Sudah tiba waktunya untuk kita bersahabat dengan waktu. Tidak perlu bermusuhan dengan waktu. Jadikan waktu sebagai sahabat setiap saat. Bukankah itu hebat?

Bagian 3: Sahabat Waktu
3.1 Membentuk Karakter
3.2 Teladan Karakter
3.3 Merangkul Waktu
Kita selalu butuh waktu; untuk hidup butuh waktu; untuk bernafas butuh waktu; untuk makan butuh waktu; untuk apa pun, kita butuh waktu. Demikian juga, waktu butuh manusia untuk tampil nyata. Dengan adanya manusia, waktu menjadi terungkap dalam sejarah. Kadang di atas; kadang di bawah. Pasang surut sejarah. Sebagian orang hidup susah; sebagian hidup mewah; sebagian lagi gelisah.
3.1 Membentuk Karakter
Waktu akan mengungkap karakter sejati seorang manusia; atau, waktu adalah yang membentuk karakter manusia. Seorang pahlawan tidak terbentuk hanya dalam semalam; pahlawan terus berjuang sepanjang jaman; karakter pahlawan butuh waktu untuk menjadi matang.
Anda ingin sukses? Anda butuh karakter sukses; Anda butuh waktu untuk membentuk karakter sukses. Anda ingin bahagia? Anda butuh karakter bahagia; Anda butuh waktu untuk membentuk karakter bahagia. Anda ingin meraih akhiran baik? Anda butuh karakter baik; Anda butuh waktu untuk membentuk karakter baik.
Apa yang akan terjadi jika uang Bill Gates dibagikan semua kepada warga? Gates berkali-kali menjadi orang terkaya di dunia dengan kekayaan ratusan milyar dolar. Jika semua kekayaan itu dibagikan kepada warga maka Gates menjadi orang miskin tanpa uang, tanpa kekayaan. Apa yang akan terjadi pada Gates selanjutnya?
Eksperimen pikiran menunjukkan bahwa Gates akan membutuhkan waktu, memanfaatkan waktu, kemudian bertahap mengumpulkan kekayaan kembali. Gates akan sukses lagi; dan pada waktunya, Gates akan menjadi orang terkaya di dunia lagi. Karena sukses adalah ditentukan oleh karakter seseorang bukan oleh kekayaan yang dimiliki seseorang; harta kekayaan adalah sebuah konsekuensi. Gates tetap memiliki karakter sukses dalam contoh eksperimen pikiran ini.
Karakter baik seperti apa yang ingin Anda kembangkan seiring waktu berjalan? Apakah karakter sukses seperti Gates layak jadi teladan? Ataukah tersedia teladan karakter yang terbaik?
3.2 Teladan Karakter
Kabar baiknya ada cara mudah belajar untuk membentuk karakter positif manusia yaitu melalui teladan sejarah. Baik teladan sejarah masa lalu, teladan masa kini, mau pun teladan cita masa depan. Tersedia banyak teladan; tak terbatas. Kita bisa fokus kepada empat teladan utama; sebagian untuk diikuti; sebagian untuk dihindari; dan, kita perlu menetapkan keputusan sesuai situasi.
[1] Karakter Hitam / Buas
Orang yang membunuh orang lain adalah karakter hitam atau buas; kita perlu menghindari karakter hitam. Orang yang merusak lingkungan adalah karakter hitam; orang yang menindas orang lemah adalah karakter hitam; orang yang mencuri uang rakyat dengan korupsi adalah karakter hitam.
Contoh karakter hitam adalah perusahaan raksasa yang menyebabkan kebakaran hutan; perusahaan raksasa yang menyebabkan pedagang kecil bangkrut karena disingkirkan melalui persaingan pasar; perusahaan yang menyebabkan tukang becak dan tukang ojek kehilangan pekerjaan karena kalah bersaing; perusahaan yang menyebabkan generasi muda kecanduan game, emak-emak kecanduan media sosial, dan bapak-bapak kecanduan judi.
Pada akhir zaman, atau kehidupan akhir, karakter hitam adalah karakter binatang buas. Mereka saling menyerang; mereka saling mencakar; mereka saling menindas. Mereka tersiksa, saling menyiksa, dan menyiksa diri sendiri. Kita perlu tobat dari segala karakter buas.
Solusinya adalah kembangkan karakter peduli kepada setiap diri. Kita peduli terhadap lingkungan sekitar; menolong anak yatim; membantu fakir miskin; menjaga lingkungan bersih; menumbuhkan benih-benih. Manfaatkan waktu dan bersahabat dengan waktu maka kita akan menjadi orang-orang yang beruntung.
[2] Karakter Merah / Serakah
Orang yang eksplotasi orang lain adalah karakter merah yang serakah. Karakter merah mirip dengan karakter hitam; hanya saja, karakter merah tidak sampai membunuh orang lain; karakter merah membiarkan pihak lemah tetap hidup tertindas untuk dihisap tenaganya. Karakter merah bisa sama jahatnya, atau lebih jahat, dari karakter hitam. Kita perlu mencegah karakter merah.
Solusi karakter merah adalah dengan memupuk sikap peduli dalam diri. Tetapi, karakter merah lebih sulit disembuhkan karena mereka tidak membunuh; misalnya, karakter merah bisa berdalih mengembangkan pasar modern yang bersih padahal karakter merah menindas pedagang kecil yang ada di pasar tradisional. Bagaimana pun, kita bisa menyembuhkan karakter merah seiring waktu. Kita benar-benar butuh bersahabat dengan waktu. Mari manfaatkan waktu untuk membentuk karakter yang baik agar menjadi orang-orang yang beruntung.
[3] Karakter Kuning / Licik
Karakter kuning yang licik adalah paling sulit untuk sembuh; mereka sadar bahwa diri mereka adalah karakter buas dan karakter serakah; tetapi, mereka selalu punya dalih untuk mengatakan diri mereka sebagai tidak salah. Mereka memang licik. Kita perlu menjaga diri agar terhindar dari orang-orang licik.
Orang bisa mengenali beberapa contoh karakter licik yang berhubungan dengan politikus di Senayan atau Washington. Tetapi, di antara tokoh-tokoh agama mau pun tokoh pendidikan bisa saja terselip orang licik; misal rektor dimanipulasi oleh kepentingan politik. Bagaimana pun, di zaman ini dan zaman akhir, karakter licik adalah karakter yang paling tersiksa dirinya.
Solusi untuk menyembuhkan karakter licik memang paling sulit. Masalahnya, belum tentu orang lain yang licik; bisa jadi, justru, diri kita sendiri yang licik; kita perlu tobat sepanjang waktu.
[4] Karakter Bening / Sempurna
Karakter bening atau sempurna adalah cita-cita semua manusia yaitu jiwa yang putih bersih. Seperti cahaya bening matahari, yang sejatinya mengandung semua warna pelangi, karakter bening meliputi semua warna karakter. Dalam jiwa karakter bening tersimpan karakter hitam, merah, dan kuning. Hanya saja, semua warna ini mengalun harmonis.
Karakter hitam yang merupakan kekuatan buas untuk membunuh pihak lain, dalam rangkulan karakter bening, karakter hitam menjadi kekuatan dahsyat untuk mengatasi rintangan, memecahkan kesulitan, dan mengangkat beban bagi kebaikan bersama.
Karakter merah yang merupakan kekuatan serakah untuk menindas pihak lain, dalam rangkulan karakter bening, karakter merah menjadi kekuatan untuk mengatur, mengarahkan, dan memimpin banyak pihak sehingga memberi kebaikan bersama.
Karakter kuning yang merupakan kekuatan licik untuk manipulasi pihak lain, dalam rangkulan karakter bening, karakter kuning menjadi ide-ide kreatif, cerdik, dan kreatif untuk menghasilkan kebaikan bersama. Karakter bening merangkul semua manusia dan semua alam raya untuk menuju cita kebaikan bersama.
Siapakah teladan karakter bening? Banyak sekali dalam sejarah, orang-orang besar sebagai karakter bening. Para nabi adalah karakter bening. Para pemimpin bijak nan adil adalah karakter bening. Orang-orang kecil, yang tertindas, yang tersisihkan, namun selalu ikhlas berbagi kebaikan adalah karakter-karakter bening. Bukankah Anda sering menemui karakter bening di sekitar Anda? Bukankah Anda harus menjadi karakter bening?
3.3 Merangkul Waktu
Mari merangkul waktu apa pun itu. Orang bijak mengatakan, “Waktu adalah Tuhan.” Sebagian orang memperjelas, “Waktu adalah ciptaan Tuhan.” Waktu memang spesial. Peran penting waktu sangat besar bagi umat manusia dan alam semesta. Kita perlu lebih erat merangkul waktu. Demi waktu.
Waktu begitu jelas dan, sekaligus, tersembunyi bagi kita. Di mana pun ada kita maka selalu bersama waktu; tetapi, waktu bukan sesuatu apa pun yang dilihat oleh mata; waktu bersembunyi. Banyak orang terlena karena merasa selalu ada waktu begitu saja; ada yang terlena karena merasa waktu tidak begitu nyata. Hanya ada sedikit orang yang beruntung. Apakah Anda termasuk orang beruntung? Waktu membentang dari masa depan ke masa lalu; dengan menyusuri masa kini untuk menuju ke masa depan.
[1] Yakin dan Komitmen
Orang yang beruntung yakin bahwa akhir zaman pasti eksis; bahkan, kita sedang menuju akhir zaman yang absolut itu. Konsekuensinya, kita komitmen penuh, penuh tekad, untuk meraih cita akhir yang baik bagi seluruh umat manusia dan seluruh semesta.
[2] Kerja dan Mahakarya
Keyakinan dan komitmen berwujud nyata, spesifik, dan konkret berupa kerja dan karya kita sebagai seorang manusia. Kita bekerja adalah berbagi kebaikan untuk sesama, dan semesta, di hari ini dengan arahan cita masa depan dan berbekal hikmah masa lalu. Lebih dari itu, kita kerja dengan sentuhan suara hati yang peduli; kerja menjadi karya yang unik dari dalam diri. Lanjutkan dengan mempersembahkan mahakarya. Apa mahakarya Anda?
[3] Terbuka Berbagi [a] Kebenaran dan [b] Sabar
Sebagai seorang manusia, kita sadar bahwa diri kita terbatas. Tuhan Maha Baik menyediakan teman bagi kita sehingga kita bisa saling berbagi. Di antara banyak orang, yang sama-sama terbatas, saling berbagi untuk meraih cita masa depan menembus segala batas. Orang yang beruntung senantiasa membuka mata, membuka telinga, membuka pikiran, membuka hati, dan membuka diri untuk terus berbagi.
Kita, dengan komitmen dan tindakan konkret, berbagi kebenaran atau hak. Kebenaran mesti terungkap; hak mesti terungkap. Dari kebenaran yang sama-sama kita pahami, selanjutnya, kita merumuskan beragam ide kreatif untuk meraih cita kebaikan bersama. Bukankah itu sangat indah?
Tidak mudah. Kita perlu untuk sabar; kita dituntut untuk selalu sabar dalam kehidupan sosial; juga terhadap diri sendiri. Karena itu, berbagi kebenaran harus seiring-seirama dengan berbagi kesabaran. Kita menata diri agar sabar dalam setiap situasi dan mengajak teman-teman untuk bersikap sabar juga.
Sampai di sini, pembahasan kita sudah lengkap untuk bersahabat dengan waktu di akhir zaman ini. Semoga kita semua menjadi orang-orang yang beruntung. Bagaimana menurut Anda?

Tinggalkan komentar