Makan Siang Gratis Plus

Kabar gembira: makan siang gratis untuk Anda! Asyik kan?

Prabowo Gibran mencanangkan program makan siang gratis bila terpilih presiden – wakil presiden. Dikabarkan, istana sudah membahas makan siang gratis untuk APBN 2025. Apakah Anda setuju?

Saya sih… setuju. Bukan hanya makan siang; saya usul makan siang gratis plus-plus; makan malam dan makan pagi bagi seluruh rakyat Indonesia gratis.

Uangnya dari mana? Uang bisa diatur. Demi rakyat, kita semua seharusnya rela berkorban; kita bisa mengatur anggaran untuk makan gratis bagi rakyat. Apa artinya jadi presiden wakil presiden bila tidak berkorban demi rakyat? Apa artinya jadi menteri bila tidak berkorban demi rakyat? Apa artinya jadi pejabat bila tidak berkorban demi rakyat?

Beberapa bulan lalu saya bertemu menkeu Bu Sri Mulyani di Jakarta.

Bu Sri mengatakan, “Saya bangga dengan paman APIQ yang mengajarkan matematika secara online gratis.”
Saya jawab, “Terima kasih Bu Sri. Saya guru matematika sehingga tugas saya untuk berbagi ilmu matematika kepada rakyat.”

Saat ini, tugas Bu Sri untuk berbagi makan siang gratis plus-plus kepada rakyat melalui APBN. Diberitakan: [1] pembahasan anggaran bulan depan; [2] berdampak memperlebar defisit; [3] menyesuaikan dengan yang sudah ada.

Saya mengusulkan biaya makan gratis melalui uang-pokok; sehingga hanya sedikit mengganggu rupiah dalam APBN; hampir tidak ada hubungannya dengan dolar. Indonesia bisa mencetak tiga jenis uang: [1] rupiah seperti biasa; [2] uang-pokok, bukan rupiah, yang digunakan untuk membiayai makan siang plus; [3] uang-mewah, bukan rupiah, untuk belanja produk dan jasa mewah. Saya sudah membahas konsep uang ini di tulisan terdahulu: Ekonomi Cinta.

Bila suatu saat nanti, saya bertemu dengan Bu Sri Mulyani, saya ingin mengatakan,
“Saya bangga dengan Bu Sri yang telah berbagi makanan gratis untuk rakyat di seluruh Indonesia.”

Bagaimana menurut Anda?

Diterbitkan oleh Paman APiQ

Lahir di Tulungagung. Hobi: baca filsafat, berlatih silat, nonton srimulat. Karena Srimulat jarang pentas, diganti dengan baca. Karena berlatih silat berbahaya, diganti badminton. Karena baca filsafat tidak ada masalah, ya lanjut saja. Menyelesaikan pendidikan tinggi di ITB (Institut Teknologi Bandung). Kini bersama keluarga tinggal di Bandung.

Join the Conversation

  1. avatar Tidak diketahui

1 Comment

Tinggalkan komentar