Bonus Demografi Indonesia Bisa Jadi Kutukan

Kabar gembira bahwa Indonesia akan mendapat bonus demografi dalam waktu yang menguntungkan. Tetapi bonus ini malah bisa jadi petaka bahkan kutukan bila kita tidak menangani dengan baik.

“Beberapa lembaga dunia yang kredibel seperti Mckinsey Global Institut memprediksi, Indonesia akan menjadi negara dengan kekuatan ekonomi keempat dunia, bila bonus demografi sukses.”

Kita perlu optimis untuk mengelola bonus demografi dengan baik dan memandang ancaman bonus sebagai sebuah peringatan. Banyak solusi untuk mengelola bonus demografi dan kita perlu menyikapi dengan arif. Berikut ini adalah beberapa ide dari saya.

  1. Menciptakan lapangan kerja baru dalam jumlah besar agar bisa menyerap angkatan kerja dari bonus demografi.
  2. Membuka lapangan kerja akan gagal bila mengandalkan persaingan keterampilan angakatan kerja (tenaga kerja baru – sang pelamar). Meski angkatan kerja terampil tetap saja kompetisi akan terbatas sehingga tetap banyak penganggur.
  3. Mengembangkan wirausaha baru adalah andalan di samping lapangan kerja konvensional. Wirausaha digital mulai jadi pilihan generasi milenial.
  4. Wirausaha digital sudah makin matang memajukan Indonesia. Misal go food telah membuka ratusan atau ribuan wirausaha baru dengan membuka restoran atau rumah makan. Marketplace lain juga berpeluang mendukung wirausaha digital.
  5. Edutuber nasional merupakan program yang saya inisiasi untuk menciptakan wirausaha digital berbasis youtube – atau platform baru – bidang edukasi dengan dukungan pengalaman pribadi saya lebih dari 10 tahun sebagai youtuber.

Bila kita fokus pada pengangguran Indonesia sekitar 7 juta jiwa saat ini maka kita perlu menciptakan setidaknya 7 juta lapangan kerja – angka yang tidak kecil. Jelas kita tidak bisa hanya mengandalkan lapangan kerja konvesional untuk angka 7 juta. Maka wirausaha adalah harapan kita. Yang lebih optimis kita juga bisa mengembangkan wirausaha digital lebih mudah di masa kini. Termasuk saya optimis program edutuber nasional berperan positif memanfaatkan bonus demografi untuk kemajuan Indonesia.

Apakah wirausaha digital akan tumbuh secara natural? Tidak ada kepastian. Kita butuh fokus dan strategi khusus untuk mengembangkan wirausaha digital.

Misal marketplace akan lebih mudah benar-benar menjadi market barang impor dengan pembeli penduduk Indonesia. Cara ini lebih menguntungkan bagi marketplace dan penjual. Bandingkan jika marketplace harus membina penjualnya untuk jadi wirausaha. Tetapi kita tahu mengandalkan impor belaka bukan hal yang bagus secara nasional.

Demikian juga kasus youtuber. Bila dibiarkan jalan secara natural barangkali youtuber kita hanya akan jadi youtuber lokal yang ditonton oleh orang Indonesia saja. Pada posisi ini kita akan kehilangan 45% devisa dan hanya mengamankan 55% saja sebagai bagi hasil untuk youtuber. Maka kita perlu program khusus semacam edutuber nasional yang menciptakan lapangan kerja real bagi rakyat, mengamankan 55% devisa, dan menarik devisa baru dari luar negeri.

Bagaimana menurut Anda?

Diterbitkan oleh Paman APiQ

Lahir di Tulungagung. Hobi: baca filsafat, berlatih silat, nonton srimulat. Karena Srimulat jarang pentas, diganti dengan baca. Karena berlatih silat berbahaya, diganti badminton. Karena baca filsafat tidak ada masalah, ya lanjut saja. Menyelesaikan pendidikan tinggi di ITB (Institut Teknologi Bandung). Kini bersama keluarga tinggal di Bandung.

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: