Tokoh Super Pesimis Vs Optimis

Apakah Anda termasuk orang yang pesimis atau optimis? Atau super pesimis? Silakan menjawabnya setelah membaca beberapa tokoh pesimis dan optimis berikut.

Tokoh paling pesimis adalah Schopenhauer yang hidup sejaman dengan Hegel. Schopen, sebagai tokoh super pesimis, kita tandai sebagai bintang 1. Sementara, tokoh paling optimis yaitu super optimis, kita tandai sebagai bintang 5; siapakah dia?

Baik tokoh pesimis mau pun optimis sama-sama mengajarkan kebaikan. Barangkali Anda tertarik seimbang antara optimis dan pesimis? Pilihlah tokoh bintang 3. Bagaimana pun, Anda tetap valid memilih tokoh bintang 1 atau bintang 5 sebagai teladan super.

1. Meraih Manusia Paripurna
2. Seni sebagai Bahagia Tertinggi
3. Gelisah sebagai Manusia
4. Hanya Satu Arah berubah
5. Harapan Tanpa Harapan

Kita akan membahas tokoh-tokoh ini bertahap tetapi tidak urut. Anda boleh setuju atau berbeda dengan saya. Pemilihan tokoh di sini bersifat penjelasan dalam arti bermaksud menjelaskan maksud pesimis dan optimis; meski ketepatan histori bisa lebih jauh dikaji.

1. Meraih Manusia Paripurna

Kita mulai dengan tokoh super optimis bintang 5 yang mengajarkan bahwa setiap orang, termasuk Anda, bisa menjadi manusia sempurna. Orang miskin, orang kampung, orang hitam, orang kecil, orang kaya, orang kota, orang putih, orang besar, dan setiap orang bisa menjadi manusia paripurna. Bukan hanya Anda bisa menjadi manusia sempurna melainkan jalan menjadi manusia sempurna itu sudah tersedia untuk Anda.

Tokoh yang mengajarkan konsep manusia sempurna ini adalah Syeikh Akbar (abad 13) atau Ibnu Arabi atau Guru Agung. Manusia sempurna adalah manusia seperti diri kita ini yang punya batas, lemah, dan kadang salah. Hanya saja, manusia sempurna mengembangkan seluruh posibilitasnya menjadi posibilitas yang nyata; mengembangkan seluruh kebaikan menjadi kebaikan yang nyata badi dirinya, orang sekitar, alam dan masyarakat luas. Manusia sempurna ini sering disebut sebagai insan kamil atau kamil.

Di sisi lain, kamil adalah manifestasi dari Tuhan. Jadi kamil bukanlah manusia biasa melainkan manusia luar biasa. Anda hanya bisa menjadi kamil karena limpahan karunia Tuhan. Kabar baiknya, karunia Tuhan berlimpah untuk semua orang dan alam raya.

Super optimis: Anda adalah manusia sempurna dan setiap orang bisa menjadi manusia sempurna.

Bagaimana dengan manusia yang gagal? Apa maksud gagal? Kasih sayang Tuhan mendahului amarah Nya. Ampunan Tuhan lebih luas dari samudera; lebih tinggi dari gunung tertinggi; lebih menjulang dari langit berlapis-lapis.

Bagaimana dengan orang yang terjerumus ke dalam neraka? Menurut Syeikh Akbar, orang yang masuk neraka setelah sekian waktu akan dikeluarkan dan masuk surga; karena orang itu masih punya sedikit kebaikan dalam dirinya. Bagaimana jika orang itu benar-benar jahat tanpa ada kebaikan? Orang itu akan tinggal di neraka selamanya tetapi ia akan mampu melakukan adaptasi yang diperlukan; pada akhirnya, ia berada di tempat paling tepat baginya.

Super optimis: meski Anda terjerumus dalam dosa tetapi masih ada kesempatan untuk bertobat. Mari bertobat dan kemudian meniti jalan menjadi manusia sempurna. Sukses untuk Anda, bahagia untuk Anda dan orang-orang di sekitar Anda.

Apakah Anda termasuk super optimis bintang 5?

2. Seni sebagai Bahagia Tertinggi

Menikmati seni adalah bahagia tertinggi; mendengarkan lagu yang merdu sungguh menghibur kalbu. Pernahkah Anda mengalami seperti itu?

Nikmat seni hanya sesaat kemudian lenyap. Hidup adalah derita. Keinginan Anda untuk menghapus derita adalah sumber derita itu sendiri. Lebih mudah bila kita tidak pernah lahir di dunia ini; tidak pernah merasakan derita di dunia ini. Super pesimis: bintang 1.

Schopenhauer (abad 19) adalah pemikir super pesimis bintang 1. Setiap orang punya keinginan, hasrat, atau cita. Keinginan adalah sumber derita. Cara mengurangi derita adalah dengan mengurangi keinginan; keinginan Anda berkurang maka derita Anda berkurang.

Apakah manusia bisa bahagia? Super pesimis; sulit sekali. Nyaris semua orang menderita di sepanjang hidupnya. Derita hilang ketika Anda “terhibur” dalam alunan karya seni. Tetapi itu pun hanya berlangsung sesaat. Bila Anda benar-benar ingin meresapi seni maka keinginan Anda itu membuat Anda gagal menikmati seni; justru mengantar Anda dalam derita.

Super pesimis: bintang 1. Apakah Anda termasuk super pesimis?

Super pesimis ini justru sangat bermanfaat untuk kehidupan orang-orang jaman sekarang. Orang sekarang sering buru-buru tidak punya waktu; sibuk kerja, sibuk bisnis, sibuk cari duit, sibuk media sosial, sibuk apa saja. Mereka terjerumus dalam derita. Derita itu bisa dikurangi dengan cara mengurangi keinginan. Kemudian menjalani hidup dengan seni hidup yang mengalir. Itulah bahagia: seni mengalir menjalani hidup ini.

Apakah ada orang yang bisa menjalani seni hidup mengalir? Sulit sekali; sedikti sekali. Memang super pesimis: bintang 1. Apakah Anda termasuk seperti itu?

3. Gelisah sebagai Manusia

Apakah Anda pernah merasa gelisah? Gelisah tidak punya kerja? Tidak punya uang?

Gelisah karena telah berpulang ibu dan ayah? Gelisah akan masa depan Anda dan keluarga Anda? Gelisah akan masa depan generasi muda dan negara?

Gelisah adalah anugerah terbesar buat seorang manusia. Seekor ular tidak pernah gelisah. Bila ular lapar maka ia tinggal mencari makan tikus atau anak ayam. Kera juga tidak gelisah tentang krisis ekonomi. Kucing juga tidak gelisah situasi politik negara yang pecah belah. Gelisah adalah unik milik manusia sejati.

Gelisah berbeda dengan takut. Tikus takut dimangsa ular. Kucing takut digigit anjing. Manusia juga takut ditagih rentenir. Takut itu biasa-biasa saja. Tapi rasa gelisah adalah luar biasa. Mengapa?

Karena gelisah membuka posibilitas masa depan dengan mengetuk sisi terdalam nurani manusia. Karena gelisah itu Anda merencanakan masa depan; menyiapkan diri untuk meraih cita; rela berkorban untuk kebaikan bersama. Pada waktunya, Anda sukses penuh makna. Membawa kebaikan bagi keluarga dan masyarakat sekitar.

Jadi gelisah itu bermakna positif? Tepat sekali. Memang optimis.

Tetapi untuk sukses meraih cita perlu rasa gelisah? Benar. Memang pesimis. Gelisah itu menyakitkan hati dan menusuk diri.

Bintang 3: optimis dan pesimis berimbang. Apakah Anda termasuk bintang 3 yang berimbang?

Tokoh bintang 3 adalah Heidegger (1889 – 1976) yang berimbang antara pesimis dan optimis. Karena Heidegger berada di lingkungan akademisi yang rasional analisis maka pendekatan Heidegger sering dipandang sebagai pesimis. Salah satunya, Heidegger sering membahas tentang kematian. Pada waktunya, kita pasti akan mati. Pesimis.

Mati itu penting. Hanya manusia yang bisa mati. Kucing tidak bisa mati; kucing hanya bisa musnah. Mati bagi seorang manusia adalah terbukanya posibilitas yang imposibel. Mati membuka jalan bagi kita untuk menuju dunia yang lebih luas; nyaris tanpa batas. Jadi mati adalah positif? Yes, optimis. Tapi, mati menjadikan hidup ini berakahir? Yes, pesimis. Coba Anda renungkan: apakah Anda di bintang 3? Optimis dan pesimis berimbang?

4. Hanya Satu Arah berubah

Waktu terus begulir. Segalanya berubah. Matahari terbit, terbenam, lalu terbit lagi. Purnama muncul lalu hilang untuk kemudian datang lagi purnama. Semua terus berputar tanpa henti.

Ke arah mana semua gerakan itu? Hanya satu arah: menuju yang lebih sempurna.

Semua gerak di alam semesta; termasuk gerak-gerik Anda; pasti adalah menuju lebih sempurna. Optimis banget? Betul, optimis: bintang 4.


5. Harapan Tanpa Harapan

Diskusi

Bagaimana menurut Anda?

Diterbitkan oleh Paman APiQ

Lahir di Tulungagung. Hobi: baca filsafat, berlatih silat, nonton srimulat. Karena Srimulat jarang pentas, diganti dengan baca. Karena berlatih silat berbahaya, diganti badminton. Karena baca filsafat tidak ada masalah, ya lanjut saja. Menyelesaikan pendidikan tinggi di ITB (Institut Teknologi Bandung). Kini bersama keluarga tinggal di Bandung.

Join the Conversation

  1. avatar Asep Rohmandar

1 Comment

Tinggalkan komentar