Arti Sebuah Kepercayaan

Tak terlihat. Mahal harganya. Itulah kepercayaan.

Anak-anak saya tanya,” Mengapa pintu rumah eyang tidak dikunci?”

Karena masyarakat desa saling percaya. Dapat dipercaya. Pintu dibiarkan terbuka. Tetap aman.

Bandingkan dengan kota. Pintu terbuka. Sepatu dan hp langsung hilang.

Orang kota menutup pintu rumahnya. Membuat pagar tinggi. Semua serba tertutup. Bahkan perlu satpam. Lengkap dengan cctv-nya. Berapa biayanya?

Orang desa membuka pintu. Tidak perlu pagar. Tetangga saling menjaga. Saling percaya. Gratis aman sentosa.

Dengan saling percaya semua jadi mudah. Murah. Tanpa kepercayaan semua jadi mahal. Susah.

Bagaimana agar bisa tercipta saling percaya?

Pertama, harus layak dipercaya. Jika tidak maka tidak bisa. Misal rumah di desa terbuka. Lalu ada pencuri. Banyak kehilangan. Lambat laun masyarakat tidak percaya. Mereka akan saling menutup pintu. Menutup diri.

Ketika bisa dipercaya, pintu terbuka. Ada pencuri ketahuan tetangga. Tidak jadi mencuri. Masyarakat saling jaga. Saling percaya.

Kedua, kepercayaan harus dijaga. Perlu konsisten. Perlu harga diri. Tapi kita bisa.

Ketiga, perluas rasa saling percaya. Jika masyarakat luas saling percaya maka makin aman negeri ini.

Apakah Anda percaya dengan wakil rakyat, pejabat, dan masyarakat?

Bagaimana menurut Anda?

Diterbitkan oleh Paman APiQ

Lahir di Tulungagung. Hobi: baca filsafat, berlatih silat, nonton srimulat. Karena Srimulat jarang pentas, diganti dengan baca. Karena berlatih silat berbahaya, diganti badminton. Karena baca filsafat tidak ada masalah, ya lanjut saja. Menyelesaikan pendidikan tinggi di ITB (Institut Teknologi Bandung). Kini bersama keluarga tinggal di Bandung.

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: