Manajemen Perilaku untuk Mengakhiri Pandemi Covid-19

Manajemen perilaku menjadi tumpuan utama untuk mengakhiri pandemi corona di suatu daerah. Bahkan untuk dunia. Didukung dengan meningkatkan angka kesembuhan maka akhir pandemi diharapkan segera terjadi.

Indikator utama akhir pandemi adalah nilai R di bawah 1 secara konsisten lalu nilai R menjadi 0 untuk waktu selanjutnya.

Berikut ini studi kasus strategi manajemen perilaku untuk mengakhiri pandemi di suatu daerah. Saya memanfaatkan model matematika dan sistem dinamik untuk analisis dan merumuskan rekomendasi solusi.

  1. Kondisi saat ini R = 1,45

Nilai R di atas 1 menunjukkan bahwa wabah corona masih terus menyebar di daerah tersebut. Angka R = 1,45 tergolong tinggi karena lebih besar dari nasional Indonesia R = 1,12. Maka langkah awal adalah fokus untuk menurunkan R menuju 1 atau ke bawah.

Angka R = 1,45 memprediksi bahwa, misalnya, hari ini ada 100 orang kasus aktif maka 5 hari ke depan akan ada 145 orang kasus aktif. Dan dalam 10 hari ke depan ada sekitar 200 orang aktif. Bila kasus aktif semula lebih kecil maka kasus akhir juga lebih kecil.

2. Skenario normal bisa melonjak

Jika kondisi dibiarkan maka kasus aktif akan makin bertambah dan tentunya total kasus makin banyak.

Total kasus menjadi 1206 orang pada akhir Agustus. Dan kasus aktif yang perlu dirawat ada 1049 orang. Nilai R sekitar 1,43. Tentu hal ini perlu dicegah dengan fokus kepada dua hal: manajemen perilaku dan meningkatkan angka kesembuhan.

2. Manajemen perilaku lebih ketat

Rekomendasi pertama adalah dengan manajemen perilaku dua kali lipat lebih ketat. Perilaku semulai P = 25% menjadi P = 12%. Hal ini dapat dilakukan dengan mencegah orang-orang berkumpul, lebih disiplin pakai masker, dan lain-lain.

Khususnya untuk PDP, ODP, dan OTG maka perlu benar-benar ditangani dengan lebih baik.

Sementara kegiatan ekonomi yang aman masih tetap diijinkan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Pedagang pasar, kerajinan, pembangunan, dan lainnya dengan syarat aman masih bisa dilakukan dengan pertimbangan menggerakkan roda ekonomi.

Hasil simulasi seperti grafik di atas, nilai R = 1,15 di akhir Agustus. Tapi total kasus bertambah menjadi 242 dan total kasus aktif 134 orang. Angka sebesar ini masih terlalu tinggi tampaknya untuk ditanggung suatu daerah. Maka selanjutnya kita perlu strategi lebih ketat dan dilengkapi dengan meningkatkan angka kesembuhan.

3. Meningkatkan angka kesembuhan

Meningkatkan angka kesembuhan dua kali lipat dari semula yang 4% menjadi 8% membantu menyelesaikan wabah.

Dikombinasikan dengan manajemen perilaku yang lebih ketat menjadi 6% maka berhasil menurunkan R menjadi tepat 1,00 di akhir Agustus. Total kasus 148 orang dan kasus aktif bertahan di 36 orang.

Dengan sedikit tambahan konsistensi maka diharapkan R di bawah 1 pada awal September. Dan semoga kasus mereda.

Skenario lebih baik bisa saja terjadi misal, di samping perawatan yang bagus, ternyata kondisi pasien cukup baik. Sehingga angka kesembuhan naik lebih tinggi dari yang diharapkan misal menjadi 12%.

Bahkan di tanggal 15 Juli nilai R sudah 0,97. Di bawah 1 yang menunjukkan wabah mulai mereda. Akhir Agustus total kasus 137 orang dan kasus aktif tinggal 18 orang. Dengan disiplin dan perawatan yang baik maka diharapkan dalam beberapa hari ke depan wabah sudah benar-benar bersih di daerah kita.

Semoga bermanfaat…!

Untuk kajian yang lebih detil akan saya tulis pada bagian-bagian selanjutnya.

Bagaimana menurut Anda?

Diterbitkan oleh Paman APiQ

Lahir di Tulungagung. Hobi: baca filsafat, berlatih silat, nonton srimulat. Karena Srimulat jarang pentas, diganti dengan baca. Karena berlatih silat berbahaya, diganti badminton. Karena baca filsafat tidak ada masalah, ya lanjut saja. Menyelesaikan pendidikan tinggi di ITB (Institut Teknologi Bandung). Kini bersama keluarga tinggal di Bandung.

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: