Jokowi 405 Trilyun Vs Corona: Garami Lautan

Presiden menggelontorkan dana 405,1 trilyun rupiah untuk menangani corona. Besar sekali? Atau terlalu kecil? Atau memang tepat sasaran?

Saya kira 405 T adalah ukuran yang tepat hanya untuk saat ini. Beberapa minggu ke depan masih perlu tambahan ratusan atau ribuan trilyun lagi.

Program ini menurut saya sudah bagus bila bisa dilaksanakan dengan cepat, tepat, dan tidak dikorupsi.

Korupsi memang musuh bersama. Lebih bahaya dari corona covid 19 itu sendiri. Sementara KPK sudah berjanji akan mengawasi dengan ketat pelaksanaan anggaran ini. Semoga terlaksana dengan baik.

Anggaran ini perlu dengan cepat realisasi. Segera 75 T untuk mengamankan tenaga medis yang berhadapan langsung dengan corona. Juga untuk menyelamatkan saudara-saudara yang terserang corona.

Sementara 110 T untuk memperluas jaring pengaman sosial. Bila terlambat maka rakyat bisa saja gagal jaga jarak. Penularan corona merebak. Jutaan orang terpapar? Bahaya! Harus kita cegah. Amankan rakyat kecil.

Sedangkan 70 T untuk mendukung industri ini penting. Stimulus KUR jelas bagus. Industri yang lain apa kriterianya? Tentu ada. Tampaknya KPK perlu lebih serius di bidang ini yang rawan dimainkan oknum-oknum tertentu.

Paling besar 150 T untuk program pemulihan ekonomi nasional. Lagi-lagi hal ini harus dilaksanakan segera.

Sampai saat ini, 5 April 2020, saya belum mendapat info realisasi dari anggaran di atas. Bagi yang sudah mendapatkan info tolong di-share.

Langkah selanjutnya yang juga penting, menurut saya, adalah evaluasi dari semua program ini. Apa saja yang perlu diperbaiki. Dugaan saya adalah diperlukan anggaran tambahan untuk menjalankannya.

Untuk ukuran Indonesia 405 T adalah awalan yang bagus. Perlu dilanjutkan dengan jumlah yang lebih besar lagi dengan pelaksanaan yang lebih bagus lagi.

Bisa kita lihat bahwa 405 T belum menyentuh sama sekali sektor pendidikan. Padahal kita tahu pendidikan perlu investasi yang tidak kecil.

Menggarami lautan tentu tak berguna. Tapi garam di sayuran menjadikan semua lebih nikmat.

Bagaimana menurut Anda?

Diterbitkan oleh Paman APiQ

Lahir di Tulungagung. Hobi: baca filsafat, berlatih silat, nonton srimulat. Karena Srimulat jarang pentas, diganti dengan baca. Karena berlatih silat berbahaya, diganti badminton. Karena baca filsafat tidak ada masalah, ya lanjut saja. Menyelesaikan pendidikan tinggi di ITB (Institut Teknologi Bandung). Kini bersama keluarga tinggal di Bandung.

Ikuti Percakapan

2 Komentar

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: