Philosophy of Science: Paradox Filsafat Ilmu

Saat ini, ilmu pengetahuan makin maju, manusia makin makmur. Sementara, penderitaan ada di mana-mana. Teknologi makin menjangkau ke seluruh penjuru dunia. Manusia makin terjebak dalam sengsara. Ceramah agama bisa online kapan saja. Krisis moral tidak tampak mereda. Teknologi kedokteran makin canggih. Pandemi covid datang, tak ada yang sanggup menghadang. Paradox filsafat ilmu. Makin maju, makin …

Philosophy of Mathematics: Mengapa Belajar Matematika?

Pertanyaan sering muncul ke kita: mengapa belajar matematika? Yang lebih penting, justru, pertanyaan sebaliknya: mengapa tidak belajar matematika? Motivasi untuk belajar matematika sudah jelas: sukses pendidikan, sukses ekonomi, sukses kehidupan, dan lain-lain. Tetapi, memilih untuk tidak belajar matematika harus punya alasan yang jelas dan kuat. Salah memilih alasan, untuk tidak belajar matematika, bisa mengakibatkan kerugian …

Quantum Quotient: IQ, EQ, dan SQ Harmonis

Begitu cepat waktu berlalu. Sudah 20 tahun yang lalu, saya menulis buku Quantum Quotient. Terima kasih kepada seluruh masyarakat yang menyambut hangat buku Quantum Quotient saya itu. Sebagian besar tulisan buku Quantum Quotient, saya tulis di tahun 2000 dan 2001. Buku tersebut terbit pada tahun 2001. Menjadi best seller di berbagai toko buku, menjadi koleksi …

Lebih Kejam dari Politik: Bitpower

Barangkali kita sudah akrab dengan ungkapan politik itu kejam. Bitpower lebih kejam dari politik. Apa itu bitpower? Bitpower adalah kekuatan yang luar biasa dahsyat. Kita akan membandingkan dengan istilah bigpower dan biopower agar lebih jelas makna bitpower. Tentu saja bitpower punya dua sisi. Positif dan negatif. Sisi negatif bitpower lebih kejam dari politik itu sendiri. …

Nihilisme: Antara Aku, Kau, dan Dia

Nihilisme mewabah dunia. Nietzsche memprediksi bahwa abad 20 dan abad 21 akan penuh nihilisme. Sedangkan Heidegger menilai nihilisme sebagai puncak pemahaman kemanusiaan. Lyotard menolak total meta-narasi. Lyotard dianggap, oleh banyak orang, sebagai pelopor nihilisme era postmodern. Nihilisme sendiri beragam, tidak tunggal. Ada nihilisme pesimis ekstrim yang menyatakan bahwa semua yang ada di dunia ini tidak …

Weak Thought Vs Strong Value

Apa saja yang kita pikirkan bisa saja salah. Karena pikiran memang lemah. Tetapi, apa saja yang kita pikirkan pasti bernilai. Karena nilai memang kuat, bahkan sangat kuat. Pikiran kita tentang baju adat Badui, presiden Jokowi, perang Afganistan, Taliban, US, dan lain-lain bisa saja salah. Meski salah, tetap saja itu bernilai. Apalagi, jika pikiran itu benar, …

Manfaat Filsafat Cinta

Aku cinta Rara. Apa manfaat cinta? Tampaknya, cinta tidak bermanfaat. Justru karena saya cinta Rara maka saya banyak berkorban untuk Rara. Saya mengalami banyak kesulitan, rela menanggung derita, demi cinta untuk Rara. 1. Manfaat Praktis2. Ketidakpastian3. Obyek Agung3.1 Berpikir Besar3.2 Pertanyaan Fundamental3.3 Perjalanan Abadi4. Manfaat Cinta4.1 Cinta Akal4.2 Cinta Keyakinan4.3 Cinta Suci4.4 Lingkaran Cinta4.5 Obyek …

Batas-Batas

Aku cinta Rara, tanpa batas. Di mana batas-batas cinta? Cinta memang tidak punya batas. Cinta sejati tanpa batas. Demikian juga, cantik tidak punya batas. 1. Dialektika Hegel2. Kritik Immanuel Kant3. Ringkasan Sementara4. Batas-Batas Kontemporer4.1 Fenomenologi Eksistensial Heidegger4.2 Filsafat Difference Deleuze4.3 Weak Thougt Vattimo4.4 Konsep Pancajati5. Kesimpulan Batas Filsafat5.1 Interpretasi Quantum5.2 Theory of Everything6. Batas Cinta …

Blended Learning: Optimisme Dunia Pendidikan

Dunia pendidikan berjalan dengan memikul beban teramat berat akibat pandemi. Sejatinya, semua sisi kehidupan umat manusia, saat ini, sama-sama terimbas dampak pandemi. Dunia pendidikan adalah salah satu bidang yang amat berat kesulitannya. Untungnya, teknologi digital, saat ini sudah berkembang pesat. Maka kita punya harapan besar untuk bisa membangun kembali dunia pendidikan dengan memanfaatkan teknologi digital …

Ada Bersama Siapa: Aku, Kau, dan Dia

Bersama siapa Anda hidup? Menentukan kualitas hidup Anda – dan kualitas mati Anda. Kita, selalu hidup bersama alam semesta, bersama yang lain, bersama masalah, bersama Tuhan, dan bersama dunia digital. Sikap kita, cara pandang kita, dalam hidup bersama akan menentukan kualitas akhir kita. Kabar baiknya, kita bisa memilih cara pandang itu. Hidup Bersama Harta Tampak …