Jokowi: Membuahkan Hasil – Memburuk

Presiden, sekitar 2 hari lalu, menyatakan kondisi Indonesia memburuk semua, semua memburuk – berkaitan dengan kondisi covid-19. Lalu kemarin siang, Presiden Jokowi menyatakan bahwa kerja keras kita menangani covid-19 sudah membuah hasil. Sinyal-sinyal positif.

Mana yang benar? Membuahkan hasil membaik? Atau bebas saja, boleh memburuk dan membaik bersamaan?

Sekitar 5 jam setelah Presiden Jokowi mengatakan bahwa sudah ada sinyal positif membaik, kasus harian Indonesia meledak: rekor diatas 8 ribu orang kasus positif infeksi covid baru.

  1. Pandemi tidak berubah cepat

Kondisi pandemi di Indonesia, apa lagi dunia, mestinya tidak bisa berubah dalam waktu cepat. Misal dalam hitungan 1 atau 2 hari tidak wajar berubah dari memburuk jadi membaik atau sebaliknya. Paling tidak, untuk pandemi covid, kita perlu mempertimbangkan waktu 14 harian.

2. Presiden tidak tahu

Covid merupakan virus yang ukurannya kecil, tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Namun dampak penyakitnya bisa menyebar luas ke seluruh dunia. Dengan kondisi itu maka Presiden tidak akan pernah tahu apa yang sejatinya sedang terjadi: membaik atau memburuk.

Bahkan semua orang juga tidak ada yang tahu pasti. Segalanya hanya estimasi. Maka kita selalu perlu terbuka dengan berbagai macam kemungkinan salah ukur di sana-sini.

3. Prediksi Covid Indonesia

Banyak yang ingin tahu bagaimana prediksi kondisi covid di Indonesia atau bahkan dunia. Tentu kita bisa membuat prediksi dengan beragam model lengkap dengan kelebihan dan keterbatasannya. Berikut ini prediksi sederhana saya kondisi Indonesia dalam 30 hari ke depan.

2 Januari 2021, estimasi total kasus,

Kondisi optimis: 747 000 orang

Kondisi moderat: 988 000 orang

Kondisi pesimis: 1 200 000 orang

Pada kondisi moderat, total kasus di Indonesia dekat dengan 1 juta orang menjelang tahun baru 2021. Kita berharap kondisi yang lebih baik bisa terjadi yaitu hanya 700 ribuan di pergantian tahun 2020 ke 2021.

Saya mengusulkan solusi berupa manajemen perilaku dan percepatan penyembuhan. Ditambah dengan vaksin yang efektif akan lebih bagus lagi.

Bagaimana menurut Anda?

Diterbitkan oleh Paman APiQ

Lahir di Tulungagung. Hobi: baca filsafat, berlatih silat, nonton srimulat. Karena Srimulat jarang pentas, diganti dengan baca. Karena berlatih silat berbahaya, diganti badminton. Karena baca filsafat tidak ada masalah, ya lanjut saja. Menyelesaikan pendidikan tinggi di ITB (Institut Teknologi Bandung). Kini bersama keluarga tinggal di Bandung.

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: