Bagaimana pikiran berhubungan dengan badan kita? Problem mind-body ini sudah berlangsung ratusan tahun. Tetapi belum ada solusi yang memadai sampai hari ini. Pada tulisan ini, kita akan memberikan solusi secara tuntas.

Problem mind-body ini mencuat ketika Descartes merumuskan dualisme pikiran dan badan. Pikiran adalah res cogitan yang terpisah dengan badan yang res extensa. Jika terpisah lalu bagaimana pikiran bisa memengaruhi badan dan badan memengaruhi pikiran?
1. Tidak Ada Masalah di Era Kuno
2. Masalah Tak Selesai
3. Solusi Etihad
4. Diskusi
Sains modern dan filsafat modern memang menghadapi problem itu secara serius. Tetapi, sains filsafat kuno tidak menghadapi problem seperti itu.
1. Tidak Ada Masalah di Era Kuno
Plato dan Aristo tidak ada masalah dengan pikiran dan badan. Bagi mereka, pikiran dan badan adalah satu kesatuan yang utuh. Ajaran agama-agama besar di dunia juga tidak ada masalah. Bagi agama, pikiran dan badan adalah satu kesatuan tak terpisahkan.
2. Masalah Tak Selesai
Descartes menyelesaikan satu masalah tetapi memunculkan masalah baru yang tidak bisa diselesaikannya. Waktu itu, kekuatan gereja sangat besar. Karena setiap materi (badan) bersatu dengan pikiran (jiwa) maka semua sains harus sejalan dengan ajaran gereja. Padahal penemuan sains banyak yang berbeda dengan ajaran agama, misal heliosentris dari sains yang meyakini bumi berputar mengelilingi matahari.
Descartes berhasil memisahkan badan dengan jiwa melalui teori dualisme. Konsekuensinya, ilmuwan bebas mengkaji badan, materi, dan lain-lain; sedangkan, nasib jiwa tetap ada di ajaran agama. Descartes berhasil membebaskan kajian sains; menyelesaikan satu masalah.
Masalah baru muncul: bagaimana jiwa terhubung dengan badan?
Banyak solusi yang ditawarkan tetapi masih gagal. (1) materialis yang menganggap yang ada hanya badan; jiwa sekadar ilusi; (2) idealisme yang menganggap segalanya adalah pikiran; materi adalah sekadar endapan pikiran; (3) dualisme paralel; jiwa dan badan sama-sama nyata terpisah tetapi paralel; apa yang terjadi pada badan paralel dengan yang terjadi pada jiwa; dan sebaliknya. Serta masih banyak solusi lain lebih beragam. Masalah tak selesai.
3. Solusi Etihad
Etihad adalah solusi yang kita butuhkan.
4. Diskusi
Bagaimana menurut Anda?
