Tantangan dan Solusi Pendidikan bersama AI AI menantang dunia pendidikan dengan serius. AI (akal imitasi / artificial intelligence) mampu menjawab semua pertanyaan dengan cepat dan meyakinkan. “Mengapa kita harus belajar sejarah?” tanya siswa SD kepada ibunya. Ibu belum menjawab, siswa itu melanjutkan, “Semua tentang sejarah bisa kita tanyakan ke AI dan AI akan menjawab dengan …
Author Archives: Paman APiQ
Bangunan Vs Bangunlah: Negara Adil Makmur
Solusi bagi negara Indonesia agar manjadi negara adil makmur adalah sederhana: bangunan vs bangunlah. Kita perlu membedakan dengan tegas antara bangunan dengan bangunlah. Negara yang ingin adil makmur harus fokus kepada “bangunlah”. Sejak perjuangan kemerdekaan, sekitar 100 tahun yang lalu, para pendiri bangsa sudah fokus tepat kepada “bangunlah”. Bangunlah jiwanyaBangunlah badannyaUntuk Indonesia Raya Seiring perjalanan …
Lanjutkan membaca “Bangunan Vs Bangunlah: Negara Adil Makmur”
Berkurban untuk Cinta
Nabi Ibrahim adalah teladan cinta: cinta kepada manusia, cinta kepada keluarga, cinta kepada alam raya, dan tentu cinta kepada Tuhan Yang Esa. Kita mengenang kisah Nabi Ibrahim satu kali dalam setahun; atau lebih sering lagi. Di musim haji di kota suci, umat manusia napak tilas meneladani perjalanan tokoh suci Sang Nabi. Di seluruh belahan dunia, …
Bebas Milih, Bebas Mikir, dan Bebas Rasa: Freedom oleh Kant
Selalu ada buku yang mempesona. Buku baru dari Kohl membahas tema freedom versi Kant dari perspektif yang segar. Umumnya, manusia sadar bahwa kita bebas memilih. Anda bebas milih berbuat baik atau lainnya. Kohl lebih luas menyatakan, “Kita bebas mikir. Atau, kita bisa berpikir hanya karena kita bebas untuk mikir itu.” Dan terakhir, kita bebas untuk …
Lanjutkan membaca “Bebas Milih, Bebas Mikir, dan Bebas Rasa: Freedom oleh Kant”
Epilog 3
Setelah Epilog 2, berikut adalah Epilog 3. 1. Sejarah Obyektif: Tidak Lagi Penting2. Kulminasi Ganda sampai Profetik3. Tiga Pemikir Paling Sulit4. Severino: Kebenaran Abadi bukan Ilusi5. Kulminasi Teknologi AI: Hegel ke Pippin6. Solusi dan Problem Budaya Futuristik7. Filsafat Probabilitas AI Kuantum8. Mengapa Matematika Tidak Penting9. Era Prabowo: Indonesia (Tidak) Baik-Baik Saja10. Jalan Hidup dan Mati …
Mengapa Alhazen Lebih Hebat dari Newton?
Bahkan lebih hebat dari Einstein? Karena Alhazen lahir sebelum era Descartes. Sedangkan Newton lahir setelah Descartes. Bahkan ketika Einstein membahas cahaya yang mirip dengan Alhazen maka teman-teman Einstein sudah terpengaruh oleh dualisme Descartes. Sehingga rumus Einstein e = mc^2 menjadi senjata bom atom yang berbahaya. Memang apa masalahnya dengan Descartes? Tidak masalah dengan Descartes tetapi …
Lanjutkan membaca “Mengapa Alhazen Lebih Hebat dari Newton?”
Dadu Milenium APIQ: Edu Kreatif
Saya mendapat pertanyaan, “Bagaimana cara mengajarkan matematika asyik pakai dadu APIQ?” Saya jawab, “Mudah, mainkan saja bersama siswa sambil gembira. Bisa tebak-tebakan seperti sulap membaca angka dadu yang tersembunyi di bawah.” 1. Edukasi Matematika Asyik2. Asal Mula Dadu3. Judi Dadu4. Mengapa Seru5. Diskusi Siswa TK dan SD mendadak jadi pintar matematika dengan memainkan dadu milenium. …
Pemiskinan Menuju Makmur: Negara Lintah Darat
Bagaimana cara mengentaskan kemiskinan di Indonesia? Mudah saja. Mengentaskan kemiskinan di dunia? Mudah juga. Bagaimana caranya? Biarkan saja orang miskin itu bekerja maka mereka jadi makmur dengan syarat negaranya memang adil; jadilah negara adil makmur. Beres semua urusan kemiskinan. Bagaimana caranya menjadikan negara adil makmur? Mau cara yang mudah atau sulit? Cara mudahnya adalah biarkan …
Lanjutkan membaca “Pemiskinan Menuju Makmur: Negara Lintah Darat”
Sejarah Obyektif: Tidak Lagi Penting?
Apakah sejarah itu penting? Benar. Apakah sejarah itu obyektif? Tidak.Apakah Indonesia dijajah Belanda 350 tahun? Tidak. “Salah tujuan tidak bisa diperbaiki dengan menambah kecepatan. Lalu?” Menteri Budaya akan mengoreksi sejarah Indonesia. Pak Menteri yakin bahwa Indonesia tidak dijajah selama 350 tahun; barangkali hanya dijajah 150 tahun. Kemudian, anggota dewan yang terhormat mengingatkan agar koreksi sejarah …
Kulminasi Ganda sampai Profetik
Peradaban Barat mengalami kulminasi ganda: Plato sampai Hegel; dan Parmenides sampai Severino. Mereka perlu mencari solusi dari problem dua kulminasi ini. Sementara peradadaban Timur mengalami profetik dari ajaran para Nabi sampai kepada para wali. Para Nabi dan para wali saling menguatkan ajaran-ajaran mereka; demikianlah profetik. Sedangkan jalur kulminasi, pemikir masa kini mengkritik pemikir masa lalu; …
