Gila Trump Menular

Presiden US Trump sudah lama gila dan makin menular akhir-akhir ini. Elon Musk dan kawan-kawan bergabung dengan Trump. Di antaranya: Bezos (Amazon), Tim Cook (Apple), Zukerberg (Meta), Brin dan Pichai (Google), dan lain-lain

Kegilaan Trump:

“It’s not a complex thing to do,” Trump said again on Tuesday. “With the United States being in control of that piece of land — that fairly large piece of land — you’re going to have stability in the Middle East for the first time.”

“Ini bukan hal yang rumit untuk dilakukan,” kata Trump lagi pada hari Selasa. “Dengan Amerika Serikat yang memegang kendali atas sebidang tanah itu — sebidang tanah yang cukup luas itu — Anda akan merasakan stabilitas di Timur Tengah untuk pertama kalinya.”

Tanah yang cukup luas adalah Gaza.

[a] Trump ingin mencaplok Kanada; tentu Kanada marah. [b] Trump ingin mencaplok Green Land; sama juga, Green Land marah. Tujuan utama Trump makin terungkap: [c] ingin mencaplok Gaza; masyarakat dunia marah. Apakah Anda marah? Yang tidak marah, barangkali, sudah ketularan gila.

1. Semua Gila
2. Bertahap
3. Diskusi

Meski Trump gila tetapi dia cerdas. Hanya saja, gila mudah menular. Sementara, cerdas butuh program pendidikan agar bisa menular.

1. Semua Gila

Prinsip pertama: semua orang adalah gila kecuali yang waras.

Anda adalah orang gila. Saya, sama saja, adalah orang gila. Jadi Trump mewakili umat manusia yang memang gila. Tetapi, tugas kita adalah menjaga agar waras, agar tetap sehat, agar jiwa kita tetap sehat meski dikepung oleh situasi gila.

Respon paling mudah kepada Trump adalah kita ikut gila. Percayalah, orang tidak perlu melakukan apa pun sudah pasti akan jadi gila. Kita perlu sekolah agar waras. Kita perlu membaca agar waras. Kita perlu membuka hati agar waras. Kita perlu empati agar waras. Kita perlu berdoa di hening malam sunyi agar waras.

2. Bertahap

Trump mengajak manusia agar kembali gila secara bertahap.

Pertama, Trump ingin mencaplok Kanada. Secara geografis, Kanada memang dijepit oleh US dari selatan dan utara. Sementara, Kanada menginduk ke UK. Dengan mudah, Kanada bisa mengubah induk dari UK, yang jauh di Eropa, ke US yang memang berdampingan dengan mereka. Kanada menolak keras ide gila itu. Kanada adalah berdaulat penuh.

Kedua, Trump ingin mencaplok Green Land; lebih masuk akal. Green Land adalah wilayah kecil yang penduduk hanya ratusan ribu. Green Land menginduk ke Denmark dengan ikatan yang tipis. Green Land dengan mudah mengubah induk ke US. Green Land menolak. Green Land berdaulat.

Ketiga, Trump ingin mencaplok Gaza demi menciptakan perdamaian kawasan Timur Tengah. Israel menghabiskan uang jutaan dolar untuk menghancurkan Gaza berpuluh-puluh tahun. Ribuan warga Gaza menjadi korban meninggal; ribuan lainnya terpaksa mengungsi; dan beberapa yang menetap di Gaza berada dalam kesulitan.

Trump ingin mengamankan warga Gaza yang ada dengan memindahkan ke wilayah sekitar; atau ke Indonesia. Kemudian, Gaza yang kosong akan diratakan dengan tanah oleh Trump; lalu dibangun kota baru yang damai di bawah penjagaan US. Trump mimpi mendapat penghargaan Nobel perdamaian atas jasanya mewujudkan perdamaian Timur Tengah.

Ide gila Trump ini ditolak oleh warga Gaza, warga Palestina, dan warga dunia yang waras.

Tanah Gaza adalah milik warga Gaza sepenuhnya. Warga Gaza berhak penuh untuk hidup dan mati di Gaza; untuk berjuang dan istirahat di Gaza; untuk jatuh cinta dan patah hati di Gaza. Warga Gaza adalah tuan rumah di tanahnya sendiri. Warga Gaza berhak bertamu ke seluruh dunia. Warga Gaza berhak mengundang warga dunia bertamu ke rumah Gaza.

3. Diskusi

Bagaimana menurut Anda?

Meski ide Trump tampak gila, lambat laun, manusia di dunia bisa ketularan menjadi gila. Jika jumlah orang gila makin banyak, bisa jadi, orang waras yang menolak Trump justru dianggap sebagai gila.

Waras adalah manusia berkualitas. Perjuangan itu memang pantas.

Trump makin gila akhir 2025 sampai awal 2026: ia menyerang Venezuela dan menangkap presidennya: “Penculikan terhadap pemimpin otoriter Venezuela (Maduro) yang telah lama berkuasa—beserta istrinya—oleh Amerika Serikat (Trump) terjadi setelah berbulan-bulan meningkatnya ketegangan antara kedua negara, termasuk serangan Amerika Serikat terhadap kapal-kapal yang diduga terlibat dalam perdagangan narkotika serta pengerahan kapal-kapal militer AS di perairan dekat pesisir Venezuela.”

Filsafat Teknologi: Kritik Akal Imitasi

Pekan lalu, saya menerima kiriman tiga buku AI (akal imitasi / artificial intelligence) dari Prof Dim. Seluruh buku baru terbit, masih hangat, di akhir 2024 atau awal 2025. Terima kasih banyak Prof Dim.

“Buku Religion and Artificial Intelligence ini sangat bagus. Saya baca sekilas, pembahasannya mendalam dan luas,” ungkap Prof Dim.

Setelah saya membaca buku-buku itu, “Saya setuju bahwa buku-buku itu sangat kita perlukan. Kita perlu mengkajinya lebih mendalam.”

Saya sudah membaca bab 7 “Islam and Artificial Intelligence” versi digital beberapa bulan sebelumynya. Chaudhary, penulis, membahas teknologi dan filsafat Islam yang berkembang pesat sepanjang sejarah. Islam berhasil menempatkan teknologi pada posisi yang tepat sebagai teman manusia untuk memakmurkan alam dan mengabdi kepada Tuhan. Tidak ada masalah serius terhadap teknologi. Hanya saja, perkembangan AI memang luar biasa. Ada resiko pelanggaran global: tidak adil, merusak alam, mempertajam ketimpangan sosial, dan lain-lain. Sehingga, kita perlu membahas AI dengan baik.

Beth Singler melanjutkan dengan buku yang dia tulis sendiri dengan judul yang sama: Religion and Artificial Intelligence. Singler menunjukkan karakter niscaya ikatan agama dan AI. Respon agama terhadap AI ada tiga macam: rejection, adoption, dan adaptation.

Buku ketiga, saya sebut sebagai Kritik Akal Imitasi; meniru judul buku Kant yaitu Kritik Akal Murni yang terbit sekitar 300 tahun yang lalu. Judul asli buku itu adalah Inside AI karya Akli Adjaoute.

Kritik Akal Imitasi membahas AI secara lengkap serta batas-batas bagi AI. Pemahaman mendalam terhadap AI dan tidak melampaui batas itulah yang kita sebut sebagai Kritik Akal Imitasi. Mereka yang melampaui batas, misal menganggap AI memiliki kesadaran, perlu dikritik dengan keras. Karena AI memang tidak mungking memiliki kesadaran menurut penulis. Bahkan, AI tidak sanggup sekedar untuk memahami. AI adalah sekedar program komputer.

1. Kritik AI
2. Outside AI
3. Futuristik
4. Histori
5. Diskusi

Dari kacamata filsafat teknologi, kita perlu mengembangkan kritik terhadap AI. Dengan kritik, AI bisa berkembang pesat dan mencegah resiko-resiko yang mungkin bisa terjadi.

1. Kritik AI

Kita perlu melihat realitas AI sampai saat ini dan membedakan dengan sains fiksi. Realitas AI memang mempesona, mengagumkan, dan luar biasa. Di masa depan, kita menduga, AI akan berkembang makin hebat. Bagaimana pun, AI tetaplah sebuah teknologi. AI bukan robot mirip transformer; AI tidak memiliki kehendak; AI tidak memiliki kesadaran; AI tidak mirip dengan kecerdasan manusia.

Kita perlu mengembangkan: kritik inside AI.

2. Outside AI

Kita perlu melihat AI dari luar: outside AI. Dari luar, AI merusak lingkungan dengan menambah polusi udara; AI mengancam pekerja dengan PHK, pemecatan pekerja, di beberapa tempat; minimal, AI menutup banyak lowongan kerja; AI memperlebar kesenjangan sosial; AI memperbodoh para siswa dan umat manusia, dan lain-lain.

Adakah dampak positif AI dilihat dari luar? Tentu, AI menjadikan orang kaya makin kaya. AI menjadikan orang mabuk kepayang judi online terpesona impian kosong. AI menjadikan emak-emak kecanduan nikmatnya media sosial. AI menjadikan manusia menikmati hidup penuh manja.

3. Futuristik

Bagaimana masa depan AI?

Masa depan adalah posibilitas luas bagi AI; adalah bebas dan untuk membebaskan; masa depan menuntut komitmen tanggung jawab bagi setiap orang.

4. Histori

AI adalah produk dari histori dan membentuk histori. Bagaimana narasi histori AI?

5. Diskusi

Bagaimana menurut Anda?

Filsafat Teknologi: Update Heideger 2025

Pemikiran Heidegger kontroversial dan kriptik; sulit dipahami. Analisis Heidegger terhadap teknologi tepat mengenai jantung esensi teknologi. Bagi Heidegger, esensi teknologi adalah gestell atau enframing; esensi teknologi tidak bersifat teknologis.

Saya heran mengapa entri Martin Heidegger di SEP diganti dengan baru? Padahal entri Heidegger yang lama sudah bagus. Saya cek entri yang baru memang bagus juga; membahas metafisika yang berpuncak pada teknologi dengan gamblang.

1. Only a God
2. Teknologi
3. Futuristik

Saya banyak membahas pemikiran Heidegger. Berikut beberapa catatan ringkas awal 2025.

1. Only a God

Heidegger menyatakan: “Hanya Tuhan Esa yang dapat selamatkan kita.”

Entri SEP lama memuat tema Tuhan pada subjudul khusus.

“Mengapa Heidegger yakin bahwa orang Jerman menikmati posisi penting dalam sejarah dunia ini? Dalam tulisan-tulisannya selanjutnya, Heidegger secara eksplisit berpendapat bahwa “[p]emikiran itu sendiri hanya dapat diubah oleh pemikiran yang memiliki asal-usul dan panggilan yang sama”, sehingga mode Eksistensi teknologis harus dilampaui melalui pemaknaan baru tradisi Eropa. Dalam proses ini, orang Jerman memiliki tempat khusus, karena “hubungan internal bahasa Jerman dengan bahasa Yunani dan dengan pemikiran mereka”. (Kutipan dari Hanya Tuhan yang Dapat Menyelamatkan Kita 113.)

Jadi, bahasa Jermanlah yang menghubungkan orang Jerman dengan cara istimewa, seperti yang dilihat Heidegger, dengan asal-usul pemikiran Eropa dan dengan pandangan dunia pra-teknologis yang di dalamnya melahirkan sebagai poiesis adalah dominan.

Ini menggambarkan poin umum bahwa, bagi Heidegger, Keberadaan terkait erat dengan bahasa. Bahasa adalah, seperti yang ia katakan dengan terkenal dalam Surat tentang Humanisme (217), “rumah Keberadaan”. Jadi melalui bahasa, Keberadaan terhubung dengan orang-orang tertentu.” (SEP lama, 2011)

Dalam kekecauan manusia, perang Rusia Ukraina, perang genosida Palestina oleh Israel, perang teknologi AI, krisis iklim, dan lain-lain, Heidegger yakin hanya Tuhan yang bisa selamatkan kita.

Untuk selamat, manusia perlu bahasa yang tepat. Jerman memiliki bahasa yang tepat karena terhubung dengan Eropa kuno. Tetapi kita tahu bahwa Tuhan berfirman berupa bahasa paling tepat yaitu kitab suci. Sudah waktunya, manusia untuk belajar bahasa yang tepat.

2. Teknologi

Teknologi adalah puncak dari metafisika atau filsafat. Entri SEP baru, versi 2025, membahas dengan jelas.

“Martin Heidegger (1889–1976) adalah tokoh utama dalam pengembangan Filsafat Eropa abad kedua puluh. Karya besarnya, Being and Time (1927), dan banyak esai serta ceramahnya, sangat memengaruhi gerakan-gerakan berikutnya dalam filsafat Eropa, termasuk filsafat politik Hannah Arendt, eksistensialisme Jean-Paul Sartre, feminisme Simone de Beauvoir, fenomenologi persepsi Maurice Merleau-Ponty, hermeneutika Hans-Georg Gadamer, dekonstruksi Jacques Derrida, pascastrukturalisme Michel Foucault, metafisika Gilles Deleuze, Mazhab Frankfurt, dan teoritikus kritis seperti Theodor Adorno, Herbert Marcuse, Jürgen Habermas, dan Georg Lukács.

Di luar Eropa, Being and Time telah memengaruhi gerakan-gerakan seperti Mazhab Kyoto di Jepang, dan filsuf Amerika Utara seperti Hubert Dreyfus, Richard Rorty, dan Charles Taylor. Pengaruhnya telah meluas jauh melampaui batas filsafat akademis, dan analisis eksistensialnya tentang keberadaan manusia telah mengilhami para ahli teori di berbagai bidang seperti teologi, antropologi, sosiologi, psikologi, estetika, kritik sastra, ilmu politik, manajemen strategis, dan ilmu kognitif.

Pertanyaan yang mendorong dalam karya Heidegger adalah “pertanyaan tentang keberadaan”—pertanyaan tentang makna atau rasa keberadaan—dan ia berpendapat bahwa pemahaman kita tentang keberadaan terstruktur secara temporal.”

“Dalam menganalisis “cara pengungkapan” teknologi, Heidegger berfokus pada

(a) suasana hati atau penyesuaian mendasar yang berlaku di dunia teknologi;

(b) karakteristik dasar entitas—cara mereka “hadir” atau menawarkan diri untuk kita pahami; dan

(c) cara entitas dikumpulkan dan diorganisasikan menjadi satu kesatuan.

Suasana zaman teknologi adalah suasana kebosanan yang mendalam (untuk tinjauan kritis klaim ini, lihat Beistegui 2003: 68 dst.). Ketika kita menyesuaikan diri dengan entitas karena kebosanan, mereka penting bagi kita hanya sejauh mereka meredakan kebosanan ini dengan menawarkan kita pengalihan sementara.[89]

Nama Heidegger untuk karakteristik ontologis dasar entitas (termasuk kita manusia) di zaman teknologi adalah Bestand, sering diterjemahkan sebagai “sumber daya” tetapi mungkin paling tepat diterjemahkan sebagai “stok”—seperti ketika kita berbicara tentang “stok” suku cadang yang dapat diganti yang disimpan dalam inventaris. Ketika sesuatu “dalam stok”, itu ada di tangan dan tersedia untuk dipilih. Potongan stok didefinisikan berdasarkan sifatnya yang dapat diganti dan saling menggantikan (lihat GA79: 36–37).

Sumber daya atau potongan stok dikumpulkan atau diorganisasikan, sebagai satu kesatuan utuh, dalam apa yang Heidegger sebut das Gestell (kadang-kadang ia menuliskannya dengan tanda hubung sebagai: Ge-Stell). Kata kerja dasar stellen berarti menempatkan, menyediakan, atau menempatkan. Ketika Heidegger menggunakan kata tersebut sebagai istilah ontologis, ia menjelaskan bahwa ia mengambil awalan Ge- sebagai ungkapan “pengumpulan, penyatuan, penyatuan semua cara penyediaan atau penempatan” (GA15: 366 / FS 60). Dan “pengertian penempatan di sini adalah menantang”—yaitu, memaksa atau memaksa alam untuk “menyerah” pada tuntutan tatanan teknologi (GA15: 366 / FS 60).

Mungkin tidak mengherankan, ‘Gestell’ terbukti menjadi kata yang sulit diterjemahkan. Selama bertahun-tahun, terjemahan defaultnya adalah “enframing”—menangkap gagasan bahwa di era teknologi, entitas ditetapkan dalam kerangka eksploitatif. Baru-baru ini, Kisiel berpendapat bahwa itu harus diterjemahkan sebagai “syn-thetic com-posit(ion)ing”, menjelaskan bahwa “kata sifat yang berakar dari bahasa Yunani ‘synthetic’ menambahkan nada artifaktualitas dan bahkan artifisialitas pada sintesis posisi dan posit” (Kisiel 2021: 710). Wrathall telah memilih “inventaris”, untuk menangkap gagasan inti bahwa, dalam teknologi, entitas “dikumpulkan” dan “dikonfigurasi ulang” sehingga mereka dapat “disimpan atau ditempatkan sedemikian rupa sehingga mereka siap dipanggil dan tersedia untuk digunakan, digabungkan, dan dikonfigurasi ulang dengan cara apa pun yang kita anggap sesuai” (Wrathall 2021g: 434). Namun ide dasarnya adalah bahwa teknologi menemukan entitas apa saja dengan memaksa mereka untuk mengambil bentuk yang memungkinkan semuanya dikumpulkan dan diurutkan dan diatur sesuai permintaan dengan cara yang memaksimalkan kegunaannya.” (SEP baru, 2025).

Mode dari teknologi adalah: membosankan; fokus angka; dan eksploitasi. Karena itu kita perlu membahas filsafat teknologi secara mendalam.

“Metafisika, menurut Heidegger, mencapai bentuk final dan sempurnanya di era teknologi.[93] Tidak akan ada gaya ontologis baru yang mencakup semuanya. Alasan untuk berpikir bahwa era teknologi adalah zaman metafisik terakhir tampaknya terletak pada kemampuan teknologi untuk menggabungkan dan “meningkatkan” praktik apa pun. Dengan kata lain, tidak ada praktik yang muncul yang dapat membawa kita melampaui tatanan teknologi, karena kebaikan apa pun yang mungkin kita putuskan untuk dikejar dapat disiapkan, dikomoditisasi, dan ditawarkan sebagai opsi yang tersedia melalui teknologi.[94] Satu-satunya jalan keluar dari teknologi mengharuskan kita terlebih dahulu menyelaraskan diri sedemikian rupa sehingga kita tidak menginginkan kebebasan tak terbatas dari konsumsi tanpa tujuan bagi diri kita sendiri.”

Solusi bagi teknologi: kita perlu diri selaras; menerima kebebasan dalam batas; dan tujuan masa depan luas.

3. Futuristik

Teknologi menindas manusia. Teknologi adalah puncak metafisika. Bahasa didominasi oleh bahasa metafisika. Jadi, lengkap sudah, dominasi metafisika terhadap manusia; atau manusia mengungkung diri dalam jebakan metafisika. Kita perlu mendobrak metafisika melalui pintu futuristik. Manusia tidak akan mampu mendobrak pintu futuristik kecuali Tuhan menyelamatkan kita.

Dalam tulisan sebelumnya, saya merumuskan konsep Tuhan versi Heidegger. Gadamer menyebut bahwa Heidegger adalah sang pencari Tuhan.

“Tuhan adalah yang paling jelas; Maha Dahir dan Maha Cahaya. Tetapi Tuhan adalah yang paling tersembunyi; Maha Batin dan Maha Akhir. Bagaimana kita bisa memahami konsep Ketuhanan? Bagaimana kita bisa tergetar oleh hadirnya Tuhan? Bagaimana kita bisa melihat ke mana pun hanya ada wajah Tuhan?” (Tuhan Versi Heidegger)

Bagaimana menurut Anda?

Kuliah Filsafat Teknologi di Indonesia

Kita membutuhkan filsafat teknologi. Para mahasiswa perlu belajar filsafat teknologi; baik mahasiswa S1, S2, S3, mau pun diploma. Bahkan, masyarakat umum juga perlu mengenal filsafat teknologi. Mengapa?

Kita butuh filsafat tekonologi beda dengan konsep teknologi; beda dengan etika teknologi; beda dengan filsafat spesialisasi teknologi. Karena hanya filsafat teknologi yang berhak membahas teknologi secara luas dan mendalam; secara kreatif dan kritis; secara santai dan serius; secara nyata dan fiksi; secara histori dan futuristik; dan lain-lain.

1. Teknologi Tiap Hari
2. Pertanyaan Fundamental
3. Menteri Pendidikan

Klise: kita hidup bersama teknologi setiap hari di era digital ini. Di jaman kuno pun, setiap manusia selalu hidup bersama teknologi sehingga dikenal sebagai homo faber: makhluk yang mengembangkan teknologi. Hanya saja, di jaman sekarang, penggunaan teknologi makin kuat; makin dahsyat. Perkembangan teknologi berupa AI (artificial intelligence / akal imitasi) adalah anugerah sekaligus bencana bagi manusia dan alam semesta.

1. Teknologi Tiap Hari

Nenek moyang kita mengenakan baju sesuai jamannya. Baju adalah teknologi yang kita pakai setiap hari. Leluhur kita mengendarai kereta kuda adalah teknologi. Kita membaca media sosial secara online adalah teknologi.

Tetapi media sosial adalah berbeda, mengapa?

Nenek moyang kita menciptakan teknologi baju dengan berinteraksi alamiah bersama alam; demikian juga, kereta kuda adalah interaksi alamiah. Tetapi media sosial adalah interaksi artifisial; interaksi manipulasi; interaksi tidak alamiah.

Masalah dari interaksi artifisial, misal media sosial atau judi online, adalah terjadi kecanduan akibat manipulasi oleh bandar untuk keuntungan bandar dan merugikan warga dunia.

2. Pertanyaan Fundamental

Apa hakikat teknologi?

Hakikat teknologi berbeda dengan penampakan teknologi. Hakikat teknologi tidak bersifat teknologis. Hakikat teknologi adalah enframing; pengemasan atau pencitraan.

Hakikat teknologi adalah alat. Gunakan alat untuk kebaikan dan cegah bahayanya. Memaknai hakikat teknologi sebagai alat adalah cara memaknai teknologi paling dasar, paling sederhana, atau paling banal. Kita butuh memaknai teknologi dengan lebih tinggi.

Apa hakikat teknologi judi online? Apa hakikat judol? Hakikat judol adalah media atau alat untuk berjudi. Judol lebih dari sekedar alat judi. Hakikat judol, judi online, adalah enframing: manipulasi kemasan untuk menjerat orang ketagihan judol sehingga mereka rugi finansial dan bandar untung besar dari judol.

Di sisi lebih besar, bandar judol sendiri terjerat oleh teknologi yang lebih besar, misal, teknologi finansial. Bandar terjebak, oleh enframing, godaan keuntungan uang besar; lalu dia membuat program judol untuk menjebak masyarakat. Bandar mau pun penjudi, sama-sama, terjebak oleh teknologi.

Apa perbedaan judol dengan judi biasa misal lempar dadu? Dalam judi lempar dadu, siapa pun bisa menang dan bisa kalah; secara alamiah. Karena lemparan dadu berperilaku secara alamiah. Dalam judol, perilaku dadu alamiah dimanipulasi oleh bandar sesuai kepentingan bandar. Bisa saja, setiap pemain judol pasti kalah dan bandar pasti menang; terutama dalam rentang waktu cukup panjang.

Adakah solusi? Kita perlu belajar filsafat teknologi.

3. Menteri Pendidikan

Di mana kita bisa belajar filsafat teknologi. Kita bisa belajar filsafat teknologi melalui kuliah filsafat teknologi. Jadi solusi sederhana adalah menteri pendidikan menetapkan mata kuliah filsafat teknologi sebagai mata kuliah wajib untuk mahasiswa S1, S2, S3, dan diploma.

Alternatif belajar filsafat teknologi adalah melalui buku-buku; baik buku cetak mau pun buku digital. Anda juga bisa belajar melalui video dan tulisan saya tersebar di berbagai media.

4. Diskusi

Bagaimana menurut Anda?

Tantangan besar ada di depan kita. Teknologi lebih dari sekedar alat. Kita butuh memahami teknologi dari kaca mata filsafat teknologi.

Kesejukan yang Membakar Hutan

Musim dingin. Musim salju. Terjadi kebakaran hutan; kebakaran gedung-gedung; kebakaran rumah-rumah dan bangunan. Los Angeles terbakar membara seluas hampir setengah ibu kota provinsi di Jawa. Mengapa bisa terjadi kebakaran ketika musim dingin?

LA yang terbakar di bulan Januari 2025 adalah berbeda dengan LA tahun 2024; lebih beda lagi dengan LA tahun 2000 apalagi tahun 1700. LA tahun 2025 memang “berpotensi besar” untuk terbakar karena didukung oleh situasi bumi yang makin panas.

1 .Pendingin yang Memanas
2. Panas Luar Dalam
3. Etika Antientropi
4. Diskusi

LA yang musim dingin saja, terdapat salju di beberapa tempat, bisa terbakar maka bagaimana dengan Jakarta atau IKN yang panas dekat katulistiwa? Tentu saja, Jakarta resiko besar untuk terbakar. Demikian juga kota-kota lain di seluruh dunia menghadapi resiko terbakar yang makin besar.

Sesuai hukum sains fisika, energi di alam semesta adalah konstan; dalam jumlah yang tetap sama. Seharusnya, suhu bumi berada dalam rentang yang konstan; naik turun dengan batas-batas yang hampir tetap sama; seharusnya, tidak terjadi kebakaran hutan; tidak terjadi perang; tidak terjadi ledakan bom. Mengapa terjadi kebakaran? Mengapa terjadi perang?

Masih mengacu hukum sains fisika, entropi alam semesta selalu naik; kekacauan dunia makin kacau balau; kerusakan alam makin sering terjadi. Mengapa?

1 .Pendingin yang Memanas

Apakah Anda pernah berada dalam ruang yang dingin pakai AC? Barangkali naik kendaraan dengan pendingin AC?

AC adalah kesejukan yang membakar dunia.

AC bisa mendinginkan ruang Anda dengan cara memindahkan panas dalam ruang ke luar ruangan. Dalam ruang jadi dingin; luar ruang jadi panas. Total energi di sistem itu tetap konstan.

Di Bandung Utara terdapat kolam renang air hangat. Kabarnya, penghangat kolam renang adalah panas hasil dari AC hotel yang disalurkan menuju kolam renang. Anda bisa menikmati kolam renang air hangat ini dengan nikmat. Hanya 1 hotel itu saja dari ratusan hotel di Bandung yang seperti itu; setahu saya. Ratusan hotel yang lain membiarkan hasil panas dampak dari AC menguap di udara dan memanaskan bumi pertiwi.

Jadi, orang yang pakai AC adalah egois? Mereka membuat ruangan miliknya dingin tetapi tetangga sebelah menjadi panas? Apa alternatif selain AC?

Alternatif terbaik adalah dengan menanam pohon di dekat rumah; di beberapa tempat; dan menjadi paru-paru kota. Pohon menjadikan kota sejuk; terlindung dari panas matahari; mengubah CO2 menjadi O2 yang menyehatkan. Pohon menghasilkan bunga yang indah; pohon menghasilkan buah yang berkah; pohon menjaga bumi.

Bagaimana dengan AI? Teknologi AI ikut membakar bumi. AI butuh pendingin lebih besar dari AC hotel; lebih besar dari 100 hotel; bahkan lebih besar dari ribuan hotel.

2. Panas Luar Dalam

Bumi memang makin panas. Akhir 2024, panas bumi naik 1,5 derajat Celcius dari era pra industri; angka kenaikan yang berbahaya bagi alam semesta. Lebih bahaya lagi karena panas di alam luar itu juga dibarengi dengan panas di dalam dada; jiwa umat manusia makin panas. Apa ada solusi?

3. Etika Antientropi

Lakukan kebaikan dan cegah keburukan. Aturan etika, dan agama, yang jelas dan tegas. Semua masalah akan selesai dengan baik bila kita menjalankan aturan etika yang universal itu. Mengapa tidak dilakukan?

4. Diskusi

Bagaimana menurut Anda?

Pilih Qabil atau Habil?

Qabil adalah manusia pertama yang melakukan pembunuhan terhadap manusia lainnya; yaitu terhadap Habil. Anda memihak Qabil atau Habil?

Sejak kecil, kita diajarkan untuk membela Habil; sang korban. Kita menolak Qabil; kita mengutuk Qabil; kita marah kepada Qabil sang pembunuh. Tetapi mengapa banyak orang meniru perilaku Qabil. Dalam Bibel, Qabil adalah Cain dan Habil adalah Abel.

1. Kisah Asli
2. Makna Futuristik
3. Memihak Korban
4. Diskusi
5. Penutup

Ketika umat manusia memilih jadi Habil maka berbagai problem sulit akan bisa kita selesaikan dengan baik. Bila US memihak Habil maka perang genosida terhadap Palestina bisa dihentikan; Israel damai dengan Palestina. Bila Rusia memihak Habil maka perang Rusia-Ukraina berakhir. Bila para pejabat dan pengusaha memilih Habil maka adil makmur bagai jamur tumbuh subur.

Mengapa justru nafsu Qabil (Cain) banyak menggoda?

1. Kisah Asli

Mari kita cermati redaksi kisah asli Qabil Habil dengan merujuk ke Bibel dan Quran.

Al Quran, Al Maidah 27 – 30:

“وَاتۡلُ عَلَيۡهِمۡ نَبَاَ ابۡنَىۡ اٰدَمَ بِالۡحَـقِّ‌ۘ اِذۡ قَرَّبَا قُرۡبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنۡ اَحَدِهِمَا وَلَمۡ يُتَقَبَّلۡ مِنَ الۡاٰخَرِؕ قَالَ لَاَقۡتُلَـنَّكَ‌ؕ قَالَ اِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللّٰهُ مِنَ الۡمُتَّقِيۡنَ

Dan ceritakanlah (Muhammad) yang sebenarnya kepada mereka tentang kisah kedua putra Adam, ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka (kurban) salah seorang dari mereka berdua (Habil) diterima dan dari yang lain (Qabil) tidak diterima. Dia (Qabil) berkata, “Sungguh, aku pasti membunuhmu!” Dia (Habil) berkata, “Sesungguhnya Allah hanya menerima (amal) dari orang yang bertakwa.”

لَٮِٕنۡۢ بَسَطْتَّ اِلَىَّ يَدَكَ لِتَقۡتُلَنِىۡ مَاۤ اَنَا بِبَاسِطٍ يَّدِىَ اِلَيۡكَ لِاَقۡتُلَكَ‌ ۚ اِنِّىۡۤ اَخَافُ اللّٰهَ رَبَّ الۡعٰلَمِيۡنَ

“Sungguh, jika engkau (Qabil) menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Aku takut kepada Allah, Tuhan seluruh alam.”

اِنِّىۡۤ اُرِيۡدُ اَنۡ تَبُوۡٓءَ بِاِثۡمِىۡ وَ اِثۡمِكَ فَتَكُوۡنَ مِنۡ اَصۡحٰبِ النَّارِ‌ۚ وَذٰ لِكَ جَزٰٓؤُا الظّٰلِمِيۡنَ‌

“Sesungguhnya aku ingin agar engkau kembali dengan (membawa) dosa (membunuh)ku dan dosamu sendiri, maka engkau akan menjadi penghuni neraka; dan itulah balasan bagi orang yang zhalim.”

فَطَوَّعَتۡ لَهٗ نَفۡسُهٗ قَـتۡلَ اَخِيۡهِ فَقَتَلَهٗ فَاَصۡبَحَ مِنَ الۡخٰسِرِيۡنَ

Maka nafsu (Qabil) mendorongnya untuk membunuh saudaranya, kemudian dia pun (benar-benar) membunuhnya, maka jadilah dia termasuk orang yang rugi.”

Bersumber Wikipedia dari Genesis:

“Then the Lord said to Cain, “Where is your brother Abel?” He said, “I do not know; am I my brother’s keeper?”[iv] And the Lord said, “What have you done? Listen; your brother’s blood is crying out to me from the ground! And now you are cursed from the ground, which has opened its mouth to receive your brother’s blood from your hand.[v] When you till the ground, it will no longer yield to you its strength; you will be a fugitive and a wanderer on the earth.” Cain said to the Lord, “My punishment is greater than I can bear! Today you have driven me away from the soil, and I shall be hidden from your face; I shall be a fugitive and a wanderer on the earth, and anyone who meets me may kill me.” Then the Lord said to him, “Not so! Whoever kills Cain will suffer a sevenfold vengeance.” And the Lord put a mark on Cain, so that no one who came upon him would kill him.”

“Lalu Tuhan berfirman kepada Kain, “Di mana Habel, adikmu?” Jawabnya, “Aku tidak tahu; apakah aku penjaga adikku?”[iv] Dan Tuhan berfirman, “Apakah yang telah kaulakukan? Dengarlah, darah adikmu berseru kepada-Ku dari tanah! Dan sekarang, terkutuklah engkau, karena tanah telah mengangakan mulutnya untuk menerima darah adikmu dari tanganmu.[v] Ketika engkau mengolah tanah, tanah itu tidak akan lagi memberikan kekuatannya kepadamu; engkau akan menjadi pelarian dan pengembara di bumi.” Kain berkata kepada Tuhan, “Hukumanku lebih besar daripada yang dapat kutanggung! Hari ini Engkau telah mengusir aku dari tanah, dan aku akan tersembunyi dari hadapan-Mu; aku akan menjadi pelarian dan pengembara di bumi, dan siapa pun yang bertemu denganku akan membunuhku.” Lalu Tuhan berfirman kepadanya, “Tidak demikian! Siapa pun yang membunuh Kain akan mengalami pembalasan tujuh kali lipat.” Dan Tuhan memberi tanda pada Kain, sehingga tidak seorang pun yang bertemu dengannya akan membunuhnya.”

Kitab suci menceritakan Qabil dan Habil secara jelas dan mengutuk perilaku Qabil yang jahat.

2. Makna Futuristik

Mengapa persembahan kurban dari Qabil (Cain / Kain) ditolak?

Qabil marah karena persembahannya ditolak; kemudian, Qabil mengancam akan membunuh Habil (Abel).

Habil menjelaskan bahwa Tuhan hanya menerima persembahan kurban dari orang yang “benar-benar bertakwa” (muttaqin). Qabil memahami itu. Mereka sepakat: Habil adalah orang bertakwa sehingga diterima Tuhan; Qabil adalah bukan orang bertakwa sehingga tidak diterima.

Apa itu orang bertakwa? Makna orang bertakwa, dalam kisah di atas, adalah sudah jelas. Habil bertakwa dengan menjaga ternak domba agar domba berkembang dengan baik. Habil mengambil susu domba dan daging domba sekedar keperluan; dan agar populasi domba harmonis dengan alam sekitar; Habil memberikan yang terbaik kepada masyarakat.

Qabil hanya bertopeng saja; Qabil bisa mengaku memberi persembahan tetapi hanya topeng atau kedok belaka. Qabil eksploitasi bumi untuk nafsunya; menyisakan sisa-sisa, yang rusak, untuk alam dan masyarakat. Persembahan Qabil yang hanya topeng ini ditolak.

Tetapi kita butuh informasi lebih tegas: apa makna orang bertakwa? Makna-futuristik mempertegas makna orang bertakwa. Kisah selanjutnya mempertegas makna takwa ini.

Habil adalah orang bertakwa: Habil tidak menyerang Qabil meski Qabil menyerang Habil. Tentu, Habil bisa mempertahankan diri tetapi Habil tidak pernah menyerang.

Habil adalah solusi untuk semua problem kita di bumi ini. Jadilah bertakwa; jadilah Habil; jangan pernah menyerang siapa pun.

Andai Israel jadi Habil; tidak menyerang; maka tidak ada perang dengan Palestina. Andai US tidak menyerang maka tidak ada perang. Andai Hamas tidak menyerang maka tidak ada perang. Andai Rusia tidak menyerang maka tidak ada perang.

Tetapi banyak pihak tidak berpihak ke Habil. Mereka malah melakukan serangan. Mereka sepihak dengan Qabil yang terkutuk. Jika setiap pihak menjadi Qabil maka pasti terjadi perang karena saling serang. Anehnya, mereka sadar bahwa diri mereka salah. Tetapi mereka bertopeng tetap mengaku melakukan persembahan kepada Tuhan. Tentu ditolak.

Dalam dunia bisnis, perang dagang sering terjadi; mereka saling serang; mereka menjalankan bisnis bagai Qabil. Lihatlah persaingan teknologi AI (akal imitasi / artificial intelligence). Mereka sama-sama ingin mendominasi melalui kompetisi AI. Mengapa nafsu Qabil bisa menular jauh sampai masa kini?

3. Memihak Korban

Jelas kita harus memihak korban; kita harus memihak Habil; kita harus memihak orang yang bertakwa.

Cara mudah: bela dulu korban; kemudian berpikir untuk mencari solusi yang adil bagi banyak pihak.

Konflik pengusaha yang memecat buruh (PHK): kita memihak siapa? Bela dulu buruh, sang korban; kemudian cari solusi terbaik bagi buruh dan pengusaha.

Konflik antara pejabat dan rakyat: kita memihak yang mana? Bela dulu rakyat kecil; selamatkan hidup mereka; kemudian berpikir mencari solusi terbaik buat rakyat dan pejabat.

Konflik lulusan SMA tidak tertampung di universitas: memihak mana? Bela dulu lulusan SMA agar semua lulusan, yang minat, mendapat kursi universitas. Kemudian cari solusi terbaik bagi siswa dan universitas.

Menyalahkan korban adalah terlalu mudah. Lulusan SMA itu tidak mendapat kursi universitas karena tidak berprestasi. Rakyat Palestina menjadi korban karena tidak mengungsi. Buruh dipecat karena tidak profesional. Rakyat jelata jatuh miskin karena malas. Pembenaran selalu tersedia untuk menyalahkan korban. Tetapi, menyalahkan korban adalah jebakan logika bagi banyak orang. Kita justru perlu membela korban.

Makna pesan dari Habil jelas: kita perlu mempertimbangkan perspektif luas; Habil memahami mengapa persembahan Habil diterima dan mengapa persembahan Qabil tidak diterima. Kemudian, Habil menolak serangan agresif; kita tidak mendukung tindakan kekerasan; kita menolak berlaku agresif; meski pihak lain menyerang. Habil tetap menjadi orang bertakwa; kita tetap komitmen ikhlas di jalan takwa.

4. Diskusi

Bagaimana menurut Anda?

Tentu kita setuju: semua problem rumit di bumi bisa selesai, mengarah selesai, ketika semua pihak menjadi orang bertakwa, orang yang baik, dan tidak menyerang pihak lain.

Tetapi problem rumit makin rumit ketika banyak pihak meniru Qabil: mereka agresif menyerang pihak lain dengan topeng-topeng persembahan. Mereka adalah pengikut Qabil, orang zalim, orang tersesat, dan menyesatkan orang lain.

4.1 Siapa Menang?

Qabil atau Habil yang menang?

Dari penampakan mata, tampak, Qabil yang menang karena membunuh Habil. Bahkan, Habil tidak ingin menyerang Qabil. Jadi, Habil memang tidak ingin mengalahkan Qabil; Habil tidak ingin merugikan siapa pun.

Dalam perang Israel lawan Palestina, siapa yang menang?
Dalam perang Rusia Ukraina, siapa yang menang?
Dalam perang ekonomi, pengusaha besar lawan pedagang kecil, siapa yang menang?

4.2 Menang Sejati

Tetapi apa makna menang sejati? Habil yang menang sejati. Qabil, secara hakikat, adalah kalah. Qabil menderita di sisa umurnya; Qabil takut dibunuh orang sewaktu-waktu; Qabil tersiksa di neraka.

Habil istirahat dengan damai di alam kubur; pada waktunya, Habil hidup bahagia di surga. Umat manusia mengirimkan salam dan doa kepada Habil sebagai teladan manusia mulia.

Ada orang, misal Polan, mengatakan, “Biarlah saya kalah di di kehidupan nanti; yang penting saya menang berposta-pora di hari ini.”

Bagi Polan, menang adalah sukses berlimpah harta dan kuasa di dunia ini. Polan dalam hal ini masuk anggota Qabil. Polan merespon, “Biar saja saya jadi anggota Qabil, yang penting saya menikmati kesenangan dunia ini.”

Bisa saja Polan terus terang mengaku sebagai anggota Qabil. Tetapi, justru, ada Polan yang sembunyi-sembunyi memilih jadi Qabil, sementara, di depan umum, mengaku jadi Habil. Bagaimana pun, Polan tetap sadar bahwa dia adalah Qabil; terutama ketika dia dalam sunyi.

4.3 Perang

Perang masih terjadi di dunia. Apa solusi yang tersedia?

Perang tetap terjadi karena ada pihak Qabil; yang melakukan serangan atas dalih apa pun itu. Untuk mencegah Qabil menyerang maka kita perlu komitmen membela Habil secara pribadi, sosial, negara, planet bumi, sampai alam semesta. Lembaga negara perlu bersikap sebagai Habil yaitu menjaga keamanan seluruh warga dari serangan pihak luar maupun pihak dalam. Menjaga keamanan terbatas hanya untuk pertahanan; tidak boleh menyerang.

4.4 Tanpa Memihak

Bisakah tidak memihak Qabil mau pun Habil? Bukankah orang adil tidak memihak? Bukankah perlu bersikap ikhlas?

Dalam kasus ini, tidak memihak bermakna sebagai memihak Qabil. Jadi, sikap diam adalah sikap setuju terhadap Qabil. Kita harus mendukung Habil untuk membela kebenaran.

Setiap orang adalah Qabil dan Habil sekaligus. Hanya saja, Qabil lebih aktif dalam diri setiap orang dewasa. Ketika seseorang diam maka dia adalah Qabil; kecuali dia menolak Qabil. Hanya jika seseorang menolak Qabil maka dia menjadi Habil. Kita, sebagai manusia, menghadapi beragam masalah; dari satu masalah ke masalah berikutnya; Qabil aktif lebih awal; kemudian kita menolak Qabil agar diri kita menjadi Habil. Proses ini terjadi berulang terus-menerus.

Bisakah kita langsung jadi Habil? Tidak bisa. Habil hanya bisa hadir setelah Qabil hadir kemudian kita menolak Qabil. Memang berat tugas kita menjadi manusia.

Jadi, pertanyaan pilih Qabil atau Habil bisa kita sederhanakan menjadi hanya 1 pilihan saja:

a) Apakah Anda menolak Qabil?
b) Apakah Anda menolak kejahatan?
c) Apakah Anda menolak jadi agressor?

Jawabannya hanya 1 dengan tegas: “Ya, saya menolaknya.”

Jawaban ragu-ragu atau tidak menjawab sudah berkonsekuensi memilih Qabil. Apalagi, orang sengaja memilih Qabil.

4.5 Jam Rusak

Perhatikan jam dinding yang berputar menunjukkan waktu dengan tepat; simbol untuk Habil. Sewaktu-waktu, jam bisa rusak sehingga menunjuk waktu yang meleset; tidak tepat; simbol untuk Qabil.

Aslinya, jam dinding adalah meleset, menunjuk waktu yang tidak tepat. Kemudian, kita mengoreksi jarum jam dinding agar tepat dan mengganti batere dengan yang baru. Tiba-tiba, jam dinding bisa meleset lagi. Kita perlu terus-menerus menjaga jam dinding agar tidak meleset; agar tetap tepat. Kita perlu terus-menerus menjaga diri agar menjadi Habil agar tidak terpeleset jadi Qabil.

Jam dinding yang tepat menjadi berguna karena jam dinding tersebut, dalam banyak situasi, punya potensi bisa meleset. Jika setiap jarum jam selalu tepat maka apa gunanya jam dinding? Jika setiap jarum jam selalu meleset apa gunanya jam dinding? Jam dinding berguna karena dalam banyak keadaan jarum jam bisa meleset dan hanya pada kondisi tertentu saja bisa tepat. Ketepatan jarum jam dinding menjadi bernilai tinggi karena sewaktu-waktu ada resiko bisa meleset.

5. Penutup

Setiap manusia bisa menjadi baik yaitu menjadi Habil dengan cara menolak kejahatan; menolak Qabil. Proses untuk menjadi manusia baik adalah proses perjuangan terus-menerus tanpa henti.

Bagaimana menurut Anda?

Kontribusi Buku Visi Futuristik

Dalam buku Visi Futuristik saya menyebut 3 kontribusi penting adalah: sains huduri, simbolisme ontologi cahaya, dan simplifikasi logika.

Setelah membaca buku cetak Visi Futuristik, saya menambahkan 2 kontribusi penting lagi: [1] kerangka teori yang kokoh dan [2] studi kasus yang nyata konkret. Teori yang kokoh amat penting karena membahas asal mula seluruh realitas yang ada secara niscaya; berlanjut proses yang kita hadapi masa kini; dan akhir diri kita di masa depan seperti apa. Sedangkan studi kasus konkret melengkapi kajian dengan contoh-contoh nyata.

1. Teori yang Kokoh
2. Studi Kasus Nyata
3. Diskusi

Tulisan ini akan mendiskusikan sebagian kontribusi buku Visi Futuristik yang telah terbit Januari 2025.

1. Teori yang Kokoh

Sebagai buku ketiga dari trilogi Futuristik, buku Visi Futuristik ini bertugas menegaskan teori yang kokoh berupa ontologi cahaya sejati. Buku kesatu membahas solusi logika terhadap beragam problem yang “rumit”, sehingga berjudul Logika Futuristik (2023). Sedangkan buku kedua membahas tema-tema praktis dalam kehidupan kita sehari-hari sampai isu-isu sosial berjudul Pintu Anugerah (2024).

Makna ontologi cahaya sejati adalah cahaya sebagai simbol. Meski pun, kita bisa merapkan kajian ontologi cahaya terhadap cahaya fisika dari perspektif sains modern.

2. Studi Kasus Nyata

Beberapa studi kasus nyata: praktek aturan hukum; mengapa orang berbuat jahat; dan praktek konsep kebenaran.

Praktek hukum di jaman ini makin rumit karena peran uang makin besar. Hukum menjadi sarana bagi pihak-pihak kuat untuk mengeruk keuntungan besar secara finansial. Tentu saja, secara eksplisit, hukum adalah untuk menegakkan keadilan. Hanya saja, praktek hukum berupa praktek gelap.

Pengertian hukum di sini bermakna umum. Contoh aturan veto di PBB adalah hukum yang menguntungkan negara adi daya. Amerika sering menggunakan hak veto untuk mengamankan kepentingan Amerika di Israel dan Timur Tengah. Bagaimana negara adi daya bisa tega terhadap genosida di Gaza? Praktek hukum memang gelap. Semoga segera ada solusi terbaik buat Gaza Palestina.

Di negara kita: bagaimana MK menetapkan suatu keputusan? Mengubah batas usia calon presiden dan wakil; mengubah syarat pendaftaran gubernur dan lain-lain. Banyak sisi gelap. Apa solusi praktek gelap dari hukum? Solusi: membangun lembaga huku futuristik; sistem hukum yang komitmen mengembangkan masa depan terbaik untuk semua.

Studi kasus kedua: mengapa orang berbuat jahat; bahkan berulang kali?

Orang berbuat jahat karena mereka terjebak dalam WKR: wrong kind of reason. Agar kita lepas dari jebakan kejahatan maka kita perlu melampaui WKR sampai ke RKR: right kind of reason. RKR bisa kita kembangkan dengan menumbuhkan persepsi futuristik; persepsi yang melihat kebaikan masa depan sebagai kebaikan nyata; sehingga menarik realitas masa kini menuju kebaikan masa depan yang nyata. Buku Visi Futuristik membahas lebih detil proses RKR ini.

Studi kasus ketiga: praktek konsep kebenaran; apa makna-benar dalam realitas yang konkret?

Umumnya, kebenaran adalah pernyataan yang sesuai dengan realitas; kebenaran korespondensi. Kita membutuhkan teori kebenaran yang lebih konkret; yang mendorong kita untuk praktek kebenaran; dan meninggalkan kesalahan. Praktek kebenaran yang lebih konkret adalah keterbukaan, kebenaran futuristik, dan kebenaran absolut.

Keterbukaan adalah seseorang terbuka dirinya terhadap kebenaran yang nyata; tersingkap kebenaran yang nyata. Buku Visi Futuristik membahas kebenaran keterbukaan ini dengan memberi beberapa contoh kasus.

3. Diskusi

Bagaimana menurut Anda?

Saya senang dengan angka tahun terbit trilogi Futuristik yang urut: Logika Futuristik (2023); Pintu Anugerah (2024); Visi Futuristik (2025).

Presiden 3 Periode: Jokowi Vs Trump

Konstitusi membatasi presiden menjabat hanya 2 periode; maksimal. Presiden Jokowi pernah pro-kontra karena dicurigai tertarik untuk 3 periode. Tahun ini, 2024-2025, Trump bercanda ingin menjabat 3 periode. Perwakilan Partai Republik mulai bergerak mencari celah untuk 3 periode.

“Trump jokes about running for a third term.”

Mengapa berminat 3 periode? Mengapa dibatasi 2 periode? Mengapa?

1. Makin Lama Korupsi
2. Tongkat Estafet
3. Pak Nomo Penguasa
4. Diskusi

Putin beruntung karena bisa mengubah konstitusi sehingga dia 3 periode; dan 3 periode x 6 tahun = 18 tahun. Diduga, sebelum habis 18 tahun, Putin bisa mengubah konstitusi lagi agar lebih tepat bagi dirinya.

1. Makin Lama Korupsi

Argumen utama: makin lama presiden berkuasa maka makin kuat untuk korupsi.

Presiden Soeharto berkuasa 1960an. Banyak orang yakin, waktu itu, Soeharto adalah presiden yang baik bagi Indonesia. Soeharto berhasil menjadi bapak pembangunan Indonesia. Setelah berkuasa lebih dari 20 tahun, terjadi KKN: korupsi kolusi nepotisme oleh kroni-kroni Soeharto. Terpaksa, Soeharto lengser karena reformasi pada tahun 1998 setelah berkuasa 32 tahun. Berkuasa terlalu lama, mengubah seorang pejuang yang baik terjebak dalam pusaran politik dengan aroma korupsi.

2. Tongkat Estafet

Batasan 2 periode menjamin setiap presiden merencanakan pembangunan negara dengan bertahap melalui estafet presiden.

Presiden Jokowi dipaksa harus berpikir estafet, bertahap, untuk membangun IKN. Jika membangun IKN butuh waktu 10 tahun, misal, maka periode akhir jabatan Jokowi tidak cukup untuk menyelesaikannya. Jokowi perlu berpikir bahwa presiden pengganti komitmen melanjutkan IKN. Konsekuensinya, proyek IKN harus transparan. Siapa pun presiden pengganti, petahana atau pesaing, bisa melanjutkan estafet IKN. Apakah proyek IKN transparan? Kita butuh perjalanan waktu untuk menyaksikannya. Hanya saja, batasan 2 periode memaksa presiden harus siap melepaskan tongkat estafet.

3. Pak Nomo Penguasa

Pak Nomo bisa mengubah konstitusi. Pak Nomo bebas menetapkan aturan 2 periode atau 3 periode atau tanpa batas; semua sah sesuai konstitusi.

Mengapa Pak Nomo bisa mengubah konstitusi? Karena Pak Nomo adalah Pak Nomo.

Pelanggaran konstitusi adalah pelanggaran berat. Tetapi mengubah konstitusi adalah sah; bukan pelanggaran. Ketika Pak Nomo mendukung Putin mengubah konstitusi menjadi 3 periode maka sah, bagi Putin, untuk menjabat presiden 3 periode.

Andai waktu itu, Pak Nomo mendukung untuk amandemen UUD 45 agar presiden boleh 3 periode maka sah, bagi Jokowi atau SBY, untuk jadi presiden 3 periode. Tapi Pak Nomo tidak setuju dengan amandemen UUD 45 agar 3 periode itu.

4. Diskusi

Bagaimana menurut Anda?

Mengapa Nomo bisa mengubah konstitusi? Bagaimana cara mengubahnya? Mengapa presiden boleh mengikuti konstitusi baru atau konstitusi lama?

Pesona Buku Visi Futuristik

Pekan lalu, saya menerima buku cetak Visi Futuristik dari penerbit sebagai sampel bukti bahwa buku telah diterbitkan. Buku sampel tersebut langsung habis “dipaksa” dibeli oleh teman-teman yang baik. Saya terpaksa menahan diri tidak membahas buku Visi Futuristik sementara waktu. Kemarin, Rabu 22 Januari 2025, saya menerima kiriman buku lebih banyak dari penerbit. Jadi, kita bisa membahas lagi buku Visi Futuristik versi cetak.

Memang mempesona buku cetak. Wajar, beberapa negara maju di Eropa mewajibkan kembali para siswa untuk membaca buku cetak. Tidak cukup hanya membaca buku digital. Daya pesona fenomena material memang spesial; beda dengan pesona digital.

1. Terjemah English Arab
2. Teori Praktis
3. Diskusi

Rujukan utama Visi Futuristik adalah buku Hikmah al-Isyraq (HI) karya Suhrawardi. Saya beruntung karena mendapatkan HI dalam dwi bahasa, yaitu, Arab-English. Dalam membaca ulang Visi Futuristik, saya mendapatkan pemahaman dan pembahasan ontologis yang teoritis kemudian bergerak sampai tataran praktis. Saya berharap pembaca akan memperoleh manfaat teoritis dan praktis.

1. Terjemah English Arab

Halaman kiri HI adalah teks dalam bahasa English; sementara halaman kanan adalah teks dalam bahasa Arab. Penerjemah, Hossein Ziai, memberi angka pada setiap paragraf yang memudahkan kita untuk menemukan keselarasan Arab dan English.

Dalam Visi Futuristik saya hanya mengutip teks English secara singkat dan mencantumkan nomor paragraf. Kemudian saya menerjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia. Meski saya merasa paham maksud buku HI tetapi tetap sulit menemukan terjemahan dalam bahasa Indonesia yang tepat. Saya perhatikan, Ziai menerjemahkan dari Arab ke English secara fleksibel. Saya meniru fleksibilitas Ziai untuk mendapatkan terjemahan Indonesia yang pas; cukup membantu; meski ada beberapa masalah lagi.

Solusi untuk masalah ini, yang tepat buat saya, adalah saya bolak-balik merujuk teks Arab dan English kemudian menerjemahkan ke bahasa Indonesia. Solusi ini berhasil bagi saya. Teks English sulit, bagi saya, karena banyak memanfaatkan ungkapan negatif secara ganda misal “not… without…” Teks Arab sedikit menggunakan ungkapan negatif ganda. Dalam terjemahan bahasa Indonesia, saya membatasi penggunaan ungkapan negatif ganda.

Anak muda bertanya: mengapa tidak pakai translator semisal Google atau GPT? Saya menggunakan translator itu. Memang translator otomatis banyak membantu; hanya saja kita butuh kualitas yang lebih bermutu.

Sebagian besar teks Visi Futuristik adalah tulisan saya sendiri dengan mengambil inspirasi kreatif dari Maha Karya Suhrawardi.

2. Teori Praktis

Dari sisi konten, saya merasa surprise karena banyak aspek praktis dibahas dalam Visi Futuristik; perkembangan sains sepanjang sejarah, penerapan teknologi sehari-hari, sampai mengembangkan kehidupan akhlak dengan moral yang tinggi.

Tentu saja, konten utama buku Visi Futuristik adalah pembahasan ontologi yang bersifat teoritis. Saya mencoba membahas dari beragam sudut pandang para tokoh kemudian berusaha memberi contoh-contoh praktis dalam kehidupan – dan kematian.

Nama Einstein, sebagai salah satu tokoh, muncul kembali dalam Visi Futuristik. Sebelumnya, nama Einstein muncul cukup dominan dalam buku Futuristik 1 (Logika Futuristik, 2023) ketika membahas sains fisika. Masih di Futuristik 1, saya menyediakan satu bab khusus membahas filsafat sains versi Einstein. Dalam Futuristik 2 (Pintu Anugerah, 2024), saya membatasi mengutip nama tokoh untuk menjaga buku agar bersifat praktis. Dalam Futuristik 3 (Visi Futuristik, 2025), nama Einstein muncul ketika kita membahas bentuk ruang non-Euclidian. Sangat mempesona bahwa Suhrawardi mengembangkan konsep ruang non-Euclidian sekitar 1000 tahun yang lalu; selaras dengan pandangan Einstein.

3. Diskusi

Bagaimana menurut Anda?

Saya menduga bahwa masyarakat masa kini membutuhkan buku yang bersifat praktis ketimbang teoritis. Benarkah begitu?

Futuristik 1 membahas logika dari aspek teoritis yang dilengkapi berbagai macam contoh praktis.

Futuristik 2 membahas anugerah-anugerah futuristik secara praktis. Aspek teoritis hanya sekilas.

Futuristik 3 membahas visi futuristik berimbang antara aspek teoritis dan praktis. Lengkap sudah trilogi Futuristik; ketika tuntas maka bergegas.

Bagaimana menurut Anda?

Pagar Laut 30 KM

Prabu, baru resmi diangkat sebagai raja di Gemaripa beberapa saat, sudah menghadapi tugas berat. Salah satunya pagar sepanjang 30 km, secara misterius, ditemukan di pantai ujung barat pulau utama. Siapa pelakunya? Apa tujuannya? Apa hak mereka?

Prabu ingin memastikan bahwa seluruh kekayaan negara dipergunakan untuk kemakmuran rakyat seluas-luasnya dengan adil makmur. Warga Gemaripa mendukung raja baru sang Prabu.

Iwan, sang cendekiawan, mengkritisi bagaimana hak memasang pagar laut bisa dimiliki oleh pihak tertentu? Bukankah laut ada dalam penguasaan negara? Apakah ada sistem yang perlu diteliti?

1. Ekonomi Sosial
2. Distribusi
3. Diskusi

Iwan usul ke Prabu agar mencermati sistem pasar bebas sekarang ini. Bila pagar laut menguntungkan pihak tertentu secara ekonomi maka mereka akan memasang pagar laut itu. Tetapi bila pagar laut menguntungkan warga Gemaripa maka baik-baik saja. Iwan curiga ada pihak tertentu yang ambil keuntungan dari pagar laut 30 km yang misterius itu.

1. Ekonomi Sosial

Iwan tampak setuju dengan Foucault bahwa manusia adalah biopolitik atau biopower; manusia menjadi sempurna dengan cara berpartisipasi di dunia politik; praktis atau non-praktis. Prabu setuju saja dengan pandangan Iwan. Apa hubungannya dengan pagar laut?

Tesis Iwan sederhana: pagar laut 30 km itu terjadi karena ada pihak tertentu mengeruk keuntungan besar darinya; dan warga Gemaripa yang dirugikan secara langsung atau tidak, sadar atau tidak.

Sebut saja yang membangun pagar laut itu adalah Polan si orang besar. Tentu saja, Polan orang besar karena butuh kekuatan besar untuk bisa investasi membangun pagar laut sepanjang 30 km dilengkapi dengan beragam sertipikat legal.

Prabu bertanya: bagaimana bisa terbit sertipikat legal? “Ya, tidak tahu kok tanya saya,” jawab Iwan, “tanya saja kepada raja sebelum kamu yaitu raja Mulyana!” Kata Prabu, “Dia pasti jawab ndak tahu lah…” Mereka tertawa bersama.

Biopower atau biopolitik adalah situasi di mana setiap individu sadar bahwa dirinya harus mencari keuntungan sebesar-besarnya; karena banyak tekanan dari luar. Polan mungkin tidak berniat membangun pagar laut 30 km. Tetapi tekanan dari luar memaksa Polan. Jika Polan tidak membangun pagar laut maka orang lain akan membangunnya; orang lain itu yang akan untung. Jika Polan tidak untung maka Polan tidak bisa membayar setoran ke banyak pihak; ke pejabat, ke cukong, ke istri simpanan, dan lain-lain. Polan tertekan dan terpaksa membangun pagar laut penuh ceria.

Menariknya, awalnya, Polan merasa tertekan. Selanjutnya, Polan menikmati tekanan biopower itu. Polan menikmati pagar laut, menikmati setor ke pejabat, setor ke cukong, setor ke istri simpanan, dan lain-lain. Lebih parah lagi, awalnya, Polan merasa berdosa membangun pagar laut mau pun suap ke mana-mana. Seiring pengalaman, Polan merasa bangga berbagi rejeki ke banyak pihak. Lagi pula, Polan bisa mendirikan yayasan sosial.

Solusinya bagaimana? Iwan berpikir keras. Pertama, Prabu perlu menelusuri kasus pagar laut sampai tuntas. Kedua, Prabu perlu mengembangkan sistem sertipikat tanah terpadu yang aman. Ketiga, Prabu perlu menggeser sistem ekonomi dari mencari keuntungan pribadi menuju distribusi yang penuh arti.

2. Distribusi

Transaksi ekonomi wajar terjadi secara personal; jual beli satu orang dengan orang lain adalah sah. Tetapi transaksi personal perlu berada dalam wadah yang lebih besar: distribusi ekonomi; pemerataan ekonomi; adil makmur di bidang ekonomi.

Terdapat transaksi, di atas transaksi personal, yaitu transaksi antar kepala suku; bukan pejabat; kepala suku adalah orang bijak yang mirip ketua kelas atau ketua OSIS di SMP. Kepala suku jual beli dengan kepala suku lain atas keperluan warga sukunya; bukan keperluan kepala suku; bukan keperluan pejabat; bukan pula keperluan sang raja baru Prabu. Kemudian, kepala suku mendistribusikan hasil jual beli kepada warganya secara adil makmur.

Transaksi kepala suku memegang dua peran penting: [1] menjamin distribusi adil makmur bagi warga masing-masing suku; [2] menjaga distribusi adil antar suku-suku di sekitar dan meluas ke alam semesta. Peran raja Prabu menjadi besar untuk mewujudkan Gemaripa adil makmur. Di saat yang sama, raja Prabu perlu mendengarkan masukan dari Iwan sang cendekiawan.

Sayangnya, Iwan sudah makin tua. Sehingga, nasehat Iwan lebih lembut; buka perspektif luas; utamakan kehidupan warga minoritas; dan kuatkan sikap ikhlas. Beda dengan Iwan muda yang dulu; yang sering meneriakkan lagu BONGKAR karya musisi Indonesia; yang menuntut revolusi lebih dari sekedar reformasi.

Jadi, kita perlu jeli menangkap pesan-pesan tersembunyi sang cendekiawan tua itu.

3. Diskusi

Pagar laut 30 km pasti terjadi karena melanggar prinsip adil makmur; ada pihak tertentu mengeruk keuntungan besar. Prabu perlu bertindak cepat untuk melindungi kekayaan negara.

Bagaimana menurut Anda?