Indonesia V Jakarta Lawan Corona

Bagaimana bisa Indonesia vs Jakarta?

Tentu saja seru. Indonesia luas. Lebih kompleks. Sedangkan Jakarta hanya satu wilayah saja dari Indonesia. Tapi Jakarta istimewa: Daerah Khusus Ibukota. Pusat pemerintahan ada di Jakarta. Pun pusat bisnis. Indonesia dipimpin Presiden Jokowi dan Jakarta dipimpin Gubernur Anies.

Siapa bakal menang? Kita berharap Indonesia menang, Jakarta menang dan kita semua menang.

Melawan corona harus menang. Sejauh ini tanda-tanda kemenangan pernah muncul meski tenggelam lagi.

Sejatinya corona sempat menurun di Indonesia. Sejak 24 Mei turun terus sampai titik terendah di 7 Juni dengan nilai R = 1,09. Prestasi terbaik dalam 1 bulan terakhir. Tapi tidak terlalu baik. Karena R masil lebih dari 1 yang bermakna covid masih terus mewabah di Indonesia.

Setelah 7 Juni 2020 grafik R naik turun dan mencapai R = 1,14 di 19 Juni. Angka yang tidak terlalu baik. Tapi juga tidak buruk amat.

Dengan angka R di atas 1 kita sulit mengatakan bahwa Indonesia sudah menang melawan corona. Bila angka ini dipertahankan maka perkiraan dalam setiap bulan kasus berlipat 2 kali lipat. Artinya akhir Juli akan ada sekitar 50 ribu orang aktif corona dan hampir 100 ribu orang total terinfeksi di Indonesia.

Kondisi Jakarta sedikit berbeda.

Awal Juni nilai R menembus di bawah 1 untuk Jakarta. Lalu naik turun tipis di dekat 1 dan bernilai R = 1,02 di 19 Juni 2020. Bila kita asumsikan R Jakarta bisa di 0,90 maka kasus aktif berkurang menjadi setengahnya dalam tiap bulan.

Di Jakarta hanya akan ada 2 ribu orang kasus aktif pada akhir Juli dan kasus corona selesai pada bulan Maret 2022. Bukan 2021 ya!?

Tapi ini hanya asumsi R = 0,90. Kenyataannya beberapa minggu terakhir kisaran R = 0,98.

Jika Jakarta berakhir di 2022 maka Indonesia berakhir di tahun berapa?

Mempertimbangkan Indonesia R = 1,12 maka kasus corona tidak akan pernah berakhir. Kita bisa saja beradaptasi dengan kebiasaan-kebiasaan baru.

Seandainya Indonesia bisa menurunkan R = 0,90 maka akan berakhir pada bulan Juni 2022. Selang 3 bulanan setelah Jakarta.

Jika turun R = 0,80 maka Indonesia akan selesai awal September 2020. Ya benar tahun 2020.

Sedangkan DKI akan selesai pertengahan Juli 2020.

Gampang banget? Hanya tinggal menurunkan R = 0,80 saja.

Jadi siapa pemenangnya?

Diterbitkan oleh Paman APiQ

Lahir di Tulungagung. Hobi: baca filsafat, berlatih silat, nonton srimulat. Karena Srimulat jarang pentas, diganti dengan baca. Karena berlatih silat berbahaya, diganti badminton. Karena baca filsafat tidak ada masalah, ya lanjut saja. Menyelesaikan pendidikan tinggi di ITB (Institut Teknologi Bandung). Kini bersama keluarga tinggal di Bandung.

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: