Quantum Quotient: IQ, EQ, dan SQ Harmonis

Begitu cepat waktu berlalu. Sudah 20 tahun yang lalu, saya menulis buku Quantum Quotient. Terima kasih kepada seluruh masyarakat yang menyambut hangat buku Quantum Quotient saya itu.

Quantum Quotient (Kecerdasan Quantum) - Agus Nggermanto | Shopee Indonesia

Sebagian besar tulisan buku Quantum Quotient, saya tulis di tahun 2000 dan 2001. Buku tersebut terbit pada tahun 2001. Menjadi best seller di berbagai toko buku, menjadi koleksi di berbagai perpustakaan, dan menjadi pegangan beragam lembaga pendidikan. Sampai saat ini, tahun 2021, Quantum Quotient cetak ulang beberapa kali dengan modifikasi desain sampul buku.

Saya bermaksud menulis ulang buku Quantum Quotient dengan pengayaan beragam sudut pandang yang baru. Pertama, saya akan meringkas dan menegaskan kembali konsep dasar Quantum Quotient. Dan kedua, saya akan mempedalam kajian filosofis buku Quantum Quotient. Bagaimana pun, saya akan mempertahankan karakter praktis Quantum Quotient agar lebih mudah menjangkau beragam pembaca. Ketiga, saya akan memperluas penerapan Quantum Quotient. Bila edisi pertama Quantum Quotient fokus kepada pengembangan “IQ, EQ, dan SQ yang Harmonis” secara personal maka edisi 2021 akan meluas ke bidang sosial, politik, ekonomi, pendidikan, agama, dan sebagainya.

Yang unik dari tahun 2021 adalah dunia digital dan pandemi covid. Maka kita akan membahas Quantum Quotient dengan mempertimbangkan kekuatan digital yang sudah menyusup ke dalam jiwa umat manusia. Di saat yang sama, kita mengalami pandemi covid yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Nyaris seluruh dunia, kocar-kacir berhadapan dengan covid. Quantum Quotient akan memberikan beragam saran dialogis umat manusia menghadapi covid.

Prolog: Siapa Manusia Sejati?

Bagian 1: Quantum Quotient Asli

Konsep dasar Quantum Quotient yang asli, yang saya tuliskan di tahun 2000, adalah cara praktis melejitkan IQ, EQ, dan SQ yang harmonis. IQ, atau intelligence quotient, sudah banyak dikenal orang sebagai ukuran kecerdasan. Sedang EQ, atau awalnya emotional intelligence, merupakan konsep kecerdasan emosi yang baru muncul pada akhir abad 20. Sedangkan SQ, atau awalnya intelligence spiritual, merupakan kecerdasan spiritual yang makin kuat pada abad 21.

11. Kecerdasan Manusia: IQ Tanpa Batas
12. Dinamika Manusia: Hidup untuk Belajar
13. Cinta Lebih Cerdas dari IQ: Hadirnya EQ
14. Batas-Batas Quantum Tanpa Batas: Menyentuh SQ
15. Quantum Quotient Digital

Bagian 2: Quantum Quotient Lebih Dalam

Berawal dari sudut pandang praktis, kemudian, kita akan melanjutkan kajian yang lebih dalam, dengan pendekatan filosofis.

21. Quantum dalam Fisika Modern
22. Interpretasi Quantum
23. Teori Kecerdasan dan Multi Cerdas
24. Manusia Digital: Cerdas Tanpa Batas
25. Dialog Sains dan Filsafat
26. Enigma Quantum
27. Differential Ontologis
28. Karakter Manuisa: Plasticity Cinta

Bagian 3: Quantum Quotient Lebih Luas

Sejatinya, kita, umat manusia senantiasa hidup bersama orang lain, bersama benda-benda, bersama cerita-cerita, dan bersama seluruh semesta. Selanjutnya, kita akan membahas Quantum Quotient meluas ke seluruh semesta.

31. Quantum Sosial
32. Quantum Universal
33. Quantum Business
34. Quantum Instruktur
35. Dominasi Ekonomi
36. Kekuatan Politik
37. Pasca Nihilisme
38. Dialog Semesta: Pandemi Digital
39. Quantum Dinamis

Epilog: Awal Manusia Sejati

Diterbitkan oleh Paman APiQ

Lahir di Tulungagung. Hobi: baca filsafat, berlatih silat, nonton srimulat. Karena Srimulat jarang pentas, diganti dengan baca. Karena berlatih silat berbahaya, diganti badminton. Karena baca filsafat tidak ada masalah, ya lanjut saja. Menyelesaikan pendidikan tinggi di ITB (Institut Teknologi Bandung). Kini bersama keluarga tinggal di Bandung.

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: