4 + 1 Ilmu Wajib 2030

Ada 4 ilmu wajib dikuasai oleh generasi muda untuk menghadapi tantangan tahun 2030, merujuk ke project OECD. Saya menambahkan 1 lagi ilmu wajib bahkan lebih dari wajib.

Apaka sistem pendidikan kita siap untuk mengajarkan 4 ilmu wajib ini?

Tanpa 4 ilmu maka generasi muda akan mengalami banyak kesulitan di tahun 2030. Sementara dengan menguasai 4 ilmu plus beberapa aspek lagi akan membuka masa depan cemerlang untuk seluruh dunia.

Saya berharap sistem pendidikan kita sudah siap. Bagaimana pun secara pribadi atau lembaga kita bisa berpartisipasi menyiapkan generasi masa depan.

  1. Disiplin keilmuan
    Disiplin matematika, disiplin bahasa, disiplin sain, dan disiplin sosial adalah contoh disiplin ilmu dasar yang paling penting. Meski teknologi makin canggih dengan dengan AI – kecerdasan buatan – tetapi disiplin dasar tetap penting bagi siswa.

    Tentu saja kita dengan mudah dapat menghitung 6 x 12 pakai kalkulator atau internet. Tetapi proses dan pemahaman dari berhitung dasar tetap harus dikuasai dengan baik. Tidak ada jalan pintas untuk menyerahkan tugas ini hanya kepada mesin.

    Mas Menteri Nadiem, tampaknya, sudah tepat menaruh fokus di bidang disiplin ilmu dasar ini.
  2. Interdisiplin keilmuan
    Saling berhubungan antara beberapa disiplin ilmu. Kita paham benar masalah ini. Bahkan kita pernah mencoba kurikulum tematik integratif. Ide penting dan sangat menarik.

    Perlu kajian lebih mendalam dari pengalaman kurikulum. Apa yang baik dilanjutkan. Apa yang bisa diperbaiki mari kita tingkatkan.

    Dalam kehidupan nyata tidak ada ilmu yang berdiri mandiri. Berbagai ilmu saling terkait. Maka siswa perlu kita bekali dengan pemikiran terbuka mendalami beragam ilmu.

    Saya kira Mas Menteri Nadiem akan setuju dengan ide interdisiplin. Tapi saya belum melihat ide nyata untuk ini.
  3. Epistemik
    Ilmu yang membekali seseorang menyelesaikan sutau tugas layaknya seorang praktisi.

    Menurut saya ini tugas berat. Tapi bisa kita kejar. Kita perlu membekali siswa dengan penguasaan mahir di bidang tertentu. Caranya adalah membuat kurikulum yang lansing tapi mendalam.

    Mas Menteri saya kira setuju ini juga. Tetapi apakah pejabat-pejabat di sekitar Mas Menteri akan setuju dengan kurikulum yang langsing?
  4. Ilmu prosedural
    Tugas-tugas besar hanya dapat diselesaikan dengan prosedur-prosedur baku. Generasi mudah perlu paham ini sejak awal.
  5. Ilmu makna
    Bagaimana cara memaknai hidup? Anak-anak perlu memahami sejak awal bahwa hidupnya penuh arti.

Bagaimana menurut Anda?

Diterbitkan oleh Paman APiQ

Lahir di Tulungagung. Hobi: baca filsafat, berlatih silat, nonton srimulat. Karena Srimulat jarang pentas, diganti dengan baca. Karena berlatih silat berbahaya, diganti badminton. Karena baca filsafat tidak ada masalah, ya lanjut saja. Menyelesaikan pendidikan tinggi di ITB (Institut Teknologi Bandung). Kini bersama keluarga tinggal di Bandung.

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: