Apa pentingnya puasa? Hanya menyiksa diri dengan lapar dan dahaga sepanjang hari? Bagi suami-istri juga lebih menyiksa diri?
Wija bocah umur 5 tahun latihan puasa dengan susah payah. Jelang maghrib 5 menit lagi, Wija mengeluh, “Aduh lapar banget perutku. Aku gak tahan, aku mau makan.”
“Tunggu sebentar, 5 menit lagi juga magrib,” sahut ibu.
“Benar-benar, aku gak kuat…” keluh Wija si bocil.
Wija ambil cangkir lalu minum air. Makan nasi sesendok terdengar adzan magrib.
“Sayang sekali Ja, tuh, sudah adzan magrib! Tunggu sebentar saja, kamu berhasil puasa sehari penuh,” jelas ibu.

Biasanya, Wija latihan puasa setengah hari. Meski berat bagi Wija, puasa setengah hari lebih seru. Karena ketika adzan duhur, Wija berbuka puasa; makan kenyang dan minum. Kemudian, lanjut puasa lagi sampai magrib. Kata ayahnya, “Wija dapat pahala puasa 2 kali tiap hari karena selalu berpuasa dua kali.”
1. Aturan Puasa
2. Bohong Puasa
3. Tanpa Aturan
4. Atur Saja
5. Diskusi
Wija setuju dengan aturan ayahnya bahwa puasa setengah hari justu menguntungkan karena dapat pahala 2 kali lipat. Lagi pula, puasa terasa lebih ringan. Tapi, Wija sadar juga, “Benarkah puasa setengah hari lebih bernilai dari puasa sehari penuh?”
Aturan puasa, sejatinya, adalah tanpa aturan bagi manusia.
1. Aturan Puasa
Aturan dasar puasa adalah menahan tidak makan, tidak minum, dan tidak hubungan badan dari pagi (subuh) sampai senja (magrib).
Aturan tambahan bisa bernilai lebih tinggi: memperbanyak amal kebaikan, menolong fakir-miskin-yatim, mengkaji kitab suci, tidak marah, tidak berbuat dosa, lebih banyak ibadah dan lain-lain.
2. Bohong Puasa
Orang mudah saja berbohong dalam puasa. Di ruang tersembunyi, dia makan minum sampai kenyang. Di depan umum, dia tampak seperti orang puasa tidak makan dan tidak minum. Sangat mudah untuk berbohong mengaku sedang puasa padahal tidak.
3. Tanpa Aturan
Karena bagi kita terlalu mudah untuk berbohong sesuai aturan puasa maka, sejatinya, puasa itu tanpa aturan. Aturan puasa hanya petunjuk saja.
Bila benar bahwa puasa tanpa aturan maka orang menjadi bebas? Asal Anda sembunyi ketika makan maka tidak ada masalah kan? Bahkan, korupsi asal tidak ada yang tahu bukan masalah kan? Atau, meski korupsi ada yang tahu tetapi tidak ada bukti maka bukan masalah kan? Justru itu semua adalah masalah besar. Tanpa aturan atau bebas adalah masalah besar bagi setiap manusia. Termasuk masalah besar bagi Anda.
4. Atur Saja
“Wis pokoke aturen!”
Ungkapan bahasa Jawa itu jelas: sudah kamu atur-atur saja semua.
5. Diskusi
Bagaimana menurut Anda?

Tinggalkan komentar