Matematika Tidak Guna Kecuali untuk Suka Ria

Saya terpesona dengan sebuah tulisan di koran tahun 90an. Waktu itu saya masih mahasiswa ITB. Koran Republika itu membahas perkalian yang sangat mudah. Kok bisa semudah itu?

Tapi otak kritis seorang mahasiswa langsung berpikir, “Pasti ada kelemahan dari berhitung cepat ini.” Benar saja. Kelemahannya nyata. Hanya berlaku untuk satuan 5 saja. Untuk lainnya tidak bisa. Rasa terpesona saya berubah jadi kurang percaya.

Saya bukan mahasiswa biasa. Saya juga seorang guru. Maka saya mencoba mengenalkan cara berhitung cepat itu ke siswa-siswa. Luar biasa! Siswa-siswa menyukainya. Bahkan mereka jadi suka dengan matematika.

Matematika memang tidak berguna kecuali Anda ingin bersuka cita.

Bukan hanya masalah pada matematika. Secara luas berguna.

  1. Ketika jadi dosen saya mengajarkan ke mahasiswa bisnis: desain thinking. Mengutamakan kepentingan pengguna. Berpikir dari sudut pandang pelanggan. Memberikan yang paling dibutuhkan customer dengan tepat.
    Yang dibutuhkan siswa adalah matematika berhitung cepat. Siswa suka. Lalu mereka melanjutkan belajar matematika dengan beragam cara. Matematika yang sulitpun akhirnya mereka kejar.
  2. Google mengalahkan raksasa Yahoo dengan mengutamakan pengguna. Sudah jadi cerita lama. Google berusaha menemukan apa yang dicari pengguna internet. Cepat, tepat, di depan mata pengguna. Sementara Yahoo memberikan info apa yang dicari pengguna dengan syarat pengguna harus melihat-lihat produk Yahoo dulu. Google pemenangnya.
    Matematika mudah adalah yang dicari siswa. Video youtube saya paling laris adalah tentang matematika mudah. Kemudian siswa mendalami matematika sesuai kemampuan masing-masing di canel paman apiq.
  3. Gojek menyalip transportasi bukan online. Pengguna perlu layanan ojek yang cepat. Jelas tarifnya. Maka gojek memberikan yang diperlukan pengguna ojek. Ditambah dengan harga murah – promosi. Kita tahu kisah sukses gojek.

Quantum Teaching mengingatkan, “Dari dunia mereka ke dunia kita.” Pikirkan dunia siswa. Apa yang mereka inginkan. Sampaikan materi pelajaran sesuai dunia mereka. Ijinkan siswa menikmati petualangan belajar.

Semoga membawa kemajuan untuk Indonesia.

Bagaimana menurut Anda?

Diterbitkan oleh Paman APiQ

Lahir di Tulungagung. Hobi: baca filsafat, berlatih silat, nonton srimulat. Karena Srimulat jarang pentas, diganti dengan baca. Karena berlatih silat berbahaya, diganti badminton. Karena baca filsafat tidak ada masalah, ya lanjut saja. Menyelesaikan pendidikan tinggi di ITB (Institut Teknologi Bandung). Kini bersama keluarga tinggal di Bandung.

Ikuti Percakapan

8 Komentar

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan ke Paman APiQ Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: