Ketimpangan Nasional: Atasi Kemiskinan

Mengatasi kemiskinan mempunyai dampak positif ganda. Menyejahterakan masyarakat, memperbaiki ketimpangan nasional, dan meningkatkan produktivitas nasional.

Maka menjadi strategi yang penting secara nasional untuk bersama-sama mengentaskan kemiskinan. Tahun 2018, secara gemilang kita berhasil menurunkan angka kemiskinan menjadi hanya 1 digit. Pertama sepanjang sejarah. Namun tahun 2020 tampaknya kemiskinan makin buruk akibat pandemi. Dan tentu saja ketimpangan nasional bisa makin parah pula.

Hal ini menunjukkan bahwa kita belum berhasil menurunkan kerentanan.

Berbagai macam strategi dapat kita kembangkan untuk mengentaskan kemiskinan.

1.Community base organisation yang berkualitas menyalurkan mikro finansial dengan efektif. Modal usaha menjadi hal paling diperlukan oleh orang miskin. Banyak orang miskin yang rajin bekerja, rajin usaha, tapi terkendala modal. Maka tersedianya modal apalagi mudah dan ringan sangat membantu.

Lembaga mikro finan lebih bagus lagi berbasis komunitas. Di mana sekaligus bisa mendampingi orang miskin agar mampu mengembalikan pinjaman dengan baik.

Jika rakyat miskin bisa dapat pinjaman tapi tidak bisa melunasinya maka sama saja memperdalam jurang kemiskinan. Akibatnya ketimpangan nasional makin parah.

Grameen bank, pimpinan Muhammad Yunus di Bangladesh, disebut-sebut sebagai contoh terbaik mengentaskan kemiskinan. Dan berhasil meraih penghargaan Nobel.

2. Meningkatkan kemampuan melalui pendidikan dan kesehatan. Indonesia untuk hal ini sudah mengalami banyak kemajuan dengan tersedianya BPJS dan beasiswa bidik misi (KIP) serta sekolah gratis sampai tingkat SMA.

Banyak hal yang masih bisa kita tingkatkan.

Dulu orang miskin yang sakit karena sudah tua maka harus dirawat di rumah sakit. Karena tidak ada biaya maka mereka terpaksa harus menjual rumah satu-satunya. Orang tua akhirnya meninggal dan rumah terjual. Anak dan cucu makin jatuh miskin. Kejadian ini sudah bisa diatasi dengan BPJS.

Hal yang masih bisa ditingkatkan: efisiensi pengelolaan BPJS, perlindungan yang lebih luas khususnya ke pekerja informal, meningkatkan sumber dana BPJS dari hibah super kaya dan lain-lain.

Dari sisi pendidikan, kini, di Indonesia sudah gratis sampai tingkat SMA. Bagus sekali. Bahkan tersedia beasiswa bidik misi (KIP) dan lain-lain.

Yang bisa ditingkatkan adalah menegaskan kembali bahwa sekolah gratis. Benar-benar tidak ada pungutan apa pun – hindari pungli. Serta promosikan beasiswa lebih luas. Sehingga anak-anak orang miskin yakin mereka bisa sekolah dan kuliah sampai tingkat tertinggi dengan beasiswa.

3.Dukungan pemasaran. Beberapa orang miskin mampu memproduksi barang jasa. Penting untuk dipastikan bahwa barang jasa ini diserap pasar dengan harga yang baik.

Tengkulak jahat, yang bekerja sama dengan berbagai pihak, perlu diberantas.

Pemanfaatan media digital – semacam marketplace – terbukti banyak membantu. Misal Alibaba berhasil mengangkat kesejahteraan orang miskin di Tiongkok. Indonesia punya banyak marketplace yang hebat.

Dari sudut pandang sebaliknya juga bisa. Kita menyodorkan market yang sedang dibutuhkan saat ini. Kemudian orang kecil memproduksi barang jasa yang dibutuhkan oleh market tersebut.

4.Pemerintahan yang bersih. Klise memang. Tapi mutlak diperlukan. Dukungan pemerintah yang bersih untuk mengentaskan kemiskinan.

Wajar saja. Pemerintah adalah lembaga negara yang mengumpulkan pajak, menguasai harta negara, dan lain-lain. Maka pemerintah yang bersih berperan besar dalam mengentaskan kemiskinan.

Ukuran garis kemiskinan pun diterbitkan oleh lembaga pemerintah semisal BPS. Tahun 2018an penduduk miskin (konsumsi di bawah 418 ribu rupiah per bulan per orang) sudah di bawah 10%. Setara dengan 24 jutaan orang.

Tetapi pandemi melanda di 2020. Terakhir, Menko PMK menyebut keluarga miskin di Indonesia ada sekitar 76 juta orang. Sekitar 20% dari populasi Indonesia.

Pemerintah bersih dari korupsi sangat didambakan.

5.Reformasi agraria dan kekayaan negara agar lebih memihak ke rakyat miskin. Termasuk sistem hibah dari warisan orang-orang super kaya perlu terus dikembangkan.

Mengentaskan kemiskinan adalah tugas kita semua. Tugas pemerintah, tugas nasional. Bahkan tugas global manusia di seluruh dunia. Kompleks tapi tetap bisa kita urai tahap demi tahap.

Bagaimana menurut Anda?

Diterbitkan oleh Paman APiQ

Lahir di Tulungagung. Hobi: baca filsafat, berlatih silat, nonton srimulat. Karena Srimulat jarang pentas, diganti dengan baca. Karena berlatih silat berbahaya, diganti badminton. Karena baca filsafat tidak ada masalah, ya lanjut saja. Menyelesaikan pendidikan tinggi di ITB (Institut Teknologi Bandung). Kini bersama keluarga tinggal di Bandung.

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: