Suci Manusiawi: Peradaban Berkelanjutan

Manusia mempunyai cita-cita luhur membangun peradaban berkelanjutan ke seluruh alam raya. Pembangunan, yang diharapkan makin beradab, acapkali justru menghancurkan keadaban manusiawi. Bahkan mengancam keberlangsungan alam semesta. Manusia membutuhkan suatu konsep untuk membangun masa depan yang adil, merata, dan berkesinambungan dimulai di masa kini.

A.Suci

Pertama, manusia perlu meyakini bahwa masing-masing kita punya misi suci hadir di bumi ini. Misi suci ini sudah banyak dituliskan di berbagai kitab suci dan ajaran-ajaran orang besar sejak jaman dahulu.

Bagi yang ingin merujuk ke selain ajaran agama maka bisa merujuk ke nilai-nilai universal kemanusiaan. Sudah diakui oleh banyak pemikir sepanjang jaman. Dari jaman sebelum Socrates sampai jaman sekarang ini.

B.Manusiawi

Bagaiamana pun suci dan baik di dunia ini perlu kita analisis secara manusiawi. Klaim baik dari satu pihak perlu dipertimbangkan dari ragam sudut yang berbeda. Bahkan jika klaim suci itu atas nama agama maka tetap perlu analisis detil manusiawi.

Klaim suci hanya sah sebagai awal ide. Kesimpulan akhir berdasar anlisis detil manusiawi.

C.Tujuan dalam proses

Suci mengacu pada tujuan. Tersebar merata ke selurh proses yang juga harus suci.

Diterbitkan oleh Paman APiQ

Lahir di Tulungagung. Hobi: baca filsafat, berlatih silat, nonton srimulat. Karena Srimulat jarang pentas, diganti dengan baca. Karena berlatih silat berbahaya, diganti badminton. Karena baca filsafat tidak ada masalah, ya lanjut saja. Menyelesaikan pendidikan tinggi di ITB (Institut Teknologi Bandung). Kini bersama keluarga tinggal di Bandung.

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: