“Debat seperti itu seharusnya tidak terjadi,” ungkap Prof Budi.“Mengapa Prof?” saya penasaran.“Karena kedua pihak, Guru dan Ustad, hanya mempertahankan pendapat masing-masing,” jelas Prof Budi. “Seharusnya bagaimana?”“Seharusnya, mereka berusaha memahami pihak lain. Kadang-kadang mengalami jeda berpikir; kadang bingung; dengan serius, mempertimbangkan perspektif pihak lain.”“Dengan cara itu maka terbuka peluang memunculkan ide baru?”“Ya, betul, bisa ada sintesis …
Lanjutkan membaca “Mengapa Segalanya ADA Ketimbang Tidak ADA?”
