Makin Kaya Makin Tak Merata

Laporan terbaru OECD menyatakan bahwa secara umum dunia kita makin kaya. Kehidupan sosial makin sejahtera. Pekerjaan makin tersedia. Tapi tidak merata.

Ungkapan lama, yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin, masih berlaku. Hal ini berbahaya bagi kehidupan masyarakat. Bahaya bagi bangsa dan negara. Juga bahaya bagi agama. Perlu tindakan serius.

“Governments need to take action to protect the most vulnerable – both in terms of their health, but also in terms of financial vulnerability. To secure future well-being, there is no alternative but to build up long-term protections and preparedness against risks.”

Tentu saja pemerintah paling bertanggung jawab menangani ini. Sebagai warga negara kita perlu mendukung program pemerintah. Berkolaborasi untuk ikut serta saling membantu yang lemah.

Image result for oecd how's life 2020
  1. Perlu jaminan bagi yang lemah secara ekonomi. Kebutuhan sandang, pangan, dan papan perlu terjamin. Tentu tidak mudah. Di satu sisi bantuan langsung bermanfaat. Di sisi lain kita perlu menyiapkan bantuan jangka panjang. Jangan beri ikannya tapi beri kailnya.

    Penyediaan lapangan kerja menjadi penting. Dampak virus corona memukul sisi kesehatan dan ekonomi. Bisnis wisata dan hotel mulai menjerit. Banyak pekerja dirumahkan. Lapangan kerja apa yang bisa terus tumbuh di masa sulit ini?

    Bisnis online dan pekerjaan online tampaknya bisa jadi alternatif.

  2. Meningkatkan pendidikan meski tidak urgen tapi paling penting. Semua tahu pendidikan adalah penting. Apalagi bagi orang miskin makin penting.

    Karena pendidikan tidak urgen. Tidak langsung memberi hasil ekonomis maka sering disisihkan. Baik bagi pemberi bantuan atau pun penerima bantuan. Perlu fokus lebih kuat lagi meningkatkan pendidikan bagi orang-orang miskin dengan beragam bentuk “bantuan.”

    Lagi-lagi media online untuk meningkatkan pendidikan perlu dipertimbangkan lebih serius lagi.

  3. Mengetuk Sang Kaya, Sang Penguasa, Sang Pemimpin untuk lebih tulus berbagi.

    Mumpung ada larangan umroh bagaimana jika dana umroh itu disalurkan untuk pendidikan rakyat jelata? Pahalanya bisa lebih besar dari umroh. Barangkali dana haji juga bisa.

    Tapi yang umroh atau haji kan belum tentu orang kaya? Benar. Ijinkan mereka untuk haji dan umroh. Sementara yang sudah pernah umroh dan haji berkali-kali mohon ikhlas dananya disalurkan untuk rakyat miskin.

Bagaimana menurut Anda?

Diterbitkan oleh Paman APiQ

Lahir di Tulungagung. Hobi: baca filsafat, berlatih silat, nonton srimulat. Karena Srimulat jarang pentas, diganti dengan baca. Karena berlatih silat berbahaya, diganti badminton. Karena baca filsafat tidak ada masalah, ya lanjut saja. Menyelesaikan pendidikan tinggi di ITB (Institut Teknologi Bandung). Kini bersama keluarga tinggal di Bandung.

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: