Jogja Lebih Buruk dari Indonesia

Kita tetap semangat menghadapi berbagai situasi pandemi yang tidak pasti. Berbagai macam strategi terus kita kembangkan.

Sayangnya tidak selalu berhasil. Misal situasi Yogyakarta kini lebih buruk dari rata-rata situasi nasional.

Penambahan kasus baru DIY di kisaran 60 orang per hari pada akhir September 2020 ini. Sedangkan nasional sekitar 4000 orang. Bila kita bandingkan maka DIY mengambil porsi 1,5% yang terlalu besar. Maka itu lebih buruk.

Dari pengamatan Maret sampai Juli DIY hanya menyumpangkan sekitar 0,5% dari nasional. Kondisi yang bagus itu seharusnya dipertahankan. Diperbaiki. Dijadikan contoh penanganan covid untuk wilayah lain.

Tetapi dengan lonjakan seperti itu maka kita perlu strategi baru lagi untuk DIY.

Bagaimana menurut Anda?

Diterbitkan oleh Paman APiQ

Lahir di Tulungagung. Hobi: baca filsafat, berlatih silat, nonton srimulat. Karena Srimulat jarang pentas, diganti dengan baca. Karena berlatih silat berbahaya, diganti badminton. Karena baca filsafat tidak ada masalah, ya lanjut saja. Menyelesaikan pendidikan tinggi di ITB (Institut Teknologi Bandung). Kini bersama keluarga tinggal di Bandung.

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: