Lebih Kejam dari Politik: Bitpower

Barangkali kita sudah akrab dengan ungkapan politik itu kejam. Bitpower lebih kejam dari politik. Apa itu bitpower?

Bitpower adalah kekuatan yang luar biasa dahsyat. Kita akan membandingkan dengan istilah bigpower dan biopower agar lebih jelas makna bitpower. Tentu saja bitpower punya dua sisi. Positif dan negatif.

Biopower will continue to thrive in France, says GlobalData

Sisi negatif bitpower lebih kejam dari politik itu sendiri. Sedangkan sisi positif bitpower lebih indah dari imajinasi terindah. Maka wajar bagi kita untuk memperjuangkan bitpower. Kita juga bisa membayangkan bahwa salah satu bentuk bitpower adalah bitcoin – cryptocurrency yang menerapkan teknologi blockchain.

1. Bigpower: Kekuatan Besar
2. Biopower: Kekuatan Diri
3. Bitpower: Kekuatan Manusia Digital
4. Bayangan Politik Cinta
4.1 Kekuatan Cinta
4.2 Solusi Personal Sosial

1 Bigpower: Kekuatan Besar

Bigpower adalah kekuatan besar yang selama ini mudah kita kenali. Kekuatan tentara menyerbu musuh adalah contoh bigpower. Jaman kuno, bigpower adalah kekuatan yang paling besar. Penjajah menguasai wilayah jajahan dengan menggunakan senjata bigpower.

Penduduk asli yang melawan penjajah diancam dengan senjata api. Penduduk asli terpaksa menuruti kemauan penjajah itu.

Dalam kehidupan sehari-hari bigpower masih sering dipakai. Pejabat mengendalikan bawahan dengan bigpower. Bawahan yang tidak menuruti kemauan bos, bisa dipecat. Bawahan, terpaksa, menuruti kehendak bos.

Dunia pendidikan, sering menerapkan bigpower. Guru atau dosen bisa mengancam siswanya. Siswa yang tidak mengerjakan tugas dari guru, diancam dengan nilai buruk. Bahkan, guru bisa mengancam siswanya tidak lulus. Siswa terpaksa mengikuti perintah gurunya.

Suami bisa saja menggunakan bigpower ke istrinya. Seorang istri yang tidak menurut kemauan suami diancam siksa neraka. Di dunia, istri bisa diancam dengan kekerasan fisik pula.

Ancaman politik, ancaman hukum, ancaman kerugian ekonomi, dan berbagai ancaman lainnya juga merupakan bentuk bigpower.

Tentu saja, bigpower bisa bersifat positif. Bonus, gaji besar, kursi jabatan, kemewahan, dan lain-lain juga merupakan bigpower – dalam sifat positif.

Meski bigpower memiliki kekuatan besar, tetapi di jaman modern, mulai dikalahkan oleh biopower. Yang pada gilirannya, bitpower adalah yang paling dahsyat.

2 Biopower: Kekuatan Diri

Biopower lebih kuat dari bigpower. Jika big-power mengendalikan manusia dari luar, berbeda halnya, bio-power mengendalikan manusia dari dalam dirinya sendiri. Pada gilirannya, biopower ini yang akan mengendalikan bigpower itu.

Kapitalisme liberal adalah salah satu contoh sukses biopower. Hampir setiap orang, di seluruh belahan dunia, ingin jadi kaya. Saat kanak-kanak harus rajin belajar atau harus dapat nilai sekolah yang bagus dengan satu dan lain cara. Lanjut kuliah di kampus bergengsi. Lulus, kemudian, bekerja di perusahaan keren. Mengumpulkan banyak uang. Hidup kaya. Akhirnya, mati juga.

Tidak ada kekuatan luar – bigpower – yang memaksa orang untuk menjadi kaya. Orang-orang itu bermimpi untuk jadi kaya didorong oleh hasrat dalam dirinya sendiri – itulah biopower. Beberapa di antaranya sadar, bahwa untuk kaya, bisa lebih mudah melalui jalur politik. Mereka berebut kursi jabatan politik dengan cara baik-baik mau pun cara lainnya. Untuk kemudian berharap menjadi kaya melalui politik – jalur lurus atau jalur intrik.

Seperti biasa, orang-orang cerdas itu bisa menyusun argumen dengan amat cerdas pula. Mengapa harus kaya? Dengan kaya maka saya bisa menolong banyak orang. Dengan menjadi pejabat maka saya bisa membantu rakyat yang hidup sengsara. Lalu, mengapa ada yang korupsi?

Berikutnya, kekuatan biopower ini menjad lebih dahsyat dengan hadirnya bitpower.

3 Bitpower: Kekuatan Manusia Digital

Politik bitpower menjadi kekuatan paling besar karena bitpower mengendalikan biopower dan bigpower. Sesuai namanya, bitpower memanfaatkan kekuatan bit-bit digital. Bitpower menguasai politik melalui media digital, termasuk artificial intelligent, dengan kombinasi orang-orang cerdas di belakangnya.

Bitpower bisa menjadi kekuatan untuk membangun peradaban manusia, di saat yang sama, bisa menjadi monster penghancur kemanusiaan. Kali ini, manusia benar-benar menghadapi tugas yang besar.

Bitpower menjadi makin mewabah lantaran harga teknologi digital makin murah. Remaja-remaja di kampung sudah terhubung dengan internet. Orang-orang tua juga tidak mau kalah meramaikan media sosial. Apakah itu kabar baik? Jelas kabar baik, khususnya, bagi penguasa bitpower. Orang-orang di kampung adalah pasar yang nikmat untuk di-eksplorasi, kadang-kadang, di-eksploitasi. Bagi orang lemah yang di kampung, apakah itu kabar baik?

Ledakan bitpower, tampaknya, tidak bisa dicegah. Pertama, harga teknologi makin murah. Termasuk akses jaringan internet makin mudah dan cepat dengan jaringan 5G dan generasi berikut-berikutnya. Meski ada ketimpangan digital antara kota dan desa, itu justru menjadi suatu peluang bagi bitpower – positif atau negatif.

Kedua, perkembangan artificial intelligence AI yang makin tinggi. Hari kemarin, baru diperkenalkan AI yang mampu memberi penilaian moral terhadap perilaku manusia. Awalnya, AI semacam itu seperti sebuah permainan saja. Seiring berjalannya waktu, AI makin cerdas. AI bisa membaca masa lalu, untuk kemudian, memprediksi masa depan dengan akurasi tinggi. Apa yang Anda lakukan jika Anda tahu persis nasib Anda satu tahun ke depan? Apa yang Anda lakukan jika Anda tahu pasti teman SMA Anda 3 tahun lagi jadi menteri? Apa yang Anda lakukan jika tahu pasti orang yang Anda cintai akan mati dalam 3 bulan lagi? AI bisa memprediksi dengan pasti.

Ketiga, bitcoin makin menggurita. Atau lebih umum, teknologi blockchain makin berkembang. Salah satunya, saat ini, sudah ada hampir 7000 cryptocurrency di bursa. Uang fiat, uang kertas, bisa sewaktu-waktu digantikan oleh uang digital seperti bitcoin. Tidak diperlukan lagi bank sentral. Bitcoin bergerak dinamis bebas begitu saja di masyarakat. Jika bitcoin tidak cocok untuk diterapkan di suatu wilayah, masih ada 7000 cryptocurrency lainnya. Sistem keuangan, dan sistem sosial lainnya, akan menjadi anarkis. Apa yang akan terjadi di dunia anarkis?

4 Bayangan Politik Cinta

Berikut ini saya kutipkan hubungan antara politik dan cinta. Hubungan rumit antara politik dan cinta menantang manusia untuk mampu menyelesaikan dengan cara yang canggih. Berbagai macam solusi perlu untuk terus kita kembangkan.

4.1 Kekuatan Cinta

Kali ini, kita akan membahas kekuatan cinta secara sosial. Sebelumnya, kita lebih fokus kepada kekuatan cinta secara personal – jiwa seseorang. Secara sosial, pembelokan kekuatan cinta bisa terjadi di mana-mana. Kita akan mengelompokkan kekuatan cinta menjadi tiga: big-power, bio-power, dan bit-power.

Big-power adalah kekuatan cinta yang begitu besar mendorong dan melindungi umat manusia. Cinta mendorong seorang bapak untuk bekerja keras memenuhi kebutuhan seluruh keluarga. Padahal, ketika masih bujangan, bapak itu, tidak punya dorongan untuk bekerja. Seorang ibu bangun sebelum subuh menyiapkan segala sesuatunya untuk keperluan anggota keluarga. Seorang tentara siap mengorbankan jiwa demi membela negara. Dan masih banyak contoh besar lainnya tentang kekuatan cinta big-power.

Seperti biasa, manusia bisa membelokkan kekuatan cinta yang besar ini, big-power, ke arah yang suram. Negara-negara Eropa memanfaatkan big-power untuk menjajah berbagai wilayah di dunia. Mereka memanfaatkan senjata dan kemajuan teknologi untuk mengeksploitasi orang lain. Senjata adalah big-power. Sejatinya, senjata, membantu manusia untuk menebang pohon, membangun jalan, atau melindungi diri dari ancaman bahaya. Teknologi juga big-power, yang sejatinya, untuk memudahkan kehidupan manusia. Lagi-lagi, teknologi, apalagi digital, bisa dimanfaatkan untuk eksploitasi kemanusiaan.

Tragedi big-power paling mengerikan dalam sejarah, barangkali, adalah bom nuklir yang meledak di Jepang. Saat perang dunia, big-power benar-benar dieksploitasi untuk melanggar kemanusiaan. Tetapi daya rusak bom nuklir melebihi imajinasi paling ngeri umat manusia. Saat ini pun, eksploitasi big-power masih ada di mana-mana. Kita bisa lihat kasus di Palestina, Uighur, Afghanistan, dan lain-lain.

Bio-power adalah kekuatan cinta yang lebih dahsyat dari big-power. Big-power merupakan kekuatan yang bekerja dari luar kemudian mengenai manusia, sementara, bio-power merupakan kekuatan yang bekerja dari dalam diri manusia kemudian menyebar ke segala penjuru. Lebih hebat lagi, bio-power tidak menghantam big-power. Bio-power hanya mengendalikan big-power sehingga kekuatan mereka makin besar.

Barangkali masih segar di ingatan kita tentang program KB, keluarga berencana, di Indonesia? Pada masa orde baru, program KB dijalankan dengan big-power. Rakyat dipaksa untuk melakukan KB. Rakyat disuruh untuk punya anak maksimal dua orang saja. Bahkan pegawai negeri lebih ketat lagi. Pemerintah mengucurkan dana dan sumber daya yang besar untuk menggulirkan program KB – pendekatan big-power. Pemerintah melarang rakyat punya anak lebih dari dua, dengan cara tertentu.

Hal yang berbeda bisa kita amati setelah tahun 2000 ini. Orang di Indonesia, bahkan seluruh penjuru dunia, sudah berpikir secara ekonomis. Anak adalah liabilitas. Anak adalah beban ekonomi yang berat. Butuh biaya besar untuk merawat anak dan, lebih-lebih, biaya pendidikan terus meroket. Pasangan muda, suami-istri, yang hidup setelah tahun 2000 dengan penuh kesadaran membatasi beban ekonomi. Sebagai konsekuensinya, mereka membatasi jumlah anak. Sebagian hanya ingin punya anak 2 atau 1 atau bahkan tidak punya anak sama sekali. Kekuatan cinta bio-power telah bersemi di jiwa pasangan muda. Terbukti, nyaris tidak ada pasangan muda yang punya anak lebih dari 2 orang. Program KB lebih berhasil dengan pendekatan bio-power.

Di negara Cina, tahun 2021 ini, lebih menarik lagi. Di sana, orang-orang sudah sadar untuk punya anak hanya 1 saja atau tidak sama sekali, bio-power tertanam kuat. Sementara, kajian pemerintah menunjukkan bahwa perlambatan pertumbuhan populasi Cina bisa berbahaya. Sehingga, pemerintah kembali kampanye agar penduduk punya anak lebih dari 1 orang – pendekatan big-power. Rakyat, tetap, bersikukuh tidak mau menambah jumlah anak. Beban ekonomi terlalu berat. Rakyat hanya ingin punya anak 1 saja atau tidak sama sekali.

Kekuatan bio-power makin menyebar ke seluruh bidang kehidupan. Terutama, bio-power, masuk dari sisi perhitungan ekonomis setiap orang. Tentu saja, resiko kehancuran sosial mengancam umat manusia. Akibat dari pertimbangan ekonomi yang mendominasi kehidupan umat manusia. Orang-orang berpikir untuk selalu mendapat keuntungan ekonomi. Kehidupan berubah menjadi hitung-hitungan ekonomi belaka. Dampaknya, bisa kita duga. Anak-anak dari kecil diarahkan untuk sekolah dengan baik, lalu lulus dengan nilai bagus. Berkarir di perusahaan besar dengan gaji besar. Hidup berkecukupan, tua, dan akhirnya mati.

Jebakan bio-power begitu kuat. Tentu saja, tidak salah dengan cita-cita mendapat pekerjaan yang layak dengan kompensasi yang bagus. Masalahnya adalah berlebihan dalam mengejar keuntungan ekonomi itu. Lebih parah lagi, banyak orang bercita-cita seperti itu. Seperti kita lihat saat ini, dampaknya, konsumsi bahan bakar membubung tinggi. Pencemaran lingkungan di mana-mana. Penggundulan hutan terjadi di berbagai belahan dunia. Dan, krisis iklim mengancam dunia.

Bakat-bakat anak muda yang luar biasa itu berhasil mengantarkan dirinya jadi orang kaya, secara ekonomi. Nyatanya, mereka hanya sebagai salah satu alat bagi orang super kaya untuk menambah kekayaan menjadi lebih super kaya lagi. Di sisi lain, ketimpangan ekonomi memang terjadi. Orang kecil yang kalah bersaing, atau tidak sempat bersaing, tersingkir. Orang miskin makin miskin. Terpojok di ujung kehidupan.

Bio-power, yang sejatinya, adalah kekuatan cinta sebagai pendorong kemajuan manusia dari dalam diri telah berbelok menghancurkan manusia. Bagaimana pun, kita, sebagai manusia, tetap punya kekuatan untuk meluruskan kembali bio-power agar kembali memajukan kemanusiaan di seluruh dunia. Dengan bio-power juga kita bisa menjaga alam semesta, merawat alam semesta.

Bit-power, dari arah yang baru, melangkah lebih hebat dari bio-power dan big-power. Bit-power adalah kekuatan cinta yang diperkuat oleh kekuatan digital. Lagi-lagi, bit-power menjadi lebih hebat dengan cara tidak melawan bio-power dan big-power. Bit-power hanya mengendalikan mereka.

Bit-power menyebarkan cinta ke seluruh dunia. Dengan bantuan teknologi digital, bit-power menebarkan ilmu ke seluruh penjuru. Setiap orang menjadi mudah mendapat informasi hanya dengan mengetukkan jari. Kemajuan pengetahuan menyebar ke seluruh bumi. Di saat yang sama, kerja sama antara penduduk di seluruh dunia mudah menjadi nyata. Kehidupan yang adil merata tampak di depan mata. Umat manusia berhasil meraih cita-cita yang sempurna.

Lagi-lagi, manusia bisa membelokkan kekuatan cinta bit-power. Harapan untuk menyebarkan ilmu dengan teknologi digital online bisa sirna. Memang benar, informasi tersebar luas di seluruh dunia. Nyatanya, bisa sebalikya yang terjadi, media digital menjadi media mengumpulkan kekayaan oleh segelintir orang. Media digital adalah media sempurna untuk marketing, mencuci otak, dan menciptakan ketergantungan. Teknologi digital mencengkeram umat manusia demi keuntungan segelintir orang super kaya. Dengan media sosial, orang merasa bebas menyuarakan pendapat dan aspirasinya. Tentu saja, memang bebas, sejauh itu semua menguntungkan pihak-pihak super kaya.

Lebih hebat lagi, bit-power memanfaatkan teknologi cerdas seperti artificial intelligence AI. Dengan AI, media digital mampu bekerja cerdas secara otomatis. Anda yang suka politik maka oleh AI akan disuguhi berita politik sesuai minat Anda. Lambat laun, Anda terjerat karena semua berita politik itu begitu menarik. Begitu juga Anda yang suka berita olah raga, disuguhi berita olah raga oleh AI. Anda makin terpikat. Orang-orang tidak sadar bahwa itu jeratan. Yang, pada akhirnya, menguntungkan pihak tertentu saja.

AI yang begitu cerdas tidak bekerja sendiri. AI bekerja sama dengan orang-orang khusus yang punya kepentingan khusus, terutama kepentingan ekonomi. Jadi, ketika kita menghadapi media sosial, kita tidak sedang berhadapan dengan AI yang cerdas. Kita sedang berhadapan dengan AI yang cerdas didukung oleh orang-orang yang cerdas, dengan dukungan kapital nyaris tanpa batas. Bisakah seorang individu menang terhadap media sosial? Sulit sekali. Bagaimana caranya? Tetap ada cara.

Bitcoin merupakan salah satu gebrakan dari dunia digital, kekuatan bit-power. Akankah Bitcoin, dan uang kripto lainnya, menghancurkan sistem keuangan yang ada sekarang? Bisnis digital sudah terbukti meruntuhkan bisnis konvensional seperti percetakan koran, televisi, transportasi, dan lain-lain. Wajar saja, kita menduga Bitcoin, dengan teknologi blockchain, akan meruntuhkan sistem keuangan konvensional. Jika terjadi maka siapa yang dirugikan? Dan siapa yang diuntungkan?

Pertanyaan terhadap perkembangan bit-power masih bisa terus berlanjut. Bagaimana jika kecerdasan AI melampaui kecerdasan manusia? Atau bagaimana jika AI mempunyai kesadaran diri sehingga bisa mengambil keputusan secara mandiri layaknya manusia? Bagaimana jika AI mendominasi manusia? Saat ini, AI baru sekedar komputer dengan program yang sangat cerdas. Sehingga, AI menuruti perintah manusia. AI bekerja sama dengan manusia layaknya sebuah mesin. Lompatan teknologi saat ini, dan masa depan, bisa mengubah segalanya.

Mari kita ringkaskan kekuatan bit-power yang begitu luar biasa. Pertama, bit-power menguasai big-power. Senjata militer, saat ini, dikendalikan oleh sistem komputer. Ketika seorang presiden memerintahkan serangan besar, misalnya, semua perintah itu dikendalikan oleh sistem komputer, bit-power. Komunikasi para jenderal pun menggunakan jaringan komunikasi digital, bit-power. Dan semua sistem big-power di dunia, saat ini, dikendalikan oleh komputer.

Kedua, bit-power menguasai bio-power. Semua perkembangan pengetahuan dan informasi manusia, saat ini, memerlukan sistem informasi yang dikendalikan oleh bit-power. Cita-cita masa depan anak millenial, sama halnya dengan prasangka dogmatis orang tua, ditentukan oleh informasi yang lalu-lalang di media digital. Semua pemahaman kita ditentukan, dalam kadar terntentu, oleh media digital, bit-power. Manusia dikendalikan oleh bit-power.

Ketiga, bit-power bisa saja mengendalikan manusia di saat ini, atau di masa depan. Lompatan teknologi yang begitu cepat memungkinkan bit-power memiliki kemampuan jauh di atas kemampuan manusia. AI, yang semula, alat bagi manusia, di masa depan bisa terbalik. Manusia bisa jadi sebagai alat bagi AI.

Bagaimana pun, sampai saat ini, manusia telah membelokkan bit-power menjadi merugikan manusia. Pada waktunya nanti, manusia bisa kembali meluruskan bit-power agar bermanfaat bagi kemanusiaan dan bagi seluruh semesta. Bukan tugas kecil untuk meluruskan bit-power, benar-benar, tugas yang sangat besar.

Selanjutnya, kita akan membahas beberapa ide solusi. Kita akan mempertimbangan solusi personal yaitu mengembangkan cinta putih dan mengendalikan nafsu hitam, merah, dan kuning. Serta solusi sosial dengan mengendalikan big-power, bio-power, dan bit-power. Kenyataannya, solusi personal dan sosial saling berjalin kelindan.

4.2 Solusi Personal Sosial

Solusinya tampak mudah. Agar setiap orang berbuat baik. Saling menghormati satu sama lain. Tidak mengganggu satu dengan lain. Maka kehidupan menjadi baik. Secara individu, masing-masing orang menjadi baik. Dan secara sosial, kehidupan juga menjadi baik. Beres semua urusan. Mengapa tidak dilakukan cara semudah itu?

Karena solusi yang mudah seperti itu memang tidak bisa dilakukan. Atau, setidaknya, sulit dilakukan.

Berharap bahwa masing-masing orang akan berbuat baik adalah harapan hampa. Masing-masing orang punya rasa cinta putih yang sewaktu-waktu bebas belok menjadi nafsu hitam. Dari ribuan orang, atau jutaan orang, maka hampir bisa dapastikan pembelokan cinta menjadi nafsu hitam akan terjadi. Sehingga kita perlu mengembangkan solusi sosial, sebagai pelengkap solusi personal, untuk mendukung warga terus mengembangkan cinta putih, dan di saat yang sama, mempersulit pembelokan menjadi nafsu hitam. Tetapi, agar solusi sosial ini sukses, perlu solusi personal berjalan dengan baik. Kita terjebak dalam lingkaran masalah. Agar solusi sosial berjalan lancar diperlukan solusi personal. Sementara, agar solusi personal berjalan lancar diperlukan solusi sosial. Sehingga tidak ada solusi eksak dalam hal ini. Semua solusi adalah solusi yang melibatkan dinamika cinta.

Diterbitkan oleh Paman APiQ

Lahir di Tulungagung. Hobi: baca filsafat, berlatih silat, nonton srimulat. Karena Srimulat jarang pentas, diganti dengan baca. Karena berlatih silat berbahaya, diganti badminton. Karena baca filsafat tidak ada masalah, ya lanjut saja. Menyelesaikan pendidikan tinggi di ITB (Institut Teknologi Bandung). Kini bersama keluarga tinggal di Bandung.

Ikuti Percakapan

1 Komentar

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: