Waktu selalu Berlalu

Hidup ini singkat dan pasti akan berlalu. Waktu Anda terbatas hanya dari lahir sampai mati. Apa yang Anda lakukan sesingkat itu? Lebih rumit lagi, banyak di antara kita telah melewatkan waktu, dari lahir sampai saat ini, secara sia-sia. Tiba waktunya, saat ini, untuk memanfaatkan waktu agar bernilai tinggi.

Semua waktu adalah penting. Masa depan adalah berkah; masa lalu adalah hikmah; masa kini adalah amanah. Semua adalah anugerah. Dalam buku “7 Pintu Anugerah,” saya membahas nilai penting dari waktu sebagai pintu 3. Waktu adalah bentangan masa depan, masa lalu, dan masa kini.

[1] Berkah masa depan. Sambutlah masa depan yang berlimpah berkah. Siapa pun Anda, selalu bisa meraih masa depan yang cemerlang. Meski masa lalu begitu pilu; meski masa kini tampak sangat sulit; masa depan cemerlang sedang membentang.

Apa masa depan cemerlang Anda?

Anda bebas memilih masa depan cemerlang apa saja; karena masa depan memang pilihan bebas. Tetapi, ada satu masa depan yang pasti: kita akan mati pada waktunya. Wajar bagi kita memilih mati dengan baik; memilih akhiran baik; memilih husnul khatimah.

Masa depan bisa bermakna 10 tahun ke depan. Kebaikan apa yang ingin Anda berikan dalam 10 tahun ke depan? Kebaikan apa yang ingin Anda berikan dalam 5 tahun ke depan? Dalam 1 tahun ke depan?

[2] Hikmah masa lalu. Masa lalu menjadi sangat penting bagi kita karena sebagai sumber hikmah; sebagai sumber kebijakan; sebagai sumber pelajaran; sebagai teladan.

Dari masa depan cemerlang yang Anda impikan itu, lalu, tataplah masa lalu Anda. Apa hikmah yang Anda peroleh?

Barangkali kita menyesal karena sudah dosa di masa lalu. Mari tobat; mari memperbaiki diri; mari komitmen untuk lebih baik lagi.

Barangkali di masa lalu kita pernah sukses. Mari bersyukur; mari tingkatkan kebaikan lebih tinggi. Barangkali di masa lalu hanya biasa-biasa semua. Mari ubah semua agar penuh makna.

[3] Amanah masa kini. Jalani masa kini Anda sebagai amanah terbaik. Selaraskan masa kini Anda dengan sinar cemerlang masa depan dan berlimpahnya hikmah masa lalu.

Masa kini bisa mengalir damai bagai gemercik air. Masa kini bisa saja terasa berat bagai jalan terjal menuju masa depan dan himpitan beban masa lalu. Tidak masalah; semua itu adalah bumbu-bumbu kehidupan yang menjadikan amanah masa kini menjadi lebih berarti. Tetaplah komitmen dengan masa depan; berbekal hikmah masa lalu; dan nikmati petualangan hari ini.

Kebaikan apa yang akan Anda berikan di sisa waktu hidup Anda yang singkat ini?

Bagaimana menurut Anda?

Diterbitkan oleh Paman APiQ

Lahir di Tulungagung. Hobi: baca filsafat, berlatih silat, nonton srimulat. Karena Srimulat jarang pentas, diganti dengan baca. Karena berlatih silat berbahaya, diganti badminton. Karena baca filsafat tidak ada masalah, ya lanjut saja. Menyelesaikan pendidikan tinggi di ITB (Institut Teknologi Bandung). Kini bersama keluarga tinggal di Bandung.

Join the Conversation

  1. avatar Tidak diketahui

1 Comment

Tinggalkan komentar