Simulasi Herd Immunity – Model Matematis

Herd immunity sangat menarik. Bayangkan kekebalan kelompok. Kita sebagai masyarakat menjadi kebal corona. Pandemi covid-19 jadi usai. Tambahan lagi, herd immunity bisa terjadi dengan sendirinya.

Mengapa tidak kita raih herd immunity?

Perlu ada yang dikorbankan. Kadang tidak murah. Korban nyawa. Maka saya buatkan simulasi matematis untuk estimasi berbagai macam skenario.

  1. Herd immunity normal

Kondisi normal seperti sekarang bila diteruskan bisa menuntun kita ke herd immunity dengan cara mudah.

Kondisi HI, herd immunity, tercapai sekitar September 2021. Pandemi selesai karena tidak ada yang bisa diserang corona. Masyarakat sudah imun.

Lihat pada kondisi puncak, kita lihat, ada kasus harian bertambah 2 juta orang. Apa kita mampu menanggung nya?

Total kasus bisa mencapai 150 juta orang. Dan 15 jutaan di antaranya meninggal, 15 juta yang lain sakit parah, sisanya akhirnya sembuh.

Besaran ini tergantung dengan Ro. Batas agar HI = 1 – 1/Ro.

2. Herd immunity diperkecil

Barangkali HI bisa diturunkan puncaknya dengan asumsi Ro yang lebih kecil. Misal Ro = 1,5 maka hanya perlu 1/3 populasi imun untuk mencapai HI.

HI terjadi antara Juni-Juli 2021, pandemi selesai. Puncaknya terjadi penambahan 1 juta kasus baru per hari. Lebih ringan dari skenario sebelumnya.

Total orang terjangkit sekitar 85 juta orang. Dan 8 juta di antaranya meninggal dunia. Tetap lebih ringan dari skenario 1.

3. Herd immunity lebih kecil lagi

Tentu saja HI bisa lebih ringan lagi bila R0 lebih kecil. Misal Ro = 1,1 maka hanya butuh sekitar 10% populasi saja yang harus imun.

HI tercapai bulan Mei 2021. Pandemi selesai ketika musim lebaran. Asyik…!

Total hanya ada 27 juta orang terjangkit. Barangkali kurang dari 3 juta meninggal dunia. Puncak penambahan kasus harian sekitar 400 ribu. Lebih rendah dari skenario yang sudah-sudah.

Sayangnya, saya menghitung Ro Indonesia Ro = 4,7. Maka perlu 80% populasi imun agar HI. Semoga Ro memang lebih kecil mendekati 1.

Bagaimana menurut Anda?

Diterbitkan oleh Paman APiQ

Lahir di Tulungagung. Hobi: baca filsafat, berlatih silat, nonton srimulat. Karena Srimulat jarang pentas, diganti dengan baca. Karena berlatih silat berbahaya, diganti badminton. Karena baca filsafat tidak ada masalah, ya lanjut saja. Menyelesaikan pendidikan tinggi di ITB (Institut Teknologi Bandung). Kini bersama keluarga tinggal di Bandung.

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: