Dalam buku Visi Futuristik saya menyebut 3 kontribusi penting adalah: sains huduri, simbolisme ontologi cahaya, dan simplifikasi logika.
Setelah membaca buku cetak Visi Futuristik, saya menambahkan 2 kontribusi penting lagi: [1] kerangka teori yang kokoh dan [2] studi kasus yang nyata konkret. Teori yang kokoh amat penting karena membahas asal mula seluruh realitas yang ada secara niscaya; berlanjut proses yang kita hadapi masa kini; dan akhir diri kita di masa depan seperti apa. Sedangkan studi kasus konkret melengkapi kajian dengan contoh-contoh nyata.

1. Teori yang Kokoh
2. Studi Kasus Nyata
3. Diskusi
Tulisan ini akan mendiskusikan sebagian kontribusi buku Visi Futuristik yang telah terbit Januari 2025.
1. Teori yang Kokoh
Sebagai buku ketiga dari trilogi Futuristik, buku Visi Futuristik ini bertugas menegaskan teori yang kokoh berupa ontologi cahaya sejati. Buku kesatu membahas solusi logika terhadap beragam problem yang “rumit”, sehingga berjudul Logika Futuristik (2023). Sedangkan buku kedua membahas tema-tema praktis dalam kehidupan kita sehari-hari sampai isu-isu sosial berjudul Pintu Anugerah (2024).
Makna ontologi cahaya sejati adalah cahaya sebagai simbol. Meski pun, kita bisa merapkan kajian ontologi cahaya terhadap cahaya fisika dari perspektif sains modern.
2. Studi Kasus Nyata
Beberapa studi kasus nyata: praktek aturan hukum; mengapa orang berbuat jahat; dan praktek konsep kebenaran.
Praktek hukum di jaman ini makin rumit karena peran uang makin besar. Hukum menjadi sarana bagi pihak-pihak kuat untuk mengeruk keuntungan besar secara finansial. Tentu saja, secara eksplisit, hukum adalah untuk menegakkan keadilan. Hanya saja, praktek hukum berupa praktek gelap.
Pengertian hukum di sini bermakna umum. Contoh aturan veto di PBB adalah hukum yang menguntungkan negara adi daya. Amerika sering menggunakan hak veto untuk mengamankan kepentingan Amerika di Israel dan Timur Tengah. Bagaimana negara adi daya bisa tega terhadap genosida di Gaza? Praktek hukum memang gelap. Semoga segera ada solusi terbaik buat Gaza Palestina.
Di negara kita: bagaimana MK menetapkan suatu keputusan? Mengubah batas usia calon presiden dan wakil; mengubah syarat pendaftaran gubernur dan lain-lain. Banyak sisi gelap. Apa solusi praktek gelap dari hukum? Solusi: membangun lembaga huku futuristik; sistem hukum yang komitmen mengembangkan masa depan terbaik untuk semua.
Studi kasus kedua: mengapa orang berbuat jahat; bahkan berulang kali?
Orang berbuat jahat karena mereka terjebak dalam WKR: wrong kind of reason. Agar kita lepas dari jebakan kejahatan maka kita perlu melampaui WKR sampai ke RKR: right kind of reason. RKR bisa kita kembangkan dengan menumbuhkan persepsi futuristik; persepsi yang melihat kebaikan masa depan sebagai kebaikan nyata; sehingga menarik realitas masa kini menuju kebaikan masa depan yang nyata. Buku Visi Futuristik membahas lebih detil proses RKR ini.
Studi kasus ketiga: praktek konsep kebenaran; apa makna-benar dalam realitas yang konkret?
Umumnya, kebenaran adalah pernyataan yang sesuai dengan realitas; kebenaran korespondensi. Kita membutuhkan teori kebenaran yang lebih konkret; yang mendorong kita untuk praktek kebenaran; dan meninggalkan kesalahan. Praktek kebenaran yang lebih konkret adalah keterbukaan, kebenaran futuristik, dan kebenaran absolut.
Keterbukaan adalah seseorang terbuka dirinya terhadap kebenaran yang nyata; tersingkap kebenaran yang nyata. Buku Visi Futuristik membahas kebenaran keterbukaan ini dengan memberi beberapa contoh kasus.
3. Diskusi
Bagaimana menurut Anda?
Saya senang dengan angka tahun terbit trilogi Futuristik yang urut: Logika Futuristik (2023); Pintu Anugerah (2024); Visi Futuristik (2025).

Tinggalkan komentar