Tidak Main Catur Tapi AI Berenang

AI sangat mengagumkan. Tahun 1997, AI (akal imitasi / artificial intelligence) berhasil mengalahkan juara dunia catur yaitu Kasparov. Padahal permainan catur adalah permainan yang melibatkan kecerdasan tingkat tinggi manusia. Jadi, AI lebih cerdas dari manusia?

Untuk main catur, barangkali, AI lebih hebat dari manusia. Bagaimana untuk lomba renang? Apakah AI bisa menang lomba renang melawan manusia? Tahun 2026 ini, AI sudah menyusup hampir di seluruh kehidupan manusia. Terutama sejak sukses peluncuran ChatGPT di akhir 2022 kala itu. Sebelum era ChatGPT, AI adalah urusan para pakar AI. Hari ini, AI adalah urusan semua orang setiap hari.

1. Jebakan Catur
2. Tantangan Renang
3. Diskusi

Kesulitan utama adalah manusia sering menilai catur lebih cerdas dari renang. Bagi komputer, dan AI, catur lebih sederhana dari renang. Catur bersifat universal; sementara renang bersifat eksistensial. Apalagi ketika renang di sungai atau laut bebas.

1. Jebakan Catur

Catur adalah permainan rasional universal. Setiap manusia rasional akan bisa main catur sampai tingkat tertentu ketika mau belajar. Universal karena catur bisa berupa bahan dari kayu, plastik, logam, atau bahkan digital. Dalam kondisi ekstrem, bisa saja catur hanya terjadi dalam imajinasi di dua kepala anak manusia; tidak perlu bahan papan catur sama sekali. Jadi, catur bersifat universal karena tidak dibatasi oleh bahan, ruang, atau waktu.

Gabungan rasional dan universal itu tampak seperti menjadi simbol kecerdasan ideal manusia. Sehingga Kasparov yang juara dunia catur itu adalah manusia paling cerdas di dunia. Andai kasparov mau belajar matematika, misalnya, maka kecerdasannya akan mengantarkan dia menjadi jago matematika tingkat dunia juga. Begitu juga Andai Kasparov mau belajar sejarah maka ia akan menjadi jago sejarah dunia. Benarkah seperti itu?

AI lebih hebat dari Kasparov dalam catur kala itu. Lebih luas lagi, AI (akal imitasi / artificial intelligence) memang belajar matematika, sejarah, politik, filsafat, seni, dan lain-lain. Jadi AI benar-benar paling cerdas sedunia? Manusia telah terjebak dalam percaturan AI.

2. Tantangan Renang

Juara renang tingkat dunia masih manusia. AI belum ada yang mengalahkan manusia dalam lomba renang. Ikan dan buaya juga belum mengalahkan manusia; karena ikan dan buaya tidak ikut lomba renang.

Tantangan renang, apalagi di sungai atau laut bebas, adalah tantangan eksistensial berbeda dengan tantangan universal.

Kehidupan manusia adalah kehidupan eksistensial bukan hanya hidup universal. Sehingga membahas kemampuan AI akan lebih tepat bila kita bahas dengan analogi lomba renang; bukan lomba catur.

3. Diskusi

Bagaimana menurut Anda?

Seluruh bukti, dari sepanjang sejarah beragam teknologi, menunjukkan bahwa dampak buruk AI cenderung mempertajam — bukan meratakan — arena persaingan, baik di dalam negeri maupun antarnegara.

Diterbitkan oleh Paman APiQ

Lahir di Tulungagung. Hobi: baca filsafat, berlatih silat, nonton srimulat. Karena Srimulat jarang pentas, diganti dengan baca. Karena berlatih silat berbahaya, diganti badminton. Karena baca filsafat tidak ada masalah, ya lanjut saja. Menyelesaikan pendidikan tinggi di ITB (Institut Teknologi Bandung). Kini bersama keluarga tinggal di Bandung.

Tinggalkan komentar