Takwa Awal dan Akhir

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal. (yaitu) Orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka. (QS 3 : 190-191)

Takwa menjadikan kita cerdas, banyak akal, selalu kreatif. Semua yang ada di alam semesta penuh makna, penuh nilai guna. Orang bertakwa selalu menemukan jalan keluar dari setiap masalah. Selesai dari satu masalah bersegera ke masalah berikutnya. Dan setiap masalah, lengkap dengan jalan keluarnya itu, menambah kebahagian orang bertakwa. Masalah dan jalan keluar adalah anugerah dari Allah.

Bernas.id | Cara Menemukan Jalan Keluar, Saat Anda Sedang Diterpa Masalah

Sebaliknya, orang yang tidak bertakwa memandang masalah sebagai beban. Mereka hanya ingin nikmatnya dunia, berfoya-foya, dan pesta-pora. Hanya derita yang menghadang mereka. Penyakit fisik dan hati senantiasa mengintai. Jangan salah memanjat pohon. Masih ada waktu untuk bertobat. Mari menjadi orang yang bertakwa. Mulai dari awal lagi, saat ini, sampai akhir hayat kita.

Pencerahan Kitab Suci

Keuntungan terbesar orang bertakwa adalah selalu mendapat pencerahan dari kitab suci – dan dari kitab alam raya. “Ini adalah kitab yang tiada keraguan di dalamnya. Petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa.” “Dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi.”

Betapa indah hidupnya orang bertakwa. Melihat realitas alam semesta, hati mereka tersentuh oleh kebesaran Sang Pencipta. Muncul banyak masalah dari kehidupan ini, bencana alam dan – lebih-lebih – bencana kemanusiaan. Mereka memandang bahwa masalah-masalah itu adalah sapaan dari Tuhan Yang Maha Kasih.

Tuhan menyapa orang yang bertakwa melalui beragam masalah. Masalah ekonomi, pendidikan, kesehatan, politik, sampai hubungan luar negeri. Mereka menggunakan seluruh kekuatan kecerdasan, rasa, karsa, dan cipta untuk menemukan solusi. Mereka berhasil menemukan titik terang solusi. Ternyata solusi itu tidak mudah dijalani. Mereka membaca kitab suci. Lebih banyak lagi solusi. Mereka memohon pertolongan kepada Allah. Semangat merencanakan solusi, menjalani solusi, dengan bimbingan ilahi.

“Dan barang siapa bertakwa kepada Allah maka Allah karuniakan kepadanya jalan keluar. Dan Allah melimpahkan rejeki dari arah yang tidak disangka. Dan barang siapa bertawakkal kepada Allah maka Allah mencukupkan segala sesuatunya.”

Meraih Prestasi

Karakter penting orang bertakwa adalah: beriman kepada yang ghaib, mendirikan sholat, berinfak dan zakat, beriman kepada kitab suci terdahulu, beriman kepada hari akhir. Dan mereka adalah orang-orang yang beruntung, orang-orang yang berprestasi di jalan ilahi.

Makna takwa, yang paling penting, adalah meraih prestasi, memberi kontribusi, di jalan ilahi. Dengan cara menjalani perintah dan menjauhi larangan. Makna takwa ini mencakup makna makna takwa secara umum: taat kepada Allah, takut kepada Allah, iklas, tobat, menjaga diri, berbuat baik, dan sebagainya.

Tidak ada orang takwa yang gagal. Orang takwa pasti berhasil. Bahkan berhasil sejak awal. Ketika seseorang mulai berbuat takwa maka pada saat itu dia sukses, di dunia dan akhirat. Ditambah dengan sikap istiqomah maka prestasi takwa makin tampak nyata.

Kebahagiaan Iman

Orang yang bertakwa dengan sebenar-benarnya takwa maka mereka menjadi muslim sejati dan mukmin sejati. Dan orang mukmin, yang beriman sejati, sunggung memperoleh kebahagiaan yang tiada tara.

Karakter orang beriman sejati, di antaranya, adalah: khusuk dalam sholatnya; menjauhi hal sia-sia; berzakat; menjaga kehormatan; memenuhi amanah dan janji; menjaga sholat. Mereka adalah penghuni surga firdaus di akhirat – dan di dunia ini. Mereka adalah orang-orang paling bahagia.

Masa Lalu dan Masa Depan

Perintah puasa bertujuan untuk menjadikan kita sebagai orang-orang bertakwa sejati – dan beriman sejati. Perintah puasa sudah berlangsung sejak jaman orang-orang sebelum kita, sebelum jaman Nabi. Puasa adalah ibadah penting yang berdimensi lintas waktu. Dalam berpuasa, kita belajar dari sejarah masa lalu dan menyiapkan alam semesta untuk generasi masa depan.

Bertakwa dari awal sampai akhir.

Bagaimana menurut Anda?

Diterbitkan oleh Paman APiQ

Lahir di Tulungagung. Hobi: baca filsafat, berlatih silat, nonton srimulat. Karena Srimulat jarang pentas, diganti dengan baca. Karena berlatih silat berbahaya, diganti badminton. Karena baca filsafat tidak ada masalah, ya lanjut saja. Menyelesaikan pendidikan tinggi di ITB (Institut Teknologi Bandung). Kini bersama keluarga tinggal di Bandung.

Ikuti Percakapan

1 Komentar

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: