Meredakan Pandemi dari Jogja

Yogyakarta selalu unik. Masa pandemi tetap unik. Kita bisa banyak belajar untuk menyelesaikan pandemi covid-19 dari Jogja.

Pada bulan Juni 2020, pandemi di Jogja sudah hampir reda. Nilai reproduksi R sebagian besar di bawah 1. Menandakan wabah memang mereda. Total kasus aktif pun terjadi di sekitar 40an orang. Dan makin berkurang.

Meski total kasus positif sekitar 200 tapi sebagian besar sudah sembuh. Angka kematian juga terbilang rendah.

Corona, bagaimana pun, memang dinamis. Awal Juli 2020 kondisi berubah. Nilai R menanjak ke atas 1 dan bahkan 8 Juli 2020, R = 1,32. Lebih besar dari R nasional. Pandemi di Jogja berkembang lagi.

Kasus aktif yang semula 42 orang melonjak jadi 56 orang di 8 Juli 2020. Angka kesembuhan termasuk tinggi S = 5,36%. Sayangnya parameter perilaku juga tinggi P = 24,40%.

  1. Skenario normal Yogya makin membara

Solusi apa yang tersedia untuk Yogya? Tentu ada. Semoga segera mereda. Pertama mari kita lihat apa yang akan terjadi bila skenario normal ini berlanjut.

Total kasus menjadi 1057 orang pada 1 September. Total kasus aktif melonjak 676 orang. Tentu hal ini tidak boleh terjadi. Maka solusi manajemen perilaku perlu diterapkan.

2. Manajemen perilaku sosial menekan wabah

Solusi pertama yang bisa kita lakukan adalah dengan manajemen perilaku. Kita bisa memperketat perilaku, misal disiplin pakai masker, jaga jarak, rajin cuci tangan, dindari kerumunan. Misal berhasil menekan P = 20% menjadi P = 10%.

Berhasil menahan laju wabah. Tetapi total kasus masih tinggi 475 orang di 1 September 2020. Bahkan total kasus aktif masih 139 orang. Maka kita perlu kombinasi dengan meningkatkan angka kesembuhan.

3. Meningkatkan angka kesembuhan

Bagaimana pun kita ingin pasien corona sembuh semua. Butuh usaha keras untuk meningkatkan angka kesembuhan. Misal kita berhasil meningkat dari S = 5% menjadi S = 10% maka dampaknya bagus.

Berhasil menahan total kasus aktif di 87 orang pada 1 September. Tetapi angka R = 1,06 masih terlalu tinggi.

Maka kita perlu manajemen perilaku yang lebih ketat lagi agar pandemi mereda.

Berhasil. Total kasus aktif tinggal 31 orang di 1 September. Pun nilai R = 0,91 sudah di bawah 1. Maka pandemi segera mereda di Yogya.

Pelajaran untuk Indonesia

Saya berharap kita bisa belajar banyak dari Yogya. Kita bisa memandang Yogya sebagai miniatur Indonesia. Apa yang berhasil di Jogja maka bisa dikopi untuk diterapkan di seluruh Indonesia. Pun apa yang gagal di Jogja perlu dicegah agar tidak terjadi di Indonesia.

Sedikit catatan tentang perilaku di Jogja. Penularan terakhir, di antaranya, terjadi dari seorang nakes. Di sini kita gagal melindungi nakes dari serangan virus. Maka perlu “perlindungan mumpuni” untuk seluruh nakes kita.

Testing yang cepat sangat penting. Nakes yang positif tidak segera diketahui bahwa dia positif. Sudah terjadi penularan, transmisi lokal, kepada suami dan seorang anak dari nakes tersebut. Lagi, kita perlu sistem yang lengkap melindungi nakes dan orang-orang dekat nakes.

Kasus lainnya adalah berasal dari orang luar Jogja atau orang Jogja yang keluar lalu masuk kembali ke Jogja. Ternyata mereka positif. Dan berpotensi menularkan ke penduduk Jogja. Di sini kita perlu sistem yang lengkap bagaimana orang dari luar agar tetap aman bagi warga Jogja.

Contoh hal-hal di atas adalah yang menyebabkan parameter perilaku P meningkat. Kita perlu manajemen perilaku agar parameter turun. Reproduksi turun. Dan wabah berakhir.

Jogja juga bisa kita pandang sebagai laboratorium Indonesia. Mari bersatu melawan corona. Semoga segera mereda.

Bagaimana menurut Anda?

Diterbitkan oleh Paman APiQ

Lahir di Tulungagung. Hobi: baca filsafat, berlatih silat, nonton srimulat. Karena Srimulat jarang pentas, diganti dengan baca. Karena berlatih silat berbahaya, diganti badminton. Karena baca filsafat tidak ada masalah, ya lanjut saja. Menyelesaikan pendidikan tinggi di ITB (Institut Teknologi Bandung). Kini bersama keluarga tinggal di Bandung.

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: