solusi pandemi. Tetapi selama vaksin belum ditemukan maka vaksin bisa menjadi sumber harapan palsu.

Kita perlu menempatkan vaksin sebagai harapan utama. Di saat yang sama kita menerapkan solusi manajemen prilaku dan inovasi meningkatkan angka kesembuhan.

Semoga pandemi segera dapat di atasi.

Bagaimana menurut Anda?

Nilai Ketimpangan Tenaga Kerja

Kita bercita-cita mewujudkan negara adil makmur. Pemerataan ke seluruh penjuru negeri. Kesejahteraan meningkat.

Tampaknya ini semua masih menjadi tantangan besar bagi kita semua. Nilai ketimpangan tenaga kerja di Indonesia sangat buruk atau timpang sekali. Tidak merata di berbagai provinsi.

Kabar baiknya, saat ini kita mendapatkan bonus demografi. Di mana jumlah orang pada usia produktif jauh lebih banyak dari orang pada usia non produktif. Di Indonesia ada hampir 200 juta orang pada usia produktif. Sedangkan usia tidak produktif kurang dari 100 juta orang.

Saya menganalisis data tenaga kerja terbitan BPS terbaru, Juli 2020.

1)Nilai ketimpangan n = 3,68 atau rasio Gini G = 0,57

Nilai ketimpangan n lebih dari dari 3 adalah sangat buruk. Sedangkan n provinsi-provinsi di Indonesia adalah 3,68. Yang berarti tenaga kerja di Indonesia timpang hanya ada di lokasi tertentu saja. Sementara provinsi lain tidak tersedia.

2)Hanya 2,4% untuk provinsi terkecil

Provinsi terkecil, 25% terkecil, hanya memperoleh 2,4% dari rata-rata tenaga kerja Indonesia. Dalam banyak hal, ini bisa saja menghambat lajunya pembangunan. Maka kita perlu mengembangkan beragam strategi.

3)Provinsi terbesar 261% tenaga kerja

Sebaliknya provinsi-provinsi terbesar, 25% terbesar, menikmati 261% dari rata-rata nasional. Di satu sisi ini menguntungkan provinsi besar dengan tersedianya banyak tenaga kerja. Tetapi jika skill yang dibutuhkan tidak sesuai ada resiko pengangguran dan ragam kosekuensinya.

Lagi-lagi kita memerlukan strategi pemerataan. Cukup menurunkan nilai ketimpangan dari n = 3,68 menjadi n = 2,00 maka itu sudah bagus.

4)Tingkat pengangguran merata dengan n = 1,4 atau G = 0,17

Tingkat pengangguran terbuka Indonesia senantiasa membaik. Persentasenya mengecil terus. Dan tingkat pengangguran ini merata di seluruh provinsi.

Sayangnya kondisi ini tidak bertahan ketika diterpa pandemi. Provinsi Bali adalah yang terbaik dengan tingkat pengangguran hanya 1,5%. Ketika pandemi covid datang, Provinsi Bali, yang mengandalkan wisata, paling besar terdampak.

Kita bisa banyak belajar dari Bali.

5)Bonus demografi kurang terdidik

Kabar gembira bonus demografi disusul dengan kabar sedih pandemi. Sekolah ditutup. Balai pelatihan diliburkan.

Banyak anak muda tidak sekolah tidak belajar. Resiko besar ada di depan mata Indonesia. Anak muda tidak terdidik.

Kemendikbud sudah merespon dengan baik. Menyarankan pembelajaran jarak jauh, daring, dan luring. Bagi-bagi kuota internet gratis senilai 9 T. Menyususun kurikulum darurat.

Bagaimana pun masih ada kekurangan di sana sini maka perlu kita perbaiki. Kita perlu memastikan bahwa anak-anak muda sebagai bonus demografi benar-benar mendapatkan pendidikan yang terbaik. Sehingga membawa kemajuan bersama.

Bagaimana menurut Anda?

Resesi Mudah Diatasi

Sulit dipercaya!

Dalam kondisi pandemi covid seperti sekarang, ancaman resesi ekonomi mudah saja untuk diatasi. Fokus hanya pada dua hal saja. Tingkatkan konsumsi rumah tangga dan investasi. Hasilnya pun tidak perlu terlalu tinggi. Cukup ekonomi tumbuh 0% saja, kuartal III, maka sudah tidak resesi sampai Maret 2021.

1.Tersedia Anggaran dan Strategi

Bu Menkeu dengan tegas sudah mengetahui strategi untuk mencegah resesi.

“Ia menyebut kontraksi pertumbuhan terbesar pada kuartal sebelumnya disumbang oleh sisi konsumsi dan investasi akibat pembatasan aktivitas selama pandemi virus corona.

Oleh karena itu, ‘jurus’ yang digunakan untuk menyelamatkan Indonesia dari resesi akan menyasar kedua komponen tersebut,” dikutip dari CNN Indonesia.

Hebatnya lagi Bu Menkeu benar-benar ahli untuk mendapatkan anggaran yang dibutuhkan. Lengkap sudah: anggaran tersedia dan strategi tepat sekali. Maka dari sini kita boleh optimis bahwa resesi tidak akan terjadi.

2.Resesi Makin Nyata

Tidak semua orang sepakat bahwa resesi bisa dihindari. Pak Menko Mahfud Md justru menyarankan untuk terbuka: resesi ekonomi bukan krisis ekonomi.

Dengan semangat dan bersatu kita cegah resesi. Toh seandainya resesi tetap terjadi, karena kita sudah di ambang resesi, itu bukanlah suatu krisis ekonomi. Resesi hanya data matematis yang menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi minus berturut-turut dalam 6 bulan (dua kuartal). Beda jauh dengan krisis ekonomi.

3.Solusi agar selamat dari resesi

Berikut saya coba rumuskan beberapa cara mengatasi resesi. Semoga bisa bermanfaat.

a) Perhitungan sederhana

Kuartal II, meski Indonesia minus 5,2% maka hanya perlu kuartal III 0% saja. Tetapi kuartal III sudah hampir berjalan 2 bulan: Juli dan Agustus. Asumsi dua bulan itu masing-masing minus 5% cukup berat untuk kompensasi September agar jadi 0%. Butuh tumbuh 10% di bulan September 2020 (yoy).

Akibatnya, Juli -5, Agustus, -5, dan September +10 total jadi 0%. Selamat dari resesi.

b)Tingkatkan konsumsi rumah tangga

Meningkatkan daya beli secara serempak dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Sedangkan ketimpangan ekonomi diyakini menghambat pertumbuhan.

Pemerintah perlu memicu daya beli masyarakat dengan menyalurkan bantuan tunai kepada 250 juta penduduk Indonesia sebesar 500 ribu rupiah per kepala. Total 250 juta orang x 500 ribu rupiah = 125 T rupiah saja.

Dampak ganda 500 ribu rupiah per kepala ini menggelindingkan roda ekonomi. Semua penerima diwajibkan membelanjakan semua dana yang diterima di awal September untuk konsumsi (plus dana lainnya bila ada).

Kita bisa membayangkan tukang bakso gerobak laris manis karena semua pelanggan setia bisa beli bakso seperti biasa. Tukang bakso belanja bahan ke pasar. Pedagang pasar laris pula seperti biasa. Roda ekonomi bangkit seperti biasa.

Tukang jualan mainan anak-anak yang menjerit selama masa pandemi bisa mulai tersenyum. Dagangan mainan anak laris manis dengan dijual keliling dari rumah ke rumah. Anak-anak bergembira bisa beli mainan dari uang yang tersedia. Bapak dan Ibunya ikut bahagia. Imunitas masyarakat meningkat.

Para pejabat dan presiden ikut bahagia. Indonesia bangkit kembali.

c)Pacu investasi

Sudah pasti pemerintah memacu investasi besar-besaran. Pihak swasta juga bergairah untu investasi di Indonesia yang terus menggeliat.

d)Mengentaskan kemiskinan otomatis

Kemiskinan di Indonesia menjadi 0%. Tidak ada orang miskin di Indonesia saat itu.

BPS menetapkan, “Garis Kemiskinan pada Maret 2020 tercatat sebesar Rp454.652,-/ kapita/bulan.”

Ada 26 juta penduduk Indonesia di bawah garis kemiskinan. Dengan bantuan tunai 500 ribu per bulan maka mereka terentas dari kemiskinan secara otomatis.

Karena bantuan mencakup 250 juta penduduk maka hampir semua penduduk dapat bagian. Barangkali bisa dikecualikan sedikit orang meliputi pejabat dan orang supe kaya yang tidak dapat bantuan tunai. Toh apa artinya 500 ribu rupiah bagi pejabat dan orang spuer kaya? Tapi 500 ribu sudah berhasil mengangkat si miskin dari jurang kemiskinan.

e)Resiko terburuk

Resiko terburuk adalah tidak terjadi peningkatan ekonomi padahal pemerintah sudah mengetaskan kemiskinan seluruh penduduk Indonesia. Kemiskinan sudah terhapus dari bumi pertiwi.

Seandainya resiko ini terjadi maka ini adalah resiko terburuk yang paling baik sepanjang sejarah.

Penutup

Strategi seperti di atas perlu segera dilakukan karena kita hanya punya sisa waktu bulan September saja untuk mencegah resesi.

Beberapa program pendukung tentu bisa kita kembangkan. Misal pendanaan 500 ribu per bulan direncanakan dalam jangka waktu 3 bulan. Barang siapa sudah membelanjakan 500 ribu sebelum pertengahan September maka akan dikirim 500 ribu berikutnya pada tanggal 20 September. Rakyat berlomba-lomba meningkatkan konsumsi – memang tersedia dananya.

Penyaluran dana total 125 T ini perlu dikawal KPK untuk menjaga kelancaran. Data penerima bantuan pun mudah didapat karena mencakup hampir seluruh penduduk Indonesia atau bisa saja diperluas untuk seluruh penduduk Indonesia.

Roda ekonomi Indonesia akan berputar dengan cepat dan majulah Indonesia!

Bagaimana menurut Anda?

Mas Nadiem Bagi-bagi 9 Trilyun

Berita gembira. Mas Nadiem bagi-bagi kuota internet total 9 trilyun rupiah untuk siswa, mahasiswa, dan guru dosen di seluruh Indonesia.

Saya mengapresiasi gerak cepat Mas Nadiem. Juga apresiasi kepada Bu Menkeu Sri yang berhasil mengalokasikan dana sebesar itu ke kemendikbud. Maka sebagai masyarakat kita perlu gotong-royong untuk ikut serta mensukseskan program yang bagus dari kementrian.

1)Pemerataan ke pelosok negeri

Indonesia tidak merata. Akses internet di Indonesia sangat timpang. Terjadi kesenjangan parah. Saya sudah menghitung nilai ketimpangan indonesia n lebih besar dari 3. Sangat buruk.

Mas Nadiem punya peluang menyalurkan 9 T ini untuk meng-kompensasi nilai ketimpangan. Dengan mengutamakan siswa yang kesulitan akses internet maka ketimpangan akan berkurang. Kondisi menjadi lebih baik.

Resiko terjadi bila penyaluran disalurkan dengan sama besar maka yang terjadi adalah memperkuat ketimpangan itu. Karena sebagian besar pengguna kuota berada di kota. Maka kota makin jauh meninggalkan pinggiran.

Saya yakin Mas Nadiem punya solusi untuk ini.

2.Lebih dari kuota internet

Mas Nadiem adalah mendikbud maka beliau tentu fokus untuk menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas ke seluruh negeri. Bukan hanya fokus bagi-bagi 9 T. Urusan bagi-bagi kuota internet cukuplah jadi urusan provider internet.

Mendikbud perlu memastikan bahwa siswa dapat belajar lebih baik dengan tambahan dana 9 T. Misal daerah yang tidak ada akses internet menjadi bisa akses internet atau jaringan lokal semacam local area network.

Bisa saja dikembangkan jaringan lokal untuk ukuran sekecamatan atau kabupaten. Sehingga siswa-siswa dan guru-guru dapat berinteraksi dengan mudah.

Untuk membangun jaringan lokal ini barangkali bisa mengajak siswa-siswa SMK yang sudah memiliki profesionalisme di bidangnya. Penguatan program vokasi seiring sejalan.

Lebih menarik lagi bila untuk memproduksi konten edukasi mengajak siswa-siswa SMK jurusan multimedia, broadcasting, dan lain-lain untuk berperan serta aktif.

Jika untuk menjalankan pendidikan yang berkualitas di atas ternyata butuh lebih besar dari 9 T maka Mas Menteri bisa kontak lagi dengan Bu Menteri.

3.Pemerataan lebih luas

Masalah kesenjangan juga terjadi dalam akses energi listrik, kualitas guru, sarana, dan lain-lain. Saya berharap Mas Menteri dapat memanfaatkan momentum 9 T ini untuk mengatasi kesenjangan di atas.

Misal untuk sekolah yang belum tersedia akses jaringan listrik maka disiapkan pengembangan solar sel, atau pembangkit mikro atau lainnya. Lagi-lagi Mas Menteri bisa memobilisasi sumber daya SMK untuk mendukung ini. Tentu saja peran universitas sangat penting untuk hasil optimal.

Dan masih banyak lagi yang bisa kita lakukan untuk pendidikan Indonesia yang lebih baik.

Waspada

Beberapa resiko serius dapat terjadi dengan bagi-bagi 9 T oleh Mas Menteri. Misalnya, pertama, siswa menggunakan kuota internet justru untuk hal-hal negatif. Anak-anak milenial punya caranya sendiri untuk menerobos berbagai aturan. Berbagai macam pendekatan yang efektif untuk milenial bisa dikembangkan.

Kedua, dana 9 T makin memperkaya perusahaan provider internet. Tentu saja ini menguntungkan provider. Mendapat order 9 T begitu saja siapa yang tidak berminat? Barangkali Mas Menteri bisa kerja sama dengan KPK untuk memastikan berjalan dengan baik.

Ketiga, salah prioritas. Apakah prioritas utama pendidikan kita adalah kuota internet? Atau dana 9 T akan lebih baik bila digunakan memperbaiki pendidikan Indonesia yang tidak melulu urusan kuota internet? Mas Menteri dapat menjawab ini dengan kajian yang tepat.

Salah prioritas juga bisa terjadi lebih serius. Dari mana Bu Menkeu memperoleh dana 9 T ini?

Sedikit ilustrasi saya pernah dapat kabar bahwa SPP siswa SMA digratiskan. Dana SPP siswa SMA ini diperoleh dengan mengalihkan dana bantuan sosial untuk fakir miskin. Hal semacam ini bisa salah prioritas. Fakir miskin yang harusnya mendapat dana justru dipotong dibagikan untuk SPP SMA yang mungkin saja mereka orang-orang kaya.

Bu Menkeu tentu saja punya kajian dan dapat menjelaskan dengan baik sumber dana 9 T ini.

Dengan semangat, saling membantu, saling mengingatkan semoga kita semua bisa berkontribusi untuk memajukan pendidikan Indonesia.

Bagaimana menurut Anda?