Palantir Pelintir Para Pemikir

Palantir adalah perusahaan teknologi software paling fenomenal di era AI ini. Valuasi pasar membubung tinggi, bahkan terlalu tinggi menurut para analis, dengan ceruk pasar yang tidak ada pesaing signifikan sama sekali. Lebih unik lagi, Palantir mengaku tidak mengejar uang tetapi mengejar misi yaitu misi negara dan bangsa. Berbeda dengan Google, Meta, atau Tesla. Mereka mengejar …

Kecanduan Mudah Diobati: Nark0ba, Judi, dan AI

Kecanduan minuman keras ke mana-mana makin meluas. Kecanduan judi online (judol) makin tak bisa dikontrol. Kecanduan AI (artificial intelligence – akal imitasi) makin menjadi-jadi. Adakah solusi? Kali ini kita akan membahas cara mudah mengobati kecanduan. Benar cara mudah! Sebagian memang mudah tetapi tidak selalu mudah. 1. Penemuan Ilmiah2. Paradigma Kecanduan3. Solusi Pertama, kita akan membahas …

Memahami Nalar Trump: Anomali Sistematis

Abstrak Artikel ini mengkaji kerangka berpikir politik Donald Trump melalui perspektif filosofi politik dan teori sosial. Dengan menganalisis prinsip zero-sum game, pemikiran Machiavelli, Hobbes, kapitalisme Adam Smith, teori agresi Alexander Karp, serta peran platform kecerdasan buatan (AIP) dalam kebijakan militer, tulisan ini berargumen bahwa logika politik Trump merupakan penyimpangan sistematis dari teori-teori yang ia klaim …

Tangan Kanan Presiden Tidak Cukup

Presiden mengandalkan tangan kanan yang ia percaya. Tapi tangan kanan tidak pernah cukup. Tangan kanan hanya memberi kesan seakan-akan semua sudah tuntas. Tangan kanan Prabowo barangkali adalah Teddy; tangan kanan Trump adalah Hegseth (menteri perang); tangan kanan Jokowi adalah Luhut (pengamatan Dahlan Iskan). Mereka tidak pernah cukup. Kita perlu tangan kiri. Mengapa? 1. Suka Forhen2. …

Indonesia Memimpin AI Dunia: Artificial Intelligence

Apakah bisa Indonesia memimpin dunia, menjadi terdepan, dalam pengembangan AI (artificial intelligence – akal imitasi) atau kecerdasan artifisial? Jawaban singkat: bisa! Jawaban panjang: kita perlu membahas lebih detil Kami menuangkan jawaban itu secara sistematis dalam buku “Human Renaissance 2.0: Menjaga Kedaulatan Manusia di Era AI” yang telah terbit April 2026. ### “Saat ini, dunia terbagi …

Logika Trump: Great Again di Luar Nalar

Impian MAGA (Make America Great Again): menjadikan Amerika hebat lagi. Trump memang hebat lagi. Ia kena pemakzulan (impeachment) tahun 2020 oleh House karena terkait penyerangan gedung Capitol. Trump jatuh kalah oleh Biden. Tahun 2024, Trump berhasil hebat lagi dengan terpilih jadi presiden periode 2; mengalahkan Bu Wapres Kamala Haris. Sekilas, MAGA tampak menarik. Pertanyaannya: bagaimana …

Obat BBN: Menuju Adil Makmur

Cita-cita kita adalah untuk mewujudkan Indonesia adil makmur; untuk ikut memakmurkan bumi ini. Tetapi cita-cita adil makmur terserang penyakit BBN: bebal, banal, ndablek. Bebal adalah tidak peduli, tidak peka, dan tidak mampu merasa. Bau busuk ada di mana-mana. Orang bebal tidak merasa bau busuk justru mengatakan wangi semua. Banal adalah biasa-biasa saja tapi merusak bagi …

Telah Terbit Buku Human Renaissance 2.0

“Menulis buku Human Renaissance 2.0 ini menjadikan ketagihan,” ungkap Pak Indra Utoyo.“Bagaimana bisa begitu?” tanya Bu Rema senior Editor Simbiosa.“Menulis bertiga bersama Mas Dim dan Kang Apiq ini memicu ide-ide kreatif mengalir deras,” papar Pak Indra. ### Buku ini bukan sekadar catatan teori, melainkan kelanjutan dari kemitraan panjang para penulis yang unik. Indra Utoyo, pelopor …

Rasionalitas Vs Keangkuhan Rasional

Apakah rasionalitas bisa dibuktikan oleh rasionalitas? Tidak bisa. Andai bisa maka melingkar; falasi logika; atau rasionalitas angkuh: rasionalitas benar karena rasionalitas. Apakah logika bisa dibuktikan oleh logika? Apakah sains bisa dijustifikasi oleh sains? Apakah akal bisa dibenarkan oleh akal? Tidak bisa. Kecuali berupa keangkuhan. Padahal kita tidak butuh sikap angkuh; kita butuh sikap rendah hati …

Human Renaissance 2.0: Telah Terbit April 2026

Strategi Menjaga Kedaulatan Manusia di Era AI Sinopsis Buku ini bukan sekadar catatan teori, melainkan kelanjutan dari kemitraan panjang para penulis yang unik. Indra Utoyo, pelopor program transformasi digital di Telkom hingga BRI, bersinergi dengan Dimitri Mahayana, pemikir visioner teknologi informasi dari ITB, dan diperkaya analisis mendalam oleh Agus Nggermanto, pemikir logika futuristik. Sinergi ini …