Takwa Ekonomi Manusia

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.” (QS 3 : 130)

Bertakwa di bidang ekonomi menjamin kita beruntung. Beruntung secara pribadi dan sosial. Masyarakat yang bertakwa saling menolong untuk mengembangkan ekonomi dan kebaikan. Dan tidak bekerja sama dalam keburukan. Mereka saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran. Keberuntungan orang yang bertakwa adalah berlimpah rejeki dari jalan yang tak disangka, selalu mendapat jalan keluar dengan cara yang kreatif. Pertumbuhan yang matang jasman dan ruhani.

Wakaf untuk Kebangkitan Ekonomi Rakyat | Tarbawia

Memang ekonomi orang yang bertakwa lebih kreatif dengan adanya beberapa batasan. Berbeda dengan ekonomi liberal, misalnya, mereka boleh usaha dalam bidang apa saja asalkan legal. Ekonomi liberal bisa saja usaha di bidang judi, minuman keras, riba, atau lainnya. Sementara, ekonomi takwa tidak akan melakukan bisnis haram seperti itu. Bahkan makanan haram pun tidak boleh dikembangkan, misal jualan babi panggang, bipang. Meskipun, dalam situasi darurat, masih dibolehkan, misal untuk keperluan vaksin atau obat.

Batasan ekonomi takwa, yang tidak liberal, seperti menyulitkan pada tahap awal. Sejatinya, batasan itu justru menguntungkan dalam jangka panjang. Misalnya larangan bisnis judi. Awalnya seperti menyusahkan. Dalam jangka panjang judi merusak masyarakat. Bagi yang menang judi, mereka, berpesta-pora, melampaui batas, dan akhirnya kalah taruhan juga. Bagi yang kalah, hampir 100% penjudi adalah kalah, maka mereka bangkrut. Mereka frustasi. Mengambil jalan pintas penuh ilusi. Masyarakat menjadi lebih sehat tanpa bisnis judi. Batasan ekonomi takwa, benar-benar, untuk kebaikan bersama.

Ragam Bidang Takwa

Luasnya cakupan takwa tanpa batas. Sehingga setiap orang tidak pernah menganggur. Selalu ada pekerjaan untuk memperbaiki diri dan lingkungan. “Maka ketika selesai dengan satu pekerjaan bersegeralah ke pekerjaan berikutnya.”

Takwa merupakan tanggung jawab setiap pribadi untuk meraih prestasi dan memberi kontribusi. Sedangkan medan kerja takwa bisa bersifat pribadi dan sosial. Membaca buku adalah tanggung jawab pribadi sedangkan menaati aturan lalulintas merupakan contoh tanggung jawab sosial. Karena itu, diperlukan suatu aturan hukum dan lembaga agar proses takwa dapat berjalan dengan efektif dan efisien.

Takwa Virtual sampai Aktual

Kita bisa mengelompokkan takwa dalam kelompok virtual dan aktual. Di era digital ini kita sudah akrab dengan istilah virtual. Benar saja kita bisa bertakwa di dunia virtual. Bahkan ide-ide kita, inovasi-inovasi yang masih berada dalam pikiran kita, untuk membangun negeri bisa kita masukkan sebagai takwa virtual. Sedangkan takwa aktual seperti bisa kita lihat sehari-hari misalnya membantu fakir miskin, berzakat, dan berjamaah.

Kerja Menciptakan Lapangan Kerja

Bekerja, barangkali, adalah tindakan takwa paling penting. Setiap orang harus bekerja. Setiap orang harus berpartisipasi positif untuk kemajuan alam semesta ini. Dan bekerja adalah bentuk partisipasi setiap warga.

Bisa kita bayangkan betapa besar nilai takwa bagi orang-orang yang menciptakan lapangan kerja. Maka para pengusaha yang takwa benar-benar meraih nilai keutamaan yang berlimpah.

Takwa Pendidikan

Untuk bisa bertakwa, kita memerlukan ilmu. Maka program pendidikan yang berkualitas dan bisa dijangkau oleh seluruh rakyat menjadi suatu keharusan. Inovasi pendidikan, pendidikan digital, tersedianya beasiswa perlu terus dikembangkan.

Takwa Kesehatan

Kesehatan adalah dasar bagi setiap manusia agar bisa bertakwa dengan optimal. Maka menjaga kesehatan menjadi jalan takwa yang penuh makna. Riset dan inovasi di dunia kedokteran, teknologi medis, farmasi, dan lain-lain benar-benar bernilai penting.

Dan masih banyak medan takwa yang bisa kita ulas pada tulisan-tulisan selanjutnya.

Bagaimana menurut Anda?

Diterbitkan oleh Paman APiQ

Lahir di Tulungagung. Hobi: baca filsafat, berlatih silat, nonton srimulat. Karena Srimulat jarang pentas, diganti dengan baca. Karena berlatih silat berbahaya, diganti badminton. Karena baca filsafat tidak ada masalah, ya lanjut saja. Menyelesaikan pendidikan tinggi di ITB (Institut Teknologi Bandung). Kini bersama keluarga tinggal di Bandung.

Ikuti Percakapan

1 Komentar

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: