Corona Vs Nadiem: Tenggelamkan

Nadiem berhasil menenggelamkan saingannya. Tapi corona menenggelamkan Nadiem di bulan Maret 2020. Akankah Nadiem berhasil menenggelamkan balik corona?

Awal jadi mendikbud, Nadiem tidak mau dipanggil sebagai Pak Menteri tapi minta dipanggil sebagai Mas Menteri saja. Sosok menteri paling muda di kabinet. Latar belakang bisnis digital gojek, kini, memimpin ratusan profesor yang tersebar ke suluruh negeri. Juga memimpin ribuan guru tenaga honorer. Lengkap dengan harapan dan masalah masing-masing.

Jelas, Nadiem sejak itu berhasil menenggelamkan semua lainnya. Seluruh media massa dan media digital semua menyorot Mas Nadiem. Apalagi ketika mengenakan batik dalam pelantikan rektor UI dianggap banyak orang terlalu santai. Merdeka belajar dan kampus merdeka, berikutnya, makin menjadikan Mas Nadiem luar biasa.

Tapi bulan Maret di Indonesia mulai resmi adanya kasus resmi penderta corona. Sontak semua media hanya membahas corona. Tentu saja media sosial juga penuh tentang corona.

Corona berhasil menenggelamkan Mas Nadiem dan lainnya.

Sekolah libur sejak 14 Maret. Tidak tahu kapan mulai masuk sekolah lagi. Beberapa siswa mulai kangen untuk sekolah. Tapi corona menghadang. Semua siswa harus tetap di rumah. Sampai batas waktu yang kita tidak tahu.

Ujian nasional ditiadakan. Tidak apa-apa. Justru itu harapan Mas Nadiem. Tapi UTBK untuk seleksi masuk perguruan tinggi tampaknya tidak bisa begitu saja ditiadakan. Mas Nadiem harus menemukan cara untuk bisa menyelenggarakan UTBK. Di saat yang sama tetap aman dari corona.

Apakah Mas Nadiem bakal bisa menenggelamkan corona?

Harusnya bisa!

  1. Pendidikan online digital kini naik daun. Semua setuju pentingnya menyelenggarakan pembelajaran online. Mas Nadiem dapat memanfaatkan momentum ini untuk membangun sistem pendidikan nasional online yang hebat. Tidak akan ada penolakan dari siapa pun.

    Saya sendiri telah mengusulkan pendidikan online dengan program edutuber nasional. Jauh sebelum Mas Nadiem terpilih jadi menteri, saya sudah merintis program edutuber nasional. Saya kira program-program online semacam edutuber nasional ini perlu terus kita kembangkan.
  2. Pendidikan online yang terbuka untuk semua guru dan untuk semua siswa. Apakah siswa SD bakal bisa mengikuti program pendidikan online? Pasti bisa. Mereka adalah generasi digital sejati. Apakah guru-guru yang sudah lanjut usia akan bisa mengajar online? Bisa!

    Mas Nadiem sudah membuktikan. Sopir ojek yang dulu dikenal sebagai wong cilik. Yang gagap teknologi. Tiba-tiba berubah menjadi orang-orang paling depan memanfaatkan teknologi canggih: aplikasi gojek. Sopir ojek ini terampil menggunakan peta digital, menangani order, memberikan layanan prima, bahkan transaksi keuangan digital.

    Saya sendiri telah menemukan sebuah metode yang sangat mudah untuk bisa mengajar online. Hanya perlu hp android biasa – dan akses internet. Dengan metode dan teknologi ini saya bisa memproduksi video edukasi tiap hari sampai 5 judul. Saya yakin guru-guru di Indonesia juga bisa.

    3. Di saat banyak waktu seperti ini, barangkali Mas Nadiem bisa mulai menginisiasi program pendidikan online.

Kapan Mas Nadiem akan berhasil menenggelamkan corona? Kita akan melihatnya. Semoga!

Bagaimana menurut Anda?

Diterbitkan oleh Paman APiQ

Lahir di Tulungagung. Hobi: baca filsafat, berlatih silat, nonton srimulat. Karena Srimulat jarang pentas, diganti dengan baca. Karena berlatih silat berbahaya, diganti badminton. Karena baca filsafat tidak ada masalah, ya lanjut saja. Menyelesaikan pendidikan tinggi di ITB (Institut Teknologi Bandung). Kini bersama keluarga tinggal di Bandung.

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: