Mendikbud Vs NU dan Muhammadiyah

NU dan Muhammadiyah mundur dari program organisasi penggerak pendidikan kemendikbud. Dikabarkan, DPR akan memanggil kemendikbud terkait mundurnya NU dan Muhammadiyah ini. Pun beberapa politisi menyarankan jalan tengah.

Saya sendiri pernah ditawari teman untuk bergabung program organisasi penggerak pendidikan. Tapi saya menolaknya. Bukan karena saya tidak setuju dengan program penggerak pendidikan. Saya justru setuju dengan program penggerak yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan, kualitas guru, dan lain-lain.

Saya menolak untuk gabung program penggerak karena saya sudah melakukan program penggerak pendidikan Indonesia sejak tahun 2000 – di waktu itu Mas Nadiem baru lulus SMA barangkali ya?

Saya melatih guru-guru dari seluruh Indonesia untuk meningkatkan kualitas pendidikan khususnya bidang matematika. Para guru merespon dengan baik. Tidak mudah meningkatkan kualitas pendidikan. Tapi dengan cara kreatif kita bisa melakukannya.

Tahun 2008 saya mulai, sebatas kemampuan saya tentunya, ikut serta meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia dengan program penggerak melalui media online. Saya merintis program belajar mengajar online melalui web dan video youtube. Saat ini saya sudah membuat video pendidikan di youtube lebih dari 7000 judul video. Dan terus bertambah sampai hari ini.

Pengalaman saya yang baru 20 tahunan bergerak dalam program penggerak pendidikan saja seperti itu. Maka saya setuju dengan sikap Muhammadiyah dan NU yang sudah pengalaman puluhan tahun atau bahkan 100 tahun menggerakkan pendidikan Indonesia.

Apakah wajar memperlakukan NU dan Muhammadiyah, organisasi kebudayaan terbesar di Indonesia, setara dengan organisasi lain yang barangkali berumur baru 1 tahun?

Saya menduga mereka, NU dan Muhammadiyah, tidak menolak program penggerak pendidikan – bukankah NU dan Muhammadiyah justru menjalankan program penggerak pendidikan?

Barangkali mereka menolak sistem dan mekanisme yang tidak sesuai harapan. Saya juga bersikap sama.

Semoga kita bersama-sama dapat menggerakkan pendidikan Indonesia menjadi lebih berkualitas. Dengan ragam cara.

Bagaimana menurut Anda?

Diterbitkan oleh Paman APiQ

Lahir di Tulungagung. Hobi: baca filsafat, berlatih silat, nonton srimulat. Karena Srimulat jarang pentas, diganti dengan baca. Karena berlatih silat berbahaya, diganti badminton. Karena baca filsafat tidak ada masalah, ya lanjut saja. Menyelesaikan pendidikan tinggi di ITB (Institut Teknologi Bandung). Kini bersama keluarga tinggal di Bandung.

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: