Dosa Terbesar: Trump, Prabowo, atau Muti?

Siapakah dosanya paling besar di antara para pemimpin besar? Trump, Prabowo, atau Muti?

Mengapa membahas dosa orang lain? Mengapa tidak membahas amal kebaikan mereka? Bukannya lebih baik saling motivasi demi kebaikan?

Kita membahas mereka karena mereka adalah pemimpin besar yang hidup dari uang rakyat; yang bertanggung jawab kepada rakyat; yang mengelola sumber daya rakyat; yang merelakan waktu dan tenaga mereka demi kebaikan rakyat.

Muti adalah menteri pendidikan dasar menengah sejak era presiden Prabowo 2024. Karena Muti adalah aktivis Muhammadiyah yang banyak amal sholeh maka Muti bukan dosa besar di antara para tokoh. Jadi, hanya tersisa pilihan antara Trump dan Prabowo mana yang dosanya lebih besar atau paling besar?

1. Dosa Jelas
2. Merah
3. Hitam
4. Kuning
5. Diskusi

Jenis-jenis dosa adalah beragam. Kali ini kita akan membedakan jenis dosa menjadi warna-warni (yaitu merah, hitam, kuning) berdasar ajaran Sunan Kalijaga.

1. Dosa Jelas

Beberapa dosa bersifat jelas; beberapa dosa yang lain tampak samar-samar. Seorang pemuda mabuk lalu mencuri beberapa sepatu di asrama mahasiswa. Esok harinya, para mahasiswa dan pengurus RT mendatangi pemuda itu dan menuntut sepatu curian dikembalikan ke mahasiswa. Pemuda itu mengaku salah dan mengaku berdosa lalu minta maaf. Mahasiswa memaafkan pemuda dan urusan selesai.

Dosa Trump dan Prabowo tidak sejelas dosa pencuri sepatu itu. Karena para pemimpin berdalih sedang menjalankan tugas mulia. Trump mengatakan sedang “mewujudkan” perdamaian Palestina. Prabowo sedang “menyehatkan” anak bangsa dengan progam MBG (makan bergizi gratis). Muti sedang meningkatkan kualitas pendidikan dengan TKA (tes kemampuan akademik).

Kita perlu lebih jeli membaca dosa-dosa para pemimpin.

2. Merah

Dosa merah adalah dosa besar bagai berdarah-darah. Sunan Kalijaga menjelaskan jenis dosa ini berdasar ajaran Nabi Khidir dalam Suluk Linglung dan berdasar ajaran Dewa Ruci dalam kisah pewayangan Serat Dewa Ruci.

Dosa merah adalah ketika manusia berperilaku seperti binatang serakah. Babi adalah contoh binatang serakah yang makan apa saja (nasi, sayur, buah, telor, ikan dll) dengan serakah tanpa mempertimbangkan pihak lain dengan baik-baik. Orang yang memperoleh uang besar adalah serakah karena tanpa mempertimbangkan pihak lain; orang seperti itu seperti babi; sehingga orang itu kena dosa merah. Tetapi, babi sendiri tidak berdosa dengan sikap “serakah” karena alamiah. Sedangkan manusia berdosa karena serakah.

Bill Gates adalah contoh dosa serakah dengan monopoli industri software waktu itu; Gates adalah dosa merah karena mengeruk keuntungan besar sementara pihak lain telantar; pengembang sofware kecil tersisih; juru ketik dipecat.

Google menyindir dosa merah Gates ini dengan moto: jangan jadi jahat! Google bermaksud mengatakan bahwa kita bisa sukses tanpa harus jadi jahat seperti jahatnya Gates itu. Pada gilirannya, Google menjadi jahat dengan dosa merah juga. Industri koran dan televisi bangkrut gara-gara orang memilih google.

Tepat dugaan Anda: mereka semua berdalih sedang membuat kemajuan teknologi!

Dosa merah memang tidak mudah dikenali. Selalu ada dalih membela diri. Berbeda dengan pencuri sepatu yang mudah mengaku.

Bagaimana dengan Trump dan Prabowo? Tentu mereka punya dalih berlimpah-limpah.

3. Hitam

Dosa hitam lebih kejam; lebih bahaya dari dosa merah yang serakah. Dosa hitam adalah seperti binatang buas singa yang menerkam. Dalam terkaman singa itu rusa mati tanpa daya. Manusia yang buas seperti singa adalah dosa hitam. Tetapi, singa sendiri tidak dosa “berbuat buas” karena singa alamiah.

Dalam kasus dosa hitam tampaknya Trump paling kelam. Bertahun-tahun Trump mendukung Isra3l menyerang Palestina. Ribuan jiwa bahkan lebih dari puluhan ribu jiwa warga Palestina meninggal dunia akibat serangan mereka; terutama banyak warga Gaza jadi korban aksi hitam mereka. Pertengahan tahun 2025, Trump memerintahkan usa menyerang Iran. Dan awal, 2026 ini Trump menculik Maduro sang presiden Venezuela.

Dosa-dosa hitam itu makin kelam karena ada dalih yang menjadikan mereka, yaitu Trump dan kawannya, terseret dosa lebih besar yaitu dosa kuning.

4. Kuning

Dosa kuning adalah dosa paling besar; lebih besar dari dosa merah atau pun hitam. Dosa kuning adalah dosa yang selalu punya dalih pembenaran. Dosa kuning lolos dari jeratan hukum karena dosa kuning lebih “licik” dari aturan hukum; lebih “licik” dari hukum adat, hukum nasional, mau pun hukum internasional. Tidak ada permisalan dosa kuning yang dilakukan oleh binatang. Barangkali Iblis adalah contoh dosa kuning dari kisah kitab suci.

Mengapa Trump mendukung serangan Isra3l ke Palestina? Karena, kata Trump, Isra3l punya hak mempertahankan diri. Tentu itu hanya dalih. Semua tokoh di dunia menolak dalih itu. Tokoh-tokoh dunia mau bertindak menentang Trump tapi usa punya hak veto di PBB untuk menghentikan semua tindakan dunia. Jadi dosa kuning, dosa paling besar, adalah berupa eksploitasi aturan hukum hak veto di PBB oleh Trump dan kawannya.

Mengapa menyerang Iran? Trump berdalih ada pengembangan senjata nuklir di Iran. Mengapa menyerang Venezuela? Karena ada dalih bisnis narkoba. Bukankah Trump melanggar aturan internasional? Aturan internasional bisa diatur ulang oleh Trump. Itulah prinsip dasar dosa kuning; dosa terbesar; mengatur ulang aturan agar menguntungkan pihaknya dan tentu merugikan pihak lain.

5. Diskusi

Bagaimana menurut Anda: siapa pemimpin paling besar dosanya?

Lalu, apa solusinya? Pertama, solusi pribadi berupa mencegah diri dari beragam jenis dosa. Hindari dosa. Bila terlanjur dosa maka segera tobat. Kedua, perbanyak amal kebaikan. Amal besar mau pun kecil. Amal besar ada risiko terjebak dalam dosa kuning yang berbahaya; amal kecil yang mendalam dan penuh makna menjadi pilihan bijaksana.

Ketiga solusi sosial yang sangat sulit tetapi perlu ditempuh. Manusia adalah bios (atau biopolitik) yaitu makhluk yang menjadi sempurna hanya dengan terlibat politik (praktis atau pun non-praktis). Bios beda dengan zoo karena binatang zoo hanya hidup di lingkungan alamiah. Sementara, manusia adalah bios yang hidup di dunia sosial politik.

Dari analisis di atas, dosa terbesar dimenangkan oleh Trump.

Solusi terhadap dosa kuning lebih dominan bersifat sosial politik dan membutuhkan solusi pribadi sebagai syaratnya; maksudnya, tanpa solusi pribadi, solusi politik akan kembali terjebak dosa kuning. US, dalam histori, pernah melakukan pelengseran presiden atau pemakzulan (impeachment). “Proses pemakzulan (impeachment) di AS melibatkan House of Representatives (DPR) untuk mendakwa, dan Senat sebagai pengadilan untuk memutuskan pencopotan.”

Jadi solusi pertama terhadap dosa kuning Trump adalah pemakzulan sesuai konstitusi. Solusi yang lain adalah alternatif dari konstitusi. Andai Trump dimakzulkan, orang berharap, akan diganti presiden yang lebih baik. Negara-negara lain juga bisa memakzulkan pemimpin mereka masing-masing yang dosa kuning.

Alternatif lain adalah melawan Trump dengan kekuatan. Misal Cina, Russia, Iran, Indonesia, Jerman, dan lain-lain bisa sengaja melawan dominasi Trump dengan kekuatan militer dan ekonomi. Barangkali Trump akan berpikir ulang untuk main-main aturan internasional.

Imajinasi fiksi bisa saja berkembang lebih jauh. Ketika kekuatan licik, dosa kuning, begitu kuat maka pahlawan seperti Batman perlu muncul. Kadang dalam bentuk semacam Robin Hood. Lebih awal dari itu, di Jawa Timur terkenal solusi dari kisah Raden Syahid yaitu masa muda dari Sunan Kalijaga itu sendiri.

Bagaimana menurut Anda?

Diterbitkan oleh Paman APiQ

Lahir di Tulungagung. Hobi: baca filsafat, berlatih silat, nonton srimulat. Karena Srimulat jarang pentas, diganti dengan baca. Karena berlatih silat berbahaya, diganti badminton. Karena baca filsafat tidak ada masalah, ya lanjut saja. Menyelesaikan pendidikan tinggi di ITB (Institut Teknologi Bandung). Kini bersama keluarga tinggal di Bandung.

Join the Conversation

  1. avatar Asep Rohmandar
  2. avatar Paman APiQ

2 Comments

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan ke Paman APiQ Batalkan balasan