Ekonomi Cinta

Setiap sisi kehidupan manusia adalah cinta. Setiap butir debu adalah debu cinta. Setiap hembusan nafas adalah nafas cinta. Ekonomi adalah ekonomi cinta.

Saya memberi uang kepada Rara yang cantik adalah ungkapan cinta. Saya mengasuh Rara sejak bayi adalah manifestasi cinta. Saya cinta Rara adalah ungkapan cinta. Rara telah menyemai cinta di hatiku bahkan ketika dia masih dalam kandungan istriku. Rara telah memberiku cinta dan aku membalasnya dengan cinta pula.

Semua transaksi adalah transaksi cinta.

Kita bisa menduga ekonomi cinta, bisa berbelok, menjadi ekonomi dusta. Menjadi ekonomi nafsu semata. Menjadi ekonomi serakah. Menjadi ekonomi mewah. Pada bagian ini, kita akan membahas ekonomi cinta yang dibelokkan menjadi ekonomi nafsu. Untuk kemudian, kita mencoba merumuskan beberapa solusi meluruskan kembali agar menjadi ekonomi cinta.

Ekonomi Libido Serakah

Lanjut ke Politisasi Cinta
Kembali ke Philosophy of Love

Diterbitkan oleh Paman APiQ

Lahir di Tulungagung. Hobi: baca filsafat, berlatih silat, nonton srimulat. Karena Srimulat jarang pentas, diganti dengan baca. Karena berlatih silat berbahaya, diganti badminton. Karena baca filsafat tidak ada masalah, ya lanjut saja. Menyelesaikan pendidikan tinggi di ITB (Institut Teknologi Bandung). Kini bersama keluarga tinggal di Bandung.

Ikuti Percakapan

2 Komentar

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: