Anak SMA tidak Bisa Berhitung

Anda gemas. Saya juga gemas. Siswa-siswa SMA tidak bisa berhitung dasar. Beberapa bulan lalu, tersebar video bahwa anak SMA/SMK tidak bisa berhitung 24 dibagi 4 hasilnya berapa. Beberapa hari lalu, Gubernur Jabar bertanya, “Setahun ada 12 bulan. Maka 2 tahun ada berapa bulan?”

Siswa-siswa SMA, dalam video itu, tidak bisa menjawab ada berapa bulan dalam 2 tahun.

Mengapa Indonesia separah itu?
Apakah negara lain sama parah?
Atau negara lain lebih parah?

Kita perlu menjawab beberapa pertanyaan itu. Kemudian, menyusun beberapa solusi serta menerapkan solusi yang terus direvisi.

Saya adalah pendidik matematika berpengalaman lebih dari 30 tahun. Saya bisa mengajari anak-anak SMA yang sulit berhitung, di atas, sampai bisa berhitung dalam 1 pertemuan belajar saja. Tetapi masalah berhitung, dan matematika, bukan masalah satu atau dua siswa saja. Kita menduga ada ribuan atau jutaan siswa Indonesia yang tidak mampu berhitung.

1. Belajar Berhitung
2. Hadiah Berhitung
3. Gangguan Kalkulator
4. Gangguan AI
5. Diskusi

Solusi paling mudah untuk berhitung adalah ajarkan siswa dengan alat peraga konkret. Peraga paling mudah, untuk di Indonesia, adalah uang; uang kertas atau uang logam.

Untuk 2 tahun ada berapa bulan: sediakan uang 12 ribu untuk tiap 1 tahun; tanyakan ada uang berapa ribu untuk 2 tahun? Anak akan menjawab 24 ribu. Ada berapa bulan dalam 2 tahun? Anak akan menjawab 24 bulan. (Selesai). Masih banyak proses-proses kreatif yang bisa kita kembangkan untuk memajukan pendidikan.

1. Belajar Berhitung

Problem belajar berhitung adalah problem serius. Sayangnya, banyak orang dewasa menganggap remeh problem berhitung semacam 2 + 3 hasilnya berapa. Bahkan, banyak guru yang menganggap remeh juga. Mengapa? Karena orang dewasa itu sudah paham berhitung. Bagi anak yang belum paham, berhitung adalah tugas sulit; baik siswa TK, SD, SMP, SMA bahkan mahasiswa perguruan tinggi.

Saya mengembangkan alat peraga berhitung ada puluhan sampai ratusan macam media; agar anak-anak bergembira kreatif dalam belajar berhitung dan matematika bersama paman APIQ.

2. Hadiah Berhitung

Hadiah adalah amat penting. Belajar berhitung perlu hadiah. Apa hadiah yang tepat?

Hadiah yang bagus adalah senyuman, tawa, dan rasa bahagia ketika belajar berhitung; menjelang dan setelah belajar berhitung. Hadiah paling bagus adalah anak paham berhitung itu sendiri. Anak merasa bangga dan bahagia karena paham berhitung. Tentu, kita bisa mengembangkan beragam jenis hadiah yang lebih variasi.

Sayangnya, hadiah yang mudah di atas sudah dirampas dari siswa. Banyak siswa stres lantaran belajar berhitung atau matematika. Hasil akhirnya, siswa tetap tidak paham matematika. Sungguh menyedihkan.

Problem lebih rumit ketika hadiah jangka panjang dirampas pula: berhitung tidak berguna untuk kerja mau pun untuk melanjutkan sekolah tingkat lebih tinggi. Untuk mendapat pekerjaan cukup menjalin relasi tertentu dengan penguasa atau pengusaha. Untuk melanjutkan sekolah cukup dengan jalur zonasi atau jalur mandiri atau lainnya. Lengkap sudah problem pendidikan kita.

3. Gangguan Kalkulator

Kita sadar bahwa kalkulator adalah gangguan besar dalam belajar berhitung. Sehingga, kita melarang anak kecil untuk menggunakan kalkulator. Bagaimana dengan gangguan internet dan AI?

4. Gangguan AI

Tentu saja gangguan AI (akal imitasi / artificial intelligence) sangat ngeri bagi negeri ini. Jika kalkulator menyebabkan siswa malas belajar berhitung maka AI menyebabkan siswa malas belajar segala hal. Karena AI bisa menjawab segala hal; andai jawaban AI benar bisa dipercaya. Sayangnya, jawaban AI sering halusinasi alias ngawur.

5. Diskusi

Banyak hal yang bisa kita kaji.

Bagaimana menurut Anda? Mari kita bahas sebagian di antaranya.

[a] Solusi Sederhana

Solusi paling sederhana adalah kita membekali siswa, guru, dan orang tua dengan kemampuan belajar matematika yang kreatif; misal Anda bisa belajar matematika kreatif melalui buku, web, dan video paman APIQ. Ketika para siswa menguasai cara belajar matematika kreatif maka mereka pasti mampu berhitung dengan tepat dan cepat. Jadi fenomena “siswa SMA tidak bisa berhitung” sudah selesai.

Tentu saja, muncul tantangan baru: bagaimana membekali para guru dengan kemampuan matematika kreatif? Selalu ada solusi untuk ini; untuk meningkatkan kemampuan para guru di seluruh Indonesia baik melalui buku, pelatihan tatap muka, mau pun pelatihan daring.

[b] Peta Masalah

Kita perlu solusi yang lebih fundamental.

Meski solusi sederhana berupa membekali siswa dengan kemampuan belajar matematika kreatif tampak bagus tetapi ada masalah lebih mendasar. Jika masalah mendasar belum terungkap, sehingga belum terselesaikan, maka masalah kesulitan berhitung bagi siswa akan muncul berulang dalam beberapa tahun ke depan.

Saya setuju dengan Acemoglu, pemenang Nobel ekonomi 2024, bahwa problem mendasar adalah problem lembaga: lembaga politik, ekonomi, dan sosial. Termasuk dalam problem lembaga adalah penetapan konstitusi, undang-undang, dan peraturan. Jadi, kita perlu peta masalah-masalah fundamental ini kemudian merumuskan solusi.

[c] Problem Alat: Kalkulator AI

Mengapa kalkulator membantu pedagang pasar tetapi mengganggu siswa belajar? Mengapa AI membantu programer menulis kode program tetapi mengganggu siswa belajar? Mengapa teknologi membantu orang-orang tertentu tetapi merugikan lebih banyak orang lain?

Kita bisa menjawab pertanyaan ini dengan meminjam konsep teknologi dari Simondon (1924 – 1989). Simondon membedakan individu (badan), unsur, dan rangkaian. Untuk bisa memanfaatkan teknologi, misal kalkulator atau AI, kita perlu memahami badan ditambah satu rangkaian lebih tinggi dan satu unsur lebih rendah.

Kalkulator membantu pedagang pasar karena pedagang memahami badan, rangkaian, dan unsur. Tetapi siswa tidak sama dengan pedagang.

Bagi pedagang,

badan: jual-beli dagangan
rangkaian:
komunikasi dengan pembeli dan distributor
unsur: kalkulator, warung, dan barang dagangan

Untuk bisa sukses, pedagang wajib sangat mahir menguasai badan “jual-beli dagangan.” Sedangkan untuk rangkaian dan unsur, pedagang cukup mahir dalam menggunakannya. Misal pedagang perlu mahir menggunakan kalkulator untuk penjumlahan harga-harga barang dagangan. Tetapi pedagang tidak perlu memahami proses kalkulator menghitung penjumlahan itu. Karena kalkulator adalah unsur bukan badan.

Bandingkan dengan siswa belajar berhitung,

badan: belajar berhitung perkalian
rangkaian: latihan dan komunikasi dengan guru
unsur: penjumlahan, menulis, membaca

Siswa perlu mahir “berhitung perkalian” dan menggunakan “penjumlahan.” Kalkulator mengganggu proses-proses itu. Dengan kalkulator, siswa gagal memahami “penjumlahan” dan akibatnya siswa gagal “perkalian.” Jadi, siswa harus dilarang menggunakan kalkulator. Sementara, pedagang boleh menggunakan kalkulator.

Apakah mahasiswa akuntasi boleh menggunakan kalkulator? Boleh. Karena bagi mahasiswa akuntasi, kalkulator adalah sekedar “unsur” sehingga hanya perlu mahir menggunakan kalkulator tanpa harus memahami proses hitungan kalkulator.

Apakah mahasiswa informatika boleh menulis kode program pakai AI? Tidak boleh. Karena menulis kode, dalam koding, adalah “badan” yang harus mahir dikuasai oleh mahasiswa informatika.

Apakah programer senior boleh menulis kode pakai AI? Boleh. Karena bagi programer senior, yang sudah lulus dari kuliah informatika, menulis kode adalah “unsur” yang hanya perlu mahir menggunakannya. Bagaimana pun, programer senior tetap perlu waspada karena AI sering halu alias ngawur.

Jadi, meski kalkulator AI adalah alat tetapi posisi alat ini bisa sebagai “badan” atau “unsur”. Karena posisi kalkulator AI bagi siswa sebagai “badan” dalam belajar maka AI sering merugikan proses belajar siswa dan mahasiswa. Sementara, bagi pedagang dan programer senior, kalkulator AI bisa menguntungkan.

Menganggap teknologi sebagai alat adalah cara pandang paling rendah dalam memaknai teknologi. Teknologi adalah “teman hati” bagi umat manusia untuk mendaki nilai-nilai lebih tinggi.

[d] Badan Pendidikan

Badan utama pendidikan bersifat dinamis. Yang semula “unsur” bisa berubah menjadi “badan” dalam proses pendidikan berikutnya. Hal ini berbeda dengan “badan” pedagang yang cenderung stabil. Kalkulator akan tetap menjadi “unsur” bagi pedagang dalam rentang waktu yang lama; mungkin bertahun-tahun.

Hari ini, siswa bisa belajar “tanaman” sebagai “badan.” Sedangkan pupuk sekedar sebagai “unsur” hari itu. Pertemuan berikutnya, belajar pupuk menjadi “badan” utama pembelajaran. Jadi, siswa tidak cukup hanya mengenal pupuk; tetapi siswa perlu mempelajari pupuk secara mendalam sebagai “badan” pembelajaran.

Konsekuensinya, kita perlu super hat-hati menggunakan teknologi dalam pendidikan semisal kalkulator atau AI. Karena ada resiko bahwa kalkulator, atau teknologi, menggantikan tugas belajar “badan” utama bagi siswa.

Alat peraga cenderung aman karena bertugas memudahkan pemahaman siswa. Anak SD belajar penjumlahan uang 5 ribu + uang 2 ribu hasilnya adalah uang 7 ribu. Kemudian, tanpa uang, dia paham 5 + 2 = 7. Alat peraga berupa lembaran uang adalah baik-baik saja. Berbeda halnya dengan kalkulator. Siswa SD tekan tombol kalkulator menjadi tahu 5 + 2 = 7. Tanpa kalkulator, siswa SD itu tidak bisa menghitung 5 + 2 hasilnya berapa. Alat peraga, misal lembaran uang, menguatkan pemahaman siswa. Tetapi kalkulator, atau teknologi, merusak pemahaman siswa.

[e] Pemiskinan Siswa

Orang miskin semakin miskin; itulah pemiskinan atau proletarisasi. Miskin bisa meluas ke miskin jiwa, miskin pikiran, dan miski ilmu. Kita perlu waspada terhadap resiko pemiskinan terhadap siswa.

Penggunaan kalkulator oleh siswa SD adalah pemiskinan pikiran. Siswa SD menjadi malas berhitung dasar. Penggunaan AI oleh siswa, mahasiswa, atau masyarakat umum adalah pemiskinan pikiran. Masyarakat jadi malas berpikir karena semua bisa tanya ke AI. Jadi, andai AI bisa memberi jawaban yang valid maka tetap terjadi resiko pemiskinan. Lebih bahaya lagi karena AI sering halusinasi.

Proses pemiskinan perlu dilawan dengan proses anti-pemiskinan yaitu proses pengayaan; agar siswa kaya pikiran, kaya ide, dan kaya jiwa. Di antaranya, siswa perlu berlatih menulis bebas mulai dari 3 paragraf sampai 3 halaman; atau, bila sampai 30 halaman bisa menjadi buku. Dampak penting dari latihan menulis adalah siswa menjadi terlatih berpikir panjang, berpikir banyak, dan berpikir sistematis. Dampak sampingan yang lebih penting lagi adalah siswa menjadi lebih mudah paham dalam membaca; membaca buku mau pun membaca situasi.

Mengapa minat membaca turun drastis akhir-akhir ini?

Karena siswa, dan masyarakat umum, memang sudah tidak mampu “membaca” lagi. Mereka hanya bisa menonton gosip, hoaks, atau fitnah serba instan di media yang memang instan. Hanya sedikit orang yang mampu membaca. Kita perlu membangkitkan kembali minat baca para siswa dan masyarakat. Dengan latihan menulis, minat baca siswa akan tumbuh subur.

Sistem pendidikan yang berkualitas membutuhkan solusi yang utuh komprehensif. Meski demikian, praktek solusi pendidikan bisa bertahap dan sesuai dengan situasi konkret masing-masing wilayah. Pendidikan perlu merangkul teknologi yang tepat; dan menolak sebagian besar teknologi – secara bijak. Tumbuh kembang siswa adalah paling utama.

Bagaimana menurut Anda?

Terbit Lengkap Trilogi Futuristik

Saya menerima dua eksemplar buku Visi Futuristik kemarin, Selasa 14 Januari 2025. Visi Futuristik adalah buku final dari trilogi Futuristik tulisan saya.

Membaca buku cetak memang mempesona. Saya sudah membaca Visi Futuristik di layar komputer barangkali puluhan kali. Baru kali ini membaca versi cetak: indah dan seru.

Secara prinsip, Visi Futuristik terdiri dari 8 wacana; kemudian, saya menambahkan wacana awal dan wacana lanjutan; bukan wacana akhir. Anda bisa menduga bahwa “wacana lanjutan” meski menjadi akhir wacana tetapi mengundang wacana untuk terus berlanjut. Saya membandingkan pemikiran Suhrawardi dengan Hegel, Zizek, McDowell, dan lain-lain.

Buku satu Logika Futuristik terbit 2023; buku dua Pintu Anugerah terbit 2024; dan buku tiga Visi Futuristik terbit 2025.

Wacana awal menegaskan bahwa Visi Futuristik mengambil inspirasi kreatif dari maha karya Suhrawardi yang ditulis sekitar 1000 tahun yang lampau; sekaligus Visi Futuristik adalah buku ketiga, buku final, dari trilogi Futuristik. Salah satu kontribusi penting Visi Futuristik adalah mengutamakan ilmu huduri lebih dari ilmu husuli.

Wacana 1.1 sampai 1.3 membahas logika dan wacana 2.1 sampai 2.5 membahas ontologi cahaya.

Pembahasan logika singkat saja karena buku satu, yaitu Logika Futuristik, sudah membahas lebih luas dan dalam. Pembahasan ontologi cahaya merupakan bagian terbesar dari Visi Futuristik. Saya menambahkan beragam kasus-kasus kontemporer: filsafat sains, filsafat teknologi, asal mula kejahatan, paradoks hukum, hirarki kebenaran, dan lain-lain. Berbagai macam kasus ini, kita selidiki secara ontologis kemudian kita mengajukan beberapa alternatif solusi.

Wacana lanjutan sengaja memancing diskusi lebih lanjut. Setelah menekankan kontribusi Visi Futuristik (sains huduri, simbolisasi cahaya, simplifikasi logika), kita membahas perbandingan dengan pemikir lain termasuk Ghazali, Ibnu Arabi, Mulla Sadra, Popper, Zizek, dan McDowell. Anda boleh beda pendapat dengan saya dalam perbandingan pemikira para tokoh ini. Justru keragaman pemikirann ini perlu kita tumbuh-suburkan.

Di bagian akhir, saya mengusulkan prospek dari Visi Futuristik. Masa depan cemerlang adalah masa depan seluruh umat manusia. Sebagian orang khilaf merusak masa depan. Di saat yang sama, kerusakan ini justru menjadi peluang untuk perbaikan agar lebih cemerlang masa depan. Sejatinya, masa depan umat manusia adalah menuju realitas cahaya sejati yang bertabur pesona.

Selamat membaca…!

Bagaimana menurut Anda?

Ide Orisinal AI: dari mana?

AI memunculkan ide-ide cemerlang; mampu menjawab segala pertanyaan dengan cepat dan tepat; mampu membuat gambar yang indah; mampu menyusun musik yang merdu. Dari mana ide orisinal AI ini muncul?

AI (akal imitasi / artificial intelligence) memang mempesona terutama sejak sukses chatGPT akhir 2022. AI menjadi mampu bicara dalam bahasa manusia; termasuk bicara dalam bahasa Indonesia. Menjadi makin menarik, AI bisa bercakap-cakap dalam bahasa daerah: Jawa, Sunda, Batak, dan lain-lain.

1. Khatir Ghazali
2. Intuisi Kant
3. Transduksi Simondon
4. Esa Laruelle
5. Diskusi

Untuk membahas asal mula ide orisinal yang dihasilkan oleh AI, kita akan meminjam beragam teori sepanjang sejarah. Ghazali (1058 – 1111) merumuskan konsep khatir atau ide murni dengan tiga klasifikasi. Kant (1724 – 1804) mengajukan formula intuisi dari yang murni sampai empiris. Simondon (1924 – 1989) mengajukan konsep transduksi untuk menggambarkan teknologi makin konkret. Laruelle (1937 – 2024) mengajukan konsep Yang Esa sebagai sumber paling Nyata dari seluruh realitas; termasuk realitas AI.

Jika AI mampu menghasilkan ide orisinal maka apakah berbahaya bagi manusia? Atau, justru makin bermanfaat? Atau, AI sebenarnya tidak pernah menghasilkan ide orisinal?

1. Khatir Ghazali

Ghazali menyebut bahwa manusia memiliki ide dari beragam sumber: dirinya sendiri, alam, setan, malaikat, dan Allah.

Ide yang bersumber, dalam ukuran tertentu, dari diri manusia sendiri disebut waham atau imajinasi. Waham adalah baik-baik saja bisa berupa ide positif atau ide negatif. Ide bersumber dari setan disebut waswas yang bersifat negatif: iri dengki, marah, curiga, dan lain-lain. Ide yang bersumber dari malaikat disebut sebagai ilham yang bersifat positif: ramah, akhlak mulia, ibadah, dan lain-lain. Ide yang bersumber dari Allah disebut sebagai khatir: qalbi, aqli, dan rabbani.

Dari mana AI memperoleh ide? Bila dari manusia, AI memiliki waham (imajinasi); bila dari setan, AI memiliki waswas; bila dari malaikat, AI memiliki ilham; bila dari Allah, AI memiliki khatir.

Kita akan fokus membahas khatir dan mencoba mencermati ide orisinal AI.

[a] Khatir qalbi, khatir hati, atau persepsi hati adalah ide yang diterima oleh manusia melalui hati. Anda suka mangga; saya suka jeruk. Anda suka lukisan; saya suka sastra. Khatir qalbi masing-masing orang bisa berbeda-beda. Khatir qalbi baik-baik saja tetapi konsekuensinya bisa bermanfaat atau berbahaya. Karena suka duren lalu seseorang makan duren kebanyakan sampai akhirnya kena serangan jantung. Khatir qalbi berupa suka duren, sejatinya, baik-baik saja.

Apakah AI memiliki khatir qalbi? Apakah AI suka duren? “Sebagai AI saya tidak memiliki kapasitas rasa suka,” jawab Gemini AI.

Jadi, AI tidak memiliki khatir qalbi. Sumber ide orisinal AI bukan dari khatir qalbi.

[b] Khatir aqli, persepsi akal, adalah ide yang diterima manusia melalui akal. Manusia memahami logika matematika melalui akal; manusia memahami aturan sosial melalui akal. Kemudian, manusia mengembangkan beragam budaya dengan berbekal akal dan kerja sama antar umat dan interaksi dengan alam raya.

Apakah AI memunculkan ide melalui akal? AI tidak memiliki akal; jadi AI tidak bisa mengembangkan ide orisinal berupa khatir aqli.

[c] Khatir rabbani, persepsi futuristik menjaga masa depan semesta. Khatir rabbani mengutamakan pertumbuhan masa depan yang baik dan komitmen mencapai akhiran yang baik; bersifat futuristik.

Anda punya anak? Anda mendidik anak dengan pendidikan terbaik adalah contoh khatir rabbani. Bupati yang menyelenggarakan pembinaan olahraga untuk menjaga kesehatan warga adalah contoh khatir rabbani. Anda berdoa di malam sunyi memohon kebaikan untuk masa depan seluruh negeri adalah contoh, lagi, khatir rabbani. Anda mengembangkan banyak ide orisinal dengan khatir rabbani atau persepsi futuristik ini.

Apakah AI memiliki persepsi futuristik atau khatir rabbani? Tidak. Jadi, AI menghasilkan ide orisinal tidak bersumber dari khatir rabbani.

Kesimpulan sementara: AI tidak memiliki ide orisinal karena AI tidak menunjukkan bahwa AI memiliki khatir; baik qalbi, aqli, mau pun rabbani. Ide orisinal AI hanya tampak orisinal tetapi sejatinya tidak orisinal. AI bisa merespon prompt secara wajar sebagai teknologi. Respon AI ini bukan orisinal meski manusia bisa menduga, dan memaknai, sebagai orisinal.

2. Intuisi Kant

Kant menyatakan bahwa intuisi tentang ruang dan waktu adalah intuisi paling murni. Ketika Anda melihat suatu obyek, pohon atau meja atau apa pun, maka obyek tersebut pasti berada dalam ruang dan waktu tertentu. Seluruh fenomena hanya bisa eksis dalam ruang dan waktu. Tanpa ruang-waktu, tidak ada fenomena apa pun.

Apakah AI memiliki intuisi murni tentang ruang dan waktu? Apakah AI memahami suatu fenomena dalam ruang waktu? Tidak. AI tidak memiliki intuisi murni. AI tidak memahami fenomena dalam ruang-waktu.

Di sini, kita menggunakan istilah intuisi secara longgar.

[a] Intuisi aksioma; manusia memiliki intuisi tentang aksioma sebagai pijakan pasti. Misal manusia memahami aksioma penjumlahan bilangan bulat 2 + 1 hasilnya adalah 3. Meski ada ribuan berita di media sosial mengatakan 2 + 1 = 5 maka kita tetap yakin bahwa 2 + 1 = 3.

Apakah AI memiliki intuisi aksioma? Tidak. Bila tersedia data lebih banyak mengatakan 2 + 1 = 5 maka AI akan merespon 2 + 1 dengan hasil 5.

[b] Intuisi antisipasi; manusia siap antisipasi sesuatu. Anda pasti antisipasi bahwa ada hari esok; Anda antisipasi detik ini berlalu berlanjut dengan detik berikutnya; Anda antisipasi bila membuka mata maka akan melihat sesuatu. Dan masih banyak antisipasi lainnya.

Apakah AI memiliki intuisi antisipasi? Tidak. AI tidak melakukan antisipasi. Bahkan, jika Anda tidak bertanya kepada AI maka AI tidak akan antisipasi memberi jawaban.

[c] Intuisi pengalaman berproses; manusia memiliki intuisi bahwa kita mengalami sesuatu melalui proses. Kita berproses dari bayi, kanak-kanak, remaja, dan tua. Kita sadar matahari terbit pagi, bumi menjadi terang, makin siang sinar matahari makin terang. Ada hubungan kausalitas dari banyak kejadian.

Apakah AI memiliki intuisi untuk mengalami sesuatu melalui proses? Tidak. AI tidak memiliki intuisi bahwa dia mengalami proses dari produksi sampai, nantinya, akan musnah.

[d] Intuisi empiris; manusia mengamati banyak fenomena secara empiris. Intuisi empiris paling dasar adalah non-kontradiksi. Fenomena empiris tidak bisa kontradiksi. Ketika Anda melihat matahari besinar maka, saat itu, tidak mungkin matahari tidak bersinar. Pernyataan yang mengandung kontradiksi harus ditolak.

Apakah AI memiliki intuisi empiris? Tidak. AI tidak memiliki intuisi prinsip non-kontradiksi.

Kesimpulan sementara: AI tidak memiliki intuisi murni atau lainnya. Dengan demikian, AI tidak memiliki ide orisinal. Sementara, manusia mengembangkan ide orisinal dengan memanfaatkan beragam intuisi.

3. Transduksi Simondon

Transduksi adalah proses menjadi lebih konkret sebagai suatu individu. Transduksi adalah proses yang terjadi pada transindividuasi. Anda lahir sebagai bayi, nyaris mirip dengan semua bayi lain, sama-sama bersih. Bayi belum “konkret”. Bayi itu, kelak, menjadi dewasa. Sebagian manusia dewasa menjadi petani, pedagang, pegawai, seniman, pejabat, dan lain-lain. Di antara sesama pegawai pun berbeda-beda: ada pegawai disiplin, pegawai apa adanya, pegawai ambisi, dan lain-lain. Manusia dewasa adalah “konkret” yang berbeda dengan ketika bayi. Ketika lahir, semua manusia adalah mirip. Ketika mati, setiap manusia berbeda-beda secara konkret.

Bandingkan dengan kucing yang lahir sebagai bayi kucing. Kemudian kucing hidup di alam raya sampai tua dan mati sebagai kucing lagi. Kucing tua tidak jauh berbeda dengan kucing bayi; mereka sama-sama kucing. Kucing tidak mengalami transduksi; kucing tidak mengalami proses menjadi lebih konkret. Tentu saja, dalam kadar tertentu, kucing tua berbeda dengan kucing bayi. Tetapi perbedaan sedikit ini tidak memadai disebut transduksi.

Dalam proses transduksi, manusia menghasilkan beragam ide orisinal. Petani menghasilkan ide orisinal untuk merawat sawah. Seniman menghasilkan ide orisinal berupa maha karya seni. Pegawai menghasilkan ide orisinal berupa sistem kerja efektif dan lain-lain.

Apakah AI mengalami proses transduksi? Tidak. AI tidak transduksi sehingga tidak memunculkan ide orisinal. AI itu sendiri adalah hasil dari transduksi komputer biasa menjadi AI. Komputer biasa berbeda dengan AI. Pelaku transduksi ini bukan AI tetapi justru manusia bersama konteks histori budaya.

Kesimpulan sementara: AI tidak memiliki ide orisinal tetapi AI adalah hasil dari transduksi; AI adalah produk dari ide orisinal.

4. Esa Laruelle

Sulit sekali memahami Laruelle yang mengembangkan konsep tentang Yang Esa. Di satu sisi, konsep Yang Esa memang sulit dipahami. Di sisi lain, Laruelle berputar-putar dulu sebelum menjelaskan konsepnya sendiri. Berputar-putar itu sendiri makin mempersulit. Karena, dalam berputar-putar, Laruelle menjelaskan konsep-konsep dari pemikir besar: Heidegger, Simondon, Deleuze, Spinoza, dan lain-lain. Kemudian, dia mengkritiknya. Putaran ini tidak memudahkan, justru mempersulit meski penting juga. Di sini, kita akan membahas Yang Esa singkat saja.

Yang Esa adalah Yang Maha Nyata. Yang Esa hanya bisa dipahami melalui Yang Esa itu sendiri yaitu visi-dalam-Esa. Yang Esa adalah imanen radikal; tersembunyi dalam dirinya sendiri. Memahami Yang Esa dari jauh, secara transenden, akan berakibat kesalahan atau halusinasi. Manusia, diri kita, perlu selaras bersama Yang Esa untuk menggapai visi-dalam-Esa. Seluruh realitas alam semesta bersumber dari Yang Esa. Hanya dengan selaras visi-dalam-Esa, kita bisa memahami realitas. Kemudian, manusia bisa memunculkan ide-ide orisinal.

Apakah AI memahami realitas dengan cara selaras visi-dalam-Esa? Apakah AI memahami fenomena dengan imanen: menyatu selaras dengan fenomena? Ataukah, AI memahami dari jarak jauh? Benar bahwa AI memahami fenemona dari jarak jauh. Sehingga AI tidak memiliki ide orisinal tetapi sering halusinasi.

Bagaimana pun, AI adalah realitas yang bersumber dari Yang Maha Nyata yaitu Yang Esa itu sendiri. Sehingga untuk memahami AI, kita perlu selaras dengan visi-dalam-Esa.

5. Diskusi

Bagaimana menurut Anda?

AI tidak memiliki ide orisinal sampai saat ini. Tetapi, AI terus berkembang. Apakah di masa depan, AI akan mampu menghasilkan ide-ide orisinal?

Bagaimana dengan manusia: apakah manusia memiliki ide orisinal?

Benar. Manusia selalu memiliki ide orisinal. Bahkan setiap ide dari manusia adalah selalu orisinal. Konsekuensinya, manusia harus tanggung jawab terhadap ide-idenya; terutama bila diungkapkan dalam beragam bentuk.

Ketika seorang bocah belajar penjumlahan bilangan asli 2 + 1 = 3, dia mengembangkan ide orisinal. Bocah memahami penjumlahan melalui khatir, intuisi, dan transduksi. Meski pun jawaban 2 + 1 = 3 tampak mirip dengan jawaban orang-orang lain, bahkan sama persis dengan orang lain, tetapi itu adalah ide orisinal bocah tersebut. Bocah tersebut bisa berpikir melalui proses perhitungan atau mengingat memori atau contek catatan; semua tetap orisinal.

Masih banyak tema yang perlu kita kaji. Bagaimana pendapat Anda?

Makin Kaya dengan AI

Atau makin miskin? Banyak orang makin kaya dengan memanfaatkan AI. Di sisi lain, banyak orang juga makin miskin dampak dari AI. Apa pilihan yang tepat terhadap AI (akal imitasi / artificial intelligence)?

Udin adalah sarjana informatika yang baru lulus dari institut terbaik di negerinya berbincang dengan ayahnya.

Ayah: Kerjaan kamu banyak coding?
Udin: Betul. Tiap hari.
Ayah: Bagaimana cara kamu coding?
Udin: Suruh AI bikin code. Lalu, tinggal aku periksa.
Ayah: Mudah banget dong?
Udin: Ya, perusahaan rekomendasi seperti itu dan menyediakan dana.

Coding (koding) adalah menulis code (kode) pada komputer agar komputer mengerjakan tugas yang diperlukan. Dulu, programer harus menulis kode huruf demi huruf, baris demi baris, secara manual. Sekarang, programer bisa menyuruh AI untuk menuliskan code yang diinginkan secara cepat. Bayangkan Anda perlu coding yang terdiri 1000 baris. Berapa lama waktu yang Anda butuhkan? Barangkali 2 jam atau 3 jam untuk menulisnya. Belum lagi, kita mudah tipo, mudah salah ketik. Kita perlu memeriksa ulang tulisan code itu. Total, dari pagi sampai sore, kita baru bisa menyelesaikan coding yang 1000 baris itu.

Bagaimana dengan coding pakai AI? Anda bisa menyelesaikan coding itu hanya dalam 10 menit berbantuan AI. Tulis prompt yang tepat untuk AI maka AI menyelesaikan semuanya.

1. Coding AI
2. Verifikasi
3. Cara AI Belajar
4. Proletarisasi
5. Diskusi

Google mengakui bahwa 25% code mereka dihasilkan oleh AI yang diperiksa oleh programer manusia.

“We’re also using AI internally to improve our coding processes, which is boosting productivity and efficiency,” Pichai said.

“Today, more than a quarter of all new code at Google is generated by AI, then reviewed and accepted by engineers. This helps our engineers do more and move faster.”

“Kami juga menggunakan AI secara internal untuk meningkatkan proses koding kami, yang meningkatkan produktivitas dan efisiensi,” kata Pichai (CEO Google).

“Saat ini, lebih dari seperempat dari semua kode baru di Google dibuat oleh AI, kemudian ditinjau dan diterima oleh para teknisi. Ini membantu para teknisi kami melakukan lebih banyak hal dan bergerak lebih cepat.”

Teknisi adalah ahli teknik atau insinyur atau tukang insinyur. Di Google, teknisi mendapat banyak kemudahan dari AI.

1. Coding AI

Coding dengan bantuan AI jelas lebih produktif. Bagaimana dengan kualitas code nya?

Udin: Aku sering menemukan code yang salah atau buruk.
Ayah: Lalu?
Udin: Aku suruh AI untuk memperbaikinya.
Ayah: Hasilnya?
Udin: AI berhasil memperbaikinya.
Ayah: Apa ada masalah?
Udin: Jika buru-buru bisa saja cukup dengan code kualitas buruk.

Code kualitas buruk berfungsi dengan benar dan baik. Hanya kualitasnya saja berbeda dengan code buatan manusia yang pakar dalam coding. Udin khawatir bahwa kualitas code makin buruk karena AI.

2. Verifikasi

Tugas manusia fokus untuk verifikasi: [1] code benar; [2] code kualitas baik.

Untuk mampu verifikasi, kita perlu mamahami konteks kode, memahami kualitas code, dan kemudian logika code.

Verifikasi logika code, agar code dijamin benar, kita perlu berpikir sebagai programer. Maksudnya, setiap programer mampu melakukan tugas ini. Atau sebaliknya, programer yang tidak mampu melakukan verifikasi logika code maka tidak layak dianggap sebagai programer.

Awalnya, AI barangkali salah dalam menghasilkan code; secara logika. Dengan latihan, AI akan mampu menghasilkan code dengan logika yang benar; tentu dengan cepat.

Verifikasi kualitas code hanya bisa dilakukan oleh programer berpengalaman saja. Awalnya, AI tidak akan mampu verifikasi kualitas code. Setelah banyak belajar, apakah AI akan mampu verifikasi kualitas code?

Kita sulit menjawab verifikasi kualitas ini. Karena kualitas mengandung sisi relatif terhadap beragam alternatif. Programer senior pun menghadapi beragam kesulitan. Hanya saja, intuisi berdasar pengalaman akan memudahkan programer senior. Apakah AI yang “berpengalaman” akan memiliki semacam intuisi programer senior? Mungkin AI tidak akan mampu. Tetapi, AI akan memiliki semacam “intuisi” sendiri untuk mendapatkan code berkualitas. Pengamat dari luar, yang bukan programer senior, akan menilai code dari AI sama berkualitasnya dengan code dari programer senior.

Verifikasi konteks code hanya bisa dilakukan oleh manusia: programer bersama tim mereka, pelanggan, masyarakat sekitar, dan situasi budaya secara luas. AI tidak akan pernah mampu verifikasi konteks code; sejauh AI berkembang dengan skenario saat ini.

Mengapa AI tidak mampu verifikasi konteks code?

Karena AI bekerja dan belajar berdasar data digital. Sementara, konteks code lebih dari data digital; meliputi konteks budaya secara luas. Setiap konteks budaya yang dibuat versi digital maka masih tersedia konteks budaya lain yang tidak digital. Jadi, verifikasi konteks code pasti membutuhkan manusia. AI membutuhkan manusia.

3. Cara AI Belajar

AI belajar dari data yang jumlahnya besar; LLM: large language model. AI model ini disebut sebagai generative AI atau genAI atau GAI. ChatGPT, Gemini, dan Meta adalah beberapa contoh AI generatif.

AI generatif memang penting karena berbeda dengan AI generasi sebelumnya. AI generatif mampu “generate” atau menghasilkan ide-ide baru yang berbeda dari bahan ajar mereka. Jadi, AI menjadi mirip dengan manusia yang kreatif.

Karena AI kreatif maka AI mungkin saja salah; bahkan AI sering halusinasi. Dengan banyak berlatih, maka AI menjadi jarang salah atau AI hampir selalu benar. Problem selesai. Apakah terjamin?

Problem lain muncul: jika AI belajar dari data maka apa yang terjadi jika AI sudah belajar dari seluruh data?

Atau, jika seluruh data baru hanya dihasilkan oleh AI maka AI belajar dari data hasil AI saja, apa yang akan terjadi?

4. Proletarisasi

Berikutnya, kita akan mencermati konteks proletarisasi: pemiskinan. AI berdampak memiskinkan banyak orang dan memiskinkan bumi. Banyak orang menjadi pengangguran dampak AI, banyak orang sulit wirausaha dampak AI, pencemaran lingkungan dampak AI.

Di sisi lain, terjadi plutonisasi: orang super kaya menjadi makin super kaya karena AI; negara super power menjadi makin berkuasa dampak dari AI. Istilah plutonisasi bisa kita sandingkan dengan istilah plutokrasi: kekuasaan politik yang dikuasai oleh pihak super kaya.

Makin kaya bersama AI: plutonisasi. Makin miskin bersama AI: proletarisasi. Proses ini beriringan. Karena hampir seluruh penduduk dunia makin miskin, misal 5 milyar penduduk bumi, maka kekayaan orang miskin ini pindah kepada segelintir pihak super kaya; misal 5 orang super kaya. Misal setiap 1 orang miskin menyumbang 1 dolar maka 1 orang kaya menguasai 1 milyar dolar dari orang-orang miskin. Angka 1 milyar dolar memang sangat besar; demikianlah plutonisasi.

Saya tidak merasa kehilangan 1 dolar!?

Barangkali Anda tidak termasuk proletarisasi mau pun plutonisasi; Anda termasuk satu dari 3 milyar penduduk bumi yang bukan mereka. Atau, Anda tidak sadar menyumbang 1 dolar? Bukankah Anda pakai WA yang ada Meta AI? Bukankah Anda memakai google yang ada Gemini AI? Bukankah Anda pakai chatGPT atau Grok?

Jika harta Anda berkurang 1 dolar per bulan, atau 15 ribu rupiah per bulan, mungkin Anda memang tidak sadar. Hanya terasa mengapa situasi ekonomi menjadi makin sulit hari-hari ini.

Proletarisasi perlu dilawan; plutonisasi juga perlu dilawan. Setiap penduduk bumi berhak hidup layak dan bahagia di bumi ini. Penambahan kekayaan berlebih kepada super kaya juga tidak ada gunanya.

Apa sikap terbaik kita? Sikap yang mudah: ambil yang baik dan tinggalkan yang buruk. Tetapi tidak mudah lagi karena apa yang baik, dan apa yang buruk, tidak sejelas yang dikira.

Ada yang berpandangan bahwa AI hanya alat; pakailah alat sesuai fungsinya; selesai semua urusan. Benar bahwa AI memang alat; teknologi juga alat. Memandang AI sebagai hanya “alat” adalah cara pandang paling dasar; atau, paling lemah. Jadi, kita perlu mempertimbangkan AI dalam konteks histori lebih luas; termasuk pengaruh AI terhadap proletarisasi dan plutonisasi secara timbal balik.

5. Diskusi

Bagaimana menurut Anda?

a) AI Generatif atau LLM

LLM atau AI generatif sangat penting bagi manusia karena AI generatif tampak kreatif mirip manusia; bisa berbincang-bincang dengan bahasa alami manusia.

AI generatif gagal menjawab soal matematika. Saya sering bertanya ke AI tentang triple Pythagoras. Mereka menjawab dengan salah; chatGPT, Gemini, Meta, atau lainnya. Tetapi, AI bisa menulis code seperti kita bahas di atas. Akhirnya AI mampu menjawab soal matematika apa pun dengan menjalankan code komputer. Hal ini, pencapaian yang luar biasa. Apakah AI memahami code tersebut? Apakah LLM telah menulis code dengan interpretasi yang tepat? Apakah semua problem bisa diselesaikan dengan menulis code?

Yang paling istimewa dari LLM bukan kemampuan coding tetapi kemampuan bahasa alamiah manusia. Jadi, kita perlu mengkaji lebih jauh lagi. Dampak positif apa yang bisa diberikan oleh AI kepada alam semesta? Dampak negatif apa yang bisa dicegah oleh AI secara luas? Kita meluaskan perspektif dampak AI ke seluruh semesta. Perspektif sempit tidak lagi cukup: keuntungan finansial apa yang bisa dihasilkan AI kepada para investor? Jika kita berminat mempersempit perspektif maka perlu fokus kepada pihak lemah: keuntungan apa yang bisa diberikan oleh AI kepada orang-orang miskin di belahan dunia?

Kita berharap AI akan berhasil memberi kebaikan kepada seluruh alam semesta termasuk kepada manusia. Jika LLM gagal maka kita bisa mengembangkan model AI yang lain.

b) Proletarisasi

Tema pemiskinan, atau proletarisasi, perlu terus menyebar ke seluruh penjuru bersama AI. Proletarisasi menjadi tersembunyi karena berhubungan dengan AI secara tidak langsung. Hubungan langsung dengan AI adalah plutonisasi; menjadikan segelintir orang super kaya makin super kaya. Di sekitarnya, ada orang-orang kelas menengah yang ikut menikmati ledakan kekayaan itu. Wajar, bila mereka mendukung pengembangan AI. Lebih rumit lagi, proletarisasi dan plutonisasi tampak aman dari aspek legal; mereka tidak menunjukkan tanda pelanggaran legal mau pun moral. Tantangan kita adalah agar bisa memahami situasi ini lebih jernih.

Proletarisasi terjadi pada pengetahuan manusia; manusia makin bodoh dampak dari AI. Proletarisasi terjadi pada alam raya: hutan gundul, tanah longsor, atmosfir kotor, racun karbon bertebaran di mana-mana, satwa langka terancam punah, dan lain-lain.

Bagaimana AI bisa berperan aktif melawan proletarisasi dan plutonisasi?

c) AI Futuristik

Bagamana masa depan AI? Tepatnya, bagaimana masa depan AI yang baik bagi manusia dan seluruh alam raya?

Kita mengkaji AI secara kritis adalah untuk menemukan solusi.

Bagaimana menurut Anda?

Tantangan AI: Generator Triple Pythagoras Primitif Intuitif

AI menampilkan kemampuan mempesona. AI tampak cerdas bahkan super cerdas. Sampai muncul istilah ASI: artificial super intelligence. Seberapa cerdaskah AI? Kita akan memberi tantangan AI berupa triple Pythogras. Hasilnya, kecerdasan AI sangat terbatas; jelas AI tidak super cerdas.

Triple Pythagoras memicu kreativitas sejak ribuan tahun yang lalu. Barangkali sudah berkembang puluhan sampai ratusan generator untuk menghasilkan triple Pythogoras; primitif mau pun tidak primitif. Tulisan ini akan mengembangkan generator Pythagoras versi paman APIQ yang lebih intuitif; lengkap untuk primitif dan tidak primitif.

Anda lebih hebat dari AI ketika Anda menguasai triple Pythagoras APIQ. Karena AI (akal imitasi atau artificial intelligence) gagal menguasai triple Pythagoras. Bahkan Meta, Gemini, ChatGpt dan kawan-kawan sudah gagal di tahap-tahap awal triple Pythagoras. Tentu saja, Anda bisa membuat program komputer untuk menghitung triple. Tetapi program ini adalah karya Anda, karya manusia, bukan karya AI.

1. Generator Umum
2. Generator Ganjil
3. Generator Genap
4. Generator Primitif Ganjil
5. Generator Primitif Genap
6. Diskusi

Contoh triple Pythagoras adalah: (3, 4, 5); (5, 12, 13); (7, 24, 25); (8, 15, 17).

Contoh tidak primitif adalah membuat kelipatan dari yang primitif: (6, 8, 10); (10, 24, 26); (14, 48, 50).

Tentu saja jumlah triple tidak primitif lebih banyak, lebih mudah ditemukan, dibanding triple primitif. Kita sedikit membedakan segitiga siku dengan segitiga Pythagoras. Segitiga siku berlaku rumus Pythagoras untuk bilangan real (bulat, pecahan, irasional dll). Sedangkan, segitiga Pythagoras hanya untuk bilangan asli, bilangan bulat positif. Triple Pythagoras, yang merupakan sisi-sisi segitiga Pythagoras, menjadi menarik dan indah karena terbatas hanya boleh bilangan asli saja.

1. Generator Umum

Generator umum berhasil menghasilkan triple Pythagoras secara lengkap: primitif dan tidak primitif.

(a^2)/n = 2b + n

Hasil triple adalah (a, b, c) = (a, b, [b+n])

n = 1, 2, 3, …

Karena n lengkap untuk seluruh bilangan asli maka generator adalah lengkap untuk seluruh triple yang mungkin.

2. Generator Ganjil

Generator ganjil adalah untuk a = 3, 5, 7, 9…

Untuk n = 1, menghasilkan triple primitif seluruhnya:

a^2 = 2b + 1

Contoh:

a = 3; maka

3^2 = 2b + 1
9 = 2b + 1 = 4 + 5 ==> (3, 4, 5).

a = 5 maka

5^2 = 2b + 1
25 = 12 + 13 ==> (5, 12, 13).

Anda bisa mencoba dengan a berupa bilangan ganjil yang besar,

a = 53 maka

53^2 = 2b + 1
2809 = 1404 + 1405 ==> (53, 1404, 1405).

Anda lebih hebat dari AI karena bisa bertanya kepada AI: sebutkan semua triple Pythagoras dengan salah satu sisinya 53.

AI akan gagal menemukan (53, 1404, 1405).

Jawaban Gemini: “Mencari semua triple Pythagoras dengan salah satu sisi 53 membutuhkan pendekatan komputasi. Meskipun tidak ada rumus sederhana, dengan menggunakan program komputer, kita dapat menemukan semua solusi yang mungkin.”

Memang manusia bisa lebih kreatif dari AI.

3. Generator Genap

Generator genap adalah untuk a = 4, 6, 8, …

Untuk n = 2, generator menghasilkan primitif jika a = 4k dengan k = 1, 2, 3,..

(a^2)/2 = 2b + 2
(a/2)^2 = b + 1

Contoh:

a = 4

(4/2)^2 = b + 1
4 = b + 1
b = 3; c = 5 ==> (4, 3, 5).

a = 8

(8/2)^2 = b + 1
16 = b + 1
b = 15; c = 17 ==> (8, 15, 17)

Untuk menantang AI anda bisa memilih a yang cukup besar.

a = 104

(104/2)^2 = b + 1
2704 = b + 1
b = 2703; c = 2705 ==> (104, 2703, 2705).

Hebat, manusia memang bisa lebih kreatif dari AI.

Istilah ganjil dan genap bisa, lentur, kita terapkan terhadap n mau pun a.

4. Generator Primitif Ganjil

Primitif kita peroleh ketika n = p^2 yaitu kuadrat dari bilangan prima.

Untuk n = p atau n = p*q*r… berupa perkalian dari bilangan-bilangan prima maka akan menghasilkan triple yang tidak primitif. Kita perlu fokus, umumnya, untuk menghasilkan primitif.

Contoh:

n = p^2 = 3^2 = 9

(a^2)/9 = 2b + 9

misal a = 15

(15^2)/9 = 2b + 9
25 = 2b +9
b = 8; c = 17 ==> (15, 8, 17).

Untuk menantang AI kita perlu memilih a yang cukup besar.

a = 3*41 = 123

(123^2)/9 = 2b + 9
1681 = 2b + 9
b = 836; c = 845 ==> (123, 836, 845).

5. Generator Primitif Genap

Primitif kita peroleh ketika n = 2(p^2) yaitu berupa kuadrat bilangan prima yang kemudian dikalikan 2.

Contoh

n = 2(2^2) = 8

(a^2)/8 = 2b + 8
(a/4)^2 = b + 4

Misal a = 20

(20/4)^2 = b + 4
25 = b + 4
b = 21; c = 29 ==> (20, 21, 29).

Untuk menantang AI kita memilih a agak besar.

a = 4*41 = 164

(164/4)^2 = b + 4
1681 = b + 4
b = 1677; c = 1685 ==> (164, 1677, 1685).

Apa maksud generator APIQ adalah intuitif?

Intuitif adalah kita bisa menggunakan generator APIQ hanya bermodal pensil dan kertas. Bahkan dalam contoh di atas, saya hanya memanfaatkan imajinasi tanpa pensil dan kertas untuk perhitungan; tentu tanpa kalkulator atau pun komputer.

Contoh terakhir, yang terbesar, hanya 41 x 41 = 1681. Anda tentu bisa menghitungnya, 41 x 41, dengan pensil dan kertas. Bila kita pakai metode Bintang APIQ memang bisa menghitung dengan imajinasi dalam mental saja.

Sementara itu, ketika orang lain ingin verifikasi apakah (164, 1677, 1685) adalah triple Pythagoras primitif, mereka justru membutuhkan kalkulator atau komputer. AI tampaknya tidak bisa membantu untuk verifikasi ini.

Berikut jawaban Gemini:

Memeriksa Teorema Pythagoras:

  • a² + b² = c²
  • 164² + 1677² = 1685²
  • 26896 + 2815529 = 2839825
  • 2842425 = 2839825

Ternyata, persamaan di atas tidak benar. Ini berarti bahwa (164, 1677, 1685) bukan triple Pythagoras.”

Gemini salah dalam melakukan perhitungan dan, akibatnya, salah mengambil kesimpulan di atas.

6. Diskusi

Bagaimana menurut Anda?

Saya menduga bilangan prima p = 1, 2, 3, 5, 7… adalah mirip bilangan prima di jaman kuno; yaitu 1 termasuk bilangan prima.

Konsekuensinya, triple primitif menjadi lebih konsisten.

Primitif ganjil maka n = p^2 dengan p = 1, 2, 3, 5,…

Untuk p = 1 primitif ketika a = 1*(2k + 1) dengan k = 1, 2, 3…
Untuk p = p primitif ketika a = p*q dengan q = 3, 5, 7, 11…

Primitif genap maka n = 2p^2 dengan p = 1, 2, 3, 5, …

Untuk p = 1 primitif ketika a = 2*2k
Untuk p = p primitif ketika a = 2p*q

Waspada AI

Kembali ke AI yang mengalami kesulitan menghadapi triple Pythagoras karena, diduga, kurang data latihan. ChatGPT mampu membuat kode, misal dengan Python. Ketika kode ini valid maka AI mampu menghitung triple. Dalam kasus ini, bukan AI yang menghitung triple tetapi kode yang menghitung triple. Jadi, tugas kita adalah belajar kode agar mampu menguji apakah kode dari AI valid?

Lalu, mengapa pakai AI jika kode masih harus kita uji lagi? Lumayan, AI mampu membantu kita menulis kode. Bayangkan jika kode tersebut terdiri 2025 baris. Betapa berat menuliskannya. AI akan menulis kode tersebut kemudian kita tanggung jawab untuk menguji dan koreksi. Bagaimana pun, AI belajar dari kode yang sudah dibuat manusia sebelumnya. Fenomena ini menjadi problem AI yang perlu diwaspadai.

Kembali kepada AI yang mengandalkan LLM memang sulit menangani triple Pythagoras. Sebenarnya, AI juga sulit menangani semua bahasa sehari-hari. Ketika Anda bertanya ke AI: siapa saja anak kandung dari presiden Indonesia? AI sulit menjawabnya. Hanya saja, kita toleran terhadap jawaban AI. Ketika sebagian jawaban valid dan sebagian lain ngawur maka kita toleran. Lebih jauh, jawaban yang valid itu sendiri adalah sekedar kebetulan.

Jadi, kita perlu waspada dengan AI.

Bagaimana menurut Anda?

Spektrum Penolakan AI dan Penerimaan

Tolak AI secara total. AI berbahaya bagi manusia; lebih bahaya lagi bagi generasi muda. AI menyebabkan manusia malas berpikir. AI menyebabkan orang kecil makin terkucil; orang kaya makin kuasa. AI memperparah kesenjangan sosial. Begitulah pandangan orang-orang yang menolak AI. Benarkah?

AI adalah kemajuan teknologi paling canggih. Gunakan AI (akal imitasi atau artificial intelligence) seluas-luasnya untuk kemajuan umat manusia dan semesta. AI adalah solusi yang memudahkan setiap situasi. Hidup menjadi lebih menyenangkan dengan AI di segala bidang. Begitulah pandangan orang-orang yang mendukung AI. Benarkah?

AI adalah alat. Selesai semua masalah. Tempatkan AI sebagai alat saja. Memandang AI sebagai hanya alat adalah cara pandang paling berbahaya. Benarkah?

1. Terima Penuh
2. Terima Bagian
3. Tolak Penuh
4. Tolak Bagian
5. Diskusi

Kita akan membahas spektrum penolakan terhadap AI; termasuk spektrum penerimaan terhadap AI. Anda bisa memperkaya spektrum ini atau menyederhakannya.

Spektrum bermakna saling terhubung antara penolakan dan penerimaan AI; spektrum bukan dikotomi; spektrum adalah kesatuan dalam keragaman sikap. Spektrum adalah respon dari sikap peduli dan tanggung jawab. Orang yang tidak peduli maka bebas mau menerima atau menolak AI. Demikian juga orang yang tidak tanggung jawab bebas untuk menerima atau menolak AI. Tetapi karena kita peduli dan tanggung jawab maka kita perlu memikirkan spektrum penolakan dan penerimaan AI ini.

1. Terima Penuh

Terima AI secara penuh bila Anda menempatkan AI sebagai ide awal; kemudian, Anda mengkaji secara kritis; mempertimbangkan alternatif solusi yang lebih baik. AI adalah pemicu ide bagi Anda. Bagaimana pun, Anda perlu menjaga diri agar selamat dari kecanduan AI.

AI bagai air bening yang menyehatkan; manfaatkan AI sepenuhnya. Karena AI bagai air bening maka kita perlu menjaga wadahnya tetap bersih. Air bening menjadi kotor, berbahaya, bila wadahnya kotor atau tercampur racun. Jadi, tetap waspada kepada AI; jaga agar AI tidak bercampur dengan racun; tidak bercampur dengan penipuan; tidak bercampur dengan serakah; tidak bercampur dengan eksploitasi. Jaga air bening, jangan sampai tercemar, agar tetap bening.

P1, P2, dan P3 berikut adalah beberapa contoh skenario terima penuh AI.

P1: Sudah yakin dengan jawaban akhir.

a) Siapa presiden pertama Indonesia?

b) Hitunglah 5 x 2 =

c) Jelaskan pengertian persegi

AI berperan sebagai mesin tik yang canggih dan praktis.

P2: Jawaban akhir berupa pertanyaan

a) Buatlah lima soal tentang perkalian

b) Ajukan pertanyaan kritis tentang polusi

c) Buatlah 3 pertanyaan tentang HAM

AI berperan sebagai mesin tik yang canggih dan produktif.

P3: Jawaban Akhir jadi Ide Awal

a) Tuliskan 55 ide usaha kuliner

b) Buat kisah fiksi Bandung 100 tahun lagi

c) Buat pro kontra resiko AI

AI berperan sebagai mesin pemicu ide kreatif. Kita perlu waspada agar tetap lebih kreatif sebagai manusia.

2. Terima Bagian

Terima AI sebagian saja. Pelajari AI, kemudian, Anda memilah bagian yang bisa diterima dan bagian yang perlu ditolak. Anda bisa melakukan kajian kritis terhadap AI. Ketika AI memberi saran lebih baik naik kereta dari naik mobil maka terima saran tersebut setelah mempertimbangkan secara kritis; atau menolaknya. Ingat bahwa AI tidak memahami realitas dunia sekitar Anda.

AI bagai vitamin yang menyehatkan; manfaatkan AI sesuai kebutuhan. Bila Anda butuh vitamin C silakan konsumsi vitamin C; tidak perlu vitamin D; karena vitamin D sia-sia sebagai pemborosan. Bila Anda butuh AI untuk menulis iklan maka pakailah AI untuk menulis iklan; tidak perlu belajar matematika pakai AI. Karena pakai AI adalah pemborosan yang sia-sia. Silakan memilah dan memilih.

B1, B2, dan B3 berikut adalah contoh skenario “terima sebagian” AI.

B1: Jawaban Akhir Tidak Yakin

a) Siapa presiden paling sukses?

b) Sebutkan semua nama siswa SMA 1

c) Berapa laba maksimum warung bakso?

Kita hanya bisa menerima sebagain kecil jawaban AI setelah mengkajinya dengan kritis.

B2: Jawaban Akhir berupa Fakta

a) Siapa presiden Indonesia tahun 1966?

b) Sebutkan sebuah nama siswa SMA 1 Bandung

c) Idul Fitri 2020 hari Jumat?

Kita hanya bisa menerima sebagain kecil jawaban AI setelah mengkajinya dengan kritis. Fakta sudah jelas tapi AI bisa halusinasi.

B3: Jawaban Akhir berupa Saran

a) Minum apa di malam dingin ini?

b) Apakah usaha pertanian lebih prospek?

c) Tips memilih pasangan ideal?

AI tidak paham konteks dan tidak paham realitas; saran AI bisa halu tapi ada potensi berguna. Jadi, kita hanya bisa menerima sebagian kecil setelah kritis mengkaji.

3. Tolak Penuh

Tolak AI sepenuhnya karena AI membuat manusia malas berpikir. Resiko ketimpangan sosial dan pengangguran mengancam seluruh dunia dampak dari AI. Pengembangan AI merusak lingkungan karena memerlukan energi listrik yang sangat boros. Penggunaan AI hanya memperkaya para elit penguasa dan pengusaha. Tolak AI dari awal sampai akhir.

AI bagai ganja atau narkoba; tolak sepenuhnya penyalah-gunaan ganja narkoba; biarkan hanya spesialis yang menanganinya.

T1, T2, dan T3 berikut adalah beberapa contoh skenario “tolak penuh” AI.

T1: Resiko Malas Berpikir

a) Malas usaha

b) Malas mencoba

c) Malas berpikir

Tolak AI sepenuhnya bila resiko memicu kemalasan di suatu aspek.

T2: Resiko Merugikan Pihak Lemah

a) Resiko PHK

b) Resiko turun omset

c) Resiko bangkrut usaha kecil

Tolak AI sepenuhnya bila resiko merugikan pihak lain secara langsung atau tidak; meski ada justifikasi keuntungan pada pihak tertentu.

T3: Resiko Menguatkan Dominasi

a) Resiko dominasi kuasa

b) Resiko dominasi ekonomi

c) Resiko hegemoni meluas

Tolak AI sepenuhnya bila resiko hanya menguntungkan pihak elit; meski ada tawaran menggiurkan.

4. Tolak Bagian

Tolak sebagian besar AI atau tolak AI sepenuhnya kecuali pada situasi tertentu. Anda bisa menggunakan AI sekedar untuk menunjukkan sisi bahaya dari AI. Secara umum tolak AI.

AI bagai doping; tolak doping. Hindari doping sepenuhnya, kecuali darurat, terpaksa, Anda memakai doping. Skenario AI bagai doping adalah skenario terbaik tetapi sangat sulit pelaksanaannya.

Anda akan kompetisi lari cepat atau tinju. Lawan Anda, bernama Lawa, minum doping sembunyi-sembunyi. Siapa yang menang tinju antara Anda dengan Lawa? Menang Lawa karena ia pakai doping.

Ketika Anda ikut seleksi pegawai negeri sipil, atau karyawan baru, Lawa juga ikut bersaing. Dalam menyelesaikan tes, Anda tidak pakai AI; Lawa nyontek pakai AI bagai doping. Siapa yang lolos tes bila dipilih hanya 1 orang dengan nilai tertinggi? Anda atau Lawa? Tentu, Lawa yang lolos dengan nilai lebih tinggi karena pakai AI.

Apa yang harus kita lakukan bila lawan curang dengan pakai doping AI? Apakah kita juga perlu pakai doping AI? Skenario AI bagai doping adalah “tolak sebagian” sehingga boleh menerima sebagian AI dalam kondisi tertentu. Jadi, Anda harus benar-benar mempelajari situasi dengan jeli untuk mengambil keputusan: pakai doping AI atau tolak doping AI. Meski secara umum tolak doping AI.

Ilustrasi bayi yang tidur dilindungi klambu atau kojong bisa membantu untuk memahami skenario “tolak sebagian” AI. Nyamuk bisa menggigit bayi yang tanpa perlindungan. Ketika bayi tidur maka dipasang klambu sebagai pelindung. Nyamuk tidak bisa menembus klambu sehingga bayi aman. AI adalah bagai nyamuk yang bisa menggigit Anda (sebagai bayi). Kita perlu perlindungan berupa klambu agar nyamuk AI tidak bisa menembus untuk menggigit kita. Skenario “tolak sebagian” AI adalah klambu pelindung itu.

Pada situasi tertentu, ibu membuka klambu karena akan memberikan ASI ke bayi. Nyamuk punya kesempatan menggigit bayi. Tetapi ibu selalu mengawasi dan menjaga bayi agar tidak digigit nyamuk sambil memberinya ASI. Demikian halnya dengan AI, kita perlu membuka perlindungan pada situasi tertentu sehingga bisa akses AI. Tetap perlu waspada karena nyamuk AI sewaktu-waktu bisa menggigit Anda.

C1, C2, dan C3 berikut adalah beberapa contoh skenario “tolak sebagian” AI.

C1: Hanya Falsifikasi

Tolak AI kecuali hanya untuk falsifikasi.

a) AI gagal menemukan bilangan prima tertentu

b) AI gagal mengingat kajian 2 hari lalu

c) AI gagal revisi fakta

Kita memanfaatkan AI terbatas hanya untuk menunjukkan kesalahan dan kegagalan AI.

C2: Hanya Limitasi

Tolak AI kecuali hanya untuk mengenali batas kemampuan AI (limitasi).

a) AI gagal menemukan jumlah bilangan prima 3 digit maka akan gagal 3 digit atau lebih.

b) AI gagal revisi fakta yang dilakukan 2 hari lalu maka akan gagal revisi asumsi 2 hari ke depan.

c) AI hanya mampu manipulasi data 1 sesi maka akan gagal manipulasi, atau gagal managemen, untuk data lebih panjang.

C3: Hanya Riset

Tolak AI kecuali hanya untuk riset tentang AI itu sendiri.

a) Apa manfaat AI?

b) Apa resiko AI?

c) Bagaimana masa depan AI dan semesta?

Gunakan AI hanya terbatas, secara ketat, dan tolak sebagian besar AI.

5. Diskusi

Bagaimana menurut Anda?

Barangkali pilihan tolak sebagian dan terima sebagian adalah bijak untuk menyikapi AI. Bagaimana pun, kita perlu mempertimbangkan perspektif yang lebih luas. Kita perlu mempertimbangkan situasi spesifik yang sedang kita hadapi dan prospek, serta resiko, masa depan.

Alternatif yang menarik adalah memilih ayunan bandul spektrum penolakan AI.

[1] Terima penuh AI; [2] terima bagian saja AI; memilah dan memilih dari AI; [3] tolak bagian AI kecuali yang diperlukan saja; [4] tolak penuh AI 100%. Kemudian terjadi ayunan 4-3-2-1-2-3-4… Atau berulang 1-2-3-4-1-2-3-4…

Jadi, bagaimana menurut Anda?

Pembulatan Bumi Datar: Kasus Jokowi Korupsi

Saya kaget. Apakah Anda kaget? Jokowi, mantan presiden RI, dituduh sebagai orang paling korupsi di dunia pada tahn 2024. Jokowi merespon melalui media: silakan dibuktikan saja.

Bukankah tuduhan korupsi pasti sudah ada bukti? Minimal bukti awal. Jokowi “membiarkan” anak dan menantu kompetisi pilkada dan, kemudian, mereka jadi kepala daerah di Solo dan Medan; bahkan, akhirnya jadi wakil presiden 2024. Membiarkan adiknya jadi hakim MK; kemudian, persyaratan jadi calon presiden dan wakil diubah MK. Hal-hal seperti itu adalah bukti korupsi berat menurut pihak-pihak tertentu. Benarkah? Tentu banyak pihak menolak bukti seperti itu.

Korupsi adalah pejabat publik memanfaatkan wewenangnya untuk keuntungan pribadi secara finansial. Tidak ada bukti bahwa Jokowi korupsi dengan definisi ini; bagi para pendukungnya. Misal, ilustrasi korupsi, Jokowi menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) sebesar 100 M rupiah. Hanya 70 M disalurkan kepada rakyat, sementara yang 30 M disimpan untuk kepentingan pribadi. Bila ini terjadi maka dia korupsi. Tetapi tidak ada bukti sama sekali bahwa Jokowi pernah korupsi.

Jadi, apakah Jokowi korupsi?

1. Yang Esa
2. Pembedaan Tinggi Badan
3. Prosa Kembali Esa
4. Diskusi

Mari sedikit meluaskan pandangan ke topik lain: apakah bumi bulat? Bumi adalah datar bagi pendukung teori bumi-datar. Bumi adalah bulat, mendekati bulat, bagi pendukung sains modern jaman ini.

Berapa tinggi badan Anda?

Tinggi saya adalah 157 cm, misal. Atau tepatnya 157,34 cm atau 157,34500123 cm atau 157 koma terus tanpa henti. Angka 157 cm adalah pembulatan dari tinggi saya sebenarnya. Tinggi saya sebenarnya adalah tidak bulat tetapi dibulatkan agar lebih mudah.

Tinggi badan berbeda dengan bumi-datar. Kita yakin angka tinggi badan tidak bulat kemudian dibulatkan agar mudah. Sementara, kita menyaksikan bumi-datar kemudian sains mengatakan bahwa bumi bulat; aslinya, bumi bulat hanya saja kita melihat permukaan bumi sebagai datar; kita yakin bumi-datar dalam pandangan sehari-hari.

Kembali ke masalah korupsi. Semua pejabat adalah tidak bersih alias mereka korupsi. Demi kemudahan, kita anggap mereka bersih; karena bila semua korupsi maka tidak cukup penjara untuk menampung mereka. Pandangan ini mirip dengan tinggi badan yang tidak bulat angkanya tetapi kita anggap bulat agar tampak bersih.

Atau sebaliknya? Kita melihat semua pejabat adalah lurus; semua pejabat adalah bersih; seperti melihat bumi-datar. Tetapi, pemeriksaan lebih teliti menunjukkan tidak ada pejabat yang lurus. Semua pejabat adalah melengkung seperti permukaan bumi. Jadi semua pejabat adalah korupsi. Jika ada pejabat yang lurus bersih maka itu hanya kasus khusus.

Bagaimana menurut Anda?

Kita bisa membalik perspektif dengan meyakini bahwa bumi adalah datar. Semua pejabat adalah bersih; seperti kita lihat sehari-hari. Hanya pejabat nakal saja yang tergoda untuk korupsi. Mereka bisa tobat kembali.

1. Yang Esa

Semua bersumber dari Tuhan Yang Maha Esa. Tuhan Maha Baik. Jadi, sejatinya, segala sesuatu adalah baik. Hanya pihak-pihak khusus saja yang tergoda; terpeleset dalam dosa. Mereka bisa bertobat menebus segala dosa. Seluruh realitas berawal dari Tuhan Maha Baik dan menuju lagi kepada Tuhan Maha Baik melalui perjuangan manusia menjadi manusia dengan etika baik / akhlak mulia.

Meski Tuhan adalah Esa tetapi Nama-Nama Tuhan adalah beragam. Maha Kasih dan Maha Sayang; Maha Dahir dan Maha Batin; Maha Awal dan Maha Akhir. Kita mulai mengenal pembedaan Nama Tuhan.

2. Pembedaan Tinggi Badan

Kita tahu bahwa tinggi badan adalah satu itu. Kemudian kita membedakan tinggi badan dengan angka-angka bulat agar mudah diingat. Dampak berikutnya, kita menilai ada orang jangkung, biasa, dan pendek. Semua itu adalah pembedaan belaka dari sejatinya yang satu itu.

Realitas alam raya adalah satu itu. Kemudian, kita melakukan pembedaan ada orang baik, orang nakal, orang malas, orang rajin, dan lain-lain. Sejatinya, kita adalah satu itu.

3. Prosa Kembali Esa

Kita perlu untuk kembali bersatu. Hidup bersama seni adalah media kita untuk bersatu. Kembali kepada Yang Esa. Mari tamasya bersama puisi dan prosa.

4. Diskusi

Bagaimana menurut Anda?

Ada yang meminta jawaban tegas: apakah Jokowi korupsi?

Kita bisa memilih jawaban tegas bahwa semua pejabat adalah korupsi. Karena itu, semua pejabat wajib tobat. Pilihan sebaliknya lebih sulit; yaitu berupa pandangan bahwa semua pejabat sebagai bersih. Buktikan di pengadilan ada korupsi. Jika tidak terbukti maka pejabat memang bersih. Pandangan seperti ini mudah terjebak dalam kesombongan. Justru para pejabat perlu menganggap diri banyak dosa, lalu bertobat, dan mengabdi secara tulus meringankan beban hidup rakyat jelata.

Penjara tidak cukup bila semua pejabat korupsi kena vonis. Untuk vonis penjara perlu ukuran-ukuran dan bukti yang kuat bahwa pejabat melakukan korupsi jenis tertentu. Praduga tak bersalah adalah bermaksud mengakui kesalahan masih di bawah batas tertentu; sehingga bukan masalah bagi pengadilan formal; tidak ada konsekuensi legal; tidak perlu vonis penjara.

Apakah hanya pejabat yang korupsi? Apakah diri kita tidak berdosa? Tidak bersalah? Lebih baik bagi kita untuk bertobat.

Pak Nomo: Bapak Keadilan Dunia

Pak Purnomo adalah bapak keadilan dunia; keadilan seluruh semesta; penjaga seluruh realitas yang ada dari masa lalu sampai masa depan. Sering dipanggil sebagai Pak Nomo, Pak Purnomo menetapkan aturan atau nomos yang beriring dengan rasa kasih sayang dari istrinya bernama Bu Asih. Pasangan Pak Nomo dan Bu Asih melahirkan anak bernama Kak Adil.

Kak Adil memiliki banyak saudara: Benar, Tepat, Sah, dan lain-lain. Kita hanya bisa memahami Adil, dan saudara-saudaranya, dengan mempertimbangkan ayah dan ibu mereka; yaitu Pak Nomos dan Bu Asih.

Jujur Adil

Apakah pemilu di Indonesia berlangsung jujur adil?

Tidak jujur adil menurut pihak-pihak yang kalah. Terdapat ratusan sampai ribuan kecurangan dalam pemilu. Kemudian kecurangan ini disidang oleh MK. Pemilu Indonesia sudah berlangsung jujur adil menurut para pihak yang menang: menang presiden, gubernur, bupati, dewan, dan lain-lain. Bila ada kecurangan maka itu hanya kecil dan diselesaikan secara adil oleh MK.

Diskusi

Bagaimana menurut Anda?

Kisah Inspirasi AI

1. Alipay
2. WeChat
3. AI Pakistan
4. Water.org
5. Krisis Opioid
6. AI India
7. Diskusi

Berikut beberapa kisah nyata tentang AI yang bisa menjadi inspirasi.

1. Alipay

Alipay, sebagai platform pembayaran digital terkemuka di Tiongkok, telah memainkan peran signifikan dalam meningkatkan inklusi keuangan, terutama bagi petani kecil yang sebelumnya sulit mengakses layanan perbankan tradisional.

Inisiatif Pinjaman Mikro untuk Petani Kecil

Melalui kolaborasi dengan Ant Financial, Alipay menawarkan layanan pinjaman mikro yang dirancang khusus untuk petani kecil. Layanan ini memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan analisis data untuk menilai kelayakan kredit individu berdasarkan riwayat transaksi dan perilaku keuangan mereka di platform Alipay. Dengan demikian, petani yang tidak memiliki riwayat kredit formal tetap dapat memperoleh akses ke pembiayaan yang mereka butuhkan.

Dampak Positif dan Statistik

Meskipun data spesifik mengenai jumlah petani yang telah menerima pinjaman mikro melalui Alipay tidak dipublikasikan secara luas, inisiatif ini telah memberikan dampak positif yang signifikan. Banyak petani kecil kini mampu membeli benih, pupuk, dan peralatan pertanian yang sebelumnya tidak terjangkau, sehingga meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan mereka.

Kisah Nyata yang Menyentuh Hati

Salah satu contoh inspiratif adalah kisah Li Wei, seorang petani dari provinsi Anhui. Sebelumnya, Li Wei kesulitan mendapatkan pinjaman dari bank karena kurangnya jaminan dan riwayat kredit. Melalui Alipay, ia berhasil mendapatkan pinjaman mikro yang digunakannya untuk membeli peralatan irigasi modern. Hasilnya, panen Li Wei meningkat drastis, dan ia mampu menyekolahkan kedua anaknya ke perguruan tinggi, sebuah impian yang sebelumnya terasa jauh dari jangkauannya.

Komitmen terhadap Inklusi Keuangan

Alipay dan Ant Financial terus berkomitmen untuk memperluas akses ke layanan keuangan bagi populasi yang kurang terlayani, termasuk petani kecil di pedesaan Tiongkok. Melalui inovasi teknologi dan pendekatan yang berfokus pada kebutuhan pengguna, mereka berupaya menciptakan ekosistem keuangan yang lebih inklusif dan adil bagi semua lapisan masyarakat.

Inisiatif ini tidak hanya meningkatkan taraf hidup individu seperti Li Wei tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi pedesaan secara keseluruhan, mengurangi kesenjangan antara daerah perkotaan dan pedesaan di Tiongkok.

2. WeChat

WeChat Mini Programs adalah aplikasi mini yang terintegrasi dalam ekosistem WeChat, memungkinkan pengguna mengakses berbagai layanan tanpa perlu mengunduh aplikasi terpisah. Diluncurkan oleh Tencent pada tahun 2017, fitur ini telah menjadi alat vital bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Tiongkok untuk menjangkau konsumen secara lebih efektif.

Sejarah dan Perkembangan

Sejak peluncurannya, WeChat Mini Programs telah mengalami pertumbuhan pesat. Pada kuartal ketiga tahun 2022, jumlah Pengguna Aktif Harian (DAU) mencapai lebih dari 600 juta, meningkat 30% dibanding tahun sebelumnya. Selain itu, terdapat lebih dari 3,5 juta mini program yang beredar di pasaran, dengan total transaksi mencapai 2,7 triliun RMB pada tahun 2021.
QP SOFTWARE

Statistik Terkini

Pengguna Aktif Bulanan (MAU): Pada Mei 2024, WeChat Mini Programs memiliki sekitar 949 juta MAU di Tiongkok, yang berarti lebih dari 90% pengguna WeChat memanfaatkan layanan ini.
STATISTA

Transaksi Tahunan: Volume transaksi tahunan melalui mini program meningkat signifikan dari 210 miliar RMB pada tahun 2017 menjadi 2,720 miliar RMB pada tahun 2021.
BUSINESS OF APPS

Dampak terhadap UMKM dan Ekonomi Rakyat

WeChat Mini Programs telah menjadi platform penting bagi UMKM untuk memperluas jangkauan pasar tanpa investasi besar dalam pengembangan aplikasi mandiri. Dengan integrasi yang mulus dalam WeChat, UMKM dapat menawarkan produk dan layanan langsung kepada konsumen, meningkatkan visibilitas dan penjualan. Hal ini berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal dan pemberdayaan komunitas.

Kisah Nyata yang Menginspirasi

Salah satu contoh sukses adalah toko kelontong milik Li Ming di kota kecil di Tiongkok. Sebelumnya, Li Ming hanya melayani pelanggan lokal dengan pendapatan terbatas. Setelah mengadopsi WeChat Mini Program, ia mampu menjual produknya secara online, menjangkau pelanggan di luar kota, dan meningkatkan pendapatannya hingga dua kali lipat dalam setahun. Selain itu, Li Ming dapat menawarkan promosi khusus dan program loyalitas melalui mini programnya, yang meningkatkan kepuasan dan retensi pelanggan.

Komunitas Pengembang

Ekosistem WeChat Mini Programs didukung oleh komunitas pengembang yang luas. Dengan lebih dari 3,5 juta mini program yang tersedia, para pengembang terus menciptakan solusi inovatif untuk memenuhi kebutuhan bisnis dan konsumen. Dukungan dari Tencent, termasuk penyediaan API dan dokumentasi yang komprehensif, memfasilitasi pertumbuhan komunitas ini.

Kesimpulan

WeChat Mini Programs telah merevolusi cara UMKM beroperasi di Tiongkok, menawarkan platform yang efisien dan terjangkau untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Dengan basis pengguna yang besar dan infrastruktur yang kuat, mini program ini memainkan peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan memberdayakan pengusaha kecil di seluruh negeri.

WeChat Mini Programs menggunakan teknologi berbasis AI untuk meningkatkan pengalaman pengguna dan mendukung operasi bisnis, terutama dalam hal personalisasi, analitik, dan otomatisasi. Berikut adalah beberapa aplikasi AI berbasis data yang digunakan di WeChat Mini Programs:

  1. Personalization Engine (Mesin Personalisasi)
    WeChat Mini Programs menggunakan algoritma AI untuk menganalisis data perilaku pengguna. Teknologi ini memungkinkan bisnis untuk memberikan rekomendasi produk yang relevan dan pengalaman yang dipersonalisasi kepada pelanggan.

Contoh:
Rekomendasi produk: AI menganalisis riwayat belanja dan preferensi pengguna untuk menampilkan barang yang paling mungkin dibeli.
Penargetan iklan: Iklan yang muncul pada pengguna didasarkan pada data perilaku mereka di platform.

  1. Chatbots dan Customer Service Automation
    Banyak bisnis yang memanfaatkan chatbot berbasis AI dalam mini program mereka untuk memberikan layanan pelanggan yang cepat dan efisien.

Fitur:
Menjawab pertanyaan pelanggan secara otomatis.
Memberikan solusi untuk masalah umum tanpa campur tangan manusia.
Mendukung interaksi dalam berbagai bahasa melalui pemrosesan bahasa alami (NLP).

  1. Computer Vision untuk Pengenalan Produk
    AI berbasis computer vision digunakan untuk memungkinkan pengguna mengunggah foto produk yang mereka cari, dan sistem akan mencocokkan gambar tersebut dengan produk serupa di toko online.

Contoh:
Pengguna bisa memotret sepatu atau pakaian, lalu mini program merekomendasikan produk serupa dari katalog.

  1. Analisis Sentimen Pelanggan
    Mini Programs menggunakan AI untuk memproses ulasan atau umpan balik pelanggan. Teknologi ini membantu bisnis memahami opini pengguna terhadap produk atau layanan mereka.

Hasil:
Mengidentifikasi pola sentimen (positif, netral, atau negatif).
Memberikan wawasan kepada bisnis untuk memperbaiki layanan atau produk mereka.

  1. Pengoptimalan Operasi dan Manajemen Stok
    WeChat Mini Programs mendukung bisnis dengan sistem pengelolaan inventaris berbasis AI. Algoritma ini memprediksi tren permintaan berdasarkan data penjualan dan pola pembelian pelanggan.

Manfaat:
Mengurangi stok berlebih atau kekurangan stok.
Mengoptimalkan biaya operasional.

  1. Visual Search dan Augmented Reality (AR)
    Teknologi berbasis AI juga digunakan untuk mendukung fitur pencarian visual dan augmented reality dalam mini program.

Contoh:
Fitur AR memungkinkan pengguna mencoba produk secara virtual, seperti kacamata atau pakaian.
Visual search membantu pengguna menemukan produk dengan cara mengunggah gambar.

  1. Fraud Detection (Deteksi Penipuan)
    WeChat Mini Programs memanfaatkan AI untuk menganalisis data transaksi dan mendeteksi aktivitas mencurigakan, seperti upaya penipuan atau transaksi tidak sah.

Fungsi:
Mengidentifikasi pola aktivitas yang tidak biasa.
Memberikan peringatan dini kepada bisnis.

3. AI Pakistan

Penggunaan kecerdasan buatan (AI) di Pakistan telah membuka peluang baru bagi perempuan pengrajin, memberdayakan mereka melalui teknologi dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi.

Sejarah dan Inisiatif

Integrasi AI dalam sektor kerajinan di Pakistan merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk meningkatkan partisipasi perempuan dalam ekonomi digital. Pemerintah, akademisi, dan sektor swasta bekerja sama untuk memanfaatkan peluang yang ditawarkan AI, dengan fokus pada aksesibilitas, pelatihan, dan pengembangan model AI yang etis.
PIDE

Dampak dan Statistik Keberhasilan

Meskipun data spesifik mengenai jumlah perempuan pengrajin yang telah diberdayakan melalui AI di Pakistan terbatas, inisiatif ini telah memberikan dampak positif yang signifikan. Penerapan AI dalam pekerjaan telah meningkatkan efisiensi dan produktivitas, membuka peluang baru bagi perempuan di berbagai sektor.
PIDE

Kisah Nyata yang Menginspirasi

Salah satu contoh inspiratif adalah kisah seorang perempuan pengrajin dari komunitas Meghwal di Barmer, India, yang berhasil meningkatkan pendapatannya hingga Rs 5.000 per bulan melalui sulaman tradisional. Meskipun bukan dari Pakistan, kisah ini menunjukkan bagaimana pemberdayaan perempuan pengrajin dapat meningkatkan kesejahteraan mereka.
FIMELA

Aplikasi AI yang Digunakan

Beberapa aplikasi AI yang digunakan untuk memberdayakan perempuan pengrajin meliputi:

Analisis Data dan Prediksi Tren: AI membantu pengrajin memahami tren pasar dan preferensi konsumen, memungkinkan mereka menyesuaikan produk sesuai permintaan.

Otomatisasi Proses Produksi: Teknologi AI digunakan untuk meningkatkan efisiensi dalam proses produksi, seperti desain pola atau pemilihan warna.

Pemasaran Digital: AI mendukung strategi pemasaran dengan menargetkan audiens yang tepat melalui analisis data demografis dan perilaku konsumen.

Pelatihan dan Pendidikan: Platform berbasis AI menyediakan pelatihan keterampilan bagi perempuan pengrajin, membantu mereka mengembangkan kemampuan dan pengetahuan baru.

Tantangan dan Peluang

Meskipun AI menawarkan banyak peluang, tantangan seperti akses terhadap teknologi, pelatihan yang memadai, dan pengembangan model AI yang etis perlu diatasi. Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan sektor swasta sangat penting untuk memastikan bahwa AI digunakan secara inklusif dan bermanfaat bagi semua, termasuk perempuan pengrajin di Pakistan.

4. Water.org

Water.org adalah organisasi nirlaba global yang didirikan pada tahun 2009 oleh Gary White dan Matt Damon, dengan misi menyediakan akses air bersih dan sanitasi bagi masyarakat yang membutuhkan. Sejak berdirinya, Water.org telah membantu lebih dari 43 juta orang di seluruh dunia mendapatkan akses ke air bersih dan sanitasi melalui inisiatif seperti WaterCredit, yang menyediakan pembiayaan mikro untuk solusi air dan sanitasi. WATER.ORG Statistik Keberhasilan Akses Air Bersih: Lebih dari 43 juta orang telah mendapatkan akses ke air bersih dan sanitasi melalui program Water.org. WATER.ORG Dampak Kesehatan: Setiap dua menit, seorang anak meninggal akibat penyakit yang berhubungan dengan air atau sanitasi. Akses ke air bersih dan sanitasi yang disediakan oleh Water.org membantu mengurangi angka kematian ini. WATER.ORG Kisah Menyentuh dari Penerima Manfaat Elivane: Sebelumnya, Elivane menghabiskan banyak waktu setiap hari untuk berjalan ke sungai demi mengumpulkan air bagi keluarganya. Setelah mendapatkan akses ke air bersih di rumah melalui bantuan Water.org, ia memiliki lebih banyak waktu untuk bekerja, merawat rumah, dan membangun masa depan yang lebih baik untuk putrinya. WATER.ORG Patahimawati: Di Indonesia, Patahimawati menghadapi tantangan akses air bersih di rumahnya. Dengan dukungan Water.org, keluarganya kini memiliki akses air bersih yang terjangkau, mengubah hidup mereka secara signifikan. WATER.ORG Algoritma, Teknologi, dan Aplikasi AI yang Digunakan Meskipun Water.org tidak secara spesifik mengumumkan penggunaan teknologi AI dalam operasinya, teknologi AI secara umum telah diterapkan dalam sektor penyediaan air bersih untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas program. Beberapa aplikasi AI yang relevan meliputi: Pemantauan Kualitas Air: Algoritma AI seperti Random Forest, Support Vector Machines (SVM), dan Neural Networks digunakan untuk menganalisis data spektral dalam pemantauan kualitas air secara real-time, membantu mendeteksi kontaminan dan memastikan standar kualitas terpenuhi. FAKULTAS TEKNOLOGI MAKANAN Optimalisasi Pengelolaan Air: AI digunakan untuk menganalisis parameter kualitas air seperti tingkat pH, kandungan oksigen terlarut, serta keberadaan logam berat atau zat polutan lainnya, memungkinkan respons cepat terhadap perubahan kualitas air. FAKULTAS TEKNOLOGI MAKANAN Internet of Things (IoT) dan Machine Learning: Teknologi ini digunakan untuk meningkatkan penyediaan air bersih dan sanitasi dengan memantau penggunaan air, mendeteksi kebocoran, dan mengoptimalkan distribusi air. CLOUD COMPUTING Kesimpulan Water.org telah memainkan peran penting dalam menyediakan akses air bersih dan sanitasi bagi jutaan orang di seluruh dunia. Meskipun tidak ada informasi spesifik mengenai penggunaan AI oleh Water.org, teknologi AI secara umum memiliki potensi besar dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas program penyediaan air bersih, memastikan lebih banyak orang mendapatkan akses ke sumber daya vital ini.

5. Krisis Opioid

Krisis opioid di Amerika Serikat telah menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang mendesak, dengan lebih dari 106.500 kematian akibat overdosis obat antara Juni 2022 dan Juni 2023, di mana opioid menjadi penyebab utama.
PUBMED CENTRAL

Peran Kecerdasan Buatan (AI) dalam Penanganan Krisis Opioid

Teknologi AI telah diadopsi untuk mengatasi krisis ini melalui berbagai pendekatan inovatif:

Pemantauan dan Prediksi Overdosis: Algoritma pembelajaran mesin menganalisis data kesehatan masyarakat untuk mengidentifikasi pola penggunaan opioid, memprediksi area dengan risiko tinggi overdosis, dan memungkinkan intervensi tepat waktu.

Deteksi Penyebaran Fentanyl: Departemen Keamanan Dalam Negeri AS mengeksplorasi penggunaan AI untuk mendeteksi pengiriman fentanyl ilegal, mencegah masuknya ke wilayah AS.
VOA INDONESIA

Analisis Rantai Pasokan Opioid Sintetis: Program seperti SABLE SPEAR oleh Defense Intelligence Agency menggunakan analitik data massal dan pembelajaran mesin untuk memahami dan mengganggu rantai pasokan opioid sintetis.
DIA

Statistik Keberhasilan

Implementasi AI dalam penanganan krisis opioid telah menunjukkan hasil yang menjanjikan:

Peningkatan Deteksi Pengiriman Ilegal: Penggunaan AI dalam mendeteksi pengiriman fentanyl telah meningkatkan kemampuan penegak hukum dalam mencegah masuknya obat ilegal ke AS.
VOA INDONESIA

Identifikasi Area Berisiko Tinggi: Algoritma AI telah berhasil memetakan wilayah dengan peningkatan risiko overdosis, memungkinkan penyedia layanan kesehatan untuk menargetkan intervensi dengan lebih efektif.

Kisah Inspiratif

Di sebuah komunitas di New York, implementasi alat berbasis AI membantu mengurangi angka kematian akibat overdosis. Dengan menganalisis data lokal, alat ini memberikan peringatan dini kepada petugas kesehatan dan komunitas, memungkinkan mereka mengambil tindakan preventif yang menyelamatkan nyawa.
SIPA

Teknologi AI yang Digunakan

Beberapa teknologi AI yang diterapkan meliputi:

Pembelajaran Mesin (Machine Learning): Digunakan untuk menganalisis data besar dan mengidentifikasi pola yang menunjukkan risiko penyalahgunaan opioid.

Analitik Prediktif: Memungkinkan prediksi tren penggunaan opioid dan potensi wabah overdosis di masa depan.

Pemrosesan Bahasa Alami (Natural Language Processing): Menganalisis catatan medis dan media sosial untuk mendeteksi tanda-tanda awal penyalahgunaan opioid.

Integrasi AI dalam upaya penanganan krisis opioid di Amerika Serikat menunjukkan potensi besar teknologi dalam menyelamatkan nyawa dan memulihkan komunitas yang terdampak. Dengan terus mengembangkan dan menerapkan solusi berbasis AI, harapan untuk mengatasi krisis ini semakin nyata.

6. AI India

Di India, teknologi kecerdasan buatan (AI) telah memainkan peran penting dalam mendeteksi penyakit mata, terutama retinopati diabetik, yang merupakan penyebab utama kebutaan. Salah satu inisiatif terkemuka dalam bidang ini adalah pengembangan sistem AI oleh Aravind Eye Hospital bekerja sama dengan Google.

Teknologi AI yang Digunakan

Sistem ini menggunakan algoritma pembelajaran mendalam (deep learning) yang dilatih pada ribuan gambar retina untuk mendeteksi tanda-tanda retinopati diabetik. Algoritma ini mampu menganalisis gambar retina dengan akurasi yang sebanding dengan dokter spesialis mata.

Statistik Keberhasilan dan Jumlah Pengguna

Meskipun data spesifik mengenai jumlah pengguna dan tingkat keberhasilan tidak dipublikasikan secara luas, implementasi teknologi AI dalam deteksi penyakit mata di India telah menunjukkan hasil yang menjanjikan. Studi internal menunjukkan bahwa sistem AI ini memiliki sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi dalam mendeteksi retinopati diabetik, yang berarti dapat mengidentifikasi penyakit dengan akurasi tinggi.

Kisah Inspiratif

Salah satu kisah inspiratif datang dari seorang pasien di pedesaan India yang tidak menyadari bahwa ia menderita retinopati diabetik. Melalui program skrining yang menggunakan teknologi AI, penyakitnya terdeteksi pada tahap awal, memungkinkan intervensi medis tepat waktu yang mencegah kebutaan. Pasien ini sekarang dapat melanjutkan pekerjaannya sebagai pengrajin, menjaga mata pencahariannya dan kualitas hidupnya.

Inisiatif seperti ini menunjukkan bagaimana teknologi AI dapat meningkatkan akses dan kualitas perawatan kesehatan, khususnya dalam mendeteksi penyakit mata di India. Dengan terus berkembangnya teknologi dan peningkatan aksesibilitas, diharapkan lebih banyak individu akan mendapatkan manfaat dari inovasi ini, mencegah kebutaan yang dapat dicegah dan meningkatkan kualitas hidup mereka.

7. Diskusi

Bagaimana menurut Anda?

Kedua, sebelum meminimalkan risiko dan memaksimumkan manfaat AI; bahwa kita yakni ummat manusia selayaknya menghindari pengembangan AI yang mengurangi kebebasan, kemerdekaan dan happiness. Selayaknya kita menghindari pengembangan AI yang tidak bisa atau sulit kita kendalikan – misal ASI apalagi yang otonom . Selayaknya kita menghindari mengembangkan AI yang membuat kita (yakni ummat manusia) terperangkap dalam adiksi AI, adiksi internet, adiksi sosmed dan adiksi2 yang lain. Bagus buat kita mengembangkan AI yang selaras dengan mindfullness, meningkatkan kontrol diri, dan meningkatkan keotentikan kita sebagai manusia dan happiness.

Ketiga, jelang kalimat akhir. Bagaimana agar AI bisa meningkatkan kasih sayang kita pada sesama. Terkait hal ini ada sebuah Riwayat dari Rasulullah saw, bahwa Beliau bersabda: ” Orang-orang yang penyayang akan disayang oleh Tuhan Yang Maha Penyayang. Oleh karena itu, sayangilah siapa yang ada di bumi niscaya kalian akan disayangi oleh siapa yang ada di langit.” (Kanzul ‘Ummal hadis no. 5969, HR. Imam Ahmad, Abu Dawud, At-Tirmidzi dan Al-Hakim)

Meta AI: Cermin Retak

Asyik banget: akhir tahun 2024 ini WA sudah bisa langsung akses meta AI gratis. Anda bisa bertanya apa saja kepada AI dan langsung mendapat jawaban yang mempesona. Lebih asyik lagi, kita tidak perlu instal atau donlot apa pun: semua sudah beres bersama WA; karena WA dan Meta adalah perusahaan yang sama.

Anda juga bisa minta dibuatkan gambar oleh AI.

Di atas saya minta Meta untuk membuat gambar pantai Tulungagung. Di bawah, saya minta Meta untuk membuat gambar kucing bernama Sibo. Kemudian gambar tentang Agus Nggermanto.

Sebotol Air

Berapa biaya akses Meta AI? Katanya gratis. Mana ada bisnis kapitalisme yang gratis?

Anda membuang sebotol air bersih sia-sia ketika satu kali interaksi bersama meta AI atau AI model LLM sejenisnya. Sebotol air bersih adalah harga yang sangat mahal untuk disia-siakan.

Jika air bersih itu dibuang ke taman maka taman bertambah subur; tidak jadi sia-sia. Tetapi sebotol air bersih itu digunakan perusahaan raksasa pengembang AI untuk membangkitkan tenaga listrik; guna melatih AI agar tampak cerdas; tenaga listrik itu meracuni udara bumi dengan gas-gas berbahaya. Dari air yang sia-sia berubah menjadi racun alam semesta.

Tentu saja Anda tidak sendiri; Anda tidak sendirian membuang sebotol air bersih. Di Indonesia saja ada lebih dari 1 juta orang pengguna WA. Setiap menit, lebih dari 1 juta botol air bersih terbuang sia-sia. Estimasi pengguna WA di Indonesia tahun 2024 adalah 112 juta pengguna. Bila hanya sekitar 10% saja menggunakan Meta maka ada 10 juta botol air terbuang sia-sia di Indonesia tiap menit atau tiap jam. Sungguh mengerikan.

Cermin Ajaib

Apa AI itu sebenarnya? AI adalah bagai cermin ajaib bagi manusia. AI bisa mencerminkan semua yang dipikirkan manusia secara ajaib. Hanya saja, AI adalah cermin ajaib yang retak.

AI mencerminkan pikiran dan hasrat Anda. Jika Anda ingin gambar kucing maka AI memberi gambar kucing. Anda ingin petunjuk lokasi wisata akhir tahun, AI memberikan lokasi wisata. Anda ingin foto diri edit lebih cantik, AI akan mempercantik foto Anda. AI adalah cermin.

Cermin menentukan sikap Anda. Bagaimana bisa? Ketika bercermin, rambut Anda terlihat panjang. Kemudian Anda memangkas rambut ke salon atau tukang cukur. Tukang cukur bertanya, “Segini bos dipotongnya?” Anda lihat cermin lalu, “Potong lagi lebih pendek.” Hanya cermin biasa saja bisa mengendalikan Anda. Bagaimana kemampuan cermin ajaib AI?

Cermin ajaib AI memang berbeda dengan cermin biasa yang alami. Cermin biasa bekerja sesuai hukum alam yang biasa-biasa saja. Cermin ajaib AI bekerja secara ajaib karena ada makhluk ajaib di dalam AI. Makhluk ajaib apakah gerangan?

Diskusi

Bagaimana menurut Anda?