Kesenjangan Ekonomi Indonesia – Gini Rasio 0,381

Jelas ada kesenjangan kekayaan di Indonesia. Rasio Gini menunjukkan 0,381 besarnya ketimpangan itu di Maret 2020.

Seberapa besarkah itu?

Memang makin timpang dibanding September 2019 dengan Gini = 0,380. Tapi justru lebih tidak timpang dibanding Maret 2019, dengan rasio Gini = 0,382.

Makin besar Gini rasio maka menunjukkan makin timpang wilayah bersangkutan dalam hal pengeluaran atau lebih umum kesejahteraan.

Gini = 0 menunjukkan ketimpangan 0 atau tidak ada ketimpangan. Terjadi bila semua pendudukan memiliki kesejahteraan sama persis. Merata sempurna. Sepertinya tidak akan pernah terjadi ya?

Sementara Gini = 1 = 100% atau mendekati 100% adalah bila semua orang tidak punya kekayaan kecuali hanya 1 orang saja kaya raya berkuasa atas semua kekayaan. Hal ini juga sulit terjadi. Barangkali bisa terjadi bila di suatu wilayah ada 1 orang maharaja menguasai semua kekayaan. Sementara semua orang lain adalah hamba sahaya.

Maka nilai Gini rasio, secara praktis, lebih dari 0% dan kurang dari 100%.

Kembali ke Indonesia dengan Gini = 0,381 bermakna apa?

Tidak cukup dengan Gini rasio saja untuk mengukur kesenjangan masyarakat. Barangkali BPS perlu menerbitkan grafik Gini rasio seperti di atas.

Saya buat grafik diidealkan menjadi linear seperti di atas. Agar mudah menghitungnya. Panjang sisi segitiga adalah 1 = 100%.

Kondisi terburuk di Indonesia

Terjadi seperti grafik bagian kiri. Di mana 38% penduduk miskin kita tidak memiliki kekayaan sama sekali. Atau memiliki kekayaan yang sangat kecil. Miskin dengan esktrem miskin.

Sementara 62% penduduk yang lebih kaya menguasai seluruh 100% kekayaan Indonesia.

Dengan Gini rasio 0,380 kondisi semacam ini sangat buruk.

Kondisi terbaik di Indonesia

Grafik sebelah kanan menunjukkan kondisi yang lebih baik meski dengan Gini rasio = 0,380.

Dengan sedikit bantuan geometri dasar kita bisa menghitung luas segitiga kekayaan ekonomi.

PA = 50 + 19 = 69

69% penduduk Indonesia menguasai (15,50% diralat ya, 69 x 31 = 2139) 21,39% kekayaan ekonomi Indonesia.

Atau bisa dibalik, 21,39/69 = 31%

Yang berarti penduduk miskin kita hanya menguasai 31% kekayaan dari selayaknya 100% itu. Penduduk miskin ini sebanyak 69% penduduk kita.

Kondisi ini lebih baik dari pada tidak punya kekayaan sama sekali kan?

Sementara penduduk kaya yang jumlahnya 31% menguasai seluruh 69% dari total kekayaan Indonesia.

Kondisi nyata di Indonesia

Kondisi nyata di Indonesia bisa kita baca bila kita memperoleh grafik lengkap dari BPS. Sayangnya saya belum menemukan grafik yang dimaksud.

Bisa saja grafik itu tidak linear, tentu saja. Tapi kemungkinan besar kondisinya akan berkisar di antara kondisi terburuk dan kondisi terbaik di atas.

Barangkali ada yang punya grafik Gini dari BPS?

Diterbitkan oleh Paman APiQ

Lahir di Tulungagung. Hobi: baca filsafat, berlatih silat, nonton srimulat. Karena Srimulat jarang pentas, diganti dengan baca. Karena berlatih silat berbahaya, diganti badminton. Karena baca filsafat tidak ada masalah, ya lanjut saja. Menyelesaikan pendidikan tinggi di ITB (Institut Teknologi Bandung). Kini bersama keluarga tinggal di Bandung.

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: