Tamparan Keras Jokowi ke Dunia Pendidikan Indonesia

Apa enaknya ditampar?

Tidak ada!

Yang ada adalah sakit. Begitulah barangkali yang dirasakan oleh sebagian dunia pendidikan Indonesia. Presiden Jokowi telah memilih Nadiem Makarim menjadi menteri pendidikan. Nadiem tidak punya latar belakang pendidikan Indonesia – SD SMP SMA Singapura dan MBA Harvard. Pun Nadiem tidak tampak serius berkecimpung di dunia pendidikan. Ini adalah tamparan keras!

A. Tamparan yang menyakitkan. Memperhatikan latar belakang Nadiem banyak orang pesimis sebagai mendikbud. Nadiem berprestasi dengan cepat melalui bisnis Gojek nya. Ngebut jadi unicorn lalu menjadi decacorn – valuasi melebihi 10 milyard dolar atau sekitar 140 trilyun rupiah. Gofood telah membuka lapangan kerja dan wirausaha baru ribuan tempat tersebar di seluruh Indonesia.

Nadiem memiliki track record “hanya” di dunia bisnis digital. Tapi itu pun masih banyak kritik tajam. Gojek diketahui umum terus membakar uang. Meski besar, Gojek tidak untung – barangkali malah merugi dengan bisnis transportasinya. Menciptakan persaingan tidak sehat kepada ojek pangkalan karena gojek banting harga. Gojek pun pernah dilarang melalui peraturan menteri karena melanggar aturan transportasi umum(tapi dianulir atas petunjuk presiden).

Masih banyak lagi catatan “hitam”. Maka tamparan keras dunia pendidikan macam ini dikhawatirkan akan makin parah merusak dunia pendidikan. Urusan penting dunia pendidikan Indonesia diserahkan bukan kepada ahlinya. Hanya ada kehancuran di depan mata.

B. Tamparan yang membangun. Tamparan bisa membangunkan kita dari lelap tidur panjang. Kita tahu prestasi pendidikan Indonesia telah puluhan tahun tenggelam dalam urutan terakhir masuk ke kelompok negara terburuk dalam kualitas pendidikan.

Prakkk… tamparan keras, ayo bangun! Jangan hanya berselimut birokrasi. Apalagi dibuai korupsi bagi-bagi kursi. Waktunya untuk berdiri.

Ya, Nadiem orang luar dunia pendidikan Indonesia telah menampar kita. Membangunkan kita!

Nadiem menteri termuda, usia 35 tahun, siap mendobrak pendidikan Indonesia. Berbekal sukses bisnis di dunia digital telah mengubah ribuan sopir ojek, yang semula gagap teknologi, menjadi sopir gojek yang mahir memanfaat teknologi tinggi untuk keperluan kerja. Bersiaplah! Mendikbud Nadiem akan “mengubah” guru yang semula gagap kualitas akan menjadi guru paling berkualitas di dunia.

Gofood telah mencetak ribuan wirausaha baru yang memenuhi kebutuhan makan masyarakat dengan cara praktis efisien. Menteri Nadiem akan mengubah birokrasi kementerian yang digerogoti korupsi menjadi birokrasi efisien memberikan layanan terbaik untuk pendidikan Indonesia. Majulah Indonesia!

Apakah tamparan keras ini hanya menyakitkan atau berhasil membangunkan dunia pendidikan kita?

Hanya waktu yang akan menjawab. Presiden baru dilantik. Kabinet baru dibentuk. Tidak cukup data bagi kita untuk memberi penilaian saat ini. Belum terjadi apa-apa di dunia pendidikan kita – kecuali tamparan keras itu semata.

Bagaimana menurut Anda?

Diterbitkan oleh Paman APiQ

Lahir di Tulungagung. Hobi: baca filsafat, berlatih silat, nonton srimulat. Karena Srimulat jarang pentas, diganti dengan baca. Karena berlatih silat berbahaya, diganti badminton. Karena baca filsafat tidak ada masalah, ya lanjut saja. Menyelesaikan pendidikan tinggi di ITB (Institut Teknologi Bandung). Kini bersama keluarga tinggal di Bandung.

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: