Saya mengembangkan OCL (over confidence level) untuk menghitung level PS (pseudosains) atau sains palsu.

Di tulisan ini, saya membahas secara praktis. Sementara, pembahasan filosofis silakan merujuk tulisan saya sebelumnya. (Tantangan Filsafat Sains Abad 21)
1. Penentuan Kriteria Elemen
2. Penetapan Skor
3. Menghitung OCL
4. Interpretasi OCL
5. Dialog Pseudosains
Tujuan OCL adalah untuk memudahkan komunikasi berkaitan PS. OCL tidak menetapkan suatu teori, atau hipotesis, sebagai PS. Tetapi, OCL menghitung kelebihan keyakinan terhadap suatu teori sehingga ada resiko terjebak PS.
1. Penentuan Kriteria Elemen
Dalam kajian kali ini, kita memilih 5 kriteria elemen untuk menilai PS (pseudosains atau sains palsu).
[1] Obyektif. Apakah teori ini bersifat obyektif? Apakah bisa diuji oleh orang-orang yang berbeda? Apakah bisa diulangi di beberapa ruang dan waktu yang berbeda?
[2] Rasionalitas. Apakah teori ini masuk akal sehat? Apakah dengan kajian yang mendalam, teori makin kokoh? Apakah teori bisa dibuatkan struktur logika untuk memudahkan pemahaman?
[3] Progresif. Apakah teori makin berkembang? Apakah sebagian dari teori disingkirkan karena salah? Apakah ditambahkan bagian teori baru yang lebih bagus?
[4] Komparasi. Apakah teori ini lebih baik dibanding teori pesaing? Apakah efektif dan efisien? Apakah lebih murah dan bermanfaat?
[5] Etika. Apakah pendukung teori ini menjunjung tinggi nilai-nilai etika? Apakah mereka jujur terpercaya? Apakah mereka adil?
Penetapan kriteria di atas berupa interpretasi. Sehingga, peran manusia sangat penting. Anda bisa mengembangkan kriteria yang berbeda dari contoh saya di atas.
2. Penetapan Skor
Dari masing-masing kriteria, di atas, kita menetapkan skor 1 sampai dengan 5. Skor 1 adalah terburuk dan skor 5 adalah terbaik. Lagi, tahap ini melibatkan interpretasi sehingga peran manusia sangat penting. Barangkali perlu dilakukan oleh tim yang berdiskusi terbuka untuk menetapkan skor.
Mari kita coba dengan ilustrasi.
C = Apakah jawaban chatGPT termasuk pseudosains?
[O = obyektif] = 2. Mesin GPT itu sendiri obyektif. Tetapi jawaban GPT tidak bisa diulang di ruang waktu yang berbeda. Maksudnya, jawaban GPT berubah-ubah tanpa konsistensi.
[R = rasional] = 2. Mesin GPT bersifat rasional dengan pendekatan statistik. Tetapi cara berpikir GPT tidak bisa dipahami manusia. Atau GPT sendiri tidak memahami cara berpikirnya sendiri. Makin dikaji, makin banyak keraguan.
[P = progresif] = 5. GPT terus maju dengan ragam penyempurnaan.
[K = komparasi] = 3. GPT bagus untuk informasi umum, cepat, mudah, dan sederhana. Sementara, untuk tugas khusus, misal berhitung, GPT tidak layak dipercaya.
[E = etika] = 3. Tidak terlalu jelas, apakah pendukung GPT menjunjung etika atau mengejar keuntungan finansial.
Kita ringkas, berikut skor seluruhnya.
C = {2, 2, 5, 3, (11 – 3)} = {2, 2, 5, 3, 8}
Salah satu skor, misal E, kita ubah menjadi 11 – e untuk menjamin eksistensi over-confidence.
3. Menghitung OCL
[1] Buat diagram Lorenz.
Urutkan data dari terkecil menuju yang lebih besar;
C = {2, 2, 3, 5, 8}
Buat diagram kumulatif;

[2] Estimasi diagram dengan integral Riemann f(x) = x^(n).
Kita peroleh; n = 1,86
[3] OCL(C) = n = 1,86 (Selesai).
4. Interpretasi OCL
Tugas kita selanjutnya adalah membuat interpretasi dari
OCL(C) = 1,86
Interpretasi. Dari acuan 1,00 = 100%; nilai 1,86 adalah terlalu tinggi 86%. Jadi, kita over-confidence 86% terhadap GPT. Kemungkinan 86% keyakinan kita kepada GPT bisa salah. Angka 86% ini sangat tinggi. Kita bisa menyimpulkan bahwa “jawaban chatGPT” adalah PS; termasuk kategori pseudosains (atau PS).
5. Dialog Pseudosains (PS)
Angka OCL(C) = 1,86 adalah awal dialog. Angka ini bisa diperbaiki dengan beragam cara. Berikut beberapa alternatif.
Obyektif. Menambahkan “rule” kepada GPT sehingga jawaban GPT menjadi konsisten. Barangkali meningkatkan O dari 2 menjadi 4.
Rasionalitas. Menambahkan kemampuan kepada GPT agar mampu menyusun “peta” argumentasi atau peta proses berpikir. Barangkali meningkatkan R dari 2 menjadi 4.
Kita peroleh, setelah modifkasi;
M = {4, 4, 5, 3, 8}
OCL(M) = 1,44
Over-confidence 44% lebih ringan dari semula. Jika batas PS adalah kelebihan 50% maka 44% relatif aman.
Pembahasan kita di atas adalah tentang “jawaban” chatGPT. Bagaimana dengan program “pengembangan” chatGPT?
P = apakah program pengembangan chatGPT adalah pseudosains?
Obyektivitas = O = 5. Pengembangan chatGPT bersifat obyektif dan terbuka terhadap beragam kajian ilmiah.
Rasionalitas = R = 5. Pengembangan chatGPT bersifat rasional sesuai standar ilmiah, sains komputer, matematika, probabilitas, dan lain-lain.
Progresif = P = 5. Pengembangan chatGPT progresif dengan terbuka terhadap beragam penyempurnaan.
Komparasi = K = 3. Barangkali pendekatan lain lebih efisien dan efektif.
Etika = E = 11 – 3 = 8. Awalnya, opensource tetapi tidak jelas apakah untuk mengumpulkan keuntungan finansial di tahap akhirnya.
P = {5, 5, 5, 3, 8}
OCL (P) = 1,35
Interpretasi. Over-confidence 35% adalah relatif besar tetapi masih di bawah 50%. Jadi, pengembangan chatGPT bukan PS (bukan pseudosains); tetapi sains. Cukup jelas, pengembangan GPT berbeda dengan jawaban hasil GPT.
Bagaimana menurut Anda?
Ringkasan Penutup
Kontribusi utama OCL adalah memudahkan kita komunikasi tentang pseudosains (PS). Dengan satu angka yang pasti, kita bisa dialog dengan jelas. Arah dari dialog: [1] memperbaiki teori agar OCL lebih baik yaitu lebih rendah; [2] memperbaiki interpretasi awal atau akhir agar OCL lebih terpercaya; [3] mempertimbangkan teori alternatif.
Lampiran 1: Lebih Banyak Contoh
Kita akan membahas lebih banyak contoh sebagai ilustrasi. Format skor adalah seperti di atas,
S = {obyektivitas, rasionalitas, progresivitas, komparasi, etika}
Kapitalisme = K = apakah kapitalisme adalah PS (pseudosains)?
K = {5, 4, 5, 3, 8}
OCL( K) = 1,44
Kita terlalu percaya, over-confidence, terhadap kapitalisme kelebihan 44%. Atau, 44% keyakinan kita kepada kapitalisme bisa salah. Kita perlu waspada. Meski 44% masih di bawah 50%, yaitu bukan PS, tetapi sangat dekat.
Sosialisme = S = apakah sosialisme adalah PS (pseudosains)?
S = {3, 3, 3, 3, 8}
OCL (S) = 1,50
Kita terlalu percaya, over-confidence, terhadap sosialisme kelebihan 50%. Surprise bagi saya: sosialisme tepat di batas 50% antara PS dan sains. Kita perlu waspada terhadap sosialisme.
Google = G = apakah jawaban google adalah PS (pseudosains)?
G = {5, 5, 5, 4, 7}
OCL (G) = 1,22
Kita terlalu percaya, over-confidence, terhadap google kelebihan 22%. Atau, 22% keyakinan kita kepada google bisa saja salah. Perlu waspada, meski 22% cukup jauh di bawah 50%. Google bukan PS.
Teokrasi: apakah teokrasi adalah PS (pseudosains)?
T = {4, 3, 4, 3, 8}
OCL (T) = 1,50
Surprise lagi. Teokrasi tepat di batas PS dengan kelebihan keyakinan 50%. Atau, 50% keyakinan kita kepada teokrasi bisa saja salah. Perlu waspada.
Berikutnya, sekedar mencoba, menerapkan OCL ke bidang seni. Kita tahu seni beda dengan sains. Misal, kita mencermati puisi WS Rendra.
Rendra = R = apakah pusisi Rendra merupakan PS (pseudosains)?
R = {4, 4, 5, 4, 6}
OCL (R) = 1,19
Wow, bukan PS. Puisi Rendra bukan pseudosains. Kita terlalu percaya, over-convidence, terhadap puisi kelebihan 19%. Atau, 19% keyakinan kita bisa saja salah.
Matematika = M = apakah 2 + 1 = 3 pada bilangan bulat adalah PS (pseudosains)?
M = {5, 5, 5, 5, 6}
OCL (M) = 1,06
Kita terlalu pecaya, over-confidence, terhadap matematika kelebihan 6%. Atau, 6% keyakinan kita kepada matematika bisa saja salah. Tentu, matematika bukan PS. Matematika jauh di bawah angka 50% sebagai batas PS.

Tinggalkan komentar