Prestasi, di masa kini, mudah menular ke sana kemari. Anda selalu bisa meraih prestasi siapa pun Anda. Bukan karena Anda memiliki kekuatan seorang diri; tetapi, karena Tuhan selalu menolong hamba-Nya yang komitmen tinggi; Tuhan melimpahkan kepada Anda prestasi demi prestasi.

Membaca buku “30 Renungan” membuat saya merenung; lagi dan lagi; solusi untuk meraih prestasi adalah meyakini prestasi sebagai hak dan tugas manusiawi.
[1] Prestasi sejati bermula dari dalam diri. Ketika kita sadar bahwa kita adalah hamba yang lemah; hamba yang hina; hamba yang membutuhkan pertolongan; saat itu, Tuhan telah melimpahkan karunia prestasi sejati. Sebaliknya, orang yang sombong; orang yang foya-foya; orang yang serba ada; mereka terjebak dalam fatamorgana. Kita perlu kembali menyelami diri.
[2] Prestasi nyata di dunia. Langkah berikutnya, Tuhan menghamparkan dunia untuk Anda; memberi kesempatan kepada Anda untuk menuliskan prestasi nyata. Tantangan demi tantangan selalu ada; mengajak kita lebih matang. Ekspresikan karya dan kerja Anda. “Sungguh bersama kesulitan itu adalah kemudahan.”
[3] Saling pengaruh. Apa pun kebaikan yang Anda kerjakan, di sini, membawa kebaikan untuk semesta. Dunia terhubung dengan sama-sama berpijak di bumi, sama-sama menatap langit, sama-sama menghirup udara. Sehingga, kebaikan apa pun akan berlipat ganda maknanya.
Ingatkah Anda pandemi covid? Semula, covid hanya terjadi di kampung Wuhan, wilayah kecil di Cina. Nyatanya, covid menular berpengaruh ke seluruh dunia. Demikian juga, dunia internet, setiap berita tersebar ke seluruh dunia. Manfaatkan kesempatan untuk menebarkan kebaikan ke seluruh dunia.
Bagaimana menurut Anda?








