Herd Immunity Lebih Mudah

Sebuah rekayasa bisa mencapai herd immunity hanya dengan ambang batas 5%.

Masyarakat mulai jenuh dengan pandemi corona. Tapi mengatasi pandemi covid 19 tidak mudah. Beberapa negara berhasil dengan baik lalu muncul gelombang kedua. Bisa saja lebih mengerikan.

Herd immunity menjadi harapan. Mudahnya, herd immunity (HI) adalah kelompok masyarakat yang imun. Kebal terhadap virus. Masyarakat jadi aman terhadap virus. Bagaimana bisa?

HI bisa kita capai bila jumlah orang yang imun terhadap virus melebihi ambang batas minimal. Untuk corona, ambang batas sekitar 60% atau lebih. Angka 60% ini ngeri. Karena 60% dari sekitar 250 juta jiwa penduduk Indonesia adalah 150 juta orang terserang virus. Tidak ada fasilitas kesehatan yang mampu menampung pasien sebanyak itu. Bahkan meskipun setengah di antara mereka tidak perlu dirawat karena OTG – orang tanpa gejala.

Masih ada harapan! HI ini lebih mudah kita capai dengan rekayasa dan matematika. Angka ambang 60% bisa kita geser menjadi hanya 5%. Penurunan yang drastis.

Untuk mencapai HI dengan ambang hanya 5% kita coba memahami hitungan angka reproduksi R.

Angka R menunjukkan berapa banyak orang berikutnya yang akan ditulari oleh 1 orang yang sudah terinfeksi virus. Misal angka R = 2 menunjukkan bawah 1 orang yang terserang virus akan menulari kepada 2 orang lain. Mudah kita lihat bila R lebih dari 1 maka virus akan terus berkembang.

Tetapi bila R lebih kecil dari 1 maka virus akan mereda. Wabah selesai. Misal R = 1/2 dan ada 4 orang sudah terinfeksi. Maka berikutnya akan menulari 2 orang. Dan selanjutnya hanya menulari 1 orang. Sementara 1 orang terakhir tidak bisa lagi menulari.

4 + 2 + 1 … … …

HI adalah sebuah cara untuk membuat nilai R di bawah 1 sehingga pandemi berakhir. Caranya dengan memperbanyak orang imun (orang kebal = K). Sehingga orang yang akan terserang virus jadi berkurang (orang akan terserang = T).

R = a x T

Nilai R tergantung dengan banyaknya orang yang akan terserang T dan suatu nilai a yang barangkali tergantung sifat virus, interaksi manusia, cuaca dan lain-lain. Misalnya R awal = Ro = 4 untuk kasus virus corona yang akan menyerang 100 orang T.

Ro = 4 = a x T = a x 100

Agar terjadi HI maka R harus turun ke bawah ambang batas 1. Caranya adalah menurunkan T yang awal 100 orang menjadi 25 orang. Misal R menjadi Re = 1

Re = 1 = a x T = a x 25

Mudah kita pahami bahwa a x 25 = 1 karena asalnya a x 100 = 4. Bagaimana caranya mengubah T dari 100 menjadi 25 itu?

Caranya meningkatkan orang yang kebal = K = 75.

Awalnya semua orang 100 adalah T,

100 = T + K
100 = 100 + 0

Kemudian 75 orang jadi kebal, K = 75,

Seluruh orang =

100 = 25 + 75
100 = T + K

Orang kebal K = 75 ini berhasil kebal karena imunisasi atau karena terpapar virus lalu imun. Sayangnya untuk corona belum ditemukan vaksin maka terpaksa K = 75 ini karena terpapar virus covid. Angka 75% ini terlalu besar. Penuh resiko.

Kali ini kita perlu rekayasa untuk menurunkan angka 75% menjadi 10% atau 5% atau lebih kecil lagi.

Simulasi kasus di Indonesia misal banyak orang yang akan terserang 200 juta. R nasional saat ini adalah 1,05 = Rn.

Rn = 1,05 = a x 200

Untuk mencapai HI maka kita perlu menurunkan R menjadi 1 = Re,

Re = 1 = a x M

maka

M = 200/1,05 = 190 (pembulatan)

Karena T turun, dari 200 juta menjadi 190 jt, sebesar 10 juta maka banyak orang yang imun atau kebal,

K = 200 – 190 = 10

Secara persentase,

10/200 = 5%

Jadi untuk mencapai HI hanya butuh 5% orang yang imun. Angka ini jauh di bawah 75% atau 60%.

Perhitungan di atas bisa kita terapkan dengan baik. Tapi penerapan nyata ke kasus Indonesia masih perlu kajian lebih mendalam.

Bagaimana menurut Anda?

Diterbitkan oleh Paman APiQ

Lahir di Tulungagung. Hobi: baca filsafat, berlatih silat, nonton srimulat. Karena Srimulat jarang pentas, diganti dengan baca. Karena berlatih silat berbahaya, diganti badminton. Karena baca filsafat tidak ada masalah, ya lanjut saja. Menyelesaikan pendidikan tinggi di ITB (Institut Teknologi Bandung). Kini bersama keluarga tinggal di Bandung.

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: