Dilema Ibu-Ibu Vs Kodok

Awalnya, ini hanya paradoks ibu-ibu tetapi berkembang sebagai paradoks kodok. Bisa juga paradoks lainnya.

Jelas bahwa setiap ibu punya ibu. Bahkan setiap orang juga punya ibu. Tetapi siapakah ibu pertama? Yang merupakan ibu dari hampir seluruh umat manusia?

Secara umum kita menjawab ibu pertama adalah Bunda Hawa. Muncul dilema atau paradoks di sini.

Pertama, siapakah ibu dari Bunda Hawa? Jika Bunda Hawa punya ibu maka Bunda Hawa bukan ibu pertama, kontradiksi. Padahal Bunda Hawa diyakini sebagai ibu pertama.

Kedua, bagaimana Bunda Hawa diciptakan? Umumnya kita meyakini Bunda Hawa tidak dilahirkan. Karena beliau adalah ibu pertama. Tetapi pertanyaannya bagaimana beliau tercipta? Apakah tercipta langsung dari tulang rusuk Adam? Atau tercipta melalui evolusi?

Kodok kulit beracun

Formulasi paradoks bisa beragam. Misal paradoks kodok berikut ini.

Setiap kodok berasal dari kodok sebelumnya maka berasal dari apakah kodok pertama?

Kodok pertama tercipta begitu saja. Bagaimana proses terciptanya? Bila direkam dengan gerak lambat seperti apa penampakkannya? Barangkali dimulai dari 1 sel?

Ataukah kodok pertama merupakan evolusi dari makhluk lain yang lebih sederhana? Bila demikian maka makhluk yang lebih sederhana itu juga berasal dari evolusi sebelumnya. Bagaimana evolusi semacam itu bisa terjadi?

Saya ingin mencatat beberapa hal menarik di sini.

Pertama, pikiran manusia itu begitu hebat. Bisa berpikir jauh ke belakang sampai asal mula segala sesuatu. Juga bisa berpikir ke depan sampai masa akhir jaman.

Kedua, pikiran manusia itu fleksibel. Di satu sisi tegas dengan aturan logika. Di sisi lain bisa dengan mudah menerima adanya kontradiksi, paradoks, dilema, dan lain-lain.

Ketiga, pengecualian adalah hal lumrah. Misal Bunda Hawa tidak punya ibu adalah pengecualian. Padahal semua ibu yang lain selalu punya ibu. Ketika hampir setiap orang berebut cari rejeki bisa saja ada orang tertentu yang justru bagi-bagi rejeki.

Hebat sekali kan manusia itu?

Bagaimana menurut Anda?

Diterbitkan oleh Paman APiQ

Lahir di Tulungagung. Hobi: baca filsafat, berlatih silat, nonton srimulat. Karena Srimulat jarang pentas, diganti dengan baca. Karena berlatih silat berbahaya, diganti badminton. Karena baca filsafat tidak ada masalah, ya lanjut saja. Menyelesaikan pendidikan tinggi di ITB (Institut Teknologi Bandung). Kini bersama keluarga tinggal di Bandung.

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: