Solusi Masalah Pendidikan Indonesia: Kualitas atau Pemerataan?

Kita sedang dalam masalah serius di bidang pendidikan Indonesia? Tapi apa masalah pendidikan Indonesia? Jika kita tidak tahu masalahnya bagaimana kita akan menemukan solusi?

Dua masalah utama pendidikan kita adalah rendahnya kualitas dan tidak meratanya ketersediaan pendidikan di penjuru negeri. Mana yang harus diutamakan dalam menyelesaikannya?

Tugas menteri pendidikan Indonesia memang berat. Tugas presiden juga tentunya.

Ditambah lagi masalah apakah kita lebih banyak menghabiskan energi untuk pendidikan atau administrasi pendidikan?

Fokus ke kualitas atau pemerataan

Jawaban sederhana adalah fokus kepada keduanya yaitu meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus meratakan pendidikan ke seluruh penjuru negeri. Tetapi solusi tanpa prioritas seperti ini sering menemukan jalan buntu. Maka kita perlu menyusun prioritas kualitas atau pemerataan.

Jika tidak berkualitas untuk apa diratakan seluruh penjuru negeri? Pertanyaan sederhana yang memaksa kita untuk menomorduakan pemerataan dan fokus pertama adalah kualitas.

Kualitas pendidikan kita sudah banyak diketahui langganan urutan 3 besar paling bawah dari survey internasional TIMSS dan PISA. Data ini sudah cukup bagi kita untuk lebih serius meningkatkan kualitas pendidikan.

Solusi dengan memasukkan “materi survey” TIMSS dan PISA ke dalam kurikulum tampak sudah terbukti tidak berhasil. Memang bukan begitu solusinya. Meningkatkan kualitas pendidikan tidak bisa dengan menambahkan materi ke kurikulum saja. Justru masalah kita terdapat pada kurikulum yang terlalu “gemuk”.

Ide awal adalah “beban” pendidikan apa yang seharusnya kita kurangi? Beban yang tidak efektif ini perlu kita buang. Makin banyak beban yang kita buang maka kita memiliki ruang makin besar untuk kemudian diganti dengan konten yang lebih efektif atau bahkan dibiarkan kosong agar pendidik dan peserta didik bebas berkreasi.

(Bersambung)

Untuk solusi pemerataan kita boleh optimis dengan bertumbuhnya internet dan akses mobile phone maka akan memudahkan proses pemerataan pendidikan ke seluruh penjuru negeri.

Diterbitkan oleh Paman APiQ

Lahir di Tulungagung. Hobi: baca filsafat, berlatih silat, nonton srimulat. Karena Srimulat jarang pentas, diganti dengan baca. Karena berlatih silat berbahaya, diganti badminton. Karena baca filsafat tidak ada masalah, ya lanjut saja. Menyelesaikan pendidikan tinggi di ITB (Institut Teknologi Bandung). Kini bersama keluarga tinggal di Bandung.

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: