Omnibus Law Jadi NOL Besar

Harapan besar kepasa UU Ciptaker. Harapan omnibus law jadi NOL besar. Omnibus law yang mengantar rakyat Indonesia adil dan makmur. Apakah bisa?

Khwarizmi Amirkabir University of Technology.png
Al Khawarizmi

Aljabar Al Khawarizmi adalah tokoh matematika pertama yang mengenalkan angka 0 menjadi sangat berguna. Kita berhutang besar kepada Al Khawarizmi atas jasanya. Sebelumnya, kita tidak mengenal penggunaan angka 0 maka angka yang ada mirip dengan angka Romawi.

Coba hitung,

CCLIV dikali M = ?

Bandingkan,

254 x 1000 = 254 000

Selesai.

Selanjutnya teknologi komputer, informasi, dan digital mengembangkan lebih jauh manfaat angka 0 dengan aljabar Boolean.

Filosofi Angka 0

Angka 0 juga memiliki filosofi yang menarik. Semoga omnibus law bisa mengambil filosofi terbaik dari angka 0.

Kehadiran angka 0 tidak mengganggu siapa pun. Penjumlahan dengan angka 0 tidak merubah apa pun. Misal 5 + 0 = 5 atau 3 + 0 = 3. Begitu pula kehadiran UU Ciptaker semoga tidak mengganggu siapa pun. Kita pun sebagai manusia juga sebaiknya tidak mengganggu siapa pun.

Penempatan angka 0 yang tepat sangat bernilai. Jika angka 5 lalu ditempatkan angka 0 di belakangnya maka jadi 50. Nilai berlipat ganda. Jika angka 7 di belakangnya di tempat tiga buah angka 0 maka 7000 yang luar biasa besar.

Penempatan omnibus law yang tepat, adil, harmonis dapat melipatgandakan kemakmuran negeri ini. Semoga bisa…!

Angka nol menetralisir perbedaan, merangkul kemajemukan. Perhatikan misal angka negatif tiga (-3) dan positif tiga (+3) bisa dirangkul jadi 0 yaitu (-3) + (+3) = 0.

Kita berharap omnibus law dapat merangkul segala perbedaan untuk kemajuan Indonesia. Melalui dialog terbuka, dari hati ke hati, yang pro dan kontra UU Ciptaker, semoga bisa ketemu titik sepakat untuk Indonesia makin sejahtera.

UU Ciptaker tidak cukup menjadi 0 kecil bagi Indonesia. Omnibus law harus jadi NOL BESAR untuk Indonesia.

Bagaimana menurut Anda?

Diterbitkan oleh Paman APiQ

Lahir di Tulungagung. Hobi: baca filsafat, berlatih silat, nonton srimulat. Karena Srimulat jarang pentas, diganti dengan baca. Karena berlatih silat berbahaya, diganti badminton. Karena baca filsafat tidak ada masalah, ya lanjut saja. Menyelesaikan pendidikan tinggi di ITB (Institut Teknologi Bandung). Kini bersama keluarga tinggal di Bandung.

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: