Anak-anak bergembira dengan bermain peraga matematika. Guru-guru dan orang tua ikut gembira menyaksikan para siswa makin pintar matematika dengan praktek peraga matematika APIQ. Bagaimana alat peraga dan padat karya matematika bisa bikin gembira dan pintar?
Saya mencatat 3 jenis peraga matematika APIQ pada kesempatan kali ini.
1. Pitago 2. Alasti 3. Galjabar
Bapak Ibu guru bisa memesan alat peraga ini kepada APIQ dan bisa bisa juga membuat peraga secara mandiri.
1. Pitago
Pitago adalah singkatan dari Pythagoras; cara berhitung cepat segitiga siku-siku; yang dikembangkan oleh Paman APIQ.
[a] Peraga Pitago membimbing siswa untuk mebuat gambar segitiga siku dengan panjang sisi 3 cm dan 4 cm. Berapa panjang sisi miring?
[b] Kemudian siswa bergembira memasang persegi ukuran 1 (cm persegi) ke sisi 3 cm sebanyak 3 biji; ke sisi 4 cm sebanyak 4 biji. Tugas berikutnya ada berapa biji pada sisi miring?
[c] Tantangan terakhir bagi siswa adalah memasang persegi pada sisi miring. Siswa berhasil memasang 5 biji untuk sisi miring. Jadi, panjang sisi miring adalah 5 cm. Selesai dan sukses. Yes,,,!!!
Selanjutnya, siswa bermain Pitago dengan lebih banyak variasi. Beberapa variasinya adalah: Pitago terkenal, Pitago ganjil, Pitago genap, dan lain-lain. Pengayaan berupa penerapan Pitago dalam kehidupan nyata sehari-hari makin menarik lagi. Lebih lengkap, silakan membaca buku Paman APIQ berjudul Einstein.
2. Alasti
Alas x tinggi disingkat menjadi Alasti adalah nama peraga matematika yang asyik.
19 + 20 + 21 = ?
Alas = 3; karena ada tiga bilangan; atau ada tiga angka.
Tinggi = 20; karena 21 = 20 + 1; maka gabungkan 1 + 19 = 20.
Jadi,
Alasti = 3 x 20 = 60. Jadi 19 + 20 + 21 = 60. Selesai dan sukses.
Alasti menyediakan peraga sehingga proses permainan di atas berlangsung seru. Tentu saja alternatif variasi tantangan makin bikin seru.
5 + 8 + 11 + 14 + 17 = ?
Alas = 5; karena ada 5 bilangan.
Tinggi = 11.
Jadi,
Alasti = 5 x 11 = 55; selesai dan sukses, yesss!!!
3. Galjabar
Paman APIQ sudah menulis peraga dan buku Galjabar di kesempatan yang lalu. Berikut beberapa ilustrasi tambahan.
Paman APIQ menunjukkan serunya lomba mewarnasi Galjabar. Kemudian, Bunda Shahnaz Haque penasaran ingin mengembangkan Galjabar sampai tingkat tinggi.
Suasana TVRI nasional makin seru dalam BHS (Buah Hatiku Sayang) dengan tema lomba mewarnai Galjabar plus merayakan HUT Proklamasi RI ke 79. Dirgahayu Indonesiaku!
Biaya kuliah melambung tinggi. UKT dan IPI sangat mahal bagai terbang ke awang-awang. Dunia pendidikan Indonesia menghadapi problem besar; kita semua menghadapi problem besar. Tetapi presiden Jokowi bisa menyelesaikan UKT tinggi ini dengan solusi yang baik. Bila berhasil, solusi baik berupa kuliah gratis bagi seluruh warga, akan menjadi kado indah di masa akhir jabatan presiden Jokowi.
Bagi presiden terpilih Prabowo, solusi kuliah gratis menjadi tantangan yang manis. Di media, Prabowo sudah menyatakan siap untuk mendukung pendidikan gratis bagi seluruh warga Indonesia. Bagaimana caranya?
1. Kementerian 2. Perpu Jokowi 3. UU Prabowo
Berikut rekomendasi solusi dari saya.
(a) Menteri bersama presiden dan DPR menetapkan bahwa pendidikan gratis, beasiswa penuh, bagi seluruh warga Indonesia dari TK, SD, SMP, SMA, dan diploma/sarjana dicapai 100% pada tahun 2035.
(b) Ditetapkan pendidikan gratis dicapai 50% atau lebih banyak pada tahun 2030.
(c) Ditetapkan, mulai saat ini yaitu tahun 2024, pendidikan gratis minimal 30% mahasiswa baru; ditingkatkan beasiswa untuk mahasiswa tingkat 2 sampai tingkat akhir.
1. Kementerian
Untuk mencapai sasaran di atas menteri bisa proaktif dengan menetapkan permen, lanjutkan mengajukan perpres kepada presiden. Lebih bagus lagi, mendorong untuk menjadi undang-undang. Dari arah berbeda, DPR bisa mengajukan RUU kepada pemerintah untuk melaksanakan pendidikan gratis bertahap seperti di atas.
Ketika dengar pendapat bersama DPR beberapa hari yang lalu, Mendikbud meng-klaim bahwa peraturan menteri tentang biaya kuliah adalah rasional; tidak ada masalah. Sehingga, kita hanya bisa berharap sedikit dari kementrian untuk bisa mendorong perubahan.
2. Perpu Jokowi
Presiden Jokowi memiliki peran penting pada masa akhir jabatan ini. Presiden bisa menetapkan perpu yang menjamin pendidikan di Indonesia gratis untuk seluruh warga; dari TK sampai kuliah; proses bertahap dan dicapai 100% paling lambat 2035, misal, seperti di atas. Kemudian, perpu ini disahkan oleh DPR sehingga menjadi UU berlaku siapa pun presidennya. Sangat bagus kan? Apa resikonya? Apa sulitnya?
[a] Resiko ditolak DPR
Presiden hanya bisa menerbitkan perpu ketika situasi genting; lonjakan biaya kuliah bisa dianggap sebagai situasi genting sesuai hak prerogratif presiden. Resiko terjadi bila, ternyata, DPR menolak perpu; konsekuensinya, batal menjadi UU; konsekuensi lanjutan, DPR barangkali mengusulkan pemakzulan atau lengsernya presiden.
Wajar jika presiden perlu antisipasi terhadap resiko pemakzulan. Tetapi, mempertimbangkan besarnya koalisi pemerintah dan koalisi presiden terpilih Prabowo, tampaknya, peluang pemakzulan sangat kecil. Makin kecil lagi karena proses pemakzulan perlu waktu; sedangkan, jabatan presiden akan berganti sekitar Oktober 2024; hanya tersisa waktu kurang dari 5 bulan saja. Misal terjadi resiko terburuk berupa pemkazulan di September 2024 maka tidak terlalu buruk; karena saat itu juga, MPR bisa melantik presiden terpilih. Pemerintahan Indonesia akan baik-baik saja dalam situasi ini.
[b] Prospek jadi UU
Harapan rakyat banyak: perpu pendidikan gratis 100% agar disetujui DPR menjadi UU (undang-undang). Tugas selanjutnya, pemerintahan Prabowo tinggal menjalankan UU pendidikan gratis bagi seluruh warga.
3. UU Prabowo
Skenario pertama adalah telah disahkan UU pendidikan gratis, sehingga, pemerintahan Prabowo tinggal menerapkannya secara bertahap. Tidak mudah untuk menjalankan UU pendidikan gratis karena pasti ada tarik ulur kepentingan dari banyak pihak. Meski demikian, selalu ada jalan untuk menjalankan UU pendidikan gratis secara bertahap.
Skenario kedua adalah belum ada UU pendidikan gratis ketika Prabowo dilantik jadi presiden. Tugas presiden, dan DPR, adalah mendorong disahkannya UU pendidikan gratis. Dalam situasi ini, tampaknya, Prabowo tidak perlu menerbitkan perpu; cukup mendorong proses UU pendidikan gratis agar sah menjadi UU di tahun 2025 atau 2026.
Sambil menjalani proses UU, presiden Prabowo bisa menugaskan mendikbud dan menkeu untuk menetapkan permen bersama menyelenggarakan pendidikan gratis sampai sarjana/diploma secara bertahap. APBN akan disesuaikan secara bertahap.
Indonesia Emas 2045 menjadi nyata ketika UU pendidikan gratis sampai sarjana/diploma dicapai 100% di tahun 2035.
Bagaimana pun, kita sadar bahwa UU pendidikan gratis bukanlah suatu mekanisme pasti. Maksudnya, disahkannya UU pendidikan gratis tergantung kepada kemauan beberapa orang; tergantung niat baik presiden, niat baik DPR, dan niat baik banyak pihak. Para cendekiawan perlu untuk terus mendorong UU pendidikan gratis; para mahasiswa perlu terus bersuara agar UU pendidikan gratis sah; rakyat perlu bertekad untuk ikut serta mencerdaskan bangsa.
Uang kuliah UKT naik melambung tinggi; terasa lebih tinggi dari perguruan tinggi. Sementara, harga barang-barang kebutuhan sudah naik tinggi hingga sulit terbeli. Meski pejabat tinggi dan konglomerat bisa tetap tinggi hati tetapi besaran korupsi, akhir-akhir ini, menyentuh rekor tertinggi. Bagaimana nasib negeri ini?
Berbagai media telah menyoroti naiknya biaya kuliah perguruan tinggi ini.
“UKT di Universitas Jenderal Soedirman ini naik melambung sangat jauh. Kenaikan bisa 300 sampai 500 persen,” ujar Maulana dalam rapat dengan Komisi X DPR, Kamis (16/5/2024).
“Fakultas Kedokteran tahun sebelumnya Rp 25 juta, hari ini 2024, IPI (Iuran Pengembangan Institusi)-nya Rp 200 juta, naiknya delapan kali lipat lebih,” kata Agung
“Di Permendikbud Nomor 2 Tahun 2024 Pasal 7, PTN dapat menetapkan tarif UKT lebih dari besaran UKT pada setiap program studi diploma dan sarjana. Hari ini sangat dipertanyakan ya, bagaimana penetapan UKT itu sendiri,” katanya. (Permendikbud)
Apa solusinya? Turunkan biaya kuliah; atau, lebih mudah, gratiskan biaya kuliah di perguruan tinggi negeri (PTN); perluas ketersediaan PTN ke seluruh daerah di Indonesia.
1. Biaya Bukan Masalah 2. Pejabat Mundur 3. Selalu Ada Dalih 4. Jiwa Generasi Muda 5. Sudahlah yang Tua
UUD 45 memberi amanat kepada negara untuk mencerdaskan kehidupan bangsa; pendidikan adalah paling utama; baik pendidikan dasar (primer), pendidikan menengah (sekunder), pendidikan tinggi (tersier) adalah sama-sama paling utama; bahkan pendidikan informal dan non-formal juga utama.
Bagaimana solusi agar pendidikan murah? Bisa! Bahkan, gratis juga bisa. Meski pun, guru saya berpesan agar jangan bilang gratis tapi katakanlah: pendidikan dengan beasiswa penuh. Indonesia negara kaya maka pasti bisa memberikan beasiswa penuh kepada seluruh warganya.
1. Biaya Bukan Masalah
Indonesia adalah negara kaya raya; terbentang dari timur sampai barat; terbentang dari Sabang sampai Merauke; tongkat kayu dan batu jadi tanaman; berlimpah tambang timah; cemerlang tambang emas; perut bumi ini berlimpah minyak bumi. Dengan menyisihkan sebagian kecil kekayaan itu maka sudah cukup untuk membiayai pendidikan gratis bagi seluruh anak negeri; gratis dari TK, SD, SMP, SMA, dan diploma mau pun sarjana. Biaya bukan masalah bagi pendidikan di Indonesia.
Tugas pejabat negara adalah meng-alokasikan kekayaan negara untuk mencukupi pendidikan bagi semua warga. Pendidikan yang mencukupi secara kualitas dan kuantitas; layak dan terjangkau bagi masyarakat. Bagaimana jika pejabat tidak sanggup? Sebaiknya mengundurkan diri.
2. Pejabat Mundur
Kita perlu mengembangkan budaya “mengundurkan diri” bagi para pejabat atau pemimpin. Menteri yang bikin gaduh silakan mengundurkan diri; hakim yang melanggar etika silakan mengundurkan diri; rektor yang bermasalah silakan mengundurkan diri. Banyak calon pengganti untuk jabatan itu; Indonesia memiliki hampir 300 juta jiwa penduduk. Tersedia ratusan orang atau ribuan orang hebat lain untuk posisi menteri, hakim, rektor, dan lain-lain.
Tanpa mengundurkan diri, seorang pejabat selalu punya dalih atas kelemahannya; sehingga, pengadilan pidana atau perdata tidak bisa memaksa mundur. Hanya kesadaran diri untuk mengundurkan diri adalah solusi terbaik bagi negeri.
3. Selalu Ada Dalih
Mendikbud melaksanakan dengar pendapat bersama DPR. Menteri mengatakan bahwa besaran biaya kuliah, UKT dan BKT, sudah diatur secara rasional melalui peraturan menteri. Mahasiswa yang tidak mampu secara ekonomi akan memperoleh keringanan dan, bahkan, memperoleh beasiswa misal PIP: Program Indonesia Pintar. Jadi, singkatnya, semua baik-baik saja dan rasional.
Lalu, mengapa ada mahasiswa yang keberatan dengan kenaikan biaya kuliah? Lalu, mengapa mahasiswa demo? Lalu, mengapa mahasiswa dengar pendapat dengan DPR? Bagi mahasiswa, biaya kuliah yang naik tinggi adalah tidak baik-baik saja; itu masalah besar bagi bangsa kita.
Menteri punya dalil dan dalih bahwa semua baik-baik saja. Mahasiswa, dan masyarakat Indonesia, punya dalil bahwa biaya kuliah naik tinggi; dan tidak baik-baik saja. Bukankah seorang pejabat mengatakan bahwa kuliah adalah kebutuhan tersier? Jika tidak baik-baik saja maka sekedar pilihan belaka? Tidak wajib bagi warga.
Kita tahu biaya kuliah memang makin tinggi; makin berat; makin sulit; dengan membaca media massa. Barangkali beberapa di antara Anda merasakan langsung dengan membiayai kuliah anak-anak Anda. Memang ada masalah.
Berikut rekomendasi solusi dari saya.
(a) Menteri bersama presiden dan DPR menetapkan bahwa pendidikan gratis, beasiswa penuh, bagi seluruh warga Indonesia dari TK, SD, SMP, SMA, dan diploma/sarjana dicapai 100% pada tahun 2035.
(b) Ditetapkan pendidikan gratis dicapai 50% atau lebih banyak pada tahun 2030.
(c) Ditetapkan, mulai saat ini yaitu tahun 2024, pendidikan gratis minimal 30% mahasiswa baru; ditingkatkan beasiswa untuk mahasiswa tingkat 2 sampai tingkat akhir.
Untuk mencapai sasaran di atas menteri bisa proaktif dengan menetapkan kepres, lanjutkan mengajukan perpres kepada presiden. Lebih bagus lagi, mendorong untuk menjadi undang-undang. Dari arah berbeda, DPR bisa mengajukan RUU kepada pemerintah untuk melaksanakan pendidikan gratis bertahap seperti di atas.
4. Jiwa Generasi Muda
Jiwa generasi muda adalah masa depan bangsa. Siswa dan mahasiswa adalah masa depan kita. Mari siapkan pendidikan terbaik untuk mereka semua.
5. Sudahlah yang Tua
Bagi generasi tua, mari ikhlas memberi kepercayaan kepada generasi muda. Kita yang sudah tua hanya bisa mendukung mereka dengan memberi nasihat-nasihat bermakna.
Hidup mati kita ditentukan oleh politik. Bagaimana politik bisa menentukan hidup mati kita? Sewaktu-waktu, kekuatan politik bisa menetapkan bahwa Anda adalah musuh negara; kemudian, di pengadilan, semua hakim konspirasi menetapkan Anda bersalah sebagai musuh negara. Anda dihukum mati. Bukankah sangat ngeri?
Politik bisa membiarkan Anda hidup. Ketika penguasa politik tidak tertarik kepada Anda maka Anda dibiarkan hidup. Atau, ketika penguasa politik sangat senang kepada Anda maka Anda bisa saja menerima banyak fasilitas dari penguasa politik. Bukankah politik memang asyik?
1. Biopolitik Aristo 2. Biopolitik Foucault 3. Biopolitik Agamben 4. Biopolitik Digital 5. Biopolitik Kita
Sejak ribuan tahun yang lalu, kita adalah manusia wajar yang kemudian ditambahkan kepentingan politik. Tetapi, saat ini, kita semua adalah pemain politik, sadar atau tidak, yang mana politik itu mengendalikan hidup dan mati kita.
Kekuatan politik, saat ini, di atas hukum. Politik bisa menentukan hukum mana yang berlaku dan mana yang tidak. Kekuatan politik, saat ini, di atas etika. Politik bisa menentukan apakah etika berguna atau tidak. Kekuatan politik, saat ini, di atas agama; atau politik malah bisa menjadi agama bagi beberapa orang. Kekuatan politik di atas ekonomi. Politik menentukan bisnis mana yang boleh berkembang dan mana yang dilarang. Apakah ada solusi bagi rumit dan kelamnya politik? Kita akan mencoba mengkajinya dengan perspektif sebagian sejarah masa lalu.
1. Biopolitik Aristo
Aristo (384 – 322 SM) adalah pemikir pertama yang menyatakan dengan tegas pentingnya biopolitik. Aristo menganggap manusia, seluruh manusia, memiliki kebutuhan hidup secara biologis. Kebutuhan hidup biologis merupakan kebutuhan dasar misal makan, tempat tinggal, keluarga, tetangga dan lain-lain diatur dalam ilmu ekonomi; ilmu tata-rumah-tangga.
Beberapa orang di antara mereka berkembang lebih jauh dengan terlibat dalam politik. Seluruh kebutuhan dasar diatur oleh ilmu ekonomi; sedangkan, politik adalah di luar ekonomi; politik lebih luas dari ekonomi. Bahkan, urusan politik perlu dibedakan dengan urusan ekonomi. Di antara urusan politik: membentuk negara, memilih pemimpin, menjalankan pemerintahan, sistem pengadilan, perang, pertahanan, dan lain-lain. Dengan demikian kita perlu mengembangkan ilmu politik yang berbeda dengan ilmu ekonomi.
Manusia bisa menjadi sempurna hanya bila secara aktif terlibat dalam politik. Manusia tidak pernah sempurna bila hanya berurusan dengan kepentingan ekonomi atau kepentingan hidup dasar. Meski demikian, menurut Aristo, seorang manusia bisa memilih untuk tidak terlibat dalam urusan politik; dengan resiko, tidak bisa menjadi manusia sempurna.
Sedikit catatan, Aristo menggunakan istilah bio atau bios adalah untuk manusia politik; sedangkan untuk manusia dasar, manusia ekonomi, adalah zoo. Manusia tidak jauh berbeda dengan binatang dari sisi zoo; dari sisi kebutuhan ekonomi. Manusia sangat berbeda dengan binatang ketika berperan sebagai biopolitik. Manusia menjadi manusia sempurna melalui politik; atau, manusia menjadi makhluk paling jahat karena politik juga.
2. Biopolitik Foucault
Foucault (1926 – 1984) melihat perubahan biopolitik di abad 20. Sebelum jaman industri, politik bekerja melalui kekuatan besar bigpower: mengancam pembunuhan atau membiarkan orang hidup. Dalam era ini, kekuatan militer menjadi paling utama bagi masyarakat luas.
Setelah jaman industri, kekuatan politik memanfaatkan biopower atau biopolitik itu sendiri; politik mengijinkan manusia memilih perilaku tertentu sehingga sukses; atau, manusia memilih perilaku lain sehingga hidupnya sengsara. Biopolitik tidak megancam hidup atau mati seseorang. Biopolitik hanya menjanjikan kesuksesan atau kesengsaraan. Hasilnya, biopolitik lebih efektif mengendalikan umat manusia.
Biopower bekerja dari dalam diri manusia sehingga lebih efektif. Sedangkan bigpower bekerja dari luar. Ilustrasi paling jelas adalah program KB untuk membatasi jumlah anak. Ketika masyarakat memandang “banyak anak banyak rejeki” maka program KB sulit terjadi meski dengan bigpower; dengan ancaman dari luar. Akhir abad 20, orang-orang mulai sadar bahwa anak adalah beban ekonomi yang berat; biaya hidup mahal dan biaya pendidikan sangat mahal. Hampir semua orang dengan sukarela membatasi jumlah anak; biopower bekerja dari dalam diri orang; KB berhasil dengan mudah melalui biopolitik.
Menjadi buruh atau pegawai adalah cara terbaik untuk mendapatkan upah menurut pandangan umum. Orang berlomba-lomba menjadi buruh; biopower seperti ini, bekerja dari dalam diri seseorang, sangat efektif. Bahkan, generasi muda berlomba-lomba berebut sekolah favorit agar, kelak, mendapat upah yang tinggi. Manusia menjadi sangat mudah dikendalikan oleh kekuatan politik melalui biopower; itulah realitas biopolitik.
Biopolitik adalah realitas; orang-orang berlomba mengejar kebutuhan ekonomi yang makin sulit; mereka bersaing saling menjatuhkan bahkan demi upah yang tak seberapa; upah makin murah. Di sisi lain, penguasa politik menikmati kekayaan berlimpah; mereka bisa korupsi kapan saja; mereka bisa mengatur hukum atau undang-undang sesuai kebutuhan. Penguasa politik adalah penindas; tetapi korban tidak sadar bila sedang ditindas. Ketika biopolitik menjadi realitas maka apakah biopolitik adalah kebenaran?
Foucault meng-klaim hanya dirinya yang melakukan kajian untuk mengungkap kebenaran. Pemikir masa lalu, dari Plato sampai masa itu, melakukan kajian dengan tujuan untuk menyempurnakan diri manusia. Bukankah kebenaran dan kesempurnaan adalah satu kesatuan? Mencermati pemikiran Foucault ini, kita perlu berpikir terbuka, bahkan berpikir kritis, terhadap semua realitas politik. Penguasa politik mungkin saja penjahat; tetapi bisa jadi, diri kita sendiri adalah penjahatnya.
3. Biopolitik Agamben
Agamben (lahir 1942) melanjutkan kajian biopolitik dari Foucault kembali ke Aristo dengan menyusuri Carl Schmitt dan Walter Benjamin. Power sejati ditunjukkan oleh kemampuan membuat pengecualian atau eksepsi. Politik mampu menyatakan situasi sedang krisis sehingga terjadi eksepsi; hukum tidak berlaku lagi; tetapi berlaku hukum darurat.
Kemampuan menetapkan eksepsi, pengecualian, memang terjadi ketika krisis. Lebih dari itu, penguasa politik mampu menetapkan eksepsi setiap saat tanpa batas waktu; tidak harus ada krisis dulu; atau, setiap situasi adalah situasi darurat. Dari mana kita menentukan bahwa sesuatu adalah darurat? Penguasa politik yang menentukan itu.
Biopolitik versi Agamben ini tampak berbeda dari versi Foucault mau pun Aristo; tetapi, sejatinya, Agamben justru membawa kekuatan biopolitik sampai titik ekstremnya.
Barangkali, dengan ilustrasi akan memudahkan untuk memahami eksepsi. Aturan veto dalam PBB adalah contoh jelas. Lima negara adikuasa membuat eksepsi berupa veto. Berdasar “hukum” tidak ada negara yang memiliki veto kecuali lima negara. Berdasar apa “hukum” itu ditetapkan? Berdasar kekuatan politik dari lima negara itu sendiri.
Contoh sistem zonasi untuk sekolah di Indonesia juga merupakan praktek eksepsi yang tegas. Anak-anak yang berada pada zona tertentu, misal radius 5 km dari sekolah, berhak mendaftar ke sekolah favorit; mereka yang berada di luar zona tidak berhak; mereka adalah eksepsi. Berdasar apa “hukum” zonasi ditetapkan? Berdasar kekuatan politik oleh penguasa; maksudnya, penguasa bisa memberlakukan zonasi atau membatalkannya.
Eksepsi adalah hidup mati bagi Anda. Maksudnya, Anda bisa hidup atau mati akibat eksepsi. Anda bisa sukses atau sengsara akibat eksepsi.
Israel memiliki eksepsi bisa menyerang Gaza; begitu juga Gaza memiliki eksepsi bisa diserang tanpa perlindungan. Tentara Israel bisa hidup begitu saja; warga Gaza Palestina bisa mati tiba-tiba tanpa perlindungan. Rusia dan Ukraina juga sama-sama eksepsi juga.
Kehidupan kita sehari-hari adalah eksepsi itu sendiri. Anda bisa hidup karena saat ini penguasa politik tidak menyerang Anda; bila suatu saat penguasa politik menyerang maka apa yang Anda bisa lakukan? Di Indonesia, kita mengenal almarhum Munir sang pejuang kemanusiaan yang mati di pesawat terbang. Anda bisa saja diculik oleh orang tak dikenal lalu hilang. Anda bisa saja dituduh sebagai musuh negara lalu pengadilan memutuskan bahwa Anda harus dihukum mati. Politik saat ini memang ngeri.
Tentu saja, politik bisa hanya membuat Anda sukses atau sengsara. Politik bisa mengucurkan dana berlimpah kepada Anda; atau lebih lembut, politik bisa menetapkan undang-undang yang menjadikan bisnis Anda sukses tak terbayang. Sebaliknya, politik bisa melarang bisnis Anda sehingga bangkrut. Politik adalah biopolitik eksepsi setiap saat. Lalu, apa solusinya?
4. Biopolitik Digital
Era digital, biopolitik makin mengerikan. Dampak eksepsi adalah disrupsi; atau, bila tidak disrupsi maka belum masuk kategori eksepsi; belum masuk ranah biopolitik.
Sukses bisnis digital adalah eksepsi yang berdampak disrupsi. Misal Apple, Google, Amazon dan lain-lain adalah eksepsi. Mereka memegang beragam hak paten, merek dagang, izin khusus dan lain-lain. Tentu saja, hak paten adalah eksepsi. Hak paten hanya mengijinkan pihak tertentu mengeruk keuntungan sementara pihak lain kena disrupsi.
Sikap Cina misal melarang youtube masuk ke Cina adalah eksepsi sehingga youtube nyungsep kena disrupsi di Cina dan beberapa negara lain. Larangan penjualan chip AI ke berbagai negara juga jelas eksepsi untuk meruntuhkan power negara tertentu.
Karena hampir seluruh dunia terhubung oleh teknologi digital maka dampak eksepsi dan disrupsi meluas ke seluruh penjuru tanpa butuh banyak waktu.
5. Biopolitik Kita
Lalu apa yang harus kita lakukan terhadap biopolitik?
Apakah kita harus menjadi penguasa politik sehingga bisa menetapkan eksepsi dan mengeruk keuntungan besar? Ataukah, kita perlu menjaga jarak dari politik dengan konsekuensi jadi korban eksepsi dan korban disrupsi? Bisakah diri kita menjadi penguasa politik yang yang jujur adil?
Anda perlu menjawab pertanyaan-pertanyaan itu.
Hanya saja jawaban “saya selalu taat hukum” adalah jawaban yang tidak layak. Karena setiap “hukum” atau aturan adalah eksepsi dan disrupsi itu sendiri. Equality before the law; all are equal before law. Apa makna before-law?
Before-law, kita adalah manusia. Di depan hukum, kita semua sama sebagai manusia. Sebelum ada hukum, kita semua sama sebagai manusia. Manusia macam apa Anda?
Buku trilogi futurisitik telah terbit (2/3). Anda bisa memesan buku Logika Futuristik ini melalui media online. Atau, Anda bisa langsung membaca buku Logika Futuristik secara online kapan saja di mana saja dengan mungunjungi web pamanapiq.com tanpa dipungut biaya; hanya disarankan sambil banyak doa untuk sesama.
[1] Buku Logika Futuristik terbit 2023. Kita berpikir selalu memanfaatkan perspektif masa depan; sudut pandang futuristik. Sehingga, logika paling penting adalah logika futuristik. Masa depan itu lebih baik bagimu dari masa awal.
Kucing lahir sebagai kucing. Pada akhirnya, kucing mati tetap sebagai kucing. Kita lahir sebagai bayi manusia. Pada waktunya, kita mati bisa sebagai pahlawan; bisa sebagai petani; bisa sebagai guru; bisa sebagai pedagang. Ada juga orang yang mati sebagai pencuri lantaran korupsi. Kita perlu hati-hati dengan akhir kehidupan yang buruk. Kita perlu komitmen untuk meraih akhir yang baik. Kita butuh logika futuristik.
Masa depan adalah freedom, posibilitas, dan komitmen. Anda bebas untuk memilih masa depan terbaik Anda.
Sebaliknya, juga mudah kita pahami. Tanpa masa depan, semua menjadi sia-sia. Apa arti hidup Anda bila tidak punya masa depan? Apa arti ikatan cinta suami istri, kehidupan rumah tangga, bila tanpa masa depan? Apa arti sebuah negara bila tidak punya masa depan? Kita butuh masa depan. Kita butuh makna dalam ragam hal; masa depan adalah sumber makna. Logika futuristik adalah logika masa depan.
[2] Logika Futuristik 2 (LF2) berjudul 7 Pintu Anugerah telah terbit 2024. Buku LF2 ini bersifat praktis. Sehingga, Anda dan siapa saja bisa membaca LF2 dengan mudah.
LF2 memaparkan “7 Pintu Anugerah” agar hidup kita berlimpah berkah di masa depan, di masa lalu, dan di masa kini. Dari masing-masing pintu anugerah itu, saya melengkapinya dengan ringkasan dan rekomendasi implementasi setiap hari. Bahkan, saya menambahkan puisi. Jadi, saya rekomendasikan setiap orang untuk membaca buku LF2 ini. Semoga bertabur manfaat.
[3] Buku Logika Futuristik 3 (LF3) berjudul Principia Realita masih dalam proses penulisan. Saya berencana menerbitkan LF3 paling lambat tahun 2029; semoga bisa lebih cepat dan tepat.
Update: LF3 telah terbit Januari 2025 dengan judul Visi Futuristik.
Mengapa butuh waktu lama untuk menulis LF3? Karena LF3 memang istimewa. Dalam buku ini, saya membahas secara luas dan mendalam makna Logika Futuristik. Meski LF1 dan LF2 sudah membahas secara luas dan mendalam, tetapi LF3 lebih luas dan lebih mendalam. Saya menduga hanya orang-orang tertentu yang berminat membaca LF3; tidak harus semua orang; cukup sebagian saja. Apakah Anda termasuk sebagian orang yang istimewa itu?
Saat ini, saya sudah menuliskan LF3 sekitar 300an halaman. Saya perkirakan buku LF3 akan terdiri sekitar 800 atau 900an halaman. Jadi perjuangan masih panjang. Bagaimana pun, Anda sudah bisa membaca sebagian LF3 itu secara online tanpa dipungut biaya; hanya direkomendasikan untuk banyak doa buat sesama.
Sesuai update, LF3 yang terbit Januari 2025, lebih sederhana dari rencana awal; hanya terdiri hampir 300 halaman; berjudul Visi Futuristik.